Wew...it's touching. Artistnya punya semacam jiwa humanis yang tinggi bisa menangkap momen seperti ini. Tapi aku keganggu sama teks di sebelahnya. Tidakkah lebih baik jika interpretasi masing-masing dibiarkan bebas saja sesuai dengan kapasitas dan latar belakang yang dimiliki tiap individu? Hilang sudah satu potensi momen personal.