Lihat slide ini secara nggak sengaja. Yang bikin dua ekonom terkenal dari MIT. Pas baca nama Pak Solhin...langsung ada feeling nggak enak.
Entah bangga atau malu, karena Indonesia dipakai sebagai study case buat course MIT tentang contoh jebakan kemiskinan.
Dalam kasus Pak Solhin, dia tidak mampu mengakumulasi nutrisi yang cukup sehingga tidak dapat bekerja lebih keras. Jika nutrisinya cukup maka dia dapat bekerja lebih keras atau lebih lama kemudian mendapatkan bayaran lebih banyak. Uang yang lebih banyak dapat diputar lagi dalam bentuk penguatan nutrisi. Jika ini terus-menerus terjadi maka akan ada surplus duit untuk akumulasi aset sehingga pada satu titik dia dapat keluar dari jebakan kemiskinan.HTML Code:Poverty trap is a mechanism which makes it very difficult for people to escape poverty.
note: masih bingung sama slidenya juga karena double feedback loop antara nutrisi dan pendapatan tidak selalu memerlukan partisipasi jebakan kemiskinan. umm...mungkin artinya hal ini juga dapat terjadi pada orang yang tidak miskin???
Kekurangan nutrisi dan kemiskinan akhirnya memisahkan keluarga ini. Dan jebakan kemiskinan terus berlanjut karena anak sulungnya putus sekolah dan bekerja jadi kuli bangunan. Tanpa pendidikan, masa depannya akan sesuram bapaknya, jika tidak lebih suram lagi. Kecuali pemerintah tanggap dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan. Sebenarnya ada banyak contoh kok di luar sana bagaimana cara yang efektif. Hanya jangan-jangan pemerintah terlena dengan angka pertumbuhan middle class lalu mikir ntar juga yang miskin dapat spillover effectnya. Wassalam deh kalo begitu.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote