Berarti kalian jadi korban guide.
Aku waktu itu ditraktir nyokap jadi aku harus nanya dulu barusan.
Retribusi Besakih cuma sekitar 10-20 ribuan.
Guide-nya yang memang brengsek tapi nyokap gue rasanya gak sampai 100 ribu ngasih guide.
Sekedar petunjuk,
1. gak usah ikut2an sembahyang di pura. Kalau agama kalian bukan Hindu, untuk apa?
2. sebaliknya kalau ada tempat2 yang khusus untuk sembahyang, lebih baik lihat dari sisi luar. Toh kalau kalian punya lensa tele, kalian tetap bisa memfoto yang di dalam.
Pada intinya sih,
Besakih itu kumpulan pura-pura. Besakih itu sendiri, punya akar kata yang sama dengan kata Besuki dalam Bahasa Jawa.
Di masa lalu, para keluarga-keluarga berpengaruh di Bali, menyumbang pura di sana.
Oh iya,
jangan ke Desa Trunyan kecuali kalian punya duit banyak atau bisa mendaki gunung. Ada dua jalan ke Desa tersebut, rata2 lewat Danau Batur. Guide-nya sering mengancam turis-turis di tengah2 danau.
Di Ubud ada:
1. galeri2. Banyak seniman di sana termasuk Antonio Blanco.
2. ada Hutan Monyet. Walaupun konon katanya monyet2 di sana sakral (sacred monkey), kulihat orang2 Bali di sana juga melempari monyet2nya kok.
Untuk budaya dan kesenian Bali, banyak ditemui tanpa harus ke daerah khusus. Jadi lebih baik tanyakan pada tempat menginap.
Misalnya
1. Barong, ada banyak tempat2 yang menyelenggarakan tari Barong (yang ada adegan menusuk diri pakai keris).
2. Tarian Monyet Api, diadaptasi dari cerita Ramayana, ada yang di Tanah Lot dan ada yang di Pura Uluwatu. Yang di Tanah Lot, dulu sih 50 ribu tapi aku dan calon istriku bisa dapat tiket separuh harga saat itu. Tarian monyet api ini biasanya mendekati Maghrib, sehingga klimaksnya saat gelap.
3. kalau sekitar Bulan Juni, ada Bali Art Festival di dekat ISI Denpasar. Ini situsnya:
http://www.baliartsfestival.com/
Btw,
kalau kalian cewek,
jangan sekali2 mencari tarian Joged Bumbung ya?
Kalau para cowok sih gak apa-apa.
Seperti kata nDugu dan Hai Lee,
jangan pernah makan di tempat turis.
Harga makanan di Bali sebenarnya sama saja dengan di Jakarta.
Harga nasi goreng itu sekitar Rp 6000-7000. Bahkan aku dan istriku berhasil menemukan tempat makan nasi goreng yang cuma Rp 2500.
---------- Post Merged at 08:50 AM ----------
Oh iya,
1. Pulau Serangan
dari arah Kuta (Galeria Kuta atau patung Dewa Ruci -- patung Bima melawan ular) ke Sanur. Nanti dekat Lotte Mart ada jalan ke selatan.
Di sini ada
1. penangkaran kura-kura
2. koleksi ikan akuarium (milik perusahaan Jepang)
3. pantai yang putih buanget dan sepi.
2. Desa Seraya, Karangasem
Ini bukan tempat wisata sebenarnya. Ini cuma desa biasa. Tapi yang unik adalah penduduk desa ini adalah mantan seniman2 Ubud yang akhirnya memilih kembali ke desa mereka untuk menjadi petani. Tapi di waktu2 luangnya, mereka masih memahat dan hasil pahatannya dikirim ke Ubud dan di jual di Ubud dengan harga tiga kali lipat. Ketika hasil pahatan mereka sampai di kuta, harganya sudah mencapai 10 kali lipat.
Jadi kalau kalian mau cari suvenir banyak,
coba kunjungi desa ini. Masing2 dusun di Seraya memiliki keahlian khusus tertentu. Saya dahulu mengunjungi dusun yang spesialisasinya adalah patung Buddha dari kayu.
Desa Seraya bisa dijangkau pakai mobil maupun motor. Dari Taman Ujung, teruslah berjalan ke arah timur.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)







dammit. tapi ah ya udah lah. terdampar in the middle of nowhere pula, kiri kanan dikelilingi sawah, ga da tempat makan laen deket2. mana udah siang banget dan laper
Reply With Quote