Sapi, Lembu, dan Banteng
SAPI hendaknya dipisahkan antara LEMBU dan BANTENG. Lembu adalah berwarna putih, yang bisa diperah susunya, merupakan/ dipercaya sebagai pelinggihan Ida Bhatara Siwa disebut Lembu Nandhini.
Sedangkan Banteng tidak bisa/ biasa diperah susunya untuk diminum manusia. Lembu banyak ada di India dan di Jawa, sedangkan di Bali adalah banteng.
Ketika Maha Rsi Markandeya datang ke Bali, beliau membawa beberapa Lembu dan sampai sekarang keturunannya dikeramatkan di Pura Gunung Raung, desa Taro, Tegallalang, Gianyar.
Lembu itu ‘mesengker’ di dalam Pura, tidak boleh keluar Pura, dan penduduk setiap hari ngayah memberi makanan rumput.
Bila ada upacara-upacara besar di Besakih dan Batur, lembu suci itu dituntun untuk ‘mapurwa daksina’ di dalam Pura Besakih dan Batur. Lembu itu tidak pernah dipotong.
Banteng yang berwarna hitam atau merah kecoklatan, tidak disakralkan sebagai pelinggihan Bhatara Siwa. Jadi yang digunakan untuk caru, belulangnya untuk wayang, gelungan tupeng, membajak sawah, dagangan, dan lain lain adalah BANTENG, bukan LEMBU.
Karena berwarna merah, sesuai dengan warna Bhatara Brahma, maka dalam pecaruan bayang-bayang banteng ada di Daksina.
Sumber: Lontar Widhi Tattwa.
http://stitidharma.org/sapi-lembu-dan-banteng/