kalo obat di RS , saya udah minta print out kan , tapi disana cuma tertulis obat minum , obat infus , tanpa nama.

terus dokter syaraf saya yang pertama itu temen kuliah om saya yang juga dokter syaraf. cuma om saya kan ga masuk di RS yang saya masuki.

dan kata om saya , sesama dokter ga bole saling mencampuri urusan masing - masing. makanya om saya juga no comment soal biaya saya yang mahal disana.