pengusaha ato human resource mungkin akan lebih sensitif dengan masalah ini daripada sesama karyawan.. tapi coba kalo dilihat dari kacamata pengusaha, pernah ngga kalian ngerasain masalah ini?
sepertinya karyawan mempunyai tendensi asal kerja asal jadi. urusan kualitas, belakangan. ato umumnya kurang memikirkan tindakan2 apa yang bisa dilakukan untuk menjaga/mengangkat citra maupun kualitas kerja dari perusahaan tempat kerjanya. ato sekedar siap 'mengorbankan' diri demi kesuksesan hasil kerja perusahaannya.
saya kebetulan ada 2 temen kerja, yang bertolak belakang dari segi ini. yang satu si A, yah asal kerja asal jadi, mentok ngikut perintah aja. kalo ga diperintah, yah ga dikerjain, ga otomatis inisiatif diri gitu loh![]()
sedangkan si B, memang lebih senior dan lebih berpengalaman dan kurasa juga lebih mempunyai rasa profesionalisme dibandingkan si A. nah si B ini, tidak hanya buta ngikut perintah atasan, tapi berinisiasi melakukan lebih dari sekedar yang diperintahkan. orangnya juga lebih rela berkorban misalnya ngambil istirahat makan siang lebih telat (ato lebih awal, ngatur2 waktu lah) ato lebih pendek demi menyelesaikan kerjaan.
kalian pernah ngga ngeliat orang2 yang kaya gini di tempat kerja kalian sendiri? saya mikirnya, bagaimana ya supaya pengusaha ato manager bisa meningkatkan rasa kepemilikan itu? apakah melulu musti nawarin saham supaya terasa memiliki?![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote

kalo yang pro ngomong emang beda deh dibandingkan dengan saya yang amatiran
dan apa yang kamu sebutin di atas, sangat saya rasakan tuh di tempat kerjaku juga, masi ga gitu mulus operasionalnya. tapi sepertinya lingkungan kamu levelnya lumayan korporat / enterprise ya? walopun kami ada tupoksinya, tapi kayanya lingkungan kami -yang kecil- rada membuatnya kurang praktikal, dan blom begitu bisa afford melakukan swot analysis sedetil itu. i guess my boss tried, tapi tetep aja didn't really go anywhere memandang itu proses yang lumayan makan waktu, apalagi masi banyak kerjaan immediate yang musti dikerjakan. susah nge-juggle prioritas jadinya, tapi akibatnya jadi siklus begitu deh.. 



hai hai hai.....
.





