Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 89

Thread: Pidato Yang Menampar Dunia Pendidikan

  1. #21
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Pendidikan yang seharusnya lebih menekankan pada proses dan pengembangan potensi peserta didik justru terkadang mematikan potensi itu. Siswa, serta juga mahasiswa, didoktrin untuk terus menghapalkan dan mempelajari berbagai materi yang lucunya sebagian besar justru tidak akan berguna saat mereka bekerja ataupun hidup bermasyarakat... Lembaga pendidikan seakan hanya ingin mengembangkan potensi akademis peserta didik dan melupakan berbagai potensi lain yang mungkin dimiliki peserta didik tersebut.
    Kan sudah disediakan SMK dan Politeknik. Dua lembaga pendidikan itulah yg lebih menyiapkan peserta didik utk segera berguna dalam masyarakat. Tapi apakah masyarakat mau mengambil pendidikan di dua lembaga tsb? Masyarakat melihat dua lembaga tsb tidak bergengsi, kelas dua, masa depan suram, dsb. Masyarakat lebih suka SMA atau Universitas karena bergengsi, high class, dan mengesankan intelektualitas tinggi. SMA dan Universitas memang lebih menekankan pengembangan potensi akademik dari pada potensi yg lain. Sementara SMK dan Politeknik ditujukan utk pengembangan nonakademik seperti keterampilan, dsb. Masyarakat salah kaprah. Akibatnya banyak sarjana "menganggur". Kemudian muncullah kalimat-kalimat kecewa yg mengatakan sekolah/kuliah tidak memberikan manfaat nyata ketika mereka terjun dalam masyarakat.

    Kalau mau jadi "Bill Gates", gak perlu sekolah tinggi-tinggi, cukup masuk SMK yg mengasah keterampilan komputer, kemudian lihat pasar dan buka usaha sendiri utk menjual keterampilan tadi. Tapi apakah masyarakat mau seperti itu? Atau kalau sudah kuliah dan merasa tidak berkembang, IP pas-pasan, lebih baik keluar dari perguruan tinggi tsb, kemudian ikuti "Bill Gates". Berani? Mungkin sebagian besar tidak berani karena masyarakat akan mencibirnya sebagai manusia gagal. Inilah nilai-nilai yg dipegang oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.



  2. #22
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    itu yg dibilang geek ya? kutu buku. tapi nyatanya mereka bisa survive bahkan ada yg jadi jutawan, kalo kita bicara kesuksesan sama dgn nominal yg didapat dlm bekerja ya. btw, di lingkungan saya juga berlaku kog, ga perlu sekolah bagus2, ato mahal2. urusan dapet kerja itu hokinya. kalau saya liatnya, kerjakan sekuat tenaga, karena hasilnya cuma kamu yg merasakan. orang. tua cuma sebatas bangga, kamu ga sukses pun, orang tua selalu ada untukmu
    setubuh bun..
    kita yg kerja keras, kita juga yg akan menikmatinya nanti

    Quote Originally Posted by ga_genah View Post
    pendidikan adlah proses untuk menjadi lebih baik
    nilai ato score itu hanya alat utk mengevaluasi proses itu
    ga ada yg ngelarang mau sekolah ato ga mau sekolah
    ga ada aturan yg menharuskan jadi murid terpintar ato tidak
    ga ada yg ngelarang utk terus sekolah ampe tua
    misalnya saat kuliah, ada jatah 25% utk tidak masuk kuliah utk ngurusin ektra tao hobi yg lain

    tetapi yg paling memusingkan adalah lingkungan sekitar
    omongan lingkungan sekitar saat seseorang menjadi lulusan terbaik itu membuat keluarga seperti artis
    tetapi saat si anak tdak lulus ujian nasional, saat itu seperti di kucilkan oleh masyarakat
    dan ini membuat orang melakukan segala cara untuk menjadi artis

    selain lingkungan, aturan juga tidak konsisten ato saling tumpah tindih
    seperti yg dikatakan BundaNa aturan yg satu dengan yang lain tidak saling mendukung
    dan sanksi aturannya tidak tegas
    bukan lingkungan sekitar aja, di lingkungan setelah kita bekerja jga banyak yg kurang
    se irama dengan kita, kita rajin.. bos nya malas.. klo orang2 dibawah kita masih bisa..
    kita nasehatin, tapi klo bosnya yg geblek repot loh

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kalau mau jadi "Bill Gates", gak perlu sekolah tinggi-tinggi, cukup masuk SMK yg mengasah keterampilan komputer, kemudian lihat pasar dan buka usaha sendiri utk menjual keterampilan tadi. Tapi apakah masyarakat mau seperti itu? Atau kalau sudah kuliah dan merasa tidak berkembang, IP pas-pasan, lebih baik keluar dari perguruan tinggi tsb, kemudian ikuti "Bill Gates". Berani? Mungkin sebagian besar tidak berani karena masyarakat akan mencibirnya sebagai manusia gagal. Inilah nilai-nilai yg dipegang oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.


    setubuh
    tapi kyknya ada faktor lucky jga..
    kadang anaknya pinter, klo keberuntungan tidak bersamanya

  3. #23
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by Zhazha View Post
    keknya ini si anak lagi plotes telhadap ambisi olangtua/kelualga nya sendili, dibandingkan kepada intitusi pendidikan. Bukankah tidak ada sekolah yang menelapkan kebijakan bahwa setiap mulid halus menjadi siswa telbaik
    dan setiap ortu juga sadar akan kemampuan dan potensi anak untuk kemudian didorong memaksimalkan itu demi hidup si anak. Ambisi ortu? Yg kasih pidato itu umur berapa? Dia bisa memilih untuk terus menjadi yg t'baik atau tidak dalam sistem itu, di usia segitu ortu sudah ga banyak berperan dalam hidupnya. Umur 10 thn aja anak bisa menentukan arah belajar dan hidupnya kog, itu yg saya liat di lingkungan saya. Apalagi itu di US, dimana kebebasan b'pendapat itu segalanya

  4. #24
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    kyk anak gue,

    jarang dia kliatan belajar, tapi nilainya bagus terus
    di sekolah jadi juara, gue sama istri ikut seneng jga sih...
    jadi sekarang kita2 (aku/istri) gak pernah maksa2 dia buat belajar...
    cuma klo ada yg gak tau baru dia datang sama kita..

    ke kamar mandi, boker mandi BBnya nyanyi terus

    note: cuma klo sholat sama bersih2 rumah harus dipaksa

  5. #25
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Jumlah SMK dan Politeknik juga masih kurang dibandingkan kampus umum. Mungkin supply dulu yang perlu ditambah plus sosialisasi baru bisa mengubah pandangan masyarakat.

    @nudel: yang valedictorian itu disampaikan oleh student terpintar. Yang paling pintar malah merasa sekolah tidak berguna untuk masa depan.
    *untung nggak pernah jadi yg terpintar
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  6. #26
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    gw setuju sama om purba masalah gengsi di masyarakat. dulu gw sempat mempertimbangkan smk tapi ga disetujui orangtua, but then again they were right. looking back, smk jaman itu ga menawarkan banyak walaupun embelnya lebih mempersiapkan menghadapi dunia kerja.

    anak itu, menurut gw, wajar dia merasa takut kalo dia anak terpintar tapi hanya textbook saja (hapal mati) atau pinter teori tapi ga bisa aplikasinya.
    namun klo memang dia ditentukan murid terpintar dengan konsep holistik dengan berbagai kemampuan, ga cuma satu bidang saja, dia hanya perlu takut jika kesempatan yang ditunggu ga pernah datang alias hokinya ga bagus.
    A kid at heart

  7. #27
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    kalo Poltek sekarang udah banyak kok yg lebih bonafit dan dipandang di dunia kerja
    Popo Nest

  8. #28
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    hmmm... IMHO, yang terjadi sama anak ini adalah dia belajar dengan orientasi nilai sebagai tujuan akhir. Atau, kemungkinan lebih parah, bahkan motivasi belajar itu-pun bukan punya dia sendiri(kalo dari pidatonya, kayaknya dia pengen nge-band atau sejenisnya, ya ?).
    so, endingnya kayak gitu. Saat selesai, saat nggak ada lagi penilaian, karena nilai adalah tujuan akhir, ngga' tau mau ngapain.

    Gue pribadi, sejak baru kenal yang namanya dunia pendidikan, emang selalu pengen berkecimpung di dunia riset.
    Makanya, gue nggak pernah tertarik masuk SMK(plus, jaman gue, yang namanya SMK kerjaannya berantem mulu).
    Masuk SMU, dengan motivasi belajar: 'to understand'. Kalo nilai bagus mengikuti hal tersebut, yah, bagus.
    A proud SpaceBattler now.

  9. #29
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    menurut saya, si cewek ini belum paham sama passion dia. masih linglung mau ngapain. Teman-teman dia udah tau sama passion masing-masing. Sementara dia akhirnya melakukan apa yang biasanya society umum nilai sebagai orang sukses: belajar dan lulus dengan nilai gemilang. Namun dia pasti merasa kosong, apa bener ini passion dia? lalu habis lulus harus ngapain? karena bekerja ga semudah menghafal catatan-catatan guru, lalu menuangkan di lembar jawaban.
    Last edited by Hai_Lee; 06-07-2013 at 07:04 PM.

  10. #30
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    ^OK. Hai_Lee lebih bagus merumuskan apa yang mau gue tulis, ketimbang gue sendiri.

    Dan, IMHO lagi, dari diskusi yang ada di sini, juga, kayaknya terwarnai oleh apa yang tiap individu definisikan sebagai 'sukses'.
    Sukses. Apa artinya 'Banyak Uang' ? 'Tenar' ? 'Berpengaruh' ? 'Berkuasa' ? 'Ketenangan jiwa' ? 'Bahagia' ? what ?
    Last edited by TheCursed; 06-07-2013 at 07:36 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  11. #31
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    Lebih penting mencapai 'sukses' yang didefinisikan sendiri daripada didefinisikan orang lain. Nah 'sukses' dia adalah 'sukses' yang didefinisikan orang-orang.

  12. #32
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Sekolah itu buat mengubah pola pikir.
    Pinter itu bawaan. Buat sebagian orang, pinter itu usaha.

    So,si cewek ntu ga sadar..justru krn dia belajar melulu,makanya dia bisa punya pikiran kyk bgitu. Dan punya keberanian buat menyuarakan di dpn umum. Itu krn dia rajin belajar..jd kritis dan punya standar mngenai jati diri dia (yg ga mau diperbudak sistem)


    So, school is still...undefeated

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  13. #33
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    ^
    Agree.
    So, 'Menampar Dunia Pendidikan' ? Meh, not so much.

    Kalo 'Menampar orang2 yang terlibat dalam pendidikan si anak ini', kemungkinan besar iya.

    Kayaknya anak ini cuma di push untuk dapat nilai bagus, jadi valedictorian, tanpa pernah di ajak bicara 'kenapa' dia harus dapat nilai bagus. Dan konsisten nggak posisi valedictorian itu dengan real passion yang ingin di capai anak ini.
    Soal dia komplen 'nggak punya hidup', 'nggak tau caranya membuat syair'... welp, kalo emang searah dengan impiannya si anak... lebih sering, untuk menggapai cita2, kita harus 'berdarah2' dulu. There are sacrifice to make.

    Dan kalo seusia dia masih nggak tau hidupnya mau di bawa ke mana... orang tua dan sekolahnya yang mustinya di tanya. Bukan keseluruhan dunia pendidikan.
    Last edited by TheCursed; 06-07-2013 at 10:40 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  14. #34
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    803
    kenapa tiap baca valedictorian saya selalu mikir dinosaurus

  15. #35
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by thin.king View Post
    kenapa tiap baca valedictorian saya selalu mikir dinosaurus
    mungkin karena: valedictorian -> dictionary -> thesaurus -> dinosaurus ?
    atau valedictorian kedengerannya mirip dengan kata "velociraptor" dan "cambrian" di campur...
    A proud SpaceBattler now.

  16. #36
    sepelti aq bilang di halaman sebelumnya, ini anak sebagai mulid telpintal balangkali melasa bahwa masa Sekolahnya sungguh tidak belwalna, monoton mengejal nilai lagi-nilai lagi... ketika dia sudah menyadali ada yang salah dalam olientasi belajalnya, dia tellanjul halus jaim sebagai siswa pintal... dan balu setelah kelulusannya dia menumpahkan uneg-unegnya

  17. #37
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Salah satu SMK di salah satu kabupaten di jawa tengah, malah mendoktrin siswanya untuk menghafal pelajaran UAN, karena sekolahnya mengejar nilai UAN nomor satu di kabupatennya sampe2 melupakan esensi pendidikan anak didiknya...
    +sumber : smk kab lain
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  18. #38
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    sekolah itu penitipan anak...
    dikala bapak emaknya sibuk kerja

  19. #39
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Zhazha View Post
    ... ketika dia sudah menyadali ada yang salah dalam olientasi belajalnya, dia tellanjul halus jaim sebagai siswa pintal...
    Atau bukannya harus jaim, tapi emang kondisi lingkungannya yang bikin dia ngga' bisa 'bergerak'. i.e. Kalo orang tuanya mengancam dia nggak bakalan di support uang kuliahnya kalo dia nggak masuk uni jurusan tertentu, yang juga belom tentu maunya dia, di mana uni tersebut mensyaratkan kalo mau daftar harus 'valedictorian'.

    Soalnya, pengalaman gue, justru mereka yang punya prestasi seperti itu jadi bisa punya ruang gerak lebih besar(baca: 'betingkah' ).
    Bakalan banyak yang panik dan kalap, kalo suatu hari, misalnya, si valedictorian tiba2 ulangan hariannya ancur2an.
    A proud SpaceBattler now.

  20. #40
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    sebenarnya saya sempat berada di posisi seperti si cewe ini (walopun saya bukan valedictorian)
    waktu lulus sma, saya juga sempat mengalami pencarian jati diri itu, ngga tau mau dibawa kemana arah hidup ini, dll. saya merasa pendidikan formal aja rasanya tidak cukup untuk mempersiapkan hidup. apalagi kalo orientasi sekolah itu cenderung ke arah nilai/grades. dan sepertinya juga agak kaku dengan jenjang2nya.

    jaman itu saya ngiri banget dengan tradisi gap year yang ada di inggris - di mana anak lulus sekolah (sma, ato a'level), mereka mengambil 1 tahun off (gap year) untuk travel ato berkecimpung di dunia masyarakat dewasa. kurasa kalo anak diberi ruang seperti itu, untuk mencari "jati diri" ato industri yang ingin ditekuninya, mungkin akan memberikan perspektif yang berbeda saat kuliah nanti. my logic is, kalo saya dari kecil sampe sma hanya mengenal dunia sekolah saja dan tidak dunia nyata di luar, bagaimana saya tau jurusan apa yang ingin saya tekuni saat kuliah nanti? apakah jurusan kuliah yang diambil itu berdasarkan hitungan kancing? ato diktean ortu?

    i dont know. yang pasti jaman setelah lulus sma, saya sempat mengalami dilema itu.

Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •