Page 6 of 6 FirstFirst ... 456
Results 101 to 107 of 107

Thread: Today's pick

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    si reja ngomongin apa ya waktu itu?

    *balik ke page satu*

    ah sudahlah

    ***


    Saya bukan penggemar mobil. Tapi, mobil di atas menarik karena merupakan perwujudan mobil masa depan. Tesla kabarnya mau masuk ke Indonesia dengan harga 1,8 M. Nah, siapa tu yang bakal beli mobil tanpa bensin? Dijamin nggak pusing dengan gonjang-ganjing kenaikan BBM. Cuma mungkin rada bingung gimana ngecharge nya. Bayangan saya sih kudu punya cadangan batre minimal satu kalo dalam kota, minimal tiga kalo ke luar kota.

    Kerenan mana sama mobilnya Ricky Elson yang menurut Dahlan Iskan sedang masuk proses produksi? Si Selo...



    Lantas kalau pasar mobil listrik terbuka berkat kedatangan Tesla, apakah Selo dan Gendhis ikut terdongkrak? Semoga ya. Mungkin bagi orang lain Dahlan Iskan sia-sia saja mencoba bikin mobnas listrik. Alasannya buanyak dan sangat masuk akal. Tapi orang kalo visioner ya memang mesti begitu. Ngeliatnya bukan sekarang, tapi jauh ke depan. Dan merebut pasar dalam negeri tidak perlu saingan sama mobil Jepang, Korsel, Eropa dan AS. Industri mobil isi bensin mereka sudah stabil. Ini nih yang mesti direbut, pasar mobil listrik, mumpung baru Tesla seorang yang tenar.

    Ngomong-ngomong soal Tesla, kabarnya di luar AS negara terbesar konsumen Tesla adalah Norway. Tanya kenapa, kok negeri sekecil itu melalap Tesla kayak makan gorengan. Best selling car, sama dengan yang bakal masuk ke Indonesia yaitu model S. Lakunya cepat banget. Ternyata Norway saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan subsidi massal untuk kendaraan listrik. Sebagai salah satu negeri paling hijau dan indah di dunia, kendaraan listrik adalah padanan yang pas. Subsidinya membuat harga Tesla jauh lebih murah ketimbang kendaraan sejenis yang bukan listrik. Jadi di sana ada demand dari konsumen untuk green car, ada subsidi besar-besaran, ada pula sediaan listrik melimpah dari pembangkit hidro. Klop.

    Dan itulah kenapa Tesla tidak akan booming di jalanan Indonesia dalam waktu dekat. Paling dibeli orang buat gengsian. Pembeda kaum menengah dan kaum jetset.

    Eh, menjawab pertanyaan di atas, menurut saya kerenan si Selo. Cuma warnanya kurang sreg. Walaupun warna mobil kayak begitu sebenarnya yang disarankan untuk menghindari pencurian. Masih seputar mobil, saya sebenarnya juga tertarik dengan uji coba mobil tanpa sopir baru-baru ini dari pabrikan mobil Jerman. Driverless car juga termasuk konsep mobil masa depan. Coba saja digabung, jadinya mobil listrik + otonom. Wew...saat itu terjadi saya masih sempat lihat nggak ya?

    Kapan itu pernah tanya-tanya harga sepeda listrik. Mahal sih tapi kalo ndak punya mobil listrik ya minimal sepedanya deh
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  2. #2
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Wow...lamanya ndak mampir ke sini. Sampe sempat lupa barangnya ada di sub forum yang mana.



    Kapan hari itu saya pernah berbincang dengan seorang kolega soal heating system. Sebagai orang Indonesia, topik begini rasanya nggak terlalu menarik. Tapi jadi menarik saat dia memaparkan sudut pandangnya.

    Pengeluaran rumah tangga biasanya pada musim dingin melonjak karena pemanas, terutama kalau memakai listrik. Ya itulah keterbatasan di negeri-negeri sub tropis. Meski begitu, selalu ada cara untuk efisien. Kolega saya bilang, tagihan pemanas di UK dan mungkin juga US-karena mereka sepertinya punya sistem yang mirip-jauh lebih tinggi daripada tagihan pemanas di Nordic countries. Apa pasal, karena Nordic Countries menerapkan sistem district heating. Sumber pemanasnya bukan di masing-masing rumah, melainkan di satu gedung besar, lalu dialirkan ke rumah-rumah melalui jalur pipa. Inilah yang dinamakan the economic of scale. Semakin banyak yang pake, biaya per kepala menjadi semakin rendah. Tagihannya malah jadi flat per bulan dan tentunya unlimited.

    "Bayangkan kalau di UK atau di US mau pake sistem itu sekarang. Tidak mungkin karena konstruksi pemukiman mereka tidak mendukung". Walaupun belakangan dia ingat ada beberapa komplek perumahan subsidi pemerintah di London atau Manchester yang berkonsep serupa.

    Yang perlu digaris bawahi adalah, Nordic countries unggul dalam hal perencanaan. Efisiensi ala mereka diawali dengan desain yang mempertimbangkan perkembangan hingga lima puluh tahun ke depan. Dan inilah yang saya lihat sedang coba dikonsepkan oleh gambar di atas untuk konteks Indonesia. Bukan lima puluh tahun sih intinya, namun konsep bervisi jauh ke depan. Semua pilihan transportasi ada dan terintegrasi di satu jalur. Keren yak. Mungkinkah terlaksana?

    #edisingayal
    Konstruksi sarang lebah begitu saya lihat enak kalo mau dibikin elevated routes. Tinggal ditambah lagi jalur atasnya dapat jalur jalan layang satu lagi. Tambah samping atas bisa buat jalur kereta lagi dua buah. Nah, tinggal konstruksi bawahnya itu yang kalo mau bervisi jauh ke depan ya kudu dibuat kuat-kuat.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  3. #3
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958


    Pertama, selamat ya Rio. Saya tahu jalanmu panjang dan berliku untuk sampai di titik ini. Tapi ini hanyalah awal dari sebuah perjalanan baru.

    Saya sudah lama mengikuti sepak terjang Rio Haryanto di GP2. Kalau dia sempat naik podium, rasanya senang sekali. Padahal kenal juga enggak. Cuma ada ikatan sama-sama orang Indonesia, itu aja. Dan itu pun sudah cukup untuk saya terus memonitor perkembangannya. Termasuk keinginannya untuk naik level setelah berprestasi cukup baik di GP2 musim kemaren. Keinginan ini disambut baik oleh beberapa tim F1. Namun Manor lah yang paling sering dikait-kaitkan dengan Rio secara serius.

    Perjuangan berat dimulai dengan mencari sponsor, karena dana untuk naik kelas membengkak jadi tiga kali lipat. Nyari sponsor dalam negeri untuk dana sekian juta dolar itu udah kebayang susahnya. Halangan terutama halangan politik, padahal pihak Rio telah bertemu mulai dari Ahok sampe Presiden. Masih juga susah mendapat sponsorship dari BUMN selain Pertamina. Padahal BUMN ada seabrek, kalau Presiden sudah ngomong begitu dan menterinya turun tangan langsung masa sih nggak ada hasil sama sekali. Ya...mungkin Menteri Rini pikir tak penting yang gini ini, lebih penting proyek kereta cepat.

    Pakai dana pemerintah DKI tidak bisa karena terbentur aturan, pake dana pusat terbentur DPR. Saya nggak tau persis juga sih aturan mana yang akan dilanggar, atau argumennya semata dana yang ada lebih baik untuk pembangunan atau rakyat kecil. Saya pribadi lebih rela dana pemerintah untuk Rio balapan daripada bayarin gaji anggota DPR yang kerjanya nggak jelas juga apa isinya selain teriak-teriak di media memakai data asal-asalan cuma supaya tetap eksis. Upsss... tentu tak semua begitu, tapi yang oknum jumlahnya sudah kebanyakan. Belum lagi oknum anggota dewan yang tak pernah terekspos namanya di berita mana pun. Kerja juga enggak, eksis juga enggak. Gaji jalan terus. Itu tuh kayak suami mantan artis cilik yang cantik banget.

    Sebenarnya bisa dihitung, ketika Manor terus menunda mengumumkan pembalap mereka, bahwa mereka menunggu Rio yang sedang berjuang mencari sponsor. Kalo enggak, ngapain terus menunda sementara tim-tim lain jauh-jauh hari telah mengumumkan line up mereka. Dealine sudah lewat beberapa kali, sampai perwakilannya sowan ke Jakarta untuk mendapatkan jaminan pemerintah. Di lain pihak, Rio dikabarkan tahajud terus.

    Hari ini akhirnya kabar baik itu datang. Duh semoga bukan hoax ya. Tutup kupingmu dari omongan negatif. Selamanya selalu akan ada yang tidak suka terhadap orang-orang yang berprestasi. Namun saya tahu Rio akan maksimal di balapan. Caranya berusaha meretas jalan menuju F1 sudah membuktikannya. Kalau soal hasil nantinya, itu urusan Tuhan. Bagi manusia, dan saya yakin Rio paham ini karena dia menjalankannya, urusan manusia itu di prosesnya. Dan selama berproses, hasil apa pun tak ada yang namanya sia-sia.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  4. #4
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Buset, mau cari trit ini susah. Kalah saing dengan yang ngetroll.

    Iseng saya membaca berita lagi setelah dihajar beberapa waktu dengan dengan berbagai deadline revisi dokumen. Ada satu kolom yang ditulis di media online yang seharusnya cukup kredibel. Dan seperti biasa, saya juga membaca semua komentar para pembacanya sekalian.

    Lucunya, entah kenapa di kolom ini sepertinya pembacanya terseleksi. Rata-rata tidak terjebak dengan permainan asumsi yang dimasukkan penulis. Kasihan saya dengan penulisnya, jadi kelihatan kurang punya kapasitas. Atau mungkin masyarakat secara kolektif sudah mulai lebih cerdas? Masih ada lagi beberapa kemungkinan lainnya yang bisa dieksplorasi. Sayang saya sudah dikejar deadline lagi.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Page 6 of 6 FirstFirst ... 456

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •