Barusan baca-baca tentang Item Response Theory. Bacaan berat --> malas baca. Lihat grafiknya sambil menghela nafas, apaan ya maxudnya?
Melihat manfaatnya untuk mengukur kapasitas akademik yang sebenarnya dari peserta ujian, kalo aku yang jadi Menteri Pendidikan nih, itu para pakar pendidikan tak suruh bikin grading sistem berdasarkan IRT dari tingkat SD sampe minimal SMA. Tapi secara aku tidak akan jadi menteri, dan menteri pendidikan yang terpilih biasanya juga dosen yang bukan pakar dalam bidang pendidikan, masih jauh panggang dari api keinginan untuk mengukur level akademis para siswa yang sebenarnya. Jangankan mau ngukur yang bener. Menjelang UN saja udah banyak isu-isu kecurangan.
Eh, nah satu lagi daftar pengawasanku untuk anggota kabinet tahun depan. Menteri Pendidikan harus pakar pendidikan. Bukan dosen ekonomi atau informatika. Entah apa isi kepala presiden tercintah waktu itu yang jelas sistem pendidikan tidak kelihatan progressnya sampe sekarang. Kenapa ya pendidikan selalu dinomor sekian kan? Duitnya dibanyakin (setelah dipaksa) tapi manajemennya dicuekin. Dianggap semua orang bisa ngurus pendidikan kali.
Padahal mafhumnya salah satu ukuran kemajuan suatu negara adalah tingkat pendidikan. Masa aku harus curiga sistem pendidikan sengaja dibiarkan amburadul? Jadi ingat masa Pak Harto. SD dibangun puluhan ribu buah tahun 70an sehingga dalam waktu singkat Indonesia berhasil menggenjot primary enrollment rate di atas 90%. Wah betapa hebatnya. Lah tapi cuma SD yang dibangun banyak-banyak. Begitu mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi kursinya nggak ada. Ini curiganya orang bodoh aja, bahwa rakyat memang dibatasi agar bisa baca tulis, jangan sampe lebih pintar dari itu. Makin pintar makin banyak tingkah soalnya
Masih berkaitan dengan pendidikan, sedikit menyesali Anies Baswedan yang mengundurkan diri dari Indonesia Mengajar. Bukannya juga menyalahkannya karena ingin fokus di Konvensi Partai Demokrat. Hanya saja aku merasa Anies punya visi yang cukup baik dengan program tersebut dan berharap masih ada program terobosan lain darinya. Kecil kemungkinan dia jadi presiden tapi kalo dia dapat jatah jadi menteri pendidikan aku masih ridho deh. Atau kita tarik pulang aja itu si Mbak Butet dari Canberra untuk jadi menteri pendidikan yang akan datang![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote