Quote Originally Posted by purba View Post
Mungkin maksud ente begini. Muslim bukan saja FPI. Itu artinya tidak semua muslim seperti FPI. So, janganlah menggeneralisasikan bahwa semua muslim seperti FPI. Kalo yg ente maksud begitu, ane bisa paham. Bukan ente bilang: FPI bukan muslim.

Tapi masyarakat pun tidak salah juga jika pada akhirnya menyalahkan muslim karena ulah FPI tsb. Itu sesuai dengan pepatah tadi, bahwa nila setitik membuat rusak susu sebelanga.

Kenapa seh target sweeping FPI misalnya prostitusi dan miras melulu? Ini cerminan dangkalnya pemahaman FPI pada ajaran Islam. Di negara lain banyak tuh prostitusi dan miras dijual bebas, tapi negaranya maju dan tentram. Di negara lain banyak tuh cewek pake rok mini atau bikini, tapi aman-aman saja. Artinya apa? Bukan prostitusi dan miras yg membuat para muslim bodoh dan terbelakang, tetapi memang pikiran yg ada di batok kepala para muslim itu sendiri yg rusak. Seharusnya yg di-sweeping adalah muslim2 yg batok kepalanya rusak itu.

Saya setuju.
Tetapi kemudian, orang2 yang batok kepalanya rusak itu juga nggak pantes disebut muslim, karena mereka pasti nggak bisa mencerna Al Quran dengan baik dan benar anyway. Disebutkan bahwa Al Quran dan Islam adalah agama bagi orang orang yang mau berpikir. Artinya, Al Quran harus dikaji dan dipahami, barulah seseorang itu bisa disebut sebagai muslim. Seorang Islam, yang memang harus memahami isi kitabnya.
Jadi sepertinya FPI dan orang orang yang berbatok kepala rusak itu, kepengen jadi muslim, atau mengaku muslim, tetapi sesungguhnya tidak, atau belum pantas menjadi seorang muslim.