komen2 dimari sadis2..
komen2 dimari sadis2..
begitu mereka merokok, kamu bilang : jangan merokok disini!
mereka cuek aja, tetep merokok
kamu datengin lagi : jangan merokok disini!
mereka tarolah ketawa
kamu ga usah ketawa..ttp dgn kalimat tadi
besoknya begitu, ulangi lagi
kalau sudah hari ketiga, ambil tuh jangan rokoknya, tapi bungkusnya neng.
ambil lalu buang keluar sambil bilang : jangan merokok disini! otomatis mereka bakalan keluar buat ngambil rokoknya.
tarolah bandel,
besok masih diulangi
begitu mereka merokok, matiin acnya, telen eh ambil remotenya,hehehe
terus aja kek gitu. konstan
kamu tau, kayak melatih anjing
konstan dan tegas
intinya kamu harus bisa mbuat mereka muak krn terus2an diganggu.
jangan resign, itu sama aja mengalah untuk kalah...
---------- Post Merged at 05:45 PM ----------
ps : kalau disitu ada yang lebih tua atau bos, tambahkan kata sayang eh tolong
tolong jgn merokok disini. begitu
sayang
![]()
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
cara damai lain, seren belajar ngitung ala lily
satu....
pengennya sih gw sesadis itu, haha masalahnya ya itu kan gw paling muda.. anak baru pulak
iyah gw juga ngebayanginnya agak ngilu gitu
ini nyari gara2 banget ya. ntar kalimat bos gw "kamu gak usah dateng lagi besok"
gila cel, entar gw belajar dari lo deh ..![]()
Last edited by serendipity; 19-06-2013 at 10:09 AM.
cara lain agar ga jadi perokok pasif adalah jadi perokok aktif
#nasihat penjual kerok telor yang ga paham masalah kesehatan
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Tika, Gadis Manis yang Meninggal Karena Jadi Perokok Pasif
Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, 'Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru'.
Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.
Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook.
Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.
Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia.
Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.
Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini.
"Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I'm not afraid of you," kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.
Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.
Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.
Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.
Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.
Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.
Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.
Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.
Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung, leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.
Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Di Amerika Serikat sendiri perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.
Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat. Dan buat para perokok menjauhlah agar orang-orang terdekat Anda tidak menjadi korban.
(ir/up)
sumber
SPEECHLESS
sampe sekarang juga tetep itu org2 ngerokok..masa iye gw nunggu bulan puasa supaya mereka ga ngerokok
paling bagus sih... mending seren jualan rokok
temen supervisor di garuda indonesia, dia perokok berat.. sampai2 ruangannya di kasih di pojok sendiri,
karna bosnya gak suka rokok.. karna dikasih ruangan sendiri, dia tambah mantab ngerokoknya.. sampe
di dalem lacinya dia jualan rokok..
aku pernah bertamu ke kantornya, pass rokok habis.. dia bilang rokok loe apa? sampoerna mild.. ada nih
langsung dia buka laci meja kerjanya.. wkwkwkwk isinya bermacam rokok, trs dia bilang bhw sekarang..
dia ngerokok geratis hasil dari keuntungan jualan rokoknya ...
note: sekarang tempat dia jadi ruangan buat ngerokok![]()
Lah terus ruangan gw jadi tempat ngerokok yg lebih parah lagi donk LOL
udahlah cara paling damai gw siramin itu asbak2nya pake air supaya gak nyesekin napas
pindah ruangan neng?
---------- Post Merged at 03:10 PM ----------
bahaya loh kamu perokok pasif (meskipun saranku adalah jadi perokok aktif aja, which is a very bad advise) ga ada asma kan?
perlu loh km ngomong ke hrd atau bagian apa gitu, bilang kalau kamu ada alergi asap atau asma, kamu bs dipindah ruangan
jangan diem aja
---------- Post Merged at 03:12 PM ----------
tuh bapak2 yang ngerokok di ruangan ber ac, otaknya udah kebakar semua kali
tega banget, ada cewe lagi
ga berperasaan, coba anaknya yang digituin,
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
gw ada ideeee !!!!
seren coba ganti rokok mereka dengan petasan... dijamin mereka ogah merokok lagi![]()
Space available for Ads.
PM for nego
kayknya tempat seren bukan gedung perkantoran, karena gak ada info mengenai detektor asap
sudahlah gw pasrah....
*mendadak lemas dengkul dan mata*
terima kasih sarannya yg super Ale n Shaka ,, kalian pasti berguru pada Mario Teguh
Giku.. baru ngeh kayanya kantorku emang ga ada detektornya... apa ini termasuk konspirasi wahyudi?
beda ya ama kantor dulu ada detektor asapnya, menandakan disiplin dan teratur*pukpukdirisendiri*
ini saran bagus, kedokter aja minta surat keterangan kalau ga tahan asap rokok, karena nafas sesak. terus majuin ke hrd atau bos, minta pindah ruang atau gimana. kalau ga ditanggepin ya udah keluar aja... beneran loh, kamu ada disitu akibatnya baru kerasa 5-10 tahun kedepan... kamu sendiri yg nanggung![]()
Sekedar sharing... Ini menurut cerita senior2 gw di kantor yang sebidang...
Jadi dulu, sebelum keluar pp tentang larangan merokok di tempat umum, ruangan bidang saya (meskipun luas karena disini 60-70orang kalau masuk semua) penuh dengan asap rokok. Karena bapak2nya pada suka merokok kea kereta api gak berhenti....
Terus karena ibu2nya merasa tidak nyaman, mereka pada protes dunk... Kebetulan waktu itu kepala bidang kami perempuan, akhirnya disepakatilah bahwa dibuatkan ruangan khusus ibu2 yang anti rokok... Ruangan pakai sekat putih bukan tembok...
Lalu... Akhirnya sekarang malah kebalikannya, ruangan kecil itu yang dipakai untuk orang2 yang mau merokok atau yang emang suka standby disitu.. Keanya sih sekalian buat orang2 yang seneng liat hal2 berbau porn juga..
Kalau ada yang keluar bawa rokok nyala, langsung kena semprot ibu2 deh... Hmmm, kecuali bapak kepala bidang tentunya... Xixixixixi....
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
Space available for Ads.
PM for nego
di ruangan ada 3 cewek, gak ngerokok. tapi gitu deh, ketiganya kaya putri solo. LOL
sempet bilangin gak boleh ngerokok, tapi ya apa mau dikata 3 cewe lawan 6 cowo jelas menang yg 6 cowok ini
gw sih berharap pindah divisi aja, soalnya liat ruangan lain enak gak ada asap rokoknya. meskipun gitu org2 di ruangan gw relatip baik
hais gw gak mau ampe 3 tahun di ruangan asap rokok. Mending gw cari kerjaan lain, eh enggak deh minta pindah kali ya ke divisi lain
kalau ga salah papa kamu kenal sama bos kamu kan? coba aja tanya pendapat papa kamu soal ini.
atau klo u mau nekad, u bisa rekam + foto kejadian merokok didalam ruangan kerja, kirim ke depnaker. siapa tau aja mereka iseng "razia" kantor u![]()
Space available for Ads.
PM for nego