Seminggu ini saya dan keluarga menjaga dan menjenguk adik yang baru saja operasi kecil, ya hanya operasi usus buntu.
Kebetulan ade mendapatkan kamar yang berisikan 2 orang. Karna rumah sakit di Jakarta ini pada musim pancaroba cepet sekali penuhnya.
Alhasil ade sekamar dengan seorang ibu yang umurnya 65 tahun. Ya si ibu ini sudah cukup tua.
Menurut ceritanya, awalnya dia divonis menderita kanker rahim. Lalu penyakit itu sudah sembuh sekitar beberapa tahun yang lalu.
Kemudian dia bercerita suatu malam dia jatuh di kamar mandi, dan mengalami luka yang cukup berat. Sehingga harus dioperasi tulang belakangnya.
Keberuntungan dalam operasi tulang belakang memang jarang didapatkan, dia akhirnya mendapatkan beberapa komplikasi. Dan entah bagaimana ceritanya akhirnya dia menderita sakit ginjal dan pengentalan darah. Sampai badannya lebam dan lemah sekali.
Setiap malam dia meminta Tuhan utk segera mengambil nyawanya, karna dia gak sanggup menanggung penyakit itu, "Tuhan saya sudah lelah. Kasihanilah saya".
Kemarin pagi dia dan suaminya tertawa renyah karna menonton sinetron. Si istri bercanda "pa liat deh artis itu mukanya mirip kamu".. dan suaminya berkata "ah enggak, gantengan saya gini kok"..
Pokoknya dari pagi hingga sore mereka hanya mengisi hari itu dengan tawa dan canda.
Sampai malamnya si istri mau buang air kecil dan merasa sakit yang luar biasa. Teriakannya sangat mengguncang hati si suami. Anehnya suster jaga untuk bagian penyakit yang susah seperti itu adalah suster yang masih newbie. Ketika si istri teriak kesakitan, suster-suster ini hanya menonton.
Wajar rasanya jika si suami marah, dia bilang "saya ini orangnya jarang sekali protes dan mengancam. Tapi tadi malam hati suami mana yang tidak sakit melihat istrinya kesakitan menderita seperti itu? Pokoknya kalo sampai istri saya meninggal, ketiga suster ini akan meninggal juga"
Frontal memang kalimat yang diluapkan oleh si suami. Tapi itu hanya kalimat mengancam pastinya, hatinya sudah terlalu sakit melihat istrinya teriak kesakitan. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata betapa jiwa dan raganya lelah menghadapi cobaan seberat itu.
Rupanya di saluran kemih si istri ada darah yang menggumpal sehingga air seninya tidak bisa keluar dengan lancar. Mungkin sebagai suami, dia sangat mengerti semua kesakitan belahan jiwanya. Dan perasaannya tidak bisa menerima jika istrinya menderita seberat itu.
Yang menjadi pokok renungannya adalah ketika berjanji sehidup semati, para suami dan istri harus bisa menerima keadaan pasangannya seperti apapun dari awal sampai akhir. Susah emang, tapi susah bukan berarti mustahil![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote








tapi gw yakin dengan mereka gak kepikiran melaporkannya haha karna udah keburu jiper duluan
