ada beberapa jalan , Kop. Kalau sistem sekarang udah berkali-kali dievaluasi dan hasilnya juga masih nihil? atau malah tambah buyar..?
Kalau reformasi kagak ada hasil ? revolusi toh?

Misal : Demokrasi sekarang, hanya berpihak pada uang. Kelakuan wakil rakyat sekarang malah lebih mengerikan dibandingkan jaman Orde baru dulu. Pilkada hanya menghasilkan pimpinan yang paling kuat membeli suara rakyat. Memang ada beberapa bupati dan gubernur yang berkualitas hasil pilkada, namun bisa dihitung dengan jari, sisanya tersangkut perkara korupsi. Penegak hukum sami mawon , benar bisa salah, salah bisa benar.
Semua sudah seperti lingkaran setan, mau dievaluasi dari mana dan butuh waktu berapa lama?

Semua pihak yang menerapkan suatu sistem pasti meyakini hanya sistem mereka lah yang benar, Amerika (duh.. Amerika lagi...Amerika lagi... ) bisa menghamburkan puluhan milyar dolar hanya untuk menumbangkan Sadam, dan memberikan pelajaran bagi Irak arti demokrasi kok..

Kekalifahan sehabis Khulafaurrasidin memang tidak menggambarkan pelaksanaan Quran. Tapi bagi penganut "Theokrasi Islam" mereka masih bisa ber-romantisme pada pemerintahan Madinah dan Khulafaurrasidin paling nggak ya jaman Abu Bakar dan Umar kalau meragukan Usman dan Ali karena banyak kekacauan dan intrik yang melibatkan sesama muslim pada saat itu.

Jadi ya itu, kita tunggu aja kesabaran HTI dalam memperjuangkan "Theokrasi Islam" nya . Apakah mereka tetap Istiqomah atau putus di tengah jalan.