Results 1 to 15 of 15

Thread: Mengajari Anak Untuk Berani Menghadapi Masalah

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679

    Mengajari Anak Untuk Berani Menghadapi Masalah

    Tahun ajaran ini kelas 1-3 emang gak dirolling. Jadi yang dari 1A ya naik ke kelas 2A begitu deh. Tapi ada 1 atau 2 siswa oleh orang tuanya minta dipindah kelas. Gegaranya mereka merasa anaknya dibully oleh salah satu anak di kelas tersebut. Karena merasa wali kelas atau sekolah belum optimal mengatasinya, mereka meminta anaknya dipindah kelas saja.

    Ceritanya memang saat kelas 1 semester 2 Naomi cerita kalau ada salah satu teman sekelasnya, cewek namanya D nakalnya luar biasa. Bukan sekedar ngajak berantem atau jahil, yapi udah ngebully dan sedikit kriminal. Dan itu tidak terpantau oleh wali kelas, bisa dimaklum karena 1 kelas isinya 34 siswa. Naomi cerita dia pernah ditampar sama si D gegara Naomi mengingatkan D buat tidak semena2 kepada U, temen sebangku Naomi. Bukannya ngerti, Naomi dan U malah ditampar sama D ini (hebat ya, satu lawan dua). Saat itu saya cuma menyarankan Naomi untuk lapor langsung ke wali kelasnya kalau D bertindak kasar lagi ke dia atau ke temannya. Waktunya itu saya cuma ngomong, "Gak mungkin kan Bunda berantem sama mamanya D gara2 kamu sama D berantem." Kebetulan emang saya kenal baik sama mamanya D selama kelas 1 kemaren.

    Hari lain Naomi lapor lagi bahwa buku ulangan hariannya diinjak2 D karena Naomi dapat nilai 100 sedang dia cuma 60. Saya masih sambil lalu menanggapinya, "Dia gak sengaja kali, buku kakak jatuh dan keinjak dia." Tapi Naomi bersikeras bahwa bukunya yang di meja disambar sama D sampai jatuh dan diinjak-injak.

    Sampai kemudian Naomi lapor dia dikompas sama D, Naomi disuruh D belikan jajanan di kanton pake uang Naomi. Oke, sampai sana saya menganggap D sudah keterlaluan, tapi saya masih memilih tidak mengadu sama wali kelas Naomi. Soalnya saya inget2 Daffa teman sekelas Naomi juga pernah ditampar teman sekelas yang lain sampe berdarah gusinya dan guru pengganti tidak lapor ke wali kelas. Pas ortunya Daffa lapor dan wali kelas menegur anak itu, pas udah keluar dari halaman sekolah Daffa dimaki2 sama anak itu, dan emaknya Daffa sampe shock mendengarnya.

    Makanya saya memilih mendorong Naomi buat berani menghadapi D dan melapor kalau Naomi menganggap D sudah kelewatan. Saya gak mau terlalu cerewet saat itu urusannya masih di dalam sekolah. Menjelang UAS Naomi cerita kalau akhirnya D ditegur keras oleh wali kelas, dikasih buku somasi yang harus ditandatangani oleh ibunya plus ibunya harus datang untuk bicara sama wali kelas. D sendiri kemudian diperintah wali kelasnya untuk meminta maaf kepada semua anak yang sudah dia bully. Saya gak tau apakah itu gegara Naomi dan teman2nya akhirnya berani melapor atau gurunya akhirnya memergoki sikap D itu.

    Tapiiii ada satu anak yang ternyata ga seterbuka itu ke ortunya dan ke wali kelas. Bapaknya ga terima, tapi juga ga menyalahkan wali kelas. Tapi dia ga mau anaknya, P, untuk satu kelas lagi dengan D. Karenanya dia minta anaknya, P, dipindah kelas. Bapaknya cerita ke saya kalau P itu sempet diiris2 sama D pake pinggiran penggaris besi yang tajam sampe lecet2 dan P tidka mau mengadu ke wali kelas. Pas pulang liat anaknya lecet2 tangannya si bapak tanya ke P dan P mengaku kalau habis diiris2 tangannya sama D. Dan dari sana terkuak kalau P yang paling sering dibully sama D, dan anehnya mereka duduk sebangku dan akrab. Menurut Naomi, beberapa kali tiap turun main atau pulang si P ini mencuri2 pandang ke D saat mereka udah beda kelas.

    Waktu sebelum kenaikan kelas sebenarnya Naomi juga udah cerita sama ayahnya tentang perilaku D kepadanya, dan ayahnya juga bilang ke saya buat minta Naomi dipindahkan. Cuma saya keberatan.

    Menurut saya Naomi harus berani menghadapi D artinya menghadapi masalahnya. Kalau dia pindah kelas lalu ketemu anak yang serupa D, mesti gimana? Masak mau pindah sekolah? Jadi selama anak saya ga masuk rumah sakit gegara D saya masih mendorong Naomi buat berani menghadapi masalahnya, yaitu perilaku D tadi. Saya ga setuju minta pindah kelas cuma demi menghindari si masalah, karena pasti di kelas lain ada masalah lain juga kan?

    Bener ga sih pendapat saya? Soalnya ayahnya sepmpet bersikeras dan saya jadi agak ragu2

  2. #2
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    naomi masih tahan ga ngadepin D?
    jangan sampe stres ya, bun...

    g dulu pas kecil juga seringlah nemu2 pembully kaya gitu
    awalnya emang berasa stres banget, tapi jadi agak tahan karena g tau g punya temen lain yg bisa menghibur g

    imho sih, diadepin aja pembully kaya gitu
    tapi kalo udah kelewat bates sampe main fisik dll...apa bunda na ga perlu campur tangan ya?
    sampe ngiris2 tangan dan melukai anak lain?
    kayanya udah over limit

    meskipun sih, kalo g bilang luka mental itu lebih membekas daripada fisik
    Popo Nest

  3. #3
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Aduuuh naomi adalah anak paling easy going di kelasnya, po. Dicuekin sohibnya aja dia masih terus menerus menyapa sohibnya ntu. Temen2 sekelasnya agak takut sama guru bhs inggris yg galak, naomi ga menganggap itu bencana. Makanya saya ga ada niat buat mindahin naomi ke kelas B. Saya masih liat dia ga terganggu sama D. Mungkin kalo kelewatan baru saya turun tangan, sampe naomi terluka gitu.

  4. #4
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Kata orang nih bund...
    Selama masalah masih bisa dihindari, ya dihindari aja. Ada trade off, tentunya.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #5
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Kalau Mami malah protective banget, kalau ada yang macem-macem sama anak-anaknya, dia bilang over my dead body. Seperti induk ayam, begitulah. Justru anak-anaknya berusaha supaya Mami ndak tahu karena bisa perang. Pernah waktu kecil ada anak-anak tetangga yang nakal, suka ngebully. Mbok masih imut banget tapi hampir kena tampol, untung ada ibu warung yang mencegah. Pas Mami tahu Mami langsung mencabut kapak perangnya menyerbu rumah tetangga. Heboh sampai pak RT turun tangan. Sejak itu aman dan sejak itu pula mbok pikir memang ada orang-orang yang ndak bisa dibiarkan coz they make this world become a worse place.

    Mbok sepakat Naomi ndak pindah kelas tapi mbok pikir rasa frustasi anak-anak yang dibully itu harus didengarkan oleh ortu dan pihak sekolah. Dengan mendengarkan mereka, anak-anak itu akan merasa that they matter. Orangtua si D harus diberitahu bahwa anaknya sedang bermasalah. Jangan sampai masalahnya menjalar seperti virus flu merusak kesehatan anak-anak lain. Si D itu harus segera ditolong sebelum terlambat.

  6. #6
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    Mami mbok serem banget

    Buat saya, masalah dihadapi, bukan dihindari. Saya setuju sama bundana untuk ga pindahin kelas. setubuh juga sama mbok, mama D harus dikasih tau sikap anaknya. IMHO, selama ga kelewatan, biarin aja, biar pengalaman juga buat anak Bundana menghadapi orang2 tidak menyenangkan.

  7. #7
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    [MENTION=253]tuscany[/MENTION]:
    saya liatnya biar naomi tegar, selama ini dia termasuk ga mau repot,
    kalo bisa emaknya yg ngurus kenapa dia mesti susah? [MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]: mamanya D
    udah dipanggil wali kelas dan udah dikasih peringatan. Udah minta maaf
    ke kami ortu yg anaknya kena bully. Tapi sama ortu P ga pernah bisa
    ketemu. Saya waktu itu cuma bilang, "kalo sampai naomi luka ya saya
    pasti ga terima dan urusannya udah kriminal." sejauh ini naomi cerita
    pas kelas 2 ini D lebih ramah dan terkendali

    ---------- Post Merged at 04:36 PM ----------

    Quote Originally Posted by Hai_Lee View Post
    Mami mbok serem
    banget

    Buat saya, masalah dihadapi, bukan dihindari. Saya setuju sama bundana
    untuk ga pindahin kelas. setubuh juga sama mbok, mama D harus dikasih
    tau sikap anaknya. IMHO, selama ga kelewatan, biarin aja, biar
    pengalaman juga buat anak Bundana menghadapi orang2 tidak
    menyenangkan.
    iyap, seperti itu keadaannya. mamanya D mengakui, sejak papanya D meninggal, D agak sulit dikendalikan

  8. #8
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    [MENTION=16]BundaNa[/MENTION]

    Di kampung sini banyak remaja yang bunuh diri karena dibully, orang-orang heboh berusaha "menyembuhkan" yang masih dibully. Mbok pikir, kenapa bukan yang sakit yang membully itu yang disembuhkan? Orang yang teguh kukuh berlapis baja pun kalau dipanasi terus-menerus pasti meleleh apalagi anak-anak yang kurang kuat seperti P.

    Dulu mbok pernah dibully karena ada luka di wajah. Pas cerita sama ortu, ortu bilang orang-orang yang membully itu had nothing else better to do but to pick on people alias orang-orang yang membosankan dan bodoh. Akhirnya mbok justru kasihan sama mereka.

  9. #9
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Saya juga kasian sama D yg mungkin jadi pembully karena kehilangan sosok ayah. Cuma saya ya tetap mesti waspada akan keselamatan anak saya. ini yg lucu [MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION], naomi kelas 2 ini jadi akrab sama D, beberapa kali naomi dikasih koleksi kertas loose leafe sama D

  10. #10
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Sepakat ama bundana... Go bunda!

    Hehehhe.... Gw liat emang naomi mirip emaknya banget... Tukang provkator dan perkasa...

    Jadi eman kalau pindah kelas, bakatnya gak tersalurkan...

    *kabuuurrr...
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  11. #11
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Menghindari masalah itu maksudnya mereka yang ngomong ke saya adalah, menghindari masalah sebelum terjadi.
    Kalau masalah sudah terjadi memang harus dihadapi bukan dihindari.
    Saya sih bund ngeliatnya dalam konteks, tau kapan maju, tau kapan mundur, tau kapan belok kiri kanan, begitu
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  12. #12
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kalo dipikir2, kadang dunia anak2 itu sadis ya.
    Ortu harus selalu waspada, ngajar anak menghadapi masalah tapi jangan sampe anak terluka.

    Ibarat induk kucing ngajarin anaknya berkelahi lawan tikus, diawasi ketat, kalo tikusnya terlalu kuat si induk langsung turun tangan.

  13. #13
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kalo dipikir2, kadang
    dunia anak2 itu sadis ya.
    Ortu harus selalu waspada, ngajar anak menghadapi masalah tapi jangan
    sampe anak terluka.

    Ibarat induk kucing ngajarin anaknya berkelahi lawan tikus, diawasi
    ketat, kalo tikusnya terlalu kuat si induk langsung turun
    tangan.
    gw jaman naomi balita dulu over protective, ada anak yg berani nyenggol naomi, hajar! berapa kali gw perang dingin ama tetangga gegara begini. belakangan gw liat naomi jadi cemen gara2 gw terlalu lindungi, dikit2 ngadu. makanya skr agak disaring kalo dia mulai ngadu2. kalo dirasa naomi hrs ngadepin sendiri ya gw dorong buat berani. kalo gw perlu jadi guardian angel, berdiri deket naomi sambil menatap dingin anak tsb.

  14. #14
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Iya, musti seimbang antara membela anak sama mengajar dia untuk menghadapi sendiri. Banyak ortu yg jato ke salah satu ekstrim.

  15. #15
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Iya, musti seimbang
    antara membela anak sama mengajar dia untuk menghadapi sendiri. Banyak
    ortu yg jato ke salah satu ekstrim.
    untuk urusan membela diri yg bungsu justru lebih tangguh dibanding kakaknya. dia bakal menghadapi orang yg berani mengganggu teritorynya, meski kadang caranya salah. memukul ato ngajak si pengganggu buat fight Tapi emang gegara pengalaman naomi waktu kecil, buat nadhira sejak dini gw tarik ulur

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •