sindiran dari ketua AFC yang bikin miris........
------------------------------------------------------------------------------
Kisruh PSSI Tuai Sindiran dari Presiden AFC
INILAH.COM, Jakarta - Kisruh sepakbola Indonesia yang berlarut-larut menuai sindiran dari Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammad Bin Hammam. Sindiran itu dilontarkan kepada Suryadarma "Dali" Tahir.
Sebagai anggota Komite Etik FIFA, Dali seperti menjadi penghubung antara sepakbola nasional dan organisasi yang lebih tinggi yang menaunginya, mulai Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), AFC hingga Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA). Dia juga menerima sindiran yang bisa membuat muka merah padam menahan malu.
Saat berbincang dengan INILAH.COM mengenai situasi sepakbola nasional yang tengah kisruh belakangan ini, Dali menceritakan pengalamannya mendapat teguran halus dari Bin Hammam, yang juga kandidat Presiden FIFA berikutnya, bersaing dengan Sepp Blatter.
Menurut Dali, keadaan sepakbola nasional saat ini jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga dan Asia lainnya. Baik dari segi prestasi maupun pelaksanaan roda organisasi.
“Kita ini jauh sekali dengan Thailand, Korea. Dengan negara-negara di Timur Tengah. Mereka sudah mulai berpikir memajukan sepakbola di level internasional, kita masih saja ribut-ribut sendiri,” ungkapnya.
“Bahkan Laos saja lebih maju. Kongresnya berjalan lancar, tidak ada ribut-ribut,” Dali merujuk pada kisruh sepakbola nasional yang tengah terjadi menjelang kongres 20 Mei mendatang.
Kisruh yang membuat FIFA turun tangan mengeluarkan sejumlah keputusan lewat Komite Darurat itu, termasuk membekukan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid dan membentuk Komite Normalisasi, ternyata mengundang pandangan negatif dari pihak lain.
“Bahkan Bin Hammam pernah bilang, ‘kapan saya bisa dengar berita gembira dari Indonesia. Sampai sekarang masih bertengkar saja’. Malulah kita,” ungkap Dali.
Kisruh yang berlarut-larut dan saratnya kepentingan pribadi dan golongan yang diusung stakeholder sepakbola Indonesia ini juga membuat Dali Tahir enggan maju sebagai calon ketua umum.
“Pokoknya banyak sekali masalah yang ada di sepak bola nasional ini. Karena itu saya katakan lagi saya tidak berminat. Ini hanya untuk orang-orang yang berani mati saja.”
“Kalau saya sudah tua, cukuplah saya di FIFA,” jawabnya saat ditanya kesediaannya dicalonkan sebagai ketua umum.
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar baru saja bertemu perwakilan FIFA di Zurich, Swiss, untuk membahas sejumlah tekanan dari kelompok tertentu yang berusaha mengintervensi kerja KN. Hasilnya antara lain, FIFA tetap berpegang pada sikap mereka melarang empat bakal calon, termasuk George Toisutta dan Arifin Panigoro yang diusung kelompok yang mengklaim didukung 78 pemilik suara PSSI. Dua bakal calon lainnya ialah Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie.
Menurut Dali, sebagai badan yang dibentuk dan diberi mandat langsung oleh FIFA, KN tidak seharusnya gamang menyikapi tekanan yang mereka alami.
“Ini (mandat FIFA) seperti Surat Perintah 11 Maret (Supersemar, surat perintah yang dijadikan dasar oleh almarhum Presiden Soeharto untuk mengambil langkah-langkah pemilihan dan pengamanan negara, terutama pasca peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dikenal dengan Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI). Kekuatannya sangat besar jadi Komite Normalisasi tidak usah ragu-ragu mengambil keputusan.” [nic]
http://id.berita.yahoo.com/kisruh-ps...003800403.html
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
