Pure 100% ranting, aja. Bener2 nggak nasehatin siapa2.
Kejadian ini bener2 bikin gue ngerasa di back-stab dua kali. Apalagi kalo baca diskusi di forum2 luar.
Pertama karena gue cowok, langsung di plang "ah, cowok, pendukung mysoginy, musuh perempuan"(bikin komen gue sola 'cowok juga bisa jadi target' muncul). Terus karena kejadiannya di negara yang meng-klaim dirinya negara Islam; kepercayaan gue jadi target serangan berikutnya.
Dan gue nggak tau mau bela diri pake apa, karena fakta lapangan(yang paling ngetop) adanya kayak gitu.
Semua argumen yang ajukan jadi terdengar kopong. Bahkan di telinga dan mata gue sendiri.
Padahal, gue cuma bayangin kalo yang ngalamin itu entah anak, istri, adek, ibu, nenek, sepupu gue...
Suffice to say, if something like that happened, naudzubillahi min dzalik... My clan. We have ways to make the culprit beg for death before the end. Not justice, just cold-blooded vengeance.
terus dari diskusi di luar terlintas juga di kepala gue, betapa naif, kerap kali, frame berfikir profil orang2 yang bisa jadi korban.
Maksud gue, banyak yang ngamuk2 "Cowok dong kendaliin otong-nya ?!"... well, yeah, it sounds good in theory. Tapi faktanya, selama manusia masih ada, ba$tardry itu nggak bisa di hindari karena itu bagian dari nature kita. Humanity is a ba$tard.
So, yang terlintas di kepala gue, solusi prakstis dan cepat-nya apa ?
Suddenly it hits me: Berhubung yang kita hadapi ini adalah predator, maaf, hewan. Kita handle kayak hewan juga.
Kayak Meerkat, misalnya, selalu alert, berusaha berada dalam lingkungan yang terkendali(these little guys, bahkan punya unit sentry/spotters), kenali dan hindari situasi yang beresiko tinggi, rencanakan escape-strategy accordingly. Yang memunculkan komen gue soal 'jaywalking di perbatasan north-korea'. Actually, kontingen dari Turki, waktu gue liat mereka naik haji atau umroh, make strategy kayak gini. Selalu muncul bergerombol, ada beberapa orang yang selalu liat kiri-kanan, yang keliatannya bisa jadi target mudah di taroh di tengah rombongan.
Atau kayak skunk dan platypus, yang selalu bawa easy-to-reach self-defense tools. Nggak ada salahnya bawa barang2 kayak zapper, papermace, atau push-dagger. Nggak perlu beli, tinggal buka youtube, bisa DIY, kok.
Atau, kalo ngotot juga, "Kenapa harus kita yang ngalah ?! Suka2 gue dong mau kemana/ngapain aja !"... well, kalo gitu prepare yourself kayak Gajah dan Badak, intimidate by sheer size and muscles(itupun nggak lolos dari pemburu gading/cula. Humans. Ba$tard.), atau Wolverine dan Tazmanian Devil(dua2nya yang hewan, bukan tokoh fiksi) yang secara natural ax-crazy sampe makhluk lain males deket2 mereka(wolverine, segede kucing gemuk, di ketahui bisa ngebantai seekor moose, segede kerbau, dengan modal nekat), atau kayak Kura2 Aldabra, yang armored enough 24/7. Yang berujung ke komen gue soal Red She-Hulk dan Fiona. Yang satu huge and all-muscles, yang lain armed down to the panties with huge calibers. Both ax-crazy.
So, now, capische ?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




...
Reply With Quote