Syahdan tersebutlah sebuah hikayat lama... dulu di era-era awal--sebelum maraknya tayangan live musik di TV--para musisi yang ber-lipsing (lipsync) ria ga tampak begitu mencolok. Ada juga sih beberapa, tapi ga begitu kentara.

Tapi sekarang, setelah menjamurnya sejumlah tayangan musik (yang katanya live), kok semuanya pada ber-lipsing ria sih?

Saya, sebagai seorang penonton merasakan bahwa musisi-musisi itu sudah menipu penonton dengan polah tersebut. Bagi saya, kalau live ya live. Suara nyanyian harus keluar dari kerongkongan sang penyanyi, bukan hasil rekaman.

Desah nafas yang keluar dari tenggorokan seorang penyanyi--seburuk apapun itu--kita akan jauh menghargainya. Pita suara yang bergetar yang menyenandungkan bebunyian jauh lebih terhormat dibandingkan cuma komat-kamit ga jelas. Menipu para penonton, seolah-olah orang yang sedang menonton segitu bodohnya, sehingga ga bisa bedain mana suara asli mana yang rekaman.

Seni menyanyi kok malah jadi seni rekaman sih? Apa bedanya dengan mendengarkan "benda mati" yang bisa bersuara?