Terima kasihTernyata si mbok juga bisa galau ya.
Kasihan, tapi. Nanti dia susah cari kerja lagi. Cewek di atas 50 kan agak susah cari kerja lagi. Tadinya dia mau ganti karir supaya bisa membantu suaminya, tapi sekarang suaminya sudah ndak ada, she is not going anywhere. *sigh
Mbok juga berprinsip work to live not live to work. Mbok sudah hampir 5 tahun kerja sama dia tapi ndak melihat perubahan yang positif. I expect better from her since she is 10 years my senior tapi self-controlnya makin buruk. Terus-terang mbok malu punya boss seperti itu. Apakah mbok jahat berpikiran seperti ini?
Waktu suaminya meninggal dia cuti lama, kita semua support banget. Tanggungjawab boss semua kita handle dan setiap dia sedih kita motivasi. Tapi bukan berarti pada jam-jam kerja online shopping atau ke salon. Dan apakah fair bagi staff lain yang tentunya juga punya masalah pribadi sendiri ikut menanggung masalah pribadinya?
Iya, mbok sudah lihat-lihat kerjaan baru, mungkin mbok akan cari yang casual/temporary karena akan pulkam lebaran nanti. Ngobrol baik-baik sama dia memang saran yang bagus, mbok akan pikirkan. Weekend ini akan bikin draft surat pengunduran diri, hari Senin mbok akan coba bicara sama dia. Kalau dia ndak sadar juga yaa.. jebret.. I quit.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Ternyata si mbok juga bisa galau ya. 

Kasihan, tapi. Nanti dia susah cari kerja lagi. Cewek di atas 50 kan agak susah cari kerja lagi. Tadinya dia mau ganti karir supaya bisa membantu suaminya, tapi sekarang suaminya sudah ndak ada, she is not going anywhere. *sigh
Reply With Quote