Kubaca kau dengan hatiku. Tatapmu masih seperti waktu itu.
Kala kita berdua tertawa di atas sepeda tua. Juga saat bergelimang dosa bersama.
Kubaca kau dengan hatiku. Senyummu membeku saat menelusuri jemariku.
Aku tak bisa menunggu. Tidak dengan dia yang kehadirannya tak kau tahu.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote