Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 35

Thread: Resign jangan?

  1. #1
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417

    Resign jangan?

    Hari ini rasanya ingin banget resign. Sebenarnya sih ingin walkout saja, sebodo teuing. Toh yang dulu-dulu juga resign tapi lebih menjurus walkout, handover ndak bener, habis resign ada yang cuti lah, sakit lah, dsb. Yang sudah resign rata-rata ndak happy dengan si boss.

    Tadi berantem sama si boss, sepertinya dia dendam setelah mbok tegur beberapa hari yang lalu. Tapi mbok ingin resign bukan karena masalah itu saja, banyak juga masalah kepemimpinan lain yang mengecewakan. Mbok yang paling sering negur boss karena prinsip mbok hari ini harus lebih baik daripada kemaren tapi si boss malah tambah kacau apalagi sejak kematian suaminya akhir tahun lalu. She is emotionally unstable but still as a manager she should have known better.

    Menggosip masih rajin, berantem sama department lain juga masih doyan, online shopping tiap hari. Akhirnya mbok dan staff jadi ndak enak dengan department lain. Kita juga sudah hilang respect sama si boss.

    Pusiiiing..

  2. #2
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    galang dukungan
    kudeta si boss
    ambil posisinya si boss

  3. #3
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,926
    Hehehe been there done that meskipun nggak 100% sama persis kasusnya. I feel way better now.
    Bukan encourage buat resign loh mbok, cuma kalo emang sudah nggak worth it itu kerjaan dan membuat kualitas hidup secara keseluruhan jadi menurun serta tidak keliatan tanda2 ada perubahan yang positif dalam waktu dekat, resign is indeed one of the options.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  4. #4
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    si bos kehilangan semangat hidup
    gw juga mengalami waktu ibu gak ada, rasanya udah gak ada gunanya kerja

    si bos perlu disemangati, dimotivasi

  5. #5
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    1. jangan resign dulu, ajak ngobrol baik-baik. Soalnya aku liat mbok udah bisa deket ama boss, kemungkinan kalo dikasih penilaian dia bakalan dengerin. Dikasih contoh nasihat aja dulu. Misalnya "bos kalo mau online shop, sebaiknya nanti aja kalo udah selesai jam kerja"

    2. atau kalo udah gak tahan banget. sambil mikirin resign, cari kerjaan baru. Jadi pas udah resign gak bete2 banget sesudah itu

  6. #6
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Terima kasih Ternyata si mbok juga bisa galau ya.


    Quote Originally Posted by opera View Post
    galang dukungan
    kudeta si boss
    ambil posisinya si boss
    Kasihan, tapi. Nanti dia susah cari kerja lagi. Cewek di atas 50 kan agak susah cari kerja lagi. Tadinya dia mau ganti karir supaya bisa membantu suaminya, tapi sekarang suaminya sudah ndak ada, she is not going anywhere. *sigh


    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Hehehe been there done that meskipun nggak 100% sama persis kasusnya. I feel way better now.
    Bukan encourage buat resign loh mbok, cuma kalo emang sudah nggak worth it itu kerjaan dan membuat kualitas hidup secara keseluruhan jadi menurun serta tidak keliatan tanda2 ada perubahan yang positif dalam waktu dekat, resign is indeed one of the options.
    Mbok juga berprinsip work to live not live to work. Mbok sudah hampir 5 tahun kerja sama dia tapi ndak melihat perubahan yang positif. I expect better from her since she is 10 years my senior tapi self-controlnya makin buruk. Terus-terang mbok malu punya boss seperti itu. Apakah mbok jahat berpikiran seperti ini?


    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    si bos kehilangan semangat hidup
    gw juga mengalami waktu ibu gak ada, rasanya udah gak ada gunanya kerja

    si bos perlu disemangati, dimotivasi
    Waktu suaminya meninggal dia cuti lama, kita semua support banget. Tanggungjawab boss semua kita handle dan setiap dia sedih kita motivasi. Tapi bukan berarti pada jam-jam kerja online shopping atau ke salon. Dan apakah fair bagi staff lain yang tentunya juga punya masalah pribadi sendiri ikut menanggung masalah pribadinya?


    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    1. jangan resign dulu, ajak ngobrol baik-baik. Soalnya aku liat mbok udah bisa deket ama boss, kemungkinan kalo dikasih penilaian dia bakalan dengerin. Dikasih contoh nasihat aja dulu. Misalnya "bos kalo mau online shop, sebaiknya nanti aja kalo udah selesai jam kerja"

    2. atau kalo udah gak tahan banget. sambil mikirin resign, cari kerjaan baru. Jadi pas udah resign gak bete2 banget sesudah itu
    Iya, mbok sudah lihat-lihat kerjaan baru, mungkin mbok akan cari yang casual/temporary karena akan pulkam lebaran nanti. Ngobrol baik-baik sama dia memang saran yang bagus, mbok akan pikirkan. Weekend ini akan bikin draft surat pengunduran diri, hari Senin mbok akan coba bicara sama dia. Kalau dia ndak sadar juga yaa.. jebret.. I quit.

  7. #7
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,926
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Mbok juga berprinsip work to live not live to work. Mbok sudah hampir 5 tahun kerja sama dia tapi ndak melihat perubahan yang positif. I expect better from her since she is 10 years my senior tapi self-controlnya makin buruk. Terus-terang mbok malu punya boss seperti itu. Apakah mbok jahat berpikiran seperti ini?
    Jahat enggaknya hanya mbok sendiri yang pantas menilai tapi kalo cuma merasa malu karena tingkah orang lain rasanya belum masuk kategori jahat. Bosku yang dulu juga parah kok, gosip gak jelas sana sini, nggak punya kebijakan dan konsep, segala sesuatu bawahan yg ngerjakan dari A sampe Z. Pulang telat karna kerjaan numpuk nggak ada tuh reward apa2, giliran telat masuk sebentar aja udah uring2an. Pokoknya udah nggak mampu deh, masa depanku masih panjang nggak mungkin aku habiskan di tempat yang nggak membuat berkembang malah mengerdilkan jiwa. So...begitulah. Pamit, pergi, baru kirim surat resign resmi dari jauh
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  8. #8
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Jangan-jangan boss si mbok kloningan bekas boss Tuscany, mirip banget!

    Tadi yang lain jam 4:30 sudah pulang tinggal mbok kerja sendiri sampai jam 6. Tadi pagi berantem sama boss karena mbok frustasi berat sama kerjaan orang di lapangan, si boss malah marah, katanya mbok ndak boleh ngeluh. Ya mbok bantah karena mereka bisa mengerjakannya dengan benar dengan sistem yang sudah ada, pakai diagram, chart, dsb. Si boss ndak bisa berargumen tapi dia marah karena mbok berani membantah. Teru-terusan begini memang bisa mengkerdilkan jiwa.

  9. #9
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,672
    ya uda, resign aja, but dont burn bridges

    *numpang lewat*

  10. #10
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    tapi mbok harus tahu, orang macam bos mbok itu bukan hanya dia seorang

    tidak ada jaminan mbok resign lalu kerja di tempat baru bosnya bukan kaya bos sekarang, maksud saya yg namanya manusia itu bermacam-macam, pasti kita akan menghadapi manusia yg baik dan tidak
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  11. #11
    aduh ceritanya kok bikin luka yg baru kering berdarah lagi ya *kaya lagu dangdut*

    mantan atasan juga 11/12 kaya boss nya mbok walopun ga rumpi2 amat dan masih lumayan lah kerjanya

    klo mnrt sy sih selama dia ga membahayakan posisi mbok dan kerjaan masih bisa dihandle dengan baik ga perlu resign kecuali kalau udah kena imbas. kerjaan mbok jd keteteran nelulu gara2 ulah si boss.
    "I think you're magnetic." - Aaron Tyler, Wonderfalls

  12. #12
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Hasil penelitian yang saya baca kira-kira delapan tahun lalu, people leave their boss, not the company...

    Having an idiot as a boss memang minta ampun deh... saya pernah melihat kasus-kasus semacam itu, untung belum pernah mengalami sendiri. Paling sial saya cuma pernah punya boss retarded...

    Dulu istri pernah mengalami dan dia memutuskan untuk resign, tapi sebelum sampai ke keputusan itu kami diskusi cukup lama soal ini-itu. Intinya, kami berusaha memastikan bahwa keputusan yang diambil sudah melalui pertimbangan matang yang melibatkan segala aspek terkait, bukan semata-mata dibutakan oleh dorongan emosional akibat satu kasus/aspek saja. Waktu itu kebetulan anak kedua masih ketjil banget dan diskusi akhirnya menyentuh masalah prinsip, jadi sampai ke batasan yang tidak bisa dilanggar samasekali. Jadilah dia resign, padahal waktu itu sudah jadi kepala departemen dan kandidat kuat untuk menduduki salah satu posisi direktris.

    Sekarang istri jadi pekerja paruh waktu konsultan SDM... kalo lagi mood dia ambil proyek, sedangkan kalau lagi nggak mood, dia ambil juga proyek itu tapi saya yang harus ngerjakan...


    ... yang jelas anak-anak terpegang dengan baik dan mereka happy ibunya sering di rumah.

    Resign adalah juga bagian penting dari pekerjaan nggih, Mbok? Seperti sesekali kita perlu rekreasi, adakalanya pula kita perlu mencari dunia lain yang lebih segar... asal kita tahu benar itu memang yang kita tuju...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  13. #13
    Wah, saya juga lagi merancang exit strategi nih.
    Dan bener kata Alip, gue berpikir meninggalkan bos
    bukan perusahaannya.

  14. #14
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,655
    resign aja mbok
    tinggalin perusahaannya, jngan tinggalkan boznya
    lho kok....


  15. #15
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    tapi mbok harus tahu, orang macam bos mbok itu bukan hanya dia seorang

    tidak ada jaminan mbok resign lalu kerja di tempat baru bosnya bukan kaya bos sekarang, maksud saya yg namanya manusia itu bermacam-macam, pasti kita akan menghadapi manusia yg baik dan tidak
    Betul. Beda boss beda masalah. Kalau mbok tetap tinggal, setidaknya mbok tahu siapa yang mbok hadapi. Mbok sudah tahu karakter si boss, tadi dia sudah tenang dan mengajak damai lagi.

    Quote Originally Posted by wanitapecandukopi View Post
    aduh ceritanya kok bikin luka yg baru kering berdarah lagi ya *kaya lagu dangdut*

    mantan atasan juga 11/12 kaya boss nya mbok walopun ga rumpi2 amat dan masih lumayan lah kerjanya

    klo mnrt sy sih selama dia ga membahayakan posisi mbok dan kerjaan masih bisa dihandle dengan baik ga perlu resign kecuali kalau udah kena imbas. kerjaan mbok jd keteteran nelulu gara2 ulah si boss.
    Untungnya selama ini kerjaan masih bisa mbok handle cuma ya sering frustasi dengan kepemimpinan si boss yang suka mencampuraduk urusan pribadi dengan pekerjaan sehingga dia sering keteteran managing the department.

  16. #16
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Hasil penelitian yang saya baca kira-kira delapan tahun lalu, people leave their boss, not the company...

    Having an idiot as a boss memang minta ampun deh... saya pernah melihat kasus-kasus semacam itu, untung belum pernah mengalami sendiri. Paling sial saya cuma pernah punya boss retarded...

    Dulu istri pernah mengalami dan dia memutuskan untuk resign, tapi sebelum sampai ke keputusan itu kami diskusi cukup lama soal ini-itu. Intinya, kami berusaha memastikan bahwa keputusan yang diambil sudah melalui pertimbangan matang yang melibatkan segala aspek terkait, bukan semata-mata dibutakan oleh dorongan emosional akibat satu kasus/aspek saja. Waktu itu kebetulan anak kedua masih ketjil banget dan diskusi akhirnya menyentuh masalah prinsip, jadi sampai ke batasan yang tidak bisa dilanggar samasekali. Jadilah dia resign, padahal waktu itu sudah jadi kepala departemen dan kandidat kuat untuk menduduki salah satu posisi direktris.

    Sekarang istri jadi pekerja paruh waktu konsultan SDM... kalo lagi mood dia ambil proyek, sedangkan kalau lagi nggak mood, dia ambil juga proyek itu tapi saya yang harus ngerjakan...


    ... yang jelas anak-anak terpegang dengan baik dan mereka happy ibunya sering di rumah.

    Resign adalah juga bagian penting dari pekerjaan nggih, Mbok? Seperti sesekali kita perlu rekreasi, adakalanya pula kita perlu mencari dunia lain yang lebih segar... asal kita tahu benar itu memang yang kita tuju...
    Mbok pernah walkout waktu kerja dengan orang Amrik, mungkin karena pada dasarnya mbok ndak suka sama mereka. Ndak lama kemudian dapat pekerjaan dan perusahaan yang jauh lebih baik. Kemungkinan hal itu terjadi lagi selalu ada dalam pikiran mbok but I don't want to push my luck, in case it has run out.

    Sepertinya memang harus dipikirkan dengan matang karena mbok ndak mau meninggalkan perusahaan hanya karena seorang yang manager yang sedang bermasalah. Well, until I get a better job offer that is.

    Menjadi konsultan seperti Tante Alip pasti menyenangkan ya karena bisa bekerja dengan work ethic sendiri.

    Dunia yang lebih segar.. Oh.. Where could it be..

  17. #17
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    resign lah, find job that makes ur heart sink.
    kerja dengan hati lebih enjoy rasanya daripada kerja dengan emosi.

    gw jg pengin resign, keliling dunia dulu, mumpung masih muda.

    terus, baru kerja konsultan project-based. ahhh...joss.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  18. #18
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    kalau suka dengan perusahaannya..
    coba usahakan bossnya diajak berdialog empat mata..
    mungkin boss lagi dapet gebetan (pacar) baru.. jadi konsentrasinya bukan ke kerjaan,
    tapi ke sang pacar, mungkin itu penyebabnya dia selalu belanja online entah buat dia atau pacarya??

    note: boss dimana-mana kyknya sama saja, belom tentu ganti perusahaan dapet boss yg baik ...

  19. #19
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,882
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    resign lah, find job that makes ur heart sink.
    kerja dengan hati lebih enjoy rasanya daripada kerja dengan emosi.

    gw jg pengin resign, keliling dunia dulu, mumpung masih muda.

    terus, baru kerja konsultan project-based. ahhh...joss.
    Ikuuuuttt.......
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkanů.

  20. #20
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Kalo resign t'rus cari kerja lagi, mending jangan lah..

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •