Istilah Cultural Revolution menyesatkan nih. Bahasanya halus: cultural, jadi dengan naif mengira ini soal budaya. Setelah itu baru sadar, ternyata aku tidak tahu banyak sejarah PRC, lebih ngerti zaman dinasti lewat nonton film-film kungfu. Ya ampun... ke mana aja???
Anyway, dari sekian banyak tokoh yang berseliweran pada masa-masa chaos, aku justru paling tertarik dengan Liu Bao - kawan mendadak lawan Mao Zedong - karena kematiannya yang sangat berbau konspirasi. Salah satu peristiwa paling nyata untuk menunjukkan bahwa dalam politik tidak ada yang abadi.
On the other side, mungkinkah PRC telah menemukan bentuk marxisme mereka sendiri yang dicari-cari sejak PRC dilahirkan, sehingga sekarang bisa melaju sangat cepat dan sebentar lagi kira-kira akan kembali ke titel aslinya yang hingga 1830 disebut sebagai the world largest economy? Dapat dimengerti bahwa beberapa pihak mulai waspada terhadap kemungkinan hegemony baru dari raksasa tidur yang lagi bangun ini jika ia dibiarkan perkasa sendirian.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote