Propinsi Riau dgn visi Riau 202 sbg pusat peradaban/kebudayaan Melayu di lingkar ASTENG sudah mengaktifkan kembali penggunaan aksara Jawi krn kedudukannya sbg salah satu ciri khas budaya Melayu
walau saat ini baru sebatas sebagaimana pembelajaran dan penerapan aksarana Hanacaraka di Jateng.
Sementara di jiran sebelah, mrk sampai bersedia bersusah-payah menerbitkan kamus jawi melayu dewan yg skr sdh mencapai edisi ke 2.
dan klinik jawi di radio ikimfm.
lumayan, scr umum bisalah diterapkan dlm Bahasa Indonesia.
Mungkin beberapa dekade ke depan dgn syarat pembelajaran dan pemakaian ajek, aksara jawi akan setidaknya sejajar dgn aksara rumi. Sejarah toh selalu berulang.
maaf, tdk bisa mempos tautan ke situs rujukan termaksud.
sama kasusnya dgn w, bisa membaca sebagian kalimat Arab yg sudah hapal, tp w jg masih menulis aksara jawi dgn harakat terutama untuk penanda Alif apakah sbagai u, a, iYup.
Beberapa kalimat bahasa Arab yang memang sudah familiar untukku, bisa kubaca tanpa harakat.
Tapi sebagian besar sih masih belum bisa karena tidak familiar.![]()
Tambahan.
Aksara Arab Melayu atau Aksara Jawi adalah salah satu dr 2 aksara resmi yg digunakan oleh Negara Brunei Darussalam.
jadi masih dipakai walaupun tdk seluas aksara Rumi.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote