Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 42 of 42

Thread: Ribuan TKI Mengamuk di KJRI Jeddah ...

  1. #41
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    udah diitung belum kerugiannya berapa? dan gimana nasib TKI2 itu?

  2. #42
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694


    TKI ngamuk di Jeddah, Wamenkum HAM, polisi dan tentara dikirim

    Pemerintah mengirim sejumlah pegawai Kementerian Luar Negeri ke Jeddah, Arab Saudi. Nantinya,
    mereka akan diperbantukan untuk mengurus sejumlah dokumen Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
    "Hari ini sudah berangkat 20 orang dari Kemenlu, tambahan tenaga ke KBRI plus satu orang dari
    imigrasi yang diperbantukan untuk menjalankan proses itu," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto
    di kantornya, Selasa (11/6).

    Selain itu, kata Djoko, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana juga turut diberangkatkan
    untuk memimpin langsung aktivitas di Jeddah. "Bantuan pengawalan 1 perwira TNI, dan 1 polisi dari
    Mabes Polri," katanya.

    Menurut Djoko, pada Selasa sampai Kamis loket dibuka khusus untuk pendaftaran, sedangkan Sabtu
    sampai Senin merupakan pengambilan dokumen. Dengan adanya bantuan tenaga kerja, diharapkan
    proses pengurusan dokumen lebih cepat.

    "Hal ini biar tidak mencampur antara yang mengambil dan mendaftar," katanya.

    Djoko meminta agar para tenaga kerja tidak mudah terprovokasi dengan kabar-kabar yang menyesatkan.
    "Masih cukup waktu jika mereka sabar karena petugasnya juga telah ditambah dan waktu masih panjang,"
    tandasnya. Seperti diketahui, ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengamuk di Gedung Kantor Konsulat
    Jenderal RI (KJRI) di Jeddah yang terletak di Jalan Al Rehab Distrik. Mereka membakar karena sudah antre
    lama tidak terlayani dengan baik.

    Kebanyakan para TKI ini ingin mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mendapatkan amnesti
    atau pemutihan. Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. "Kemarin itu hari Minggu terjadi
    lonjakan minta pelayanan mencapai 12 ribu orang dan akibatnya terjadi suasana tidak tertib," kata Juru Bicara
    Kemlu Michael Tene kepada merdeka.com, Senin (10/6).

    ---------- Post Merged at 08:17 PM ----------



    DPR nilai Muhaimin bohong soal penyebab TKI tewas di KJRI Jeddah

    Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menyindir pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar,
    terkait meninggalnya seorang TKI asal Madura, Marwah binti Hasan saat kerusuhan di KJRI Jeddah Arab Saudi beberapa waktu lalu.
    Ribka berpendapat, meninggalnya Marwah diduga kuat karena diinjak-injak, bukan karena sakit, seperti yang diungkapkan Cak Imin,
    sapaan akrab Muhaimin Iskandar. "Sakit, kalau enggak diinjak-diinjak dulu ya enggak mati. Dehidrasi terus meninggal," kata Ribka di
    Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (13/6).

    Karena itu, Komisi IX DPR memanggil Cak Imin bersama tiga menteri lainnya untuk membahas kerusuhan tersebut. Namun karena yang
    datang cuma perwakilan saja, akhirnya rapat diundur pekan depan. "Kalau Muhaimin doang enggak pantas. Perlu Menlu dan Menkumham,"
    terangnya.

    Sebelumnya, TKI yang berada di Jeddah, Arab Saudi, mengamuk. Mereka membakar Kantor KJRI di Jeddah yang terletak di Jalan Al Rehab
    Distrik pada Minggu 9 Juni 2013. Mereka emosi lantaran telah antre sejak lama namun belum terlayani. Mayoritas TKI bermasalah ini sedang
    mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mendapatkan amnesti atau pemutihan.

    Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. Akibat kejadian itu, Marwah binti Hasan, seorang TKI asal Madura dilaporkan
    meninggal dunia. Bahkan hingga kini kembali dikabarkan satu TKI lagi meninggal. sambel

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •