KUPANG–Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dikabarkan marah-marah di Hotel Nembrala Beach, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/6) malam lalu. Roy marah lantaran ajudannya tak mendapat kamar di hotel itu.
“Dia (Roy Suryo) kesal karena menilai kami lebih mengutamakan bule (turis) yang menginap di hotel tersebut,” kata Manajer Hotel Nembrala Beach, Yanto Kore Mega, seperti dikutip Tempo.co, Minggu (30/6).
Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan dua kamar bagi Menpora Roy Suryo dan istrinya beserta rombongan. Sebab, memang hanya tersisa dua kamar yang kosong dari delapan kamar di hotel tersebut. “Karena dia pejabat, makanya saya berikan dua kamar,” tuturnya.
Sistem pemesanan di hotel tersebut, katanya, harus dilakukan enam bulan sampai setahun sebelumnya karena hanya tersedia delapan kamar. “Hotel ini terbuka untuk siapa saja, apakah turis asing atau WNI,” jelasnya.
Namun, saat Roy Suryo dan rombongan hendak menginap di hotel tersebut, ternyata mereka masih membutuhkan satu kamar lagi untuk ajudannya. Karena ketiadaan kamar, Roy pun marah-marah dan mendorongnya. “Saya tidak dipukul, hanya didorong oleh Roy Suryo,” akunya.
Dia mengatakan, Roy Suryo mempertanyakan kenapa hotel ini lebih mengutamakan turis asing ketimbang dirinya dan rombongan. “Kenapa kamu lebih utamakan orang asing? Ini negara saya, negara Indonesia,” kata dia mengutip ucapan Roy Suryo. “Saya bilang, saya juga orang Indonesia,” ucap Yanto.
Namun, tidak ada aksi pengusiran para turis asing yang menginap di hotel tersebut. “Tidak diusir, hanya Roy Suryo yang mencak-mencak di hotel karena tidak dapat kamar,” tukasnya.
Yanto menambahkan, jika Roy memang seorang negarawan dan sudah dewasa dalam berpolitik, seharusnya ia duduk bersama timnya, bukannya langsung marah-marah. “Saya kasihan saja, kenapa negara kita dipimpin oleh orang seperti ini,” sesalnya.
Namun kabar ini dibantah Roy Suryo. Lewat akun Twitter-nya, @KRMTRoySuryo, dia menyebut kabar ini fitnah. “Berita itu ngaco (=fitnah). Besok ada klarifikasinya dari Bupati dan Anggota DPRD yang tahu sebenarnya,” tulis Roy. Tri Hatmodjo