Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 27 of 27

Thread: Era Gadget & Dunia Pendidikan

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    barusan baca penelitian terbaru menemukan bahwa keberadaan komputer tidak meningkatkan prestasi anak2.

  2. #22
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    linknya donk slan
    parameter 'prestasi' itu perlu didefinisikan

    penelitian laen juga
    katanya otak yang disetrum akan membuat orang lebih pinter maths
    http://www.wired.com/wiredscience/20...mulation-math/

  3. #23
    kalo gue prinsipnya sih kalo bisa gampang ngapain dipersulit.
    Kalo bisa nggak nyatat ya ngapain nyatat.

  4. #24
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    linknya donk slan
    parameter 'prestasi' itu perlu didefinisikan

    penelitian laen juga
    katanya otak yang disetrum akan membuat orang lebih pinter maths
    http://www.wired.com/wiredscience/20...mulation-math/
    gw baca di Pulse-TechCrunch kayaknya..

  5. #25
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Intisari-Online.com - Keberadaan komputer di rumah tidak akan meningkatkan performa anak di sekolah - tetapi juga tidak mungkin untuk merusaknya. Itulah kesimpulan dari penelitian baru yang dilakukan oleh dua ekonom di University of California, Santa Cruz.

    "Seorang pelajar tanpa komputer di rumah tetap menjadi seorang pelajar biasa di sekolah," kata Robert Fairlie, salah satu penulis.

    Fairlie dan rekannya, Jonathan Robinson, melakukan percobaan dua tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelajar baik dari sekolah menengah dan sekolah tinggi diCalifornia Central Valley. Sebelum percobaan, tak satu pun dari anak-anak, yang berkisar dari kelas enam sampai siswa kelas sepuluh, memiliki komputer di rumah. Setengahnya menerima komputer gratis dari pihak peneliti dan bisa dipakai selama musim gugur, beberapa minggu setelah tahun ajaran dimulai. Separuh lainnya menerima komputer di rumah setelah tahun ajaran berakhir.

    Melalui sejumlah tolok ukur seperti prestasi akademik dan kehadiran, anak-anak tersebut tidak menunjukkan peningkatan atau penurunan yang signifikan.

    "Kami melihat nilai, nilai ujian, dan kehadiran," kata Fairlie. "Kami telah melacak ke semua sekolah, dan tidak ada efek apa pun."

    Penelitian sebelumnya mengenai dampak keberadaan komputer di rumah, menunjukkan bahwa tidak ada efek positif atau negatif pada anak. Fairlie mengatakan, penelitian sebelumnya di kalangan mahasiswa perguruan tinggi ditemukan beberapa efek positif namun cukup kecil. "Pelajar yang memiliki komputer di rumah, memiliki nilai yang lebih baik dan peningkatan kehadiran. Tapi itu tidak terjadi dalam percobaan kali ini yang melibatkan siswa-siswi sekolah. Anak-anak memakai komputer untuk mengerjakan pekerjaan rumah, bermain video game, dan membuka Facebook," kata Fairlie.

    Para siswa dalam penelitian terbaru adalah siswa di 15 sekolah yang agak lebih miskin dari sekolah-sekolah lain yang ada di California. Nilai tes dari para pelajar tersebut sedikit lebih rendah.

    Saat percobaan, komputer yang mesinnya diperbarui dibagikan - dengan tidak diberitahu pentunjuk pemakaiannya - kepada anak-anak. Komputer yang dibagikan memiliki prosesor sekelas Pentium, monitor 17 inci, dan dilengkapi dengan Windows, modem, kartu Ethernet, CD drive, dan flash drive.

    "Percobaan ini bukan untuk mengatakan bahwa komputer tidak berguna," katanya. Peneliti hanya menyentuh permukaan untuk melihat dampak dari teknologi baik di dalam maupun di luar kelas. (Wall Street Journal)

  6. #26
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    perlu digalaknya emang tehnologi di sekolah...kesian nulis itu itu melelahkan
    Kalau buatku pribadi, menulis membantu mengingat bun... Dengan menulis, meskipun keliatannya waste time, tapi aku jadi ingat apa yang aku tulis. Jadi meski aku sekedar menulis di kertas bekas, setidaknya dengan menulis aku jadi ingat.

    Pernah baca dimana gitu, katanya, para pegawai google atau apa gitu, malah mencari sekolah yang anak2nya tidak perlu memakai gadget untuk belajar, mendengar semakin galaknya pemakaian notebook di tingkat sekolah dasar.

    Saya termasuk tipe anti gagdet di sekolah sih. Karena saya paling gak percaya dengan yang namanya kompi, begitu kena virus, hilang semua. (Makanya ribet kudu diprint, disave di hardisk lain), dengan menulis, kita bisa meringkas dua pekerjaan. Cmiiw...
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  7. #27
    pelanggan tetap red_pr!nce's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    BSD City
    Posts
    580
    Sudah terjadi di sekolah tempat gw ngajar.

    Gw menjelaskan dengan bantuan Microsoft Power Point.
    Siswa-siswi hanya menyimak 100% saja penjelasan gw.
    Kemudian gw kasih handout dari Microsoft Power Point kepada mereka.
    Lalu gw ajak mereka diskusi, kemudian latihan, dan gw kasih project buat mereka kerjakan.

    Ulangan pun gw kasih secara online. Tapi ulangannya dibatasi waktu yang cukup ketat (sekitar 20 menit), dan kebanyakan soal ulangannya adalah menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri, jadi mereka gak mungkin nyontek. Copas 100% dari buku gw kasih nilai 0.

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •