brunei itu sebelumnya kalo ketemu Indonesia selalu jadi lumbung gol bunda.....
lha sekarang mereka bisa ngalahin timnas indo. ga cuman 1-0 kayak timor leste tahun lalu, tapi 2-0. instan banget dampak kisruh sepak bola di indonesia
brunei itu sebelumnya kalo ketemu Indonesia selalu jadi lumbung gol bunda.....
lha sekarang mereka bisa ngalahin timnas indo. ga cuman 1-0 kayak timor leste tahun lalu, tapi 2-0. instan banget dampak kisruh sepak bola di indonesia
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Selama PSSI msh kisruh gak bakal dapat juara .....
Tapi kalo rekor suporter yang mati ya jadi number one .....
GARUDA DI DADAKU
bukan mau nyepelein Brunei, tapi berdasarkan head to head Indonesia-Brunei selama ini, baru kali ini Indonesia kalah
tapi memang harus diakui, negara2 ASEAN sepakbolanya mengalami peningkatan yang signifikan, sementara Indonesia tetep segitu-segitu aja. Jadi kalo dulu Indo (bersama Thailand) ada di jauh di depan yg lain, karena Indo jalan di tempat sementara yg lain maju, ya akhirnya terkejar dan bisa jadi terlewati
dan herannya pengurus2 di atas itu malah asik cakar2an sendiri instead of mbenerin kompetisi ::
nih bun alasannya nyepelein brunai, walo kemaren keliatan brunai menang segalanya
KEKALAHAN Indonesia 0-2 dari Brunei Darussalam dalam turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012, Jumat (9/3/2012), terasa menyesakkan buat sepak bola negeri ini. Harapan menghibur dan mengharumkan bangsa setelah kekalahan 0-10 dari Bahrain yang memalukan, kini malah bertambah satu tamparan.
Betapa tidak. Ini kali pertama Indonesia kalah dari Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan tim gurem di kancah Asia Tenggara. Bahkan, sepak bola mereka baru saja terkena sanksi dari FIFA selama dua tahun sejak 2009.
Semakin menyedihkan lagi jika mengingat trofi yang tak kunjung menjadi penghias sepak bola Indonesia. Sudah 21 tahun lamanya sepak bola Indonesia tak pernah meraih trofi. Sekalinya meraih trofi Piala Kemerdekaan 2008, berbau skandal maka tak pantas disebut juara.
Saat itu, Libya sebenarnya sudah unggul 1-0 sampai babak pertama final Piala Kemerdekaan berakhir. Tapi, mereka kemudian menolak melanjutkan pertandingan, karena ofisial Indonesia memukul pelatih Libya, Gamal Adeen Nowara. Gelar memang akhirnya diberikan kepada Indonesia, tapi dengan cara yang memalukan dan publik Indonesia tak pernah mencatat itu sebagai prestasi atau tambahan trofi.
Wajar jika kekecewaan publik Indonesia semakin menggumpal. Apalagi, Indonesia merupakan satu-satunya tim Asia Tenggara yang pernah tampil di Piala Dunia 1938, meski kala itu masih dengan nama West Indies karena masih dalam kekuasaan kolonial Belanda.
Selepas merdeka, Indonesia tetaplah macan Asia. Bahkan, Indonesia pernah menahan Rusia 0-0 di Olimpiade Melbourne, Australia pada 1956. Itu sebuah partai dramatis dan bersejarah pun inspiratif, mengingat Rusia adalah tim raksasa dan akhirnya meraih medali emas.
Sederet nama-nama besar seperti Ramang, Maulwi Saelan, Sutjipto Suntoro, Ronny Paslah, Iswadi Idris, Ronny Pattinasarany, Hery Kiswanto, Ricky Yacobi dan sebagainya adalah bukti bahwa sepak bola Indonesia pernah ditakuti sejak 1950-an sampai awal 1990-an.
Pada 1988, misalnya, Indonesia masih bisa mencapai semifinal Asian Games di Seoul, Korea Selatan. Kemudian, pada 1991 Indonesia merebut medali emas SEA Games di Manila. Setelah itu, nir gelar!
Sementara, negara lain di kawasan Asia Tenggara terus berkembang dengan pesat. Thailand dan Malaysia tetap tim kuat di kawasan ASEAN. Kemudian muncul Vietnam sebagai kekuatan baru. Nah, sekarang, Brunei juga ikut-ikutan melangkahi Indonesia, setidaknya di kelompok U-21.
Pada final Hassanal Bolkiah Trophy, sangat jelas Brunei tahu bagaimana memenangkan pertandingan. Mereka bermain dengan disiplin, meski mengandalkan serangan balik. Brunei yang dulu tim gurem, kini benar-benar muncul sebagai kekuatan baru. Belum lagi, Filipina yang dulu dianggap tak bisa bermain sepak bola, kini juga semakin membaik.
Dua dasawarsa lebih tanpa gelar, sepak bola Indonesia justru diwarnai ketidakjelasan. Dari format kompetisi yang diubah-ubah tanpa tujuan dan target yang jelas, bahkan kadang terkesan politis, sampai pengurus PSSI yang terus berkonflik. Yang lebih memprihatinkan, konflik di PSSI terkesan tak lepas dari infiltrasi berbagai kepentingan, baik ekonomi maupun politik. Kalau tak ada kepentingan lain selain sepak bola, lalu kenapa dua kubu itu ngotot berkonflik dan terus mempertaruhkan sepak bola Indonesia. Toh, pada akhirnya sepak bola jadi korban konflik itu. Atau, jangan-jangan para aktor konflik itu memang tak peduli soal prestasi sepak bola yang penting kepentingan mereka tercapai? Kalau peduli sepak bola, kenapa terus berkonflik jika konflik itu akhirnya mengorbankan sepak bola?
Aroma kepentingan non-sepak bola ini sebenarnya tercium sejak lama. Ketika Indonesia masuk final Piala AFF 2010, misalnya, banyak pihak termasuk partai politik, saling mengklaim sebagai pihak yang berjasa. Ada yang mengundang tim makan bareng sebelum turnamen usai, entah dengan tujuan apa.
Dua dasawarsa selalu gagal meraih trofi, sudah seharusnya PSSI menginventaris persoalan yang ada, kemudian mencari solusi terbaik. Yang terjadi, justru konflik semakin menajam, bahkan untuk kedua kalinya pula muncul dualisme kompetisi ISL dan IPL.
Jelas konflik tersebut mengorbankan pemain sebagai pelaku utama sepak bola. Apalagi konflik itu juga menyangkut karier pemain, karena ada larangan bermain di timnas dari kompetisi tertentu. Munculnya dualisme kompetisi jelas sekali tak terlalu mengindahkan kepentingan pemain sebagai pelaku utama sepak bola. Masing-masing kubu terkesan memaksakan egoismenya yang tentu penuh dengan kepentingan. Yang terasa pula, kepentingan yang membakar konflik sepak bola bukan untuk mengangkat sepak bola itu, tapi terkesan ingin menguasai sepak bola kemudian memanfaatkannya demi kepentingan mereka.
Jika kompetisi adalah mekanisme terbaik untuk mencetak prestasi sepak bola nasional, maka kompetisi itu harus disehatkan, dibangun dengan konsep terbaik, dijaga dengan aturan yang baik pula secara fair dan demi kepentingan sepak bola. Jika kompetisinya saja produk konflik, maka secara teoritis sulit diharapkan akan melahirkan prestasi yang baik.
Rasanya, sudah cukup tamparan dari negeri jiran itu. Kekalahan dari Brunei seharusnya disikapi dengan produktif. Segera melepaskan semua kepentingan, membangun persatuan, kemudian membenahi sepak bola yang sedang terseok-seok ini. Tapi, mungkinkah kondisi seperti ini terjadi?
Atau, konflik sepak bola akan terus dijadikan tradisi, menciptakan tokoh-tokoh yang pandai bicara berbusa-busa bak pahlawan kemudian akhirnya tak berbuat apa-apa? Sampai kapan pemain sepak bola terus menjadi korban konflik? Atau, kita akan terus menerima tamparan demi tamparan?
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
dulu gw juga punya pendapat yang sama....
prestasi negara2 di ASEAN ada peningkatan, sementara Indonesia jalan ditempat. tapi sekarang gw punya pendapat berbeda. prestasi negara2 ASEAN memang bener mengalami peningkatan (yg paling keliatan ya Malaysia), sementara prestasi indonesia bukannya jalan ditempat, tapi justru mengalami kemunduran
Laos, Timor Leste, brunei, myanmar udah pernah mengalahkan timnas kita
kalo gini terus tinggal tunggu waktu aja sampe kamboja ikut2an ngalahin timnas
padahal FAM bisa memanggil dan memainkan saffe sali di timnas malaysia
kenapa pssi ga bisa memanggil pemain2 isl.....? bener2 kisruh pssi ini udah bikin muak
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
oh, dan gw juga setuju soal pengurus yang selalu berganti2 kebijakan bikin prestasi mandek. tiap ganti pengurus, format kompetisi selalu berganti. ganti pengurus ganti kebijakan. alesannya macem2. ada yang ga sesuai statuta lah, ada yang bilang pesertanya ga profesional lah, blah blah blah. kalo pesertanya ga profesional ya diajarin buat jadi tim profesional dong. bukannya malah nambah 6 tim lagi di kompetisi (yang kadar profesionalnya juga pantas dipertanyakan)
dan dimata gw (ga tau kalo dimata yg lain) pssi era djohar ini keliatan banget aroma balas dendam dan balas budinya. semua yang berbau era nurdin disikat habis. mulai dari PT LI sebagai penyelenggara liga, sampai ke Alfred Ridle sebagai pelatih timnas. sementara tim2 yang musim lalu membelot ke lpi dan ga menyelesaikan kompetisi malah dikasi tempat gratis di kompetisi divisi teratas, dengan berbagai macam alesan yang terkesan mengada2
hasilnya? (lagi2) terjadi dualisme kompetisi. dan kemudian wim yang notabene pengganti alfred ga mampu mengangkat prestasi timnas. dan akhirnya dipecat, bahkan sebelum timnas menyelesaikan PPD 2014. puncaknya tentu saja kekalahan 10-0 dari bahrain, serta 2-0 dari brunei. dimana kedua kekalahan tsb merupakan sejarah baru buat sepakbola indonesia
buat yang pengen link, ga usah minta ama gw. ini pendapat pribadi gw
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
capek deh
JAKARTA, KOMPAS.com — Hendri Zaenudin, Direktur Teknik dan Operasional Sriwijaya FC, menyatakan, upaya rekonsiliasi yang dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah terlambat. Oleh karena itu, Hendri menegaskan tidak akan hadir dalam pertemuan antara PSSI dan peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL), Rabu (14/3/2012).
"Belum terima undangannya sampai saat ini. Saya tidak akan datang karena mereka sudah terlambat. Sudah terlambat. Dulu kan sudah konsolidasi, tapi tidak ada tindak lanjut. Kami tidak akan datang," ungkap Hendri saat dihubungi wartawan, Selasa (13/3/2012) siang.
Sebagaimana diberitakan, PSSI berencana menggelar pertemuan klub-klub ISL di Hotel Crowne, besok. Pertemuan tersebut merupakan upaya PSSI melakukan rekonsiliasi demi menyelesaikan kisruh sepak bola nasional yang terjadi selama ini.
Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong, PSSI siap mengakui ISL, asalkan ISL juga mengakui PSSI. Limbong mengaku yakin tidak ada kata terlambat untuk melakukan rekonsiliasi demi kepentingan sepak bola nasional
yang ngotot ga mau rekonsiliasi di hukum aja dah....![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
masalahnya klub2 yang terpecah2, arema, persija, psms, persebaya, dll (sepertinya ada lagi dr divisi utama) yang diakui adalah yang di LPIS, semua orang juga tahu mana persija yang asli.
---------- Post added at 03:04 PM ---------- Previous post was at 03:01 PM ----------
eh, protaba (projo taman sari bantul) akhirnya menyebarang ke divisi 1 PT. LIah di bantul ada persiba (LPI/ PT. LPIS) dan protaba (divisi 1 PT. LI)
---------- Post added at 03:06 PM ---------- Previous post was at 03:04 PM ----------
di kodya joga ada PSIM (divisi utama PT. LI, di mess PSIM ini ada monumen PSSI, tempat lahiRnya PSSI) dan ada tunas jogja (divisi 1 PT. LPiS) hahahahaha gimana mau maju nih sepakbola Indonesia.
kalo yang jadi pejabat orangnya itu2 juga gw ragu sepakbola bakal maju
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
menurut KPSI, rekonsiliasi itu setelah KLB, dari kubu jenggala (kantornya PSSI sdh pindah ke jenggala): selsaikan dulu kompetisi yg ada sekarang ini, baru tahun depan di bahas kompetisi baru yg netral.
Keduanya tentu akan menghasilkan sanksi dari FIFA, karena FIFA memberi batas hingga 18 maret untuk menyatukan dualisme kompetisi.
Lhah sama2 ancur (ga nyebut member KM lho) mending diambil alih KONI sekalian.
KONI Keluarkan 9 Poin Putusan Penyelesaian Masalah
Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akhirnya mengeluarkan keputusan mereka terkait rekonsiliasi sepak bola Indonesia, Kamis (15/3) pagi WIB. Melalui Surat bernomor 26 Tahun 2012, KONI memutuskan sembilan poin penyelesaian masalah internal PSSI.
Sebagai induk organisasi seluruh olah raga di Indonesia, KONI membentuk tim khusus untuk membantu penyelesaian konflik yang terjadi antara PSSI dan KPSI yang memiliki mandat lebih dari 2/3 anggota PSSI. Ketua Umum KONI, Tono Suratman, membentuk tim kecil KONI yang dipimpin oleh Sudirman, guna mencari jalan keluar permasalahan.
Setelah memanggil dan melakukan dengar pendapat baik dengan KPSI maupun PSSI, KONI hari ini akhirnya mengeluarkan sembilan poin putusan, di mana intinya KONI menghormati keinginan dari kedua belah pihak dengan mengutamakan kesamaan visi dan berusaha meminimalisir perbedaan di antara keduanya.
Namun dalam poin putusannya KONI juga menegaskan induk organisasi olah raga itu bisa mengambil alih untuk sementara kepengurusan PSSI jika beberapa poin awal dari KONI tak bisa digunakan dalam penyelesaian.
Keputusan KONI Pusat dalam penyelesaian permasalahan Internal Organisasi PSSI, No. 26 Tahun 2012, tertanggal 15 Maret 2012.
1. Belajar dari pengalaman dua kali KLB sebelumnya, maka KLB bukan satu-satunya cara penyelesaian konflik PSSI. Sehingga dapat diselesaikan bersama oleh PSSI dan KPSI dengan menjunjung tinggi prinsip dasar olah raga; fairness and respect, dan sepatutnya penyelesaian persoalan tidak melalui KLB. KONI merekomendasikan kepada PSSI dan KPSI untuk terus menerus tanpa henti melakukan rekonsiliasi penyelesaian permasalahan yang terjadi, sesuai statuta PSSI dan regulasi sepak bola lainnya dengan supervisi KONI sebagai induk organisasi sepak bola nasional sebagaimana diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
2. Jika KLB dapat dihindari maka PSSI dan KPSI bersama-sama melaksanakan kongres biasa (tahunan) sesuai amanah statuta PSSI dengan merujuk pada Keputusan Kongres PSSI tanggal 19 Januari 2011 di Bali dan Kongres PSSI tanggal 9 Juli 2011 di Solo.
3. KONI menyadari bahwa Kongres Luar Biasa yang sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang diatur dalam Statuta PSSI adalah hak konstitusional kedaulatan anggota yang harus dihormati. Jika PSSI dan KPSI bersama-sama melaksanakan kongres luar biasa, maka sepatutnya agenda KLB hanya terbatas pada perubahan statuta PSSI.
4. Jika PSSI dan KPSI tetap pada pendirian masing-masing, maka KONI mempersilahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui Badan Abritrase Olah raga Republik Indonesia (BAORI).
5. Dengan mandat/persetujuan PSSI dan KPSI, KONI menyelenggarakan Kongres Luar Biasa yang agendanya terlebih dahulu mengubah Statuta PSSI dan kemudian memilih Ketua Umum.
6. Jika Poin 1, 2, 3, 4, dan 5 tersebut di atas, tidak dapat juga terselesaikan, KONI sebagai induk organisasi olah raga yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pembinaan organisasi dan prestasi olah raga sepak bola di Indonesia, akan mengambil alih sementara kepengurusan olah raga sepak bola Indonesia hingga digelarnya Kongres Luar Biasa. Sebagaimana diatur dalam Statuta KONI pasal 30 ayat (9).
7. Berkaitan dengan kompetisi yang sedang berlangsung, KONI berpendapat bahwa kedua kompetisi mempunyai spirit yang sama untuk memajukan sepak bola nasional, dan karenanya mempersilahkan kompetisi IPL dan ISL adalah kompetisi yang sah dan diakui menurut hukum serta berjalan dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkualitas.
8. Kompetisi tetap dilaksanakan karena terkait dengan kontrak Pihak Ketiga, kemudian dalam kurun waktu paling lama tiga tahun melakukan rekonsiliasi, setelah lebih dahulu mengkaji serta menemukan sistem kompetisi yang tepat dan menuntaskannya dengan melakukan revisi atas Statuta PSSI.
9. Tim Nasional adalah harkat dan martabat bangsa, oleh karena itu pembentukan timnas haruslah dilakukan tanpa diskriminasi dan memakai pemain terbaik yang pantas dan patut bermain sebagai pemain timnas baik dari IPL, ISL, dan klub lainnya.
saus
----------------------------------------------------------------------------
PSSI Tak Akui 9 Poin Keputusan KONI
PSSI menyesalkan sikap KONI dalam pertemuan hari ini, Kamis (15/3) pagi WIB, di mana KONI mengeluarkan sembilan putusan terkait masalah internal PSSI. Deputi Sekjen PSSI bidang Organisasi, Hadiyandra, mengaku tak ada tanggapan apa pun dari KPSI terkait skema usulan yang mereka berikan untuk memenuhi usulan rekonsiliasi dari KONI. Karena itu PSSI menganggap tak ada kesepakatan apa pun dari pertemuan hari ini.
KONI hari ini memanggil PSSI dan KPSI untuk memberikan sembilan poin putusan mereka terkait rekonsiliasi sepak bola Indonesia. Namun, PSSI menilai tak ada kesepakatan apa pun dari pertemuan hari ini lantaran lima skema penawaran yang telah diberikan PSSI pada pertemuan sebelumnya tidak disosialisasikan kepada KPSI.
"Hari ini kami terima tawaran solusi, tapi pada pertemuan tadi pagi kami menyimpulkan tidak ada kesepakatan apa-apa dari pertemuan tadi," ujar Deputi Sekjen PSSI bidang Organisasi, Hadiyandra, dalam keterangan pers di kantor PSSI, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (15/3) siang WIB.
Hadiyandra merasa lima skema kesepakatan penggabungan yang sebelumnya ditawarkan PSSI melalui tim yang dipimpin Saleh Mukadar dalam pertemuan dengan KONI tertanggal 12 Maret 2012 menjadi percuma. Mediasi yang dilakukan KONI dianggap percuma karena skema tawaran PSSI itu tak disosialisasikan kepada KPSI.
"PSSI menyarankan penyelenggaraan kompetisi tetap di bawah payung federasi. Kami tawarkan lima skema. Pertama, harus sesuai dengan apa kehendak AFC dan FIFA. Kedua, kita gabung dua pengelola kompetisi dan kita buat nama baru, brand baru. Kita tinggalkan IPL dan ISL, lalu sepakati nama baru. Kemudian, pengelola kompetisi tidak harus Widjajanto, tidak harus Djoko Driyono, kita bisa cari lain tenaga profesional yang paham kompetisi. Keempat, kompetisi yang sedang berjalan sekarang, tetap kita selesaikan sampai akhir. Kelima, kita hargai media yang memberi tawaran paling tinggi," papar Hadiyandra.
"Seharusnya skema yang kami tawarkan sudah disampaikan kepada penyeleggara breakaway league, tapi tak dipaparkan sama sekali. Mereka tetap menawarkan solusi, tetapi mestinya solusi yang ditawarkan itu dari apa yang kami paparkan. Solusi yang kami harapkan penyelesaian dualisme, bukan konflik internal PSSI," lanjut Deputi Sekjen PSSI bidang Organisasi itu.
Lima Skema Kesepakatan Penggabungan yang diminta PSSI tertanggal 12 Maret 2012:
1. Sebagai anggota FIFA/AFC, PSSI menaati setiap aturan yang sudah ditetapkan dan diterapkan oleh FIFA/AFC. Dengan demikian, klub yang berniat bergabung kembali dalam kompetisi profesional PSSI harus memenuhi ketentuan-ketentuan regulasi AFC yang dipersyaratkan dalam CLUB LICENCING REGULATION yang harus dipenuhi Indonesia hingga Oktober 2012. Ketentuan ini berlaku untuk semua klub baik yang kini berkompetisi dalam Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) untuk bersama-sama bergabung membentuk kompetisi profesional di bawah pengelolaan PSSI.
2. Setelah tercapai penggabungan, PSSI akan membuat nama baru untuk kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, menggantikan "brand" Indonesia Premier League atau pun Indonesia Super League sebagai strata tertinggi kompetisi profesional di bawah pengelolaan PSSI.
3. PSSI mempersilahkan siapa pun talenta terbaik yang siap untuk menjalankan roda kompetisi dengan mengedepankan azas merit system, serta yang bersangkutan memiliki kompetensi dan network internasional untuk membantu pengembangan liga profesional di bawah PSSI.
4.Kompetisi baik IPL atau ISL yang sedang berputar sekarang akan tetap berlangsung hingga musim kompetisi tahun 2011/2012 berakhir dengan kontrol oleh PSSI.
5. PSSI meminta dan akan menghormati perjanjian komersial yang paling menguntungkan bagi organisasi demi perkembangan sepak bola di masa depan.
saus
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
selamat, sekarang ada dua PSSI![]()
barusan seri yah lawan persepar 2-2 , kok bisa yah tim yg notabene terdiri dari pemain-pemain ''terbaik'' di indonesia gak bisa menang lawan tim biasa yang gak terkenal
dulu sebelum ke HBT juga sempat di hajar persiba bantul 4-0 om, itupun persiba ga full team
eh pssi jadi dua itu gimana ceritanya , emang la nyalla diakuin sama fifa apa ngedeklarasiin sendiri
kok jadi makin bingung saya ?