Results 1 to 13 of 13

Thread: [Butuh Klarifikasi] Habib Rizieq tentang Bethel Petamburan

  1. #1
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050

    [Butuh Klarifikasi] Habib Rizieq tentang Bethel Petamburan

    Sumber: Dari sebuah posting di grup FB
    Status: Butuh klarifikasi

    Habib Rizieq Shihab lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965. Setelah lulus Sekolah Dasar (SD), ia melanjutkan pendidikan di lembaga pendidikan Kristen Bethel yang bertepatan tidak jauh dari rumahnya (Tahun 1978-1979 atau 1979-1980).

    Apa benar lembaga pendidikan Kristen sering digunakan untuk proses Kristenisasi?

    HABIB RIZIEQ MENGATAKAN SELAMA IA BERADA DI LEMBAGA PENDIDIKAN KRISTEN, KHUSUSNYA DI BETHEL, IA TIDAK MERASAKAN ADANYA GERAKAN KRISTENISASI.

    ”Sepanjang pengalaman saya waktu di Bethel, saya murni belajar. Bila hari-hari tertentu ada kegiatan di gereja, saat orangtua saya minta ijin kepada Kepala Sekolah agar saya tidak ikut kegiatan di dalam gereja, ternyata diijinkan,”

    LANJUTNYA, BAHKAN KETIKA HARI JUMAT KARENA UMAT ISLAM MEMILIKI KEWAJIBAN SHOLAT, IA DIIJINKAN SHOLAT.

    “Sepanjang pengalaman saya di Bethel, Saya tidak mendapatkan upaya Kristenisasi. Saya tidak pernah diharuskan/dipaksa untuk ke gereja atau menjadi Kristen, baik secara langsung atau tidak. Gurunya juga tidak semua Kristen, ada beberapa guru beragama Islam,” tegasnya.

    WALAU BEGITU, IA TIDAK MENAMPIK DI LEMBAGA-LEMBAGA KRISTEN (DI LUAR BETHEL) ADA SAJA OKNUM YANG BERUPAYA MELAKUKAN KRISTENISASI.

    “Akhir-akhir ini ada kejadian-kejadian di beberapa tempat yang membuat masyarakat resah, yang Ana (Saya) lihat ada sejumlah oknum dari lembaga-lembaga pendidikan Kristen lain yang berusaha melakukan Kristeninsasi. Dan, tercium oleh masyarakat (Umat Islam), masyarakat—sumbunya pendek, langsung menyikapinya, kadang-kadang berlebihan juga. Nah, ini tidak bisa kita pungkiri. Kita berharap ke depan hal-hal semacam itu tidak boleh ada,”mintanya.

    HABIB MENGAKUI, SELAMA IA BERSEKOLAH DI BETHEL, GURU-GURU MEMPERLAKUKANNYA SAMA SEPERTI SISWA YANG LAIN, BAIK-BAIK SAJA.

    “Saya diperlakukan layaknya seorang murid. Saya di sekolah, nilai cukup bagus. Bahkan nilai agama saya terbaik, padahal agama Kristen yang saya belajar di sana. Nilai saya 9 sampai 10 setiap ulangan. Semua guru sayang dan cinta kepada saya. Saya tidak pernah berantem di sekolah. Sampai hari ini, guru-guru saya di Bethel, masih saya kenal, dan kalau ketemu di jalan kami sering bertegur sapa. Walau bagaimanapun mereka guru saya,”.

    SEKARANG INI, ALUMNUS SMP BETHEL (TEMAN-TEMAN HABIB) BANYAK YANG JADI PENDETA.

    ”Mereka sudah jadi pendeta, saya sudah jadi pendakwa (penyiar agama Islam), tetapi hubungan kami cukup baik, tidak ada masalah,” katanya.

    Bila dilihat, Markas Besar (Mabes) FPI sangat berdekatan dengan tempat Bethel memproduk pendeta. lalu apa rahasianya sampai dua lembaga yang berbeda ini dapat hidup berdampingan bertahun-tahun?

    HABIB MENUTURKAN RAHASIANYA KARENA BETHEL TIDAK PERNAH BIKIN MASALAH DI MASYARAKAT PETAMBURAN.

    “Tidak pernah ada masyarakat meminta Bethel ditutup. Dari semenjak saya lahir di Kampung ini (Petamburan) tidak pernah ada problem antara masyarakat dan Bethel. Makanya kadang-kadang saya heran, di kampung-kampung lain pada ribut, antara satu lembaga Kristen dengan masyarakat, kadang sampai bakar-bakaran,” tuturnya seraya berkata kalau terjadi konflik pasti itu ada yang tidak beres, pasti ada yang menyinggung masyarakat.

    HABIB MEMINTA LEMBAGA-LEMBAGA KRISTEN DI INDONESIA DAPAT BELAJAR/STUDI BANDING DENGAN BETHEL DI PETAMBURAN YANG DAPAT BERDAMPINGAN DENGAN FPI.

    ”Sejak saya lahir di Petamburan (usia saya sudah 44 tahun), Bethel tidak pernah ada masalah. Masyarakat Petamburan sudah jadi benteng keamanan bagi Bethel,”.

    YANG PERLU DIPELAJARI DARI BETHEL, CONTOH:

    Bethel setiap ingin memberikan sumbangan, tidak pernah turun langsung. Bethel selalu mengajak RT, RW, Lurah atau FPI untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Petamburan. “Kalau turun langsung, pasti akan menimbulkan kecurigaan dan itu bisa panjang ceritanya,”

    Lewat penjelasan ini, Habib membantah, opini atau cerita bahwa FPI anti Kristen, musuh Kristen, suka nutup-nutupin gereja.

    “Itu tidak benar. Buktinya di Petamburan, FPI tidak hanya berdampingan dengan Gereja Bethel tetapi juga Gereja Katolik dan GPIB, dan kami aman-aman saja,”

    Habib bersykur dalam hidupnya pernah mengenyam pendidikan di lingkungan agama Kristen karena ia menjadi banyak tahu ayat-ayat dalam perjanjian Lama dan Baru.

    “Saya belajar Perjanjian Lama dan Baru terdiri kitab-kitab apa saja. Injil ada berapa kitab. Kadang-kadang dulu, kami ngapalnya pakai lagu. “Matius…Markus…Lukas…Yohanes, Kisah Rasul…Roma…Korintus,…” demikian Habib melagukan kembali kitab yang ada di Perjanjian Baru yang sempat ia pelajari.

    “Sekarang saya tampil sebagai Da’I, paling tidak saya mengerti tentang Kristen. Saya juga belajar perbandingan agama, sehingga kalau saya harus diskusi, dialog (bukan saling menghujat) saya lebih siap. Kalau saya tidak masuk Bethel maka saya tidak sesiap sekarang ini soal mengetahui agama Kristen. Ilmu yang saya peroleh itu membuat saya sangat percaya diri ketika hadir dalam sebuah dialog dengan pendeta berjumlah 160 orang. Dan pendeta-pendeta yang hadir banyak sudah bergelar doctor,” paparnya seraya berkata membuka pintu dialog antar umat bergama itu penting. Harus ada dialog.

  2. #2
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Setahu saya istilah kristenisasi itu tidak ada dalam ajaran kristen.

    Orang kristen percaya bahwa tiap orang sudah dipilih sejak semula, siapa yg akan jadi pengikut Yesus dan yg tidak.

    Jadi manusia tidak bisa mengkristenkan orang lain.

    Yg bisa dilakukan( dan ditugaskan) adalah mengkabarkan injil kepada semua orang dan semua bangsa, nanti orang2 terpilih akan mendengar panggilan ini dan menjadi percaya.

    Orang2 yg tidak dipilih takkan percaya injil.

    Tapi juga tak tertutup kemungkinan ada orang kristen yg tak memahami prinsip ini sehingga mereka berusaha terlalu keras untuk "menyelamatkan" orang non kristen dengan segala cara.

    Orang2 seperti mereka jangan dibenci karena meskipun kurang paham, namun motivasinya baik, ingin agar orang lain memperoleh keselamatan.

  3. #3
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    ada yang dipilih dan ada yang tidak.

    soal kristenisasi , kayanya ga segitunya.

    di gereja saya , bebas kok mo orang agama laen datang ke gereja saya juga gapapa.

    bahkan waktu acara Ibadah Taon Baru , ada seorang kyai terkenal menyampaikan pendapatnya di gereja saya , saya lupa namanya.

    palingan yang mengkristenisasi itu perorangan. kayak saya berusaha supaya mantan saya balik ke gereja , palingan gitu. bukan lembaga dll.

    kalo saya bilang sih , mo jadi Kristen , mo kenal Tuhan Yesus , ya syukur.

    kalo enggak , juga no problem.

    di Alkitab aja ada tertulis : "dan apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu , keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu."

    intinya sih jadi seorang Kristen itu punya pilihan kok , mo tetap ikut Tuhan Yesus atau keluar dari Kristen.

    seorang Kristen bebas memilih kok.


    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #4
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Status: Butuh klarifikasi
    Apa benar lembaga pendidikan Kristen sering digunakan untuk proses Kristenisasi?
    Ada salah satu kampus, di bawah yayasan katholik, yang sangatsangat terasa aura keagamaannya.
    di mana ketika kamu berada di sana, akan menjumpai atribut salib, gambar bunda maria, yesus,
    belum lagi sering papasan dengan biarawati (suster) yang juga kuliah di sana,
    memiliki teman lulusan seminari, atau jebolan frater, bruder.
    dosennya pun banyak yang frater serta romo.
    memiliki kampus teologi jenjang S1 dan S2.
    tentu saja setiap kali ada misa ini itu pasti ada di kampus.

    kembali menjawab pertanyaan,
    apakah ada kristenisasi? jawabnya : TIDAK!
    pada saat pelajaran agama I, untuk yang beragama katholik dalam kelas tersendiri.
    non katholik dalam kelas tersendiri.

  5. #5
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Padahal yang butuh klarifikasinya adalah apakah benar Habib Rizieq pernah diwawancara dan menjawab seperti itu.

    Aku pribadi pernah kok berada di situasi 'kristenisasi', di UPH dulu. Padahal sebenarnya tanda-tandanya sudah ada, cuma gak ngeh kalau itu acara kristen. Itu juga zaman-zamannya aku fanatik keras. Akhirnya kabur dari UPH, jalan kaki ke Jakarta sepanjang jalan tol (drama king mode = on.. padahal di tengah jalan ada sopir truk yang mau mengantar sampai tengah kota).

    Kalau sekarang kupikir-pikir ulang,
    mungkin seandainya aku menangkap undangannya,
    mungkin kalau benar-benar dijelaskan bahwa itu acara kristen,
    aku mungkin gak akan seemosional itu kali.

    Kupikir ini masalah kesiapan mental.

  6. #6
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    gw baca trit ini dan bertanya apa yg perlu diklarifikasiin, secara gw gak pernah ketemu dan kenal sama Objek di trit ini

    btw gw selalu bertanya tanya sikap kristenisasi di mata org yg bukan kristen itu seperti apa? wujud nyatanya yah

    Kalo temen gw yg islam, sekolah di sekolah katolik.
    Wajar aja sekolah itu mengharuskan anak tsb buat belajar agama katolik, karna emang udah perjanjiannya kaya gitu
    Sama aja kaya temen gw yg org hindu (bali) masuk ke Al azhar, sekolah dan otomatis belajar ngaji dll.

    Tolong penjelasannya kakak kandalf, aku masih belom mengerti kategori kristenisasi spt apa

  7. #7
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    iya sama , saya juga mikirnya sama ama seren.

    makanya pas saya mo masukin anak saya ke Cikal , mikir 2 kali , soalnya gurunya bilang ntar disana diajarin agama laen. - di Surabaya kan Cikal masi baru , jadi cuma ada satu agama yang diajarkan disana.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  8. #8
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    kalau artikel diatas benar atau ga, saya ga tahu tapi yg jelas ditulis juga di kompas, di situs pantekosta pos, dan situs fpi ..

  9. #9
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Kalau kasusku dengan UPH dulu adalah,
    kami, para pelajar SMU se-Indonesia yang diajak nonton pameran menyambut APhO, setelah melewati acara dan belum berkesempatan kenalan dengan pesertanya, dapat undangan acara bagi yang berminat. Salah satu daya tariknya adalah, kami mungkin bisa bertemu dengan para peserta APhO. Acaranya sendiri sih, teater, Lion King.


    Nah,
    bayangkan,
    dalam kondisi tidak 'ngeh' kalau itu acara keagamaan,
    menyatakan bersedia ikut,
    lalu ke acaranya...
    dan.. jreng jreng...

    Ada perasaan dijebak saat itu dan perasaan itu yang membuatku marah dan jalan kaki dari tempat acara di Karawaci, ke jalan tol terdekat, menyusuri tol hingga akhirnya ada truk yang menawarkan tumpangan.

    Kalau dipikir, seandainya aku sadar se-sadar-sadarnya bahwa itu acara Kristen, mungkin aku gak akan ada perasaan dijebak seperti itu. Artinya, aku ikut di dalamnya pun juga sudah paham apa yang akan kujumpai.

    Cuma itu satu-satunya pengalaman gak enak yang kualami.

  10. #10
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    APhO itu apa ndalf?

  11. #11
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by kupo View Post
    APhO itu apa ndalf?
    Asian Physics Olympiade. Olimpiade Fisika Asia.

    Quote Originally Posted by lily View Post
    iya sama , saya juga mikirnya sama ama seren.

    makanya pas saya mo masukin anak saya ke Cikal , mikir 2 kali , soalnya gurunya bilang ntar disana diajarin agama laen. - di Surabaya kan Cikal masi baru , jadi cuma ada satu agama yang diajarkan disana.
    Cikal itu sistemnya Sentra. Sama kayak Kokeci tempat Sjaraz sekolah.

    Sistemnya sendiri, itu gak berbasis agama tertentu. Artinya bisa diadaptasi dengan agama apapun.
    Nah, karena sistemnya itu bukan sekedar fokus pada kecerdasan melainkan juga motorik dan emosi-sososial, praktisi atau pengajarnya di Indonesia sering mengadaptasi dengan agama.

    Kalau di sekolahannya Sjaraz sih, jadi ada bagian disuruh berdoa. Tapi kalau yang agama lain sih gak diwajibkan. Ada dua kalau gak salah yang beragama lain.

  12. #12
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Ehm... gw mulai nangkep isi artikel ini, Habib mau bilang FPI gak memusuhi Kristen dan gak menutup Gereja.
    Kalo orang kristen mau ngasih bantuan langsung dikatain kristenisasi, padahal pas mereka bantuin gak maksa utk mengikuti ritual keagamaan.

    Ya udahlah ya, gw yang udah menyaksikan dan menangis atas perbuatan FPI cukup tau aja kaya gimana tingkah laku FPI. Gak perlu ada pembelaan dengan embel2 pernah sekolah di sekolah katolik dan bla..bla..bla. It's BS. Apa perlu gw posting disini foto ketua FPI yg lagi bersitegang ama pendeta HKBP?

    Manusia gak butuh kata-kata kok, yang mereka liat itu contoh nyata dalam kehidupan. Bukan kata2 manis yg menghanyutkan hati.


    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kalau kasusku dengan UPH dulu adalah,
    kami, para pelajar SMU se-Indonesia yang diajak nonton pameran menyambut APhO, setelah melewati acara dan belum berkesempatan kenalan dengan pesertanya, dapat undangan acara bagi yang berminat. Salah satu daya tariknya adalah, kami mungkin bisa bertemu dengan para peserta APhO. Acaranya sendiri sih, teater, Lion King.


    Nah,
    bayangkan,
    dalam kondisi tidak 'ngeh' kalau itu acara keagamaan,
    menyatakan bersedia ikut,
    lalu ke acaranya...
    dan.. jreng jreng...

    Ada perasaan dijebak saat itu dan perasaan itu yang membuatku marah dan jalan kaki dari tempat acara di Karawaci, ke jalan tol terdekat, menyusuri tol hingga akhirnya ada truk yang menawarkan tumpangan.

    Kalau dipikir, seandainya aku sadar se-sadar-sadarnya bahwa itu acara Kristen, mungkin aku gak akan ada perasaan dijebak seperti itu. Artinya, aku ikut di dalamnya pun juga sudah paham apa yang akan kujumpai.

    Cuma itu satu-satunya pengalaman gak enak yang kualami.
    Oooh itu, kalo menurutku itu hal yg bisa di hindari kalo gak suka. Toh itu pilihan mau ikut apa enggak
    Jadi kalau ampe marah, ya mesti ditanyakan kaya apa acaranya

    Kejadian yg lebih parah mah ade saya, sekolah di TK yg bukan agama. Tau-tau gurunya udah pasangin mukena. Pas mama saya dateng, langsung deh mukenanya buru-buru dilepas ama gurunya

  13. #13
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kalo masalah habib riziek sih saya gak merasa dia mewakili islam, gw merasa organisasi fpi adalah kepanjangan tangan politikus.

    Tapi anggota2 level bawahnya tentu banyak yg bermotif agama, mereka hanya pion2 saja.

    Acara2 ribut2 dengan gereja, ahmadiyah dll itu penting untuk meraih dukungan massa.

    Tapi agenda utama mereka bukan disitu, tugas utamanya adalah menjadi tangan sang petinggi, misalnya saat fpi menolak penghakiman Wiranto atas kasus timtim, keributan fpi dengan GusDur yg ingin didongkel oleh Wiranto dan misi2 lain yg sulit dijelaskan oleh awam.

    Ada banyak organisasi islam yg lebih murni di indonesia, yg benar2 memperjuangkan islam.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •