bener nih orang2 pada nyalahin pelatih nya
padahal pemain nya juga![]()
bener nih orang2 pada nyalahin pelatih nya
padahal pemain nya juga![]()
BEYOND GENIUS !!!!!!!!
Pikal: Pemain Timnas Curhat ke Riedl
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan asisten pelatih tim nasional Indonesia, Wolfgang Pikal, mengatakan, pertemuan antara Alfred Riedl dan sejumlah pemain timnas hanyalah pertemuan biasa. Tak ada maksud tersembunyi di balik pertemuan tersebut.
Riedl dikabarkan bertemu dengan beberapa pemain timnas di sebuah restoran di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Pemain yang dikabarkan hadir di antaranya adalah kapten timnas Bambang Pamungkas dan kiper Markus Harris Maulana.
"Saya enggak tahu inisiatif dari siapa pertemuan itu. Pertemuan antara teman, seperti teman saja. Saya tidak bisa bilang nama pemain yang bertemu, tidak sampai tujuh pemain, itu pasti," kata Pikal di Kantor PSSI, Jumat (9/9/2011) sore. "Mereka ketemu sebagai teman, itu saja. Mereka curhat-curhat," ujar Pikal.
Beberapa pemain timnas sebelumnya mengaku kecewa kepada Pelatih Timnas Indonesia Wim Rijsbergen. Hal itu disebabkan oleh komentar Wim yang menyudutkan pemain seusai kekalahan 0-2 dari Bahrain, Selasa (6/9/2011).
Ketika itu, Rijsbergen terkesan menyalahkan pemain. Ia juga menyebut pemain yang sekarang terpilih masuk ke timnas bukan pilihannya, melainkan pilihan pelatih sebelumnya, yakni Riedl.
Masalah ini sendiri akan diambil alih Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernard Limbong. Limbong bakal segera memanggil pemain-pemain yang bertemu Riedl guna meminta klarifikasi. Limbong ingin meminta penjelasan apa maksud di balik pertemuan tersebut. Riedl dan beberapa pemain senior timnas memang memiliki ikatan emosional yang kuat.
Pada final Piala AFF 2010, Riedl membela pemainnya yang dikritik karena bermain jelek di final leg pertama melawan Malaysia. Saat itu Indonesia dibantai 0-3 oleh Negeri Jiran.
saus
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Komdis PSSI: Ngapain Riedl Ketemu Timnas?
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PSSI menilai kabar pertemuan mantan pelatih kepala Timnas Alfred Riedl dan sejumlah pemain Timnas jelas-jelas meresahkan. Ketua Komite Disiplin PSSI Bernard Limbong yang juga menjadi penanggung jawab Timnas pun mempertanyakan maksud Riedl menemui para pemain. Pasalnya, pertemuan berlangsung di tengah ramainya dorongan untuk mengganti pelatih kepala Timnas Wim Rijsbergen.
"Secara substansi, bertemu Riedl tanpa setahu PSSI itu salah. Memang silaturahmi tidak apa-apa, tapi tidak dalam waktu ini. Pemain akan kita panggil segera. Saya kan ketua komite disiplin akan menanyakan apa substansi pertemuan. Kita risih kalau Riedl menemui pemain dalam kondisi seperti ini," katanya di kantor PSSI, Jumat (9/9/2011).
Limbong pun melontarkan peringatan karena menilai Riedl telah mempengaruhi para pemain. Menurutnya, terkait polemik kontraknya, Riedl seharusnya berurusan langsung dengan FIFA dan tidak berhubungan lagi dengan PSSI dan Timnas secara langsung.
"Kalau kalah ya sudahlah, jangan cari kambing hitam. Riedl silahkan segera meninggalkan Indonesia. Jangan ganggu-ganggu pemain Indonesia. Kan ada penolakan atas Wim," tambahnya.
Untuk menindaklanjuti kabar pertemuan tersebut, Limbong mengatakan akan segera memanggil para pemain yang disebut-sebut telah bertemu dengan Riedl, antara lain kapten Timnas Bambang Pamungkas dan kiper Timnas Markus Harison.
Sementara itu, mengenai persoalan antara pemain dan pelatih di dalam tubuh Timnas, Limbong mengatakan akan membentuk tim psikologi untuk menjembatani komunikasi antara pemain dan pelatih. Semua pihak diharapkan legowo. "Kita sudah ketemu Wim. Kalau soal panas, apa dunia kiamat. Kita harus maju ke depan," tandasnya.
------------------------------------------------------------------------
Lengserkan Wim Rijsbergen
SURABAYA, KOMPAS.com — PSSI hendaknya mengganti Pelatih Timnas Indonesia Wim Rijsbergen karena telah gagal mengangkat prestasi Indonesia di kualifikasi Piala Dunia setelah ditekuk Iran 0-3 dan Bahrain 0-2. Dia juga gagal menciptakan hubungan yang harmonis dengan pemain.
"Dia tidak cukup berkompeten menjadi pelatih setingkat tim nasional. Saat menukangi PSM Makassar di Liga Primer Indonesia saja tidak menunjukkan prestasi apa-apa," kata Andy Slamet, mantan Pelatih Persebaya Surabaya, Jumat (9/9/2011) di Surabaya.
Andy menuturkan, sebagai pelatih, Wim tidak memiliki tanggung jawab. "Ucapan dia setelah kalah bahwa skuad Timnas itu bukan pilihannya, menunjukkan dia tidak profesional. Kalau sejak awal dia mau menangani, berarti itu pilihannya juga. Kalau memang tidak mau dengan komposisi pemain itu, seharusnya dia menolak melatih atau merekrut pemain baru," tuturnya.
Untuk itu, agar Timnas tidak semakin babak belur, lebih baik Wim yang diganti daripada merombak Christian Gonzales dan kawan-kawan. Andy menilai rencana Wim merombak tim itu sebagai ide yang aneh. Karena waktu pertandingan sudah mepet sehingga sangat diragukan bisa membuat tim solid.
"Dari mana Wim mau merekrut pemain baru. Rekrutmen itu biasanya berdasarkan kompetisi. Padahal, sekarang kompetisi lagi berhenti. Pemain Timnas sekarang ini merupakan pemain terbaik hasil seleksi melalui kompetisi," katanya.
Menurut Andy, kalau Wim dilengserkan, penanganan Timnas bisa dikembalikan kepada Alfred Riedl atau Rachmat Darmawan. "Oke kalau PSSI tidak mau Alfred Riedl, bisa dipercayakan kepada Rachmat yang sudah tahu persis dengan kondisi pemain Timnas. Rachmat juga sudah menunjukkan prestasi bagus," tuturnya.
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
kayaknya yang dipermasalahkan dari ucapan Wim itu karena dia terkesan lepas tanggung jawab dengan mengatakan kalo timnas yang ada sekarang bukan tim pilihannya.....
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Wahhh... Ternyata ada rame2 ya abis pertandingan kemarin. Sepanjang babak pertama gw dah ngantuk nontonnya.
Timnas mainnya jelek. Babak kedua feeling mulai makin buruk. Tus udah matiin tv.
Bangu2 paginya, ternyata kalah 2-0.
kok gajinya naek? padahal kalah mulu
Mantap, Gaji Pemain Timnas Naik Tiga Kali Lipat
"Tidak ada gaji pemain yang tersendat. Kami sudah bayar sebelum mereka pergi ke Jordania. Semua kami angkat tiga kali lipat dari yang mereka terima sebelumnya. Itu laporan dari bendahara. Saya juga cek kepada pemain," tuturnya di Kantor Sekretariat PSSI, Kamis (8/9/2011) WIB.
"Bonus pun kami sudah umumkan. Kalau menang lawan Iran, kami janji kasih Rp 45 juta. Kalau menang di kandang, bonusnya Rp 40 juta. Kami tetap berikan penghargaan kepada mereka," sambungnya.
Setelah memetik dua hasil buruk di babak ketiga Grup E kulaifikasi Piala Dunia zona Asia, timnas Indonesia dihadapkan pada sebuah kisruh internal. Para pemain dikabarkan merasa kecewa dengan pernyataan pelatih Wim Rijsbergen yang menyatakan bahwa para pemainnya tak pantas menang saat menghadapai Bahrain.
Para punggawa Garuda juga dikabarkan merasa kesal dengan sikap Wim yang memaki-maki mereka di ruang ganti saat timnas kalah dari Bahrain.
"Ya, semua pemain kecewa. Namun, inilah yang terjadi sebagai manusia, mungkin dia melepaskan rasa kecewanya. Tapi yang penting pemain dan pelatih fokus pada pertandingan yang tersisa," tandasnya.
you can also find me here
busheeettt....duitnya gede gede banget ya, padahal kalah
bukan rahasia umum, kalo tampil di timnas, da gitu menang atau ke babak selanjutnya bonus banyak.
mungkin pemain uring uringan bukan karena dimarah-marahin, tapi karena ga dapet bonus gara gara kalah?![]()
Waduh tambah runyam nih sampe ketemu riedl segala. Memang harus diakui riedl itu disiplin dan tnyt kita baru ngerasa riedl berhasil membina hubungan baik dengan pemain dan situasi di ruang ganti yg harmonis. Gua juga pribadi lbh suka riedl terutama saat dia coret boaz karena alasan kedisiplinan.
Tp gua ttp menyayangkan situasi ini. Keputusan sudah diambil bhw wim skrg pelatih, pemain ya hrs nurut sama pelatih. Ada kalanya marah2 itu baik, ada kalanya juga dengan cara lain. Ya tgt situasilah dan itu kan hak pelatih.
moga2 aja timnas ga makin ancur di sisa pertandingan PPD
kalo perlu wim dikasi wewenang penuh buat merombak tim. jadi kalo kalah dia ga bisa berkilah lagi kalo itu bukan tim pilihannya
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
gw yakin Wim juga pengennya rombak tim...tapi dia ga tau mesti mantau gimana, kompetisinya lagi libur![]()
Parah, lagi2 ujung2nya duitOriginally Posted by rumus
![]()
pada niat ngebangkitin sepak bola nasional gak sih? heran deh... gedeg banget gw![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Kesimpulan : Dimana2 jd pesepakbola itu duitnya banyak ya![]()
ga yakin dah Indonesia bisa dapet poin, apalagi bisa naik posisi ke peringkat ke tiga gitu...
Bepe Ungkap Pertemuan dengan Riedl
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan antara Alfred Riedl dengan beberapa pemain tim nasional Indonesia sempat memicu kontroversi. Ditengarai, Riedl memengaruhi para penggawa timnas untuk mogok bermain. Namun, hal itu dibantah oleh kapten timnas, Bambang Pamungkas (Bepe).
Dalam tulisan berjudul "Suatu Sore di Roemah Rempah", Bepe membeberkan fakta sebenarnya. Penyerang Persija Jakarta itu tidak menampik bahwa dirinya bersama Firman Utina serta Markus Horison bertemu dengan Riedl dan Wolfgang Pikal. Namun, kata Bepe, pertemuan tersebut hanya sekadar salam perpisahan kepada Riedl setelah pelatih asal Austria itu dipecat PSSI beberapa waktu lalu.
Berikut penjelasan lengkap Bepe seperti yang ditulis di situs pribadinya.
Saya tengah merebahkan diri di sofa kamar hotel sambil menonton TV ketika sebuah BBM masuk ke ponsel saya, dengan segera saya pun meraih ponsel saya yang berada di meja samping tempat tidur tersebut. Sebuah BBM dari salah satu sahabat yang jujur membuat saya merasa gemes, gatal serta sedikit gerah, sehingga membuat saya merasa perlu untuk menulis artikel di blog ini agar segala sesuatunya menjadi lebih jelas serta gamblang.
BBM salah satu sahabat tersebut berisi tentang beberapa pertanyan. Pertanyaan tersebut di antaranya, apakah betul pada hari Rabu tgl 7 September 2011 saya bertemu Alfred Riedl..?? Apa yg kami bicarakan..?? Dan untuk tujuan apa saya bertemu mantan pelatih saya tersebut..??
Jam di ponsel saya menunjukkan pukul 23:03 waktu Singapura, ketika saya menekan huruf (C) pada kalimat Concorde di awal artikel ini. Dewi yg terlihat cukup lelah sudah mulai terlelap dalam tidurnya. Ditemani secangkir teh panas tanpa gula buatan Dewi sebelum ia berangkat tidur, saya ingin menceritakan dengan detail sebuah peristiwa yg ketika saya menulis artikel ini (Di Singapura) tengah menjadi berita yg sangat hangat atau bahkan panas di Indonesia.
Tulisan ini akan sangat berkorelasi dengan salah satu tulisan saya beberapa bulan lalu yg berjudul, (Warna Bendera Dan Lambang Garuda Itu Tidak Akan Pernah Berubah Sampai Kapanpun: 16 Juli 2011). Pada artikel tersebut saya bercerita bahwa pada tgl 13 Juli 2011 malam, saya sempat berbicara melalui telephone dengan Alfred Riedl, pelatih tim nasional yg baru saja dipecat. Di samping berbicara mengenai keadaan tim, malam itu saya juga sempat mengajak mantan pelatih saya tersebut untuk minum kopi atau teh untuk sekadar mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal sebelum Alfred kembali ke Austria.
Keesokan harinya atau tgl 14 Juli di Hotel Kartika Chandra, Ketua Umum PSSI yg ketika itu didampingi Wakil Ketua Umum beserta beberapa anggota EXCO baru PSSI menemui kami para pemain. Saat itu terjadi dialog yg sangat hangat antara para pemain dengan pengurus PSSI yg baru, guna membahas kelangsungan tim nasional yg lebih baik di masa yg akan datang.
Pada kesempatan terpisah setelah pertemuan tersebut, secara pribadi saya menyampaikan kepada Ketum dan Waketum PSSI jika saya dan beberapa pemain berencana menemui Alfred Riedl untuk sekadar menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih. Saat itu Ketum dan Waketum mengizinkan dan mendukung hal tersebut, menurut mereka hal tersebut baik untuk menjaga silaturahmi.
Pada perkembangannya, dikarenakan satu dan lain hal pertemuan itu sendiri tidak pernah dapat terlaksana. Kesibukan kami dalam persiapan timnas guna menghadapi play off melawan Turkmenistan dan kesibukan Alfred dalam mengurus kasusnya dengan PSSI, membuat kami pada akhirnya harus menunda pertemuan tersebut sampai dengan batas yg belum ditentukan.
Singkat cerita sampailah pada tgl 5 September 2011 yg lalu. Malam hari setelah saya atau kami lebih tepatnya pulang dari ujicoba lapangan sebelum pertandingan melawan Bahrain, terdapat sebuah missed call di ponsel saya, tertulis nama Alfred Riedl di sana. Malam itu sejujurnya saya berniat untuk melakukan panggilan balik ke Alfred, akan tetapi saya pikir akan lebih baik jika saya menghubungi pelatih saya tersebut setelah pertandingan.
Pada tgl 6 September sekitar pukul 23:15 WIB (Setelah pertandingan), saya baru berbicara dengan Alfred melalui telephone. Saat itu di kamar saya terdapat Firman Utina, Markus Horison serta Bang Uci (Pembantu umum). Ketika itu Alfred menyampaikan rasa empati serta turut prihatin atas kekalahan Indonesia pada pertandingan yg baru saja usai, Alfred sendiri hanya melihat pertandingan tersebut melalui layar kaca televisi.
Dalam perkembangan pembicaraan kami, saya menyampaikan kapan kiranya kami dapat merealisasikan acara minum kopi atau teh seperti yg sudah kami rencanakan beberapa waktu yg lalu, sekadar sebagai tanda terima kasih dan ucapan selamat tinggal. Kemudian Alfred menyampaikan bahwa dia hanya akan beberapa hari berada di Indonesia, karena pada hari Sabtu atau Minggu Alfred akan bertolak ke Laos dan mungkin selanjutnya akan kembali ke Austria. Sedangkan jadwal saya sendiri cukup padat sampai dengan hari minggu ini, satu-satunya hari kosong yg saya punya hanyalah pada hari Rabu tgl 7 September. Karena pada tgl 8 September saya harus melakoni kewajiban saya melakukan shooting untuk salah satu iklan. Sedang pada hari Jumat tgl 9 sampai Minggu tgl 11 September, saya akan berada di Singapura untuk menjenguk manager Persija Jakarta Bpk Harianto Bajoeri yg tengah sakit dan dirawat di sana.
Oleh karena kesibukan tersebut saya pun mengajak Alfred untuk bertemu pada hari Rabu tgl 7 September, karena dalam perhitungan saya itu adalah satu-satunya kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Di akhir pembicaranya melalui telephone tersebut, saya berkata "Besok siang antara pukul 12:00 atau 13:00 saya akan telephone untuk memastikan jadi atau tidaknya", di ujung sana Alfred menjawab, "Ok saya tunggu telephone kamu besok Bambang".
Keesokan harinya tgl 7 September siang hari akhirnya disepakati jika kami akan minum teh di Plaza Senayan pada sore hari, ketika itu Alfred meminta saya untuk memilih tempatnya. Dan dengan sangat yakin saya pun memilih salah satu restaurant favorit saya di Plaza Senayan yaitu Roemah Rempah, yg berada di lantai 4 tepat di bawah XXI Cinema.
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
part 2
Saya sempat menyampaikan rencana pertemuan saya tersebut kepada beberapa pemain timnas yg berdomisili di Jakarta. Beberapa pemain menyampaikan keinginannya untuk bertemu Alfred Riedl, akan tetapi dikarenakan rencana ini sangat mendadak dan kesibukan pemain-pemain sendiri, akhirnya hanya ada 3 orang pemain yg bertemu dengan Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal sore itu (Bukan 7 pemain seperti yg berkembang di media masa). Pemain tersebut adalah saya (Bambang Pamungkas), Firman Utina dan Markus Horison (Dapat di cek di akun instagram saya @bepe20, terdapat photo kami berlima yg saya upload pada kisaran pagi hari tgl 8 September 2011).
Pertemuan tersebut sendiri berjalan dengan sangat hangat, kami banyak bercerita dan bercanda sambil menikmati teh pesanan kami masing-masing. Suasana Plaza Senayan sore itu boleh dikatakan cukup hiruk-pikuk, restaurant Roemah Rempah sendiri nampak cukup ramai.
Sebuah kebohongan besar jika dua pelatih sepakbola yg tengah bertemu dengan tiga pemain sepakbola tidak membicarakan tentang sepakbola. Maka dari itu kamipun banyak berdiskusi tentang hal-hal yg terjadi akhir-akhir ini dalam dunia sepakbola, tidak luput mengenai pertandingan semalam antara Indonesia melawan Bahrain.
Dalam perbincangan tersebut tidak ada sedikitpun ucapan Alfred yg terkesan memprovokasi kami untuk melawan Wim Rijsbergen, seperti asumsi yg berkembang di masyarakat luas. Kabar 7 pemain nasional yg menyatakan tidak ingin bermain di bawah asuhan Wim Rijsbergen, sejatinya sudah terjadi sejak malam setelah pertandingan tgl 6 september. Sedang kami sendiri baru bertemu dengan Alfred dan Wolfgang pada tgl 7 September, sore hari. Jadi jika ada berita yg beredar bahwasanya pertemuan saya dengan Alfred Riedl lah yg menyebabkan 7 pemain tidak bersedia dipanggil timnas jika Wim Rijsbergen masih menangani timnas, jelas sebuah kesalahan besar.
Sedakar untuk diketahui, jika 7 pemain yg menyatakan tidak bersedia bermain di bawah Wim tersebut, menyampaikannya kepada management timnas sesaat setelah pertandingan selesai, atau pada kisaran pukul 24:00 WIB tgl 6 September. Sedang saya sendiri baru mengetaui berita tersebut dari Manager tim nasional Ferry Kodrat, saat beliau memanggil saya ke kamarnya pada pukul 02:00 pagi hari tgl 7 September. Jadi, logikanya bagaimana mungkin pertemuan sore itu tgl 7 September dapat mempengaruhi keputusan yg sudah dibuat tadi malam tgl 6 September, sangat tidak mungkin bukan.
Sejujurnya hal yg membuat pemain sangat kecewa kepada Wim Rijsbergen adalah komentar beliau sesaat setelah pertandingan, yg terkesan melempar segala kesalahan kepada pemain. Saya yakin semua pemain kecewa dengan komentar tersebut, akan tetapi sejauh ini hanya 7 pemain yg menyampaikan keberatan untuk bermain di bawah asuhan Wim di tim nasional. Pertemuan saya, Firman, Markus, Wolfgang dan Alfred sendiri lebih kepada ucapan perpisahan dalam kapasitas sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak kurang. Dan apakah ada yg salah mengenai hal tersebut, saya rasa tidak.
Jika dilihat dari waktu pertemuannya, mungkin memang sedikit kurang tepat, akan tetapi pada kenyataannya hanya pada hari itu saya mempunyai kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Jika saya tidak melakukannya sore itu, mungkin saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Alfred Riedl.
Pertemuan tersebut sekali lagi hanyalah acara minum sore sebagai sahabat, tidak ada agenda lain seperti yg dituduhkan oleh beberapa kalangan. Karena acara tadi yg bersifat santai, maka kami memilih Plaza Senayan yg notabene sangat ramai dan terbuka. Bahkan saya sempat memasang photo kami berlima di akun instagram saya @bepe20. Itu artinya acara minum sore ini tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau kami rahasiakan.
Jika acara tadi bertujuan negatif dan dirahasiakan, mengapa kami tidak bertemu di apartement Alfred saja atau sebuah hotel misalnya, yg tidak memancing perhatian khalayak ramai. Sekali lagi karena acara ini tidak mengandung tendensi apapun, maka kami membuatnya di sebuah restaurant yg berada di pusat perbelanjaan yg sangat terkenal di ibukota negara ini.
Jika pada akhirnya pertemuan saya dengan mantan pelatih saya tersebut mengusik ketenangan instansi PSSI, maka secara pribadi maupun sebagai kapten tim nasional, saya bersedia dan siap dipanggil Ketua Komisi Disiplin Bernard Limbong guna dimintai keterangan, seperti berita yg berhembus di Jakarta hari ini (9 September 2011). Bahkan sore tadi melalui BBM dari Singapore, saya sempat menyampaikan pesan kepada Manager tim nasional Ferry Kodrat yg berisi demikian, "Boss kalo Komdis mau ketemu aku, sekarang posisiku di Singapore. Minggu depan baru balik Jakarta. Minggu depan saya siap menghadap jika dipanggil."
Yang harus Ketua Komisi Disiplin lakukan hanyalah menekan nomer tlp saya di ponselnya dan meminta saya menghadap. Dan sesegera mungkin saya akan menghadap beliau di kantor PSSI. Di tengah keheranan saya akan terlalu dibesar-besarkannya masalah ini, sempat terlintas di benah saya. Jika saja waktu itu saya bertemu dengan pelatih lain seperti Rahmad Darmawan misalnya, apakah mereka juga akan berpikir jika pemain berniat curhat dan lebih suka jika dilatih oleh pak RD, yg notabene sukses dan sangat berpengaruh dalam mendampingi Wim Risjbergen, dalam 2 partai awal melawan Turkmenistan?
Atau jangan-jangan pertemuan saya dengan Alfred Riedl tersebut menjadi sebuah masalah, karena sosok Alfred yg sekarang membuat PSSI harus berurusan dengan FIFA karena masalah pelanggaran kontrak kerja..?? Mari kita fokus pada permasalahan dan jangan berpikir terlalu sempit saudara-saudara. Sekali lagi permasalahan yg sebenarnya adalah komentar Wim Risjbergen setelah pertandingan yg terkesan melimpahkan segala kesalahan kepada pemain, bukan masalah pemain bertemu siapa setelah pertandingan tersebut.
Toh pertemuan itu sendiri sejatinya dilakukan di saat pemain sudah keluar dari pemusatan latihan, itu artinya setiap pemain bebas dan berhak bertemu dengan siapapun serta membahas masalah apapun. Jika saja ada waktu yg lebih panjang, maka sudah pasti saya akan menunda pertemuan saya dengan Alfred Riedl. Akan tetapi dikarenakan jadwal kami yg cukup padat, maka pertemuan tersebutpun harus dilaksanakan pada hari Rabu 7 September atau sehari setelah pertandingan.
Jadi sejujurnya apapun hasil dari pertandingan hari Selasa itu (Menang, draw ataupun kalah), tidak akan berpengaruh sama sekali pada rencana pertemuan saya dengan Alfred Riedl. Bangsa kita selalu dengan bangga mengatakan jika kita adalah bangsa yg ramah, penuh sopan santun serta menjungjung tinggi adat ketimuran. Akan tetapi jika pertemuan saya, Firman dan Markus dengan Wolgang serta Alfred yg sejatinya hanya untuk menjaga silahturahmi dan ucapan rasa terima kasih tersebut, diberitakan dengan begitu berlebihan, saya menjadi sangsi. Apakah kita sudah cukup ramah dan sopan sebagai sebuah bangsa..?? Atau, kita sudah mulai melupakan budaya arif yg sudah turun temurun dari nenek moyang kita tersebut..?? Mari kita tanyakan kepada hati kecil kita masing-masing.. Selesai..
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
tadi gw juga liat di tv, komennya ketua pssi ga mutu banget....
dia bilang kalo prestasi Wim jauh lebih hebat dari Riedl (yang cuman bawa timnas ke final piala AFF) karena Wim bisa bawa timnas ke putaran 3 PPD. wtf. apa dia ga tau kalo tim2 ASEAN macam thailand ama singapura juga lolos ke putaran 3? apa dia ga tau kalo seandainya lolos dari putaran ini masih ada satu tahap lagi di PPD? apa dia ga tau kalo timnas lolos dari hadangan Turkmenistan sedikit banyak berkat jasa RD?
lagak bicaranya seolah2 timnas udah nyaris lolos ke PD aja.....![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
ketua titipan ini bicaranya sering seenaknya,
kalau diingat lagi kok akhirnya ga jauh dengan yang sebelumnya![]()
^
iya...kayaknya ujung2nya bakalan kayak rezim nurdin
semua kebijakannya berdasarkan politik balas dendam. semua peninggalan rezim nurdin dibabat habis. mulai dari pelatih alfred riedl, BLI, sampe kompetisi ISL.
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog