Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 27

Thread: buah tak jatuh jauh dari pohonnya

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884

    buah tak jatuh jauh dari pohonnya

    Saya menyadari ada yang harus berubah dari diri saya. Bapak saya, suka marah2 (screaming) kalau saya kena musibah atas kesalahan saya. Misal saya kepleset di depan kamar mandi dan akibatnya kuku jempol saya mengelupas, bapak bukannya nyari bantuan, tapi malah marah2.
    Awalnya saya sedih, tapi kemudian saya tahu, itu karena bapak saya sangat khawatir pada saya, namun karena bapak gak bisa nolongin-bukan dokter-, bapak meluapkannya dengan teriakan2.
    Dan.... Ternyata saya bercermin pada bapak. Saat aulia terjatuh atau terpeleset, saya jadi berteriak, nada suara meninggi, tapi refleks badan saya segera meraihnya.
    Jadi, refleks dan vokal saya bertolak belakang.

    Sepertinya, vokal saya membuatnya kaget dan agak ngeri kalau dia lagi jatuh dan ada saya. Keanya dia lebih nyaman ama uminya. Karena uminya lebih adem vokalnya.

    Saya tidak ingin jadi ditakutin sama anak, padahal pasti dia butuh dekapan saya saat habis terjatuh misal.. Tapi dia mengurungkan niatnya karena vokal saya yang overload...

    Tolong saran dan masukannya dear kopmay...

  2. #2
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Jeng Aya hebat telah sadar dan mengakui buah tak jatuh jauh dari pohonnya
    Itu langkah tersulit dan terpenting. Salut ya jeng Aya.

    Langkah kedua itu berhitung sampai 10 .. saya sendiri sering belum bisa.
    ok, mungkin lebih baik kita ganti itu ya .. kita coba berhitung sampai 5 dulu.

    Pengalaman saya sendiri: setiap kali itu terjadi lagi, maka baik untuk meneliti apa yang tadi terjadi dan kenapa kita belum berhasil untuk bereaksi dengan baik. Mungkin itu karena saatnya Aulia jatuh anda langsung panik .. kalau gitu mungkin baik untuk ingat semua kali Aulia jatuh .. apa perlu panik itu? apa panik itu bermanfaat? Kalau lihat kembali mungkin anda menjadi sadar bahwa setelah jatuh Aulia biasanya baik2 saja ..
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  3. #3
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    *blushing

    Makasih bunda...

    Iya bun, saya panik, saya berasa ikut merasakan sakitnya, saya kecewa kenapa saya lalai menjaganya, saya lebih keperasaan ini salah saya karena saya lalai menjaganya.

    Tapi kalau saya tahu kronologis kejadiannya, pada saat terjadi saat sama saya, saya cenderung lebih diam kok bun.. Tapi kalau karena saya lengah sedikit, saya jadi panik.. Takut kenapa2,,,
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  4. #4
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    mamiku dulu kalau aku nabrak meja atw kursi..kursinya/mejanya yang dipukul ..jadi aku ga jadi nangis, terus main lagi..syalalala
    abang aku tuh pernah manjat poon jambu, udah tinggiii banget...sama mami disuruh turun baek-baek..disuruh hati2..
    pas udah dibawah, baru kena omel
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  5. #5
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Haha... Sama le, aku malah kebiasaan kalau kesenggol meja, mejanya yang kupukul... :p
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  6. #6
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    kesian, pasti sakit tuh




    mejanya
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  7. #7
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    kalau untuk perkembangan anak sih sebaiknya jangan dibiasakan menyalahkan meja, tapi si anak di kasih tahu supaya lain kali lebih berhati-hati.

    iya kalau nabraknya meja, nah kalau misal pas jalan2 di mal, si anak lari-lari..... terus nabrak ade rai gimana... masa mau mukul ade rai..... terus disalahin pula .. bisa bisa ntar pulang2 ...

  8. #8
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    ya, itu kan cuma ingatan sekilas yang lucu aja, biasanya sih dibilangin hati2 ya nak..blabla..
    ciyus amat kupo abis rotinya dimaem fere
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  9. #9
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    ^^ habis dulu waktu masih jadi meja, saya juga sering di begituin...

    suster.. saya dibeliin roti lagi doong....

  10. #10
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Agree with kupo... Iya, itu juga karena ingetan saya aja...

    Sekarang masalahnya, gemana caranya biar saya gak teriak2 kalau lagi panik...??
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  11. #11
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    coba pas ada kejadian apa gitu, ganti teriakan panik dengan baca doa apa gitu...
    tapi kalau mau mengubah secara total kebiasaanmu itu, perlu analisa mendalam dan total bu, karena itu ada hubungannya dengan alam bawah sadar, pengalaman /trauma masa lalu, unspoken words dsb.... (sok ya gw)
    perlu juga langkah2 terapi baik secara fisik, misalnya latihan menghadapi kepanikan, yoga, latian menahan diri, konsentrasi dsb...
    biayanya 20rb bu/detik

    *suster komersil
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  12. #12
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Dulu ada temen kampus yg kalau ngomong biasa aja kwencengnya amitamit.
    Kayak tereak2 aja.
    Trus... Kalau berangkat kan sering jalan ama saya,
    biasanya cukup ngomong, "Volumenya kecilin dong.."

    Itu masalah kebiasaan aja kok
    Moodnya dibaikin juga, biar ga gampang panik.
    Soalnya kalau moodnya acakadut emosi bakal acakadut jg.
    Dan itu berpengaruh pada intonasi suara yang kita keluarkan.
    Jangan dibiasain intonasi meninggi. Apalagi dengan tambahan suara keras

  13. #13
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    masalah kebiasaan, kita dapat kebiasaan itu bertahun2. jadi wajar untuk mengubahnya perlu waktu, tapi pasti bisa, pelan2 aja.
    yang penting langkah awal sudah bagus, menyadari bahwa sikap itu bukan sikap yang baik.
    pelan2 memperbaiki, lebih bagus ada orang yang bisa yang terus memotivasi dan mengingatkan.
    saya sendiri kadang masih suka kayak gitu.
    biasanya diingetin suami, atau kalau udah ga tahan banget emosi, kasih baby/anak ke suami aja. aku pergi dulu, mandi dulu kek atau sikat wc.

    intinya belajar selalu menguasai emosi, jangan emosi yang menguasai kita. gitu sih, gampang diomongin susah diterapin
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #14
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    eh teriak sama volume suara keras beda kali ya
    kalau mami aku, dia mah ga teriak, yelling atw swearing
    cuman emang volumenya aja kenceng, kalau settingnya di hp tuh udah yang level "LOUD"
    udah bawaan orok

    aku kalau ngomong malah ga kenceng, malah pelan..(tapi lebih pelan dan lembut etca sih) ahahahahha
    aku kok ga mirip mamiku ya cara ngomongnya? apakah aku yang berasal dari 'tempat' lain? hahahhaha
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  15. #15
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Aiisss suaraku dibilang pelan n lembut..
    Makasssii aleee
    Padahal di keluarga, suaraku yg paling ctar ctar membahana,
    Ortu jauuuh lebih lembut, begitu juga kakak2 gw.

    Asal diniatin n dibiasain aja yak aya,
    Ga usah kenceng2 suaranya .

  16. #16
    pelanggan tetap
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    672
    jika sudah merasa diri adalah citra dari orang tua, mungkin ada baiknya bisa memilah mana yang baik dan yang lebih baik....
    karena hidup juga merupakan belajar....


    saya pernah membaca sebuah artikel yang kira kira isinya begini:

    Dua orang kakak beradik memiliki kehidupan yang sangat berbeda, sang kakak yang kehidupannya berantakan dan adik yang hidupnya berhasil.
    Saat ditanya dengan pertanyaan yang sama, mengapa hidupmu bisa menjadi seperti ini, mereka menjawab ini semua karena kehidupan orang tua mereka,...
    Lantas mengapa sang kakak hidupnya berantakan namun sang adik lebih berhasil...(?)
    Itu semua karena cara mengambil keputusan yang berbeda, sang kakak jadi berantakan karena dia meniru dari kehidpan orang tua yang suka mabuk mabukan, namun sang adik yang tidak mau semua itu terjadi dalam kehidupannya....

  17. #17
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Dulu ada temen kampus yg kalau ngomong biasa aja kwencengnya amitamit.
    Kayak tereak2 aja.
    Trus... Kalau berangkat kan sering jalan ama saya,
    biasanya cukup ngomong, "Volumenya kecilin dong.."

    Itu masalah kebiasaan aja kok
    Moodnya dibaikin juga, biar ga gampang panik.
    Soalnya kalau moodnya acakadut emosi bakal acakadut jg.
    Dan itu berpengaruh pada intonasi suara yang kita keluarkan.
    Jangan dibiasain intonasi meninggi. Apalagi dengan tambahan suara keras
    Upss... Kita gak sekampus kan ya cta? Soalnya gw banget tuh... *menunduk...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    coba pas ada kejadian apa gitu, ganti teriakan panik dengan baca doa apa gitu...
    tapi kalau mau mengubah secara total kebiasaanmu itu, perlu analisa mendalam dan total bu, karena itu ada hubungannya dengan alam bawah sadar, pengalaman /trauma masa lalu, unspoken words dsb.... (sok ya gw)
    perlu juga langkah2 terapi baik secara fisik, misalnya latihan menghadapi kepanikan, yoga, latian menahan diri, konsentrasi dsb...
    biayanya 20rb bu/detik

    *suster komersil
    Hikss... Mahal....
    Eh, tapi bener juga loh le, keanya emang gw butuh yoga atau semacam itu....

    ---------- Post Merged at 08:45 PM ----------

    Quote Originally Posted by PMSVH View Post
    jika sudah merasa diri adalah citra dari orang tua, mungkin ada baiknya bisa memilah mana yang baik dan yang lebih baik....
    karena hidup juga merupakan belajar....


    saya pernah membaca sebuah artikel yang kira kira isinya begini:

    Dua orang kakak beradik memiliki kehidupan yang sangat berbeda, sang kakak yang kehidupannya berantakan dan adik yang hidupnya berhasil.
    Saat ditanya dengan pertanyaan yang sama, mengapa hidupmu bisa menjadi seperti ini, mereka menjawab ini semua karena kehidupan orang tua mereka,...
    Lantas mengapa sang kakak hidupnya berantakan namun sang adik lebih berhasil...(?)
    Itu semua karena cara mengambil keputusan yang berbeda, sang kakak jadi berantakan karena dia meniru dari kehidpan orang tua yang suka mabuk mabukan, namun sang adik yang tidak mau semua itu terjadi dalam kehidupannya....
    Jadi inget temen saya yang orangtuanya berantakan (")-(")_.-""-.,
    :'_ _ '; -._, ). maleseee...!!!
    (o_, )'-.__ )'-._) kerja, tapi dia rajin kerja, teliti, makanya malah bisa menghidupi orangtuanya...

    ◦°•Ħmmm...(―˛―“)
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  18. #18
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    aya, dicoba pake cara saya.... jadi kalau kamu baru panik, teriaknya diusahakan bisik-bisik.. nanti pasti ga bikin kaget orang2 disekitarmu...

  19. #19
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    [MENTION=290]aya_muaya[/MENTION] : agree sama [MENTION=7]cha_n[/MENTION], ini bukan faktor genetis, bisa lah dirubah meski dengan tekad yang kuat sekuat baja

    pada intinya, jadi emak itu belajar bukan naturally langsung to be a prefect mother...ada memang yang mesti kita kondisikan supaya kita bisa mengasuh anak-anak kita dengan baik dan mendorong mereka menjadi orang baik kelak, dan itu bukan yang harus dihindari (ngomong apa sih gwe?)...

    toh yang aya lakukan itu reaksi panik dari seorang ibu yang gak pingin anaknya kenapa-napa, apalagi anak balita emang belum paham arti "bahaya" dan "tidak boleh". Marah2 sambil tetep meluk....hmmm lucu juga

    Naomi itu hasil dari produk screaming saya. Karena baru punya anak satu, Naomi buat saya dilarang lecet, padahal sama ayahnya udah dikenalkan atraksi bahaya sejak bisa belajar jalan akibatnya baru keliatan sekarang, dia yang waktu kecil gak takut bahaya dan berani coba tantangan baru, sekarang mulai gampang merengek dan mewek. Disuruh pertama kali coba flying fox, pake acara nangis dulu, begitu temannya mau nyoba dan bisa, baru deh mau nyoba dan ketagihan Jatuh dari sepeda atau terantuk sesuatu, walah nangisnya super kenceng sampe pernah saya bentak karena saya anggap lebay

    Bisa dibilang gegara saya gampang screaming karena panik tiap itu anak kejedot sesuatu, Naomi jadi sosok yang ragu-ragu sekarang, apa-apa takut salah, apa-apa ngeri emaknya ngamuk. Terakhir dia nangis sambil cerita kalau buku perpustakaan sekolah nyempil ga tau dimana. Dia paham dia salah, karena pas di sekolah dia geletakin bukunya entah dimana (padahal ada di bawah tangga masjid sekolah) dan besoknya eh dia bisa nemuin ketika kondisi hatinya tenang.

    Trus saya diingetin bapak, bahwa keadaan Naomi sekarang adalah "salah" saya dahulu kala. Sekarang saya coba kendaliin tenggorokan saya supaya gak screaming entah sama dia atau adiknya, meski yaaaaaaaaa kadang masih lolos sih screamingnya, terutama kalau dia lagi duel sama adiknya

    Sama nadhira saya lebih santai dan mencoba mengontrol kadar screaming saya. Meski hati empot2an liat dia berdarah2 kemaren pas jatuh dari sepeda yang menyebabkan dahinya robek sedikit, saya coba buat gak teriak2 ke kakaknya yang udah ketakutan saya marahin berhubung adiknya jatuh pas main sepeda sama dia dan temannya. Yang pentong menangani anaknya dulu, baru kalau udah tenang, introgasi tetap berlaku

    Ya kalau pas panik, atur napas dulu aja ya, sampe hati tenang baru direngkuh aulianya, terus ditangani dan dibujuk dulu supaya teralihkan dari rasa sakitnya. Baru kalau keadaan tenang, aya bisa tanya baik2 kronologis kejadiannya dan tekankan untuk jangan sampai terulang lagi.

    emang susahhhhhhhhhhhhhh banget, tapi kadang ya anak kita jatuh itu ga nangis, tapi nangis karena kaget emaknya screaming

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    saya pernah lihat, juga pernah baca artikel yang isinya cerita, banyak orangtua yang malah memukul anaknya karena anaknya jatuh atau kena bahaya.
    secara logika gimana? aneh ga sih? tapi emang itu yang terjadi.
    sebenarnya itu rasa frustasi si ortu pada DIRI SENDIRI!
    aku selalu mengingatkan diri sendiri, jangan sampai masalahku waktu kecil, hingga dewasa kini mempengaruhi caraku mendidik anak.
    anak jangan dibawa2 dengan masalah ortu, mungkin kita kecil juga digituin ya, tapi jangan buat anak2.
    sakit, jatuh, dslb tentu siapapun tidak ingin mendapatkannya, jadi jangan sakiti lagi dengan terikan kita, marah kita, bentakan kita yang kesemuanya itu sebenarnya buah dari rasa frustasi kita.
    Jadilah ibu yang berempati, supaya anak juga punya empati.
    Jadi kalau anak jatuh, kadang memang refleks mau teriak, tapi diusahakan ingat, berempatilah
    biasanya aku teriak "HEGEL" tapi abis itu, langsung ingat "Hegel kenapa sayang? sini sama bunda, bunda peluk, bunda lihat dulu apa yang sakit" baru abis itu kalau dia udah ga nangis, dikasih ceramah harusnya dia gimana.
    tapi itu dengan catatan aku belum ngingetin dia ya kalau itu bahaya. kalo udah diingetin berkali2 eh dilakukan juga, trus beneran kejadian, biasanya marah dulu hehehehe...


    yes i am not a perfect mom, but i try my best
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •