Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 27 of 27

Thread: buah tak jatuh jauh dari pohonnya

  1. #21
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Buat anak cucu kita kedepan..
    CARA MEMILIH JODOH BIBIT BEBET BOBOT



    Cara memilih jodoh-Bibit bebet bobot merupakan istilah jawa ini boleh menjadi pertimbangan dalam memilih jodoh.
    Apa pengertian dari istilah tersebut?. Bagaimana menyikapi dari istilah tersebut? Perlukah kita mempermasalahkan
    bibit bebet bobot sebelum menentukan pasangan hidup?

    Tema artikel kali ini sedikit berbeda dari yang lalu dimana artikel sebelumnya mengenai komputer dengan asesoris.
    Seperti pemilihan laptop, modem, software dll.

    Pengertian bibit bebet bobot


    Bibit:
    Bibit dalam pengertian memilih jodoh dari asal usul dari calon pasangan. Lebih dikaitkan dengan keturunan. Dari keluarga
    ninggrat atau tidak, berdarah biru, pejabat atau orang biasa saja. Lebih parah lagi dari keluarga penjahat, maling dll. Bibit
    juga dilihat dari fisik calon pasangan seperti cakep ganteng atletis seksi.

    Bebet:
    Bebet dipandang dari segi teman dan lingkungan pergaulan. Dengan siapa calon jodoh bergaul? Orang baik atau bukan?
    Apakah penjahat ato baji-ngan? Bergaul dgn teroris ato pejudi dll. Daerah kadang jga diperhatihkan, linkungan kumuh atau elit.

    Bobot:
    Bobot dipandang dari diri pribadi calon jodoh yang akan dipilih. Cakupan pribadi ini sangat luas. Sebagai contoh watak seseorang,
    kelakuan baik, kepintaran, jenjang pendidikan yang pernah selesaikan, kedudukan dan pangkat, kekayaan dan pendapatan, gaya
    hidup sehari-hari.

    Perlukah memperhatikan bibit bebet bobot colon jodoh

    Jawabannya: Sangat Perlu
    Ada yang mengatakan cinta itu buta, memang benar cinta tidak mengenal ruang dan waktu he..he.. maaf terlalu tingi kali, kembali
    ke topik cinta itu buta, dalam jatuh cinta memang benar kepada siapa saja bisa jatuh cinta. Tapi apakah setiap jatuh cinta akan
    dijadikan pendamping hidup? Salah besar kalau iya.

    contoh sederhana: Kalau jatuh cinta kepada orang telah memiliki suami atau sudah memiliki istri, apakah harus dia dijadikan pendaping
    hidup? Tentu tidak bukan! Lalu apa kaitannya dengan bibit bebet bobot? Begini...boleh sependapat boleh juga tidak. Jatuh cinta boleh
    saja kepada siapapun, tapi kalau untuk pasangan hidup harus perhatihkan bibit bebet bobot.

    Menyikapi bibit bebet bobot
    Dlm hal memilih jodoh perlu memperhatikan hal tersebut. Pilihlah yg terbaik dari masing-masing ketiga istilah tersebut sebisa mungkin.
    Bibit pilih yang berdarah biru ganteng cantik. Bebet pilih yang berteman baik-baik dan dilingkungan baik. Bobot pilih yang pintar kaya,
    berpribadi baik.

    Wah..susah mencari yang demikian bisa bisa ngak kawin nunggu yang begituan? Kalau yang terbaik tidak dapat cari yang dibawahnya,
    tapi jangan yang paling bawah. Emang benar, tidak ada yang sempurna. Tapi setidaknya mencari jodoh carilah yang baik-baik. Tidak
    terburu nafsu. Berpandangan jauh 5 tahun 10 tahun kedepan dimana anda sudah memiliki keluarga dengan hadirnya buah hati anda,
    1 anak atau 2 anak dimana anda sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Anda hidup rukun dan damai. Hal itu bisa raih apabila Anda tidah
    salah memilih jodoh saat ini. Jangan gunakan emosi Anda saat ini karena akan menghancurkan masa depan Anda.

    Tapi semua kembali kepada diri sendiri. Semoga dapat membantu.


  2. #22
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    *tepok dr ancuur...
    Maksudnya apa dokterRrr??? Arghhh....
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  3. #23
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    maksutnya spy kelakuan jelekmu hilang, di telan pasangan nikah anakmu yang baik

  4. #24
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Dulu ada temen kampus yg kalau ngomong biasa aja kwencengnya amitamit.
    Kayak tereak2 aja.
    Trus... Kalau berangkat kan sering jalan ama saya,
    biasanya cukup ngomong, "Volumenya kecilin dong.."

    Itu masalah kebiasaan aja kok
    Moodnya dibaikin juga, biar ga gampang panik.
    Soalnya kalau moodnya acakadut emosi bakal acakadut jg.
    Dan itu berpengaruh pada intonasi suara yang kita keluarkan.
    Jangan dibiasain intonasi meninggi. Apalagi dengan tambahan suara keras
    Upss... Kita gak sekampus kan ya cta? Soalnya gw banget tuh... *menunduk...

    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    coba pas ada kejadian apa gitu, ganti teriakan panik dengan baca doa apa gitu...
    tapi kalau mau mengubah secara total kebiasaanmu itu, perlu analisa mendalam dan total bu, karena itu ada hubungannya dengan alam bawah sadar, pengalaman /trauma masa lalu, unspoken words dsb.... (sok ya gw)
    perlu juga langkah2 terapi baik secara fisik, misalnya latihan menghadapi kepanikan, yoga, latian menahan diri, konsentrasi dsb...
    biayanya 20rb bu/detik

    *suster komersil
    Hikss... Mahal....
    Eh, tapi bener juga loh le, keanya emang gw butuh yoga atau semacam itu....

    ---------- Post Merged at 08:45 PM ----------

    Quote Originally Posted by PMSVH View Post
    jika sudah merasa diri adalah citra dari orang tua, mungkin ada baiknya bisa memilah mana yang baik dan yang lebih baik....
    karena hidup juga merupakan belajar....


    saya pernah membaca sebuah artikel yang kira kira isinya begini:

    Dua orang kakak beradik memiliki kehidupan yang sangat berbeda, sang kakak yang kehidupannya berantakan dan adik yang hidupnya berhasil.
    Saat ditanya dengan pertanyaan yang sama, mengapa hidupmu bisa menjadi seperti ini, mereka menjawab ini semua karena kehidupan orang tua mereka,...
    Lantas mengapa sang kakak hidupnya berantakan namun sang adik lebih berhasil...(?)
    Itu semua karena cara mengambil keputusan yang berbeda, sang kakak jadi berantakan karena dia meniru dari kehidpan orang tua yang suka mabuk mabukan, namun sang adik yang tidak mau semua itu terjadi dalam kehidupannya....
    Jadi inget temen saya yang orangtuanya berantakan (")-(")_.-""-.,
    :'_ _ '; -._, ). maleseee...!!!
    (o_, )'-.__ )'-._) kerja, tapi dia rajin kerja, teliti, makanya malah bisa menghidupi orangtuanya...

    ◦°•Ħmmm...(―˛―“)
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  5. #25
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Hore jeng Aya sudah belajar Aulia untuk tidak lempar botolnya.
    Anda bisa dong!

    Hmmm .. suami saya lebih tenang dan bersabar daripada saya. Dia malah bereaksi dengan lambat banget, sampai saya teriritasi karena reaksinya telat kalau sesuatu terjadi yang perlu reaksi cepat ..
    saya terbalik, cenderung bereaksi dengan terlalu cepat terlalu blak-blakan juga
    tapi kita bisa belajar cara yang lebih baik! Saya sendiri sudah belajar untuk lebih tenang dan bersabar. Jeng Aya pasti juga bisa dong!

    Kalau disebabkan panik, maka sebaiknya anda mencari solusi sebelumnya untuk semua kejadian yang dapat terjadi ..
    Soalnya, kalau panik maka saat itu anda tidak akan menemukan cara reaksi yang lebih baik, karena badannya penuh adrenalin: mau melarikan diri, attack, atau membatu. Dasarnya saat itu otak2 tidak bisa berpikir lagi, semua reaksi didasarkan insting (naluri).
    Berarti lebih baik dipikir2 sebelumnya, yaitu sekarang.
    Coba membayangkan semua situasi yang dapat terjadi, atau sudah terjadi. Kemudian coba menjadi tenang dan menemukan cara yang lebih baik.
    Untuk berlatih anda bisa sering membayangkan situasi2nya dan reaksi2nya.
    Saya sudah sering pakai teknik ini pada saat ada situasi yang menakutkan, misalnya sebelum berbicara pada mata ratusan orang, dan sebelum melompat keluar dari sebuah pesawat. Sebelum berlatih: takut sampai otak2 tidak bisa berpikir; pada saatnya situasi menjadi kenyataan: masih takut, tapi mampu melakukan semua secara dibayangkan sebelumnya, karena otak-otak masih bisa berpikir.
    Sebenarnya caranya membayangkan semua situasi yang mungkin akan terjadi sesering sampai bosan
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  6. #26
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Makasih bunda.... *hug

    Saya akan coba membayangkannya bun....
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  7. #27
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    saya baru diceritain Mama nih...

    ponakan saya yang masi seumur O , sama - sama 5 taon taon ini.

    pas marah ama pembantunya , ponakan saya bilang , "Kalo berani ama aku , aku bunuh kamu." -

    anak 5 taon bilang kayak gitu !!! sampe sepupu saya kaget , dan cerita ke ortunya.

    ortunya cerita ke Mama saya , terus Mama saya bilang , "itu pasti ortunya suka bertengkar , saling memaki ngomong gitu."

    bener sih , ternyata Koko sepupu saya ama istrinya kalo tengkar , suka bicara kasar dan saling melontarkan kata bunuh.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •