Results 1 to 20 of 107

Thread: Today's pick

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    semalam baru juga saya baca brita ini

    cursed:
    tadinya saya juga kirain cewe ini rada ignorant dengan budaya di daerah situ
    tapi di artikel katanya dia sudah bekerja dengan perusahaan di qatar sejak taon 2011 (ntah physically kerja di sana ato remotely), then asumsiku dia harusnya sudah more or else sedikit ngerti budaya region itu.

    i think she was trying to do the right thing, dengan melaporkan aksi kriminal. tapi malah senjata makan tuan, apalagi seperti kata tusc, minum alkohol melemahkan posisinya.

  2. #2
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    semalam baru juga saya baca brita ini

    cursed:
    tadinya saya juga kirain cewe ini rada ignorant dengan budaya di daerah situ
    tapi di artikel katanya dia sudah bekerja dengan perusahaan di qatar sejak taon 2011 (ntah physically kerja di sana ato remotely), then asumsiku dia harusnya sudah more or else sedikit ngerti budaya region itu.

    i think she was trying to do the right thing, dengan melaporkan aksi kriminal. tapi malah senjata makan tuan, apalagi seperti kata tusc, minum alkohol melemahkan posisinya.
    That just the thing.
    Hell, jangankan perempuan, kalo kita orang asing di negara2 tersebut, apapun gendernya, itu aja, sepengelaman gue, udah melemahkan posisi kita dalam praktek hukum mereka.
    Seharusnya, kalo beneran udah ngerti situasi, dia tau kondisi ini.
    Tebakan gue sih, si mbak ini, walaupun udah lama tinggal di sana, jarang bergaul langsung, dalam lingkungan yang tidak terkontrol, dengan orang lokal.
    Atau, dia emang segitu disturbed-nya(ini lebih mungkin), sehingga yang terlintas pertama dalam pikiran adalah lapor sama aparat lokal. Padahal, seharusnya, lapor/minta dukungan embassy dulu, baru lapor aparat lokal. Biar ada pendampingan dari 'temen sekampung' dalam menghadapi masalah dan berurusan administrasi.
    Last edited by TheCursed; 22-07-2013 at 10:02 AM.
    A proud SpaceBattler now.

  3. #3
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    ^
    I don't get it, Tuscany.
    Kejadian kayak gini nggak sekali dua kali. Berkali2 gue juga baca di CNN gimana orang2, terutama perempuan, dari negara2 dengan kondisi ipoleksosbud hankam-nya relatif 'jalan', keluyuran di negara2 yang 'questionable' dengan mindset yang percaya banget sama lingkungannya ... Apa mereka nggak dapet briefing dan training, ya, sebelum berangkat ?

    Yang sudah terjadi, ya, sudah lah.
    Tapi yang berikutnya mau ikut jalan ke negara2 'questionable' kayak gitu, kenapa kayak nggak belajar dari pengalaman yang sebelumnya ?

    Gue setuju dengan gambar yang lu post.
    Oleh karena itu, kenapa nggak be alert and prepared ?
    Analogi-nya kayak kalo kita punya uang. Kalo hilang di curi/rampok salah siapa ? Ya, salah maling dan rampok, kan ? Oleh karena itu kita punya dompet yang dirante ke gesper, punya lemari besi, pasang jebakan, beli senjata, tentara pribadi, belajar self defense, etc. Sambil kita mengedukasi masyarakat dari jenjang anak2 tk bahwa ngerampok dan/atau maling itu salah... bukan begitu ?
    Yep, seperti yang kutulis, lain lubuk lain ikannya. Datang ke negeri asing tentunya harus paham dan beradaptasi dengan kebudayaan setempat. Maka ketika sudah ada beberapa kejadian sebelumnya, aku rada heran kok cewek ini nggak aware? Diperkosa itu bukan maunya, tapi minum alkohol sampe mabuk itu pilihannya - entah dia sadar dengan konsekuensi bakal mudah jadi target atau tidak.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    semalam baru juga saya baca brita ini

    cursed:
    tadinya saya juga kirain cewe ini rada ignorant dengan budaya di daerah situ
    tapi di artikel katanya dia sudah bekerja dengan perusahaan di qatar sejak taon 2011 (ntah physically kerja di sana ato remotely), then asumsiku dia harusnya sudah more or else sedikit ngerti budaya region itu.

    i think she was trying to do the right thing, dengan melaporkan aksi kriminal. tapi malah senjata makan tuan, apalagi seperti kata tusc, minum alkohol melemahkan posisinya.
    Yep, dia benar dengan melapor secepatnya, karena kasus perkosaan kan butuh visum cepat. Nah ini kemudian poin yang mungkin kurang clear di post awal, yaitu bahwa aparat sana nggak punya sense of criticism terhadap kasus ini. Dimulai dari tidak adanya petugas perempuan, kemudian mestinya hasil visum bisa menunjukkan adanya paksaan kalo memang ada, tapi polisi berpegang pada pernyataan korban bahwa itu konsensus - pilihan yang konyol tapi bisa dimengerti karena orangnya panik.

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    That just the thing.
    Hell, jangankan perempuan, kalo kita orang asing di negara2 tersebut, apapun gendernya, itu aja, sepengelaman gue, udah melemahkan posisi kita dalam praktek hukum mereka.
    Seharusnya, kalo beneran udah ngerti situasi, dia tau kondisi ini.
    Tebakan gue sih, si mbak ini, walaupun udah lama tinggal di sana, jarang bergaul langsung, dalam lingkungan yang tidak terkontrol, dengan orang lokal.
    Atau, dia emang segitu disturbed-nya(ini lebih mungkin), sehingga yang terlintas pertama dalam pikiran adalah lapor sama aparat lokal. Padahal, seharusnya, lapor/minta dukungan embassy dulu, baru lapor aparat lokal. Biar ada pendampingan dari 'temen sekampung' dalam menghadapi masalah dan berurusan administrasi.
    Keknya dia memang tidak nyadar ada kasus2 sebelumnya maka langsung lapor, dikira sistem peradilan sama di mana-mana. Namun terlepas dari teledor dan panik, buatku jelas perlindungan terhadap perempuan sangat lemah di sana. Apa karena dia perempuan asing? Entahlah, but sometimes bad luck just happens. Sistem peradilan yang bias tidak membantu untuk mendapatkan keadilan, sayangnya.

    Aku juga masih bertanya-tanya, jika kasusnya tanpa alkohol apakah prosesnya akan lebih fair. Bisa jadi petugas sana being hard to her karena minum alkohol dan konsensus dianggap terhubung satu sama lain dalam pandangan mereka, menengok kasus2 sebelumnya.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  4. #4
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    ...tapi minum alkohol sampe mabuk itu pilihannya...
    Di sana sih, nggak mabuk aja berbahaya.
    Ada alasannya temen2, pas kita keluyuran di daerah sana, selalu jalan dalam kelompok dengan jumlah dan komposisi yang kita harapkan terlihat 'intimidating'.

    Hell, mabuk aja di mana2 berbahaya.

    Yep, dia benar dengan melapor secepatnya, karena kasus perkosaan kan butuh visum cepat. ...
    Not a nation known for quick to embrace cutting-edge tech, knowledge and methods. Creativity. Nor for discipline and/or professionalism.

    ... Apa karena dia perempuan asing? ...
    Both. Karena Asing, dan Perempuan. Konsumsi alkohol, menambah, tapi nggak terlalu signifikan, karena seinget gue, itu udah terkait dengan stigma Kaukasian-nya.

    Eniwei, good news is, barusan nonton laporannya di tipi Jerman, sepertinya dia nggak terlalu 'damaged', masih koheren dan lucid, karena dia nggak sadar selama kejadian(mungkin pelakunya pake Mickey Finn ?). Dan dapet pendampingan serius dari kedutaan negaranya.
    Last edited by TheCursed; 22-07-2013 at 07:35 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  5. #5
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Not a nation known for quick to embrace cutting-edge tech, knowledge and methods. Creativity. Nor for discipline and/or professionalism.
    Nah, itu salah satu maxudku mengenai internasionalisasi setengah jalan.

    Both. Karena Asing, dan Perempuan. Konsumsi alkohol, menambah, tapi nggak terlalu signifikan, karena seinget gue, itu udah terkait dengan stigma Kaukasian-nya.

    Eniwei, good news is, barusan nonton laporannya di tipi Jerman, sepertinya dia nggak terlalu 'damaged', masih koheren dan lucid, karena dia nggak sadar selama kejadian(mungkin pelakunya pake Mickey Finn ?). Dan dapet pendampingan serius dari kedutaan negaranya.
    So you said this is more about racial stereotyping? Maybe.
    Masa nggak sadar? Artikel pertama yg kubaca jelas bilang

    HTML Code:
    "I woke up with my clothes off, sleeping on my belly, and he was raping me. I tried to get off, I tried to get him off, but he pushed me back down."
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  6. #6
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Nah, itu salah satu maxudku mengenai internasionalisasi setengah jalan.
    Saatnya negara2 lain yang bertransaksi dengan mereka untuk selalu memperhitungkan hal ini.


    ...
    Masa nggak sadar? Artikel pertama yg kubaca jelas bilang
    I stand corrected.
    Apparently, she is, mentally, one tough cookie.
    Last edited by TheCursed; 22-07-2013 at 09:11 PM.
    A proud SpaceBattler now.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •