Page 6 of 10 FirstFirst ... 45678 ... LastLast
Results 101 to 120 of 198

Thread: Dear Puisi Hatimu Hari ini

  1. #101
    pagi membunuhku dengan pesan gila mu

  2. #102
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    merangkak pada jemari malam
    angin laut datang lebih cepat
    tapi memekarkankan senyum

    akhirnya dapat bersajak lagi
    malam akan berlalu dan,
    sedang berlalu lalang.
    Selamat datang waktu,
    pena akan menari lagi,
    meski malam menjadi tak suka.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  3. #103
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    aliran nadi berjalan cepat
    memberitaukan,
    sang penyesak napas
    telah lari tunggang langgang.

    Indahnya oksigen,
    terasa nikmat,seperti mengunyah
    es serut bersirup strawberry.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  4. #104
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    ini kisah kesabaran.

    Wahai angin,derulah dengan cepat
    pohon tak akan rubuh
    badai lekaslah datang dengan kebut
    daun ini akan tumbuh kembali.

    Wahai mentari,teranglah dgn gemerlap
    itulah tujuan pohon
    bertahan hidup utk dapat melihatmu.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  5. #105
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Hari kemarin, geratkan luka belum lagi kering. Tapi siapa kita, menghalang gerhana, agar tak nampak airmata?
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  6. #106
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095

    Pigura Kosong

    rumpun bambu bergelung rindu,

    tarian hujan yang tak sempat mengembun di rambutmu

    Setetes kenang basahi petang


    Kukejar tanya ke pedalaman mata

    “Kirimi aku gambarmu” katamu

    Kukirim sebuah pigura kosong
    “Apakah waktu telah mencuri semua ingatanmu?”

    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  7. #107
    pelanggan tetap komporminyak's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,243
    ^
    ^
    nice poem
    - just call me kokom -

    Shinken & Fude… Jalan pedang dan jalan kuas, antara keharmonisan dan kekerasan kehidupan yang melebur untuk meraih kemurnian yang sempurna…
    I get to actually experience what it would be like to be a psycho, which is not a fun one. For me, it suits me. It suits my personality.

  8. #108
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    thx kom...share me yours
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  9. #109
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    entah apa yang menggerogoti jiwaku, tapi tak kutemukan kau disitu...
    bangku kayu tempat biasa kita menghilang,
    dari peradaban lalu tumbuh liar sebagai ilalang...
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  10. #110
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    aku katakan lagi padamu,
    jangan dekati alunan hidupku

    biarkanku bernapas seluas-luasnya
    Karena cerita kita berakhir
    tak bermekar, menjadi kuncup
    di pagi yang sunyi

    jauhlah, sejauh awan putih
    yang tak dapat ku gapai.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  11. #111
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Dengan baju kuyup dan payung tertutup, aku berlari menuju rumah.
    Ah..Tiba tiba aku kehilangan alasan untuk pulang. Mungkin untuk secangkir kopi, atau adakah puisi yang belum dibacakan sepi?
    Hujan pekat...tanpa isyarat


    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  12. #112
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    Jikalau hati ku tertutup, ketuklah dengan perlahan.
    Jikalau hati ku tekunci, carilah kunci untuk membukanya.
    Jikalau hati ku terbuka, ku persilahkan kau untuk keluar dari hati ku.

  13. #113
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    numpang nempel


    Bunga dan Tembok

    oleh Wiji Thukul


    Seumpama bunga
    Kami adalah bunga yang tak
    Kau kehendaki tumbuh
    Engkau lebih suka membangun
    Rumah dan merampas tanah

    Seumpama bunga
    Kami adalah bunga yang tak
    Kau kehendaki adanya
    Engkau lebih suka membangun
    Jalan raya dan pagar besi

    Seumpama bunga
    Kami adalah bunga yang
    Dirontokkan di bumi kami sendiri

    Jika kami kami bunga
    Engkau adalah tembok itu
    Tapi di tubuh tembok itu
    Telah kami tebar biji-biji
    Suatu saat kami akan tumbuh bersama
    Dengan keyakina: engkau harus hancur!

    Dalam keyakinan kami
    Dimanapun – tirani harus tumbang!

    (1987-1988)


    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  14. #114
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Thanks, mengingatkan lagi pada sebuah tokoh yang sangat sederhana dan sekarang hilang entah kemana.
    tapi puisi2nya yang berani itu tetap dikenang sampai kapanpun.

    *err tulisan saya tentang Wiji Thukul juga raib seiring portal forum yang saya sambangi lenyap beberapa tahun yang silam

  15. #115
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Kukejar bayangmu

    seakan tiada bertepi

    kuingin menggapaimu

    tetapi hanya ada sepi


    kuingin memelukmu

    hanya batu dingin yang ada

    kuingin bersandar kepadamu

    tetapi kau abaikan


    bagaimana aku harusnya?

    Pergi dengan lukaku ini?

    Atau tetap bertahan dengan luka?

    Tolong beri aku hal pasti


    Kau dan aku

    mengawali bersama dengan senyum

    Dan apakah kini harusnya?

    Ketika senyum tak bisa ada?



    note. dedicate to u, be strong

  16. #116
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    numpang nempel lagi
    puisi seorang teman..

    Di malam Saat Riwayat Salju Sampai di Penghabisan

    oleh Rahmat Hidayat

    Di malam saat riwayat salju sampai di penghabisan
    Denting pukul sembilan, seorang datang mengetuk pintu kamar
    Di keset coklat hitam, air menggenang dari jaket hujan
    Di luar hangat teruar samar, basah lahir dari salju yang cemar

    “Kuberikan sebuah bingkisan untuk hari menjelang natal
    Aku sepenuh berharap kisah yang tak selesai tak bakal kekal”

    Cangkir penghangat jari, gurat daun teh terapal takdir
    Ada setia menggantung, beberapa jenak sebelum waktu kasip
    Berseru, diri terperi, tersendat sedih yang silir
    Sebelum diam dari dengung, sebelum lenyap tanpa kelip

    “Masihkan kau simpan foto kita itu
    Yang dahulu engkau simpan dengan rapi dalam album
    Berharap ia berubah sepia oleh waktu
    Engkau lihat, betapa cinta setia merangkum”

    Tapi kita tahu, jarak, mungkin pula cinta, seperti jaring lelaba
    Halus, dan mungkin tak terlihat
    tapi cermat meringkus dan kita hanya bisa meraba
    perubahan, mungkin baik mungkin pula jahat

    Harus, harus dan harus pula pergi
    dalam belit kenang, sebagai kekasih yang lekang
    sebaik-baiknya, saat dingin masih menggerigi
    di kering sepasang lengan, memeluk sunyi mementang

    Amsterdam-Leiden, Desember 2008


    ---------- Post added at 11:29 AM ---------- Previous post was at 10:47 AM ----------



    ---------- Post added at 11:33 AM ---------- Previous post was at 11:29 AM ----------


    ------
    Aku bukanlah aku, tapi malu yang tumbuh membatu. Tubuh penuh desis 'ish..' tapi sekali-kali kau jilat dengan rakus.


    Oh, anak-anak yang menggeliat di dadaku, padanganlah indah bulan, bintang, lautan. Kita lebih dari itu!

    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  17. #117
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    ENTAH


    Entah sudah terbang ke mana,
    Aku memilih diam di sini.
    Tak berani dan tak mau menyentuhmu (lagi).
    You are untouchable, unreachable.

    Barangkali, rindu ini memang harus dipasung.
    Tak boleh membiarkannya sejenak keluar dari ruang hampa.
    Setidaknya aku tahu,
    Tak pernah ada benci.

    Kemarin siang masih kusemat namamu.
    Seperti harihari yang lalu... yang pernah ada.
    Agar senantiasa menjagamu,
    Seperti DIA juga menjagaku dan keluargaku... .

  18. #118
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Daun, tanah dan ranting terlindas,
    diantara yang bergegas
    yang tinggalkan pagi
    yang melamunkan petang dan mati yang entah kapan.
    Last edited by Alethia; 09-04-2012 at 05:25 PM.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  19. #119
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    " Kita semakin berjarak" lirihmu, tapi taukah kau, kita tak pernah benar-benar saling menjauh, kecuali lelah yang semakin tabah, dan isyarat kian kehilangan makna.



    ---------- Post added at 05:03 PM ---------- Previous post was at 04:05 PM ----------

    Cemburu senantiasa lapar berburu, seperti tak puas mengejar di jalan berbatu-batu. Pesta gairah yang lupa waktu merasuk rusuk pemabuk, mengulang perih tualang dari dada ke dada, dari basah ke resah. Pergelutan yang tak menyediakan pemenang, kecuali setumpuk dendam mengambang.

    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  20. #120
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    angan yg ada, pupus sudah.
    ego telah menang.
    because, imagination is a part of reality-

Page 6 of 10 FirstFirst ... 45678 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •