untuk aksara Jawi ini, apakah ada semacam badan pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Yang bertugas dan berwenang untuk mengatur penyerapan dan penulisan istilah2 secr baku baik yg serapan baru ataupun penulisan ?

setelah membaca dan menghapal aturan dan tatacara penulisan, dan coba2 menulis, gw masih terkadang kesulitan membaca hasil tulisan sendiri.
jd sbg pembelajaran, Gw jg menulis harakatnya.. hehehehe..

Oya, mengapa Aksara Jawi ditulis tanpa harakat ?
bukankah akan lebih mudah membaca konsonan U dgn harakat ketimbang menambahkan huruf wau sbg penanda huruf U.