iya bund, bias patriarki masih ada di Indonesia juga. Maka saya bersyukur calon hakim agungnya keselo lidah waktu itu. Kalo sampe dia jadi hakim agung, bakal kasian banget nasib kaum perempuan. Makanya juga perempuan perlu didorong lebih aktif di parlemen supaya dapat memperjuangkan berbagai isu keperempuanan. Cuma harapan saya kalo berlatar artis ya seperti Nurul Arifin jangan Vena Melinda.

Paling enggak di Indonesia udah ada Komnas Perempuan. kisah wartawati tivi yang digembar-gemborkan penyidik padahal belum ada kesimpulan final itu juga masuk bias patriarki. polisi lelaki ndak sensitif, terlepas dari urusan si wartawati selingkuh atau nggak. Setelah Komnas Perempuan turun tangan baru pemberitaannya reda.