bukan capek nunggunya mbak,
yang saya maksud itu, bagaimana cara tercepat, ter-efisien, dan ter-akurat mengerjakan paperwork..
sekitar ribuan orang. dalam tempo sesingkat-singkatnya ?
emangnya Konjen piara jin lampu? pinjem servernya NSA?
Pemberkasan, baik dikerjakan manual/digital, itu butuh waktu, tahapan proses njlimet n rigid,
kelengkapan dokumen, keabsahan dokumen, etc. Birokrasi memang kudu seperti itu, idealnya,
banyak insurance / due diligence. Tipikal sub-birokrasi memang gitu.
Pemberkasan satu atap/satu pintu itu sudah cukup bagus untuk upaya debottlenecking bureaucracy.
Pengin lihat kenapa understaffed? Lihat anggaran dan struktur organisasinya.
Baru dibandingkan dengan volume paperwork/berkas yg ditanganin
(~6000-8000an berkas untuk overstayers).
Mari kita bandingkan kinerja dan kapasitas organisasi Konjen ini
dengan kantor2 pelayanan publik lainnya yang mirip tugas pokok dan fungsinya,
dan kebetulan sangat rame..seperti...Kantor Samsat bikin SIM, Imigrasi bikin Paspor,
Kecamatam bikin E-KTP.
Ini model bisnisnya mirip, pake map, isi berkas, diproses beberapa meja,
bayar sekian, foto/interview, jadi deh. 1 hari paling 300-400 berkas komplit dan cleared.
Nah ketauan deh rasio kapasitas organisasi dan workloadnya. Masuk akal nggak?
Realistis aje. Yang nggak realistis kan kagak ngerti (kagak peduli)
ma jalannya operasional birokrasi sehari-hari, dan kenapa kudu proses berbelit-belit,
belum mslah kapasitas SDM yg kurang profesional, kurang komunikatif/informatif,
gerak cepat tanggap etc.
gitchu lochhh..
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote




:




