Results 1 to 20 of 61

Thread: Khilafah Islamiyah Hizbut Tahrir : Utopia ?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Barista DH1M4Z's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kutaradja
    Posts
    818
    Sebenarnya setiap hukum tidak dapat memuaskan setiap manusia. Hukum itu cenderung membatasi tingkah laku manusia.

    Manusia itu ciptaan yang mempunyai pikiran dan nafsu. Manusia bisa lebih rendah dari binatang kalau menuruti nafsunya. Oleh karena itu diciptakanlah hukum dan norma.

    Apakah hukum buatan manusia selama ini memuaskan ? tentu belum. Masih banyak persoalan yang belum tersentuh oleh hukum buatan manusia tersebut.

    Contohnya [untuk KUHP] : santet, kanibalism, semen leven, dsb.

    Kalau dipikir2 dan diperhatikan sekarang : keinginan masyarakat pun sekarang bahkan melampaui hukum Tuhan .
    Sudah berapa banyak maling tertangkap basah, kemudian dihakimi massa dihajar sampai mati atapun dibakar hidup-hidup hanya karena mencuri sesuatu yang nilaianya pun kadang tidak seberapa.
    Kalau hukum Tuhan : mencuri diatas batasan tertentu dikenai hukuman potong tangan.
    batasan tertentu : mencuri bukan pada saat kelaparan, nilailnya di atas yang ditentukan.

    Sebenarnya target hukum Tuhan tersebut bukan pada berapa banyak orang yang di potong tangan, tapi orang akan berpikir kesekian kali untuk mencuri karena hukumnnya cukup berat dan menyakitkan, potong tangan.

    Jadi memang benar, apabila ada suatu kelompok tidak puas dengan sistem sekarang. Maka mereka akan berpaling ke sistem yang lain apalagi ditambah romantisme masa lalu.
    Jadi keutopiaan sistem Hizbut Tahrir sah-sah saja dan bukan suatu masalah dengan catatan mereka memperjuangkan hal tersebut dengan legal dan tidak melanggar hukum.

    Kalau masalah agama dijadikan alat untuk saling bunuh, semua hal bisa dijadikan alat saling bunuh kok.., lihat saja tragedi Troya, PD I, PD II, Perang Teluk, Malvinas, politik Apartheid, dll.
    Meski tlah jauh....

  2. #2
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Ketidakpuasan terhadap suatu sistem tidak seharusnya disikapi dengan mencoba mengganti dengan sistem lain, melainkan dengan evaluasi. Ane kira apa yg dilakukan HT bukan tidak puas dgn sistem sekarang, melainkan keyakinan bahwa hanya sistem merekalah yg benar. Seandainya benar mereka tidak puas dgn sistem sekarang, tentunya mereka harus sudah mengevaluasinya. Jika alasannya adalah sistem sekarang buatan manusia, sementara sistem mereka buatan Tuhan yg mereka yakini lebih baik, itu bukan evaluasi.

    Kalau disebutkan romantisme masa lalu, yg mana? Kekalifahan Cordova, Bagdad, atau Istambul, jelas tidak menggambarkan pelaksanaan Quran. Mereka dulu, bak Amerika sekarang. Kalau mau romantisme qurani, mereka harus mengacu pada pemerintahan Muhammad di Madinah dan beberapa sahabatnya.


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •