Results 1 to 2 of 2

Thread: macam metode sunat n biayanya.

  1. #1

    macam metode sunat n biayanya.

    dapet dr baca2.kl dah ada threadnya di merger aja gpp.

    dulu para cowo km pake metode apa ya?hehehe

    Ini Dia Metode-metode dan Biaya
    Sunat Anak
    Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
    Jakarta - Seturut dengan perkembangan medis
    zaman ke zaman, saat ini sunat atau khitan tak
    lagi menakutkan. Kalau dahulu metodenya
    hanya satu yaitu dengan gunting dan perkakas
    lainnya, kini setiap klinik sunat memiliki teknik
    dan juga alat-alat canggih.
    Namun, berbeda tindakan berbeda juga
    harganya. Nah, seperti dirangkum oleh
    detikhealth dan ditulis pada Rabu, (26/6/2013)
    ini dia berbagai metode dan biaya yang dapat
    dipersiapkan sebelum melakukan sunat.
    A. Sentra Sunat Indonesia, Jl Kranggan Permai
    No 42 D Alternatif Cibubur, Bekasi
    1. Konvensional (Rp 600.000): Metode tradisional
    ini adalah metode yang sudah ada sejak jaman
    dulu yaitu dengan menggunakan gunting.
    2. Elektrik couter (Rp 600.000) : Pemotongan
    atau pengangkatan kulit dengan menggunakan
    kawat yang sudah panas, gunannya untuk
    mematikan pembuluh darah. Tapi sayangnya,
    tindakan ini tidak mematikan seluruh pembuluh
    darah besar. Elektrik couter dapat disebut juga
    atau lebih dikenal dengan laser. Pasien yang
    menggunakan teknik ini masih harus
    menggunakan perban setelahnya, sehingga tidak
    boleh mandi.
    3. Smart clamp (Rp 850.000): Dengan
    menggunakan alat tabung yang ditempelkan
    kepada ***** pasien. Dengan metode smart
    clamp, pasien dapat langsung beraktivitas dan
    metode ini praktis.
    B. Seno Medika Klinik Khitan Jl A Yani
    Cicadas, Bandung
    Alis clamp (Rp 850.000): Seperti yang sudah
    dikatakan, alat ini memiliki kelebihan yaitu
    menyesuaikan dengan bentuk kepala *****
    sehingga hasilnya lebih bagus. Caranya dengan
    menempelkan klem pada kepala *****, lalu kulit
    yang menonjol di luar tabung di gunting sedikit.
    Darah yang dikeluarkan sangat minim dan
    pasien dapat langsung beraktivitas, justru
    diharuskan untuk langsung mandi.
    C. Rumah Sunatan, Jl Jatiasih Raya No 7,
    Jatiasih, Bekasi
    1. Clamp (Rp 1.050.000): Harga ini termasuk
    obat dan tindakan dokter serta biaya kontrol
    untuk melepas clamp setelah 4 hari. Namun,
    jika anak tak mau diberi obat setiap hari dan
    ingin datang ke klinik setiap hari untuk kontrol
    tak akan dikenakan biaya lagi. Tindakannya
    hanya 5 menit dan anak dapat langsung
    beraktivitas.
    2. Tindakan Khusus anak gemuk (Rp 1.950.000):
    Teknik ini adalah penggabungan teknik
    konvensional dan couter. Teknik khusus yang
    dikerjakan dokter bedah inilah yang membuat
    harganya cukup mahal, tetapi tindakan ini akan
    membuat kulup pada anak gemuk tidak kembali
    lagi. Untuk tindakan menggunakan couter, dr
    Mahdian Nur Nasution, SpBS, spesialis bedah
    mengungkapkan bahwa alat ini tak bisa
    sembarangan.
    "Couter adalah elemen logam yang dipanaskan.
    Alat ini bagus jika digunakan oleh dokter yang
    tepat, harus ahli seperti dokter bedah, sebab
    dokter bedah tidak bisa lepas dari couter untuk
    mematikan pembuluh darah biar tidak bleeding
    terus. Tetapi, kalau dipakai dokter umum
    kemudian kurang pengalaman bisa
    menyebabkan luka bakar," jelasnya.
    Ia menambahkan sebagian besar kasus yang
    bisa menyebabkan ***** harus diamputasi
    adalah karena penggunaan couter yang tidak
    tepat.
    Rumah sunatan juga melayani sunat untuk
    orang dewasa. Ada satu ruangan khusus untuk
    orang dewasa yang ingin bersunat. Namun
    biayanya berbeda.
    "Untuk orang dewasa biayanya sekitar Rp 1,7
    juta. Hal ini karena kondisinya beda dengan
    anak-anak, di mana orang dewasa jumlah
    jahitannya lebih banyak. Apalagi di sini langsung
    ditangani ahli bedah," terang Humas Rumah
    Sunatan, Sigit Sulistiono.

    ---------- Post Merged at 02:47 PM ----------

    Dipilih-dipilih, Sunat Bebas Nyeri
    dengan 3 Teknik Berbeda
    Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
    Jakarta - Sebelum teknologi medis dikenal dan
    berkembang seperti sekarang, praktik khitan
    atau sunat mungkin dilihat sebagai tindakan
    yang menyakitkan. Memotong secuil kulit di
    ujung ***** seorang bocah kedengarannya
    memang cukup ngeri. Tapi sekarang tidak lagi.
    Untuk menghilangkan rasa nyeri sekaligus agar
    anak tidak berontak, dokter dapat
    menyuntikkan anastesi atau pembiusan, baik
    lokal ataupun total. Pada bius lokal, anak tidak
    dapat merasakan nyeri pada bagian yang
    disuntik saja. Sedangkan bius total akan
    membuat pasien tak sadarkan diri.
    "Dengan dialihkan saja seperti diberi minuman
    manis sebenarnya bisa disunat tanpa dibius.
    Kecuali kalau dilakukan pada anak SD atau SMP
    yang tak bisa kooperatif, harus bius total. Tapi
    kalau bisa kooperatif cukup bius lokal saja,"
    kata DR. dr. Nur Rasyid, SpU(K) Ketua
    Departemen Urologi RSCM ketika dihubungi
    detikHealth seperti ditulis Rabu (26/6/2013).
    Tapi kini sunat tanpa pembiusan tampaknya
    sudah jarang dijumpai, kecuali di daerah-daerah
    pelosok yang belum ditempati dokter. Teknik
    serta metode sunat juga sudah berkembang.
    Ada beberapa cara modern yang bisa ditempuh
    untuk menjalani sunat, yaitu:
    1. Dorsumsisi
    Sunat pada laki-laki dilakukan dengan
    menghilangkan kulit pelapis kepala atau kulup
    kemaluannya. Cara standarnya adalah dengan
    dorsumsisi, yaitu penyayatan menggunakan
    gunting atau pisau bedah mengarah ke kanan
    dari arah jarum jam 12 menuju jam 6, begitu
    juga untuk sisi sebelah kiri. Metode ini
    merupakan metode yang konvensional di
    kalangan medis.
    2. Clamp atau Klem
    Dengan metode ini, dokter dibantu dengan alat
    sekali pakai yang disebut klem. Alat ini terbuat
    dari plastik khusus yang bisa dipilih sesuai
    ukuran *****. Kelebihannya, metode ini tanpa
    jahitan, hanya sedikit menghasilkan perdarahan
    dan pasien dapat segera beraktivitas seperti
    biasa.
    Bahkan, luka khitan tak masalah jika terkena
    air. Klem yang dikenakan akan dilepas setelah
    luka mengering dalam waktu sekitar 3-6 hari
    setelah khitan. Pencopotannya dilakukan oleh
    dokter saat kontrol. Prosedurnya juga cukup
    cepat, sekitar 5 menit saja.
    3. Couter atau Laser
    Cara ini lebih dikenal dengan sebutan laser,
    padahal sebenarnya tidak menggunakan laser.
    Couter adalah elemen logam yang dipanaskan.
    Alat ini baru bagus jika digunakan oleh dokter
    yang tepat dan ahli seperti dokter bedah. Dokter
    bedah biasanya tak bisa lepas dari couter untuk
    mematikan pembuluh darah tidak terus
    mengalami perdarahan
    Namun apabila dipakai oleh dokter umum yang
    kurang berpengalaman, bisa menyebabkan luka
    bakar. Bahkan penggunaan yang keliru sebagian
    besar bisa sampai memerlukan amputasi.
    "Kekurangannya adalah masih harus dijahit, tak
    boleh mandi, masih diperban dan kalau salah
    guna bisa luka bakar. Tetapi jika dibandingkan
    dengan yang konvensional, sedikit lebih cepat
    pengerjaannya. Kalau konvensional sekitar 20
    menit, ini bisa 15 menitan," kata Dr Mahdian
    Nur Nasution, SpBS, spesialis bedah sekaligus
    presiden direktur Rumah Sunatan.

    ---------- Post Merged at 02:48 PM ----------

    Kondisi-kondisi Ini Bisa
    Membahayakan Anak Saat Disunat
    Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
    Jakarta - Bagi anak laki-laki, sunat bukan semata
    upaya untuk menyempurnakan kejantanannya
    sebagai pria saat dewasa nanti tapi juga demi
    menjaga kesehatan organ reproduksinya, yaitu
    *****. Namun ternyata ada beberapa kasus
    tertentu di mana anak laki-laki tak bisa disunat.
    DR. dr. Nur Rasyid, SpU(K)., Ketua Departemen
    Urologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
    mengatakan bahwa tak semua anak laki-laki
    bisa disunat. Biasanya karena si anak
    mengalami kelainan pada penisnya. Misalnya
    akibat hemofilia atau gangguan pembekuan
    darah dan hipospadia alias kelainan lubang
    kencing yang letaknya berpindah agak jauh ke
    belakang atau tidak di tempat yang seharusnya
    seperti di bagian pangkal dan bukan di ujung.
    Meski berbahaya jika anak laki-laki yang
    mengidap kedua kondisi tersebut tetap disunat,
    namun bukan berarti mereka tak bisa
    mendapatkan prosedur tersebut. "Justru kalau
    lubang kencingnya pindah ke pangkal atau
    batangnya maka ini harus segera disunat. Kalo
    ini disunat sebaiknya sekaligus langsung
    dioperasi," timpal Dr Mahdian Nur Nasution,
    SpBS, spesialis bedah saraf ketika berbincang
    dengan detikHealth dan ditulis Rabu
    (26/6/2013).
    "Untuk anak yang kena gangguan pembekuan
    darah atau hemofilia ini jadi kontraindikasi
    relatif. Biasanya dokter akan kasih obat dulu
    biar beku darahnya baru disunat," tambah
    presiden direktur Rumah Sunatan Jakarta ini.
    Selain karena kelainan *****, dr. Mahdian juga
    mengungkapkan bahwa anak laki-laki yang
    gemuk atau obesitas pun berisiko tinggi jika
    disunat. "Karena posisi ***** di dalam perut
    sehingga penisnya tenggelam. Tapi kalau sudah
    disunat bisa kulup lagi kok nantinya,"
    tandasnya.
    Lagipula Rumah Sunatan, tempat dr. Mahdian
    berpraktik, telah menemukan teknik sunat
    khusus untuk mempermudah proses khitan bagi
    anak yang mengalami kelebihan berat badan,
    termasuk menurunkan risiko cederanya saat
    disunat, tanpa perlu memaksa si anak untuk
    diet atau suntik hormon demi menurunkan
    berat badannya.

    ---------- Post Merged at 02:49 PM ----------

    Tua Muda Boleh Disunat, Berapa
    Usia Idealnya?
    Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
    Jakarta - Tradisi sunat sudah mengakar dalam
    budaya masyarakat Indonesia. Bisa dikatakan,
    sunat sudah menjadi ritual wajib bagi sebagian
    masyarakat. Tapi yang belum ada ketentuan
    pasti adalah umur yang tepat untuk menjalani
    sunat atau khitan.
    Karena sebab dan alasan tertentu, ada
    beberapa orang yang baru disunat setelah
    usianya menginjak dewasa. Bahkan ada yang
    sampai berusia kepala dua ataupun kepala tiga.
    Kabarnya, sunat pada usia ini akan jauh lebih
    sulit karena kulit kelamin sudah menebal. Lalu
    umur berapakah idealnya?
    "Idealnya ya baru lahir, agar tidak terlalu terasa
    nyeri dan juga risiko terkena kanker ***** jadi
    lebih kecil. Pada orang Yahudi begitu lahir
    langsung disunat, makanya angka kanker *****
    di sana rendah. Kalau menunggu dewasa juga
    tidak apa-apa. Hanya saja dipastikan sistem
    pembekuan darahnya bagus," kata DR. dr. Nur
    Rasyid, SpU(K) Ketua Departemen Urologi RSCM
    ketika dihubungi detikHealth seperti ditulis
    Rabu (26/6/2013).
    Dr Rasyid menjelaskan bayi baru lahir biasanya
    belum mengerti nyeri, sehingga akan lebih
    bagus jika segera disunat, apalagi mengingat
    tindakan ini sudah menjadi ritual wajib bagi
    beberapa kalangan. Apabila dilakukan ketika
    sudah memasuki masa kanak-kanak, ada
    beberapa hal yang perlu diperhatikan.
    "Umur yang tepat untuk anak melakukan sunat
    adalah saat dia sudah tidak mengompol lagi dan
    sebelum akil balik. Karena jika di usia anak
    masih mengompol, dia akan merasa sakit ketika
    terkena ompolnya. Dan jika sudah akil balik,
    anak akan berdarah ketika ereksi. Karena ereksi
    tidak dapat dikontrol," kata dr Eddy Karta,
    SpKK, spesialis kulit dan kelamin RSCM.
    Maka tampaknya, usia ideal untuk disunat
    sendiri sebenarnya cukup fleskibel. Sebagian
    orang tua takut menyunat bayinya karena
    khawatir bisa menyebabkan luka serius pada si
    kecil. Kenyataannya, banyak orang tua yang
    memilih menyunatkan anaknya ketika
    menjelang usia sekolah.

  2. #2
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    org yahudi tidak menyunat anak sejak lahir, tapi di hari ke8.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •