-
[MENTION=290]aya_muaya[/MENTION] : agree sama [MENTION=7]cha_n[/MENTION], ini bukan faktor genetis, bisa lah dirubah meski dengan tekad yang kuat sekuat baja
pada intinya, jadi emak itu belajar bukan naturally langsung to be a prefect mother...ada memang yang mesti kita kondisikan supaya kita bisa mengasuh anak-anak kita dengan baik dan mendorong mereka menjadi orang baik kelak, dan itu bukan yang harus dihindari (ngomong apa sih gwe?
)...
toh yang aya lakukan itu reaksi panik dari seorang ibu yang gak pingin anaknya kenapa-napa, apalagi anak balita emang belum paham arti "bahaya" dan "tidak boleh". Marah2 sambil tetep meluk....hmmm lucu juga
Naomi itu hasil dari produk screaming saya. Karena baru punya anak satu, Naomi buat saya dilarang lecet, padahal sama ayahnya udah dikenalkan atraksi bahaya sejak bisa belajar jalan
akibatnya baru keliatan sekarang, dia yang waktu kecil gak takut bahaya dan berani coba tantangan baru, sekarang mulai gampang merengek dan mewek. Disuruh pertama kali coba flying fox, pake acara nangis dulu, begitu temannya mau nyoba dan bisa, baru deh mau nyoba dan ketagihan
Jatuh dari sepeda atau terantuk sesuatu, walah nangisnya super kenceng sampe pernah saya bentak karena saya anggap lebay
Bisa dibilang gegara saya gampang screaming karena panik tiap itu anak kejedot sesuatu, Naomi jadi sosok yang ragu-ragu sekarang, apa-apa takut salah, apa-apa ngeri emaknya ngamuk. Terakhir dia nangis sambil cerita kalau buku perpustakaan sekolah nyempil ga tau dimana. Dia paham dia salah, karena pas di sekolah dia geletakin bukunya entah dimana (padahal ada di bawah tangga masjid sekolah) dan besoknya eh dia bisa nemuin ketika kondisi hatinya tenang.
Trus saya diingetin bapak, bahwa keadaan Naomi sekarang adalah "salah" saya dahulu kala. Sekarang saya coba kendaliin tenggorokan saya supaya gak screaming entah sama dia atau adiknya, meski yaaaaaaaaa kadang masih lolos sih screamingnya, terutama kalau dia lagi duel sama adiknya
Sama nadhira saya lebih santai dan mencoba mengontrol kadar screaming saya. Meski hati empot2an liat dia berdarah2 kemaren pas jatuh dari sepeda yang menyebabkan dahinya robek sedikit, saya coba buat gak teriak2 ke kakaknya yang udah ketakutan saya marahin berhubung adiknya jatuh pas main sepeda sama dia dan temannya. Yang pentong menangani anaknya dulu, baru kalau udah tenang, introgasi tetap berlaku
Ya kalau pas panik, atur napas dulu aja ya, sampe hati tenang baru direngkuh aulianya, terus ditangani dan dibujuk dulu supaya teralihkan dari rasa sakitnya. Baru kalau keadaan tenang, aya bisa tanya baik2 kronologis kejadiannya dan tekankan untuk jangan sampai terulang lagi.
emang susahhhhhhhhhhhhhh banget, tapi kadang ya anak kita jatuh itu ga nangis, tapi nangis karena kaget emaknya screaming
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules