bungaku, meski harummu tak bonafit
namun bg para lalat engkau tetap yg favorit
percayalah... dirimu eksotik
engkau yg paling cantik
setidaknya itu menurutku darling![]()
bungaku, meski harummu tak bonafit
namun bg para lalat engkau tetap yg favorit
percayalah... dirimu eksotik
engkau yg paling cantik
setidaknya itu menurutku darling![]()
cobalah untuk mengerti dengan asas toleransi
tanpa sadar telah mengiris tajam titian
perlahan-lahan memaksa mengulur tali layang-layang kesabaran
jika nanti sampai ujung tepi.. kan terbang lepas tak bisa kembali
ingin rasanya menarik tajam
tapi tak kuasa menggores perih tangan
suatu saat nanti harap desiran angin bisa menyadarkan
biar tenang menari di langit alam
terombang ambing antara 2 rasa
ingin melupakan namun sayang
ingin sayang namun kau iris lubuk hati
tak bisakah kau sedikit peka
karena kepikiran tanpa rasa itu tiada guna
tak mengerti apa yg sebenarnya
hingga tak mudah menyeretnya ke ruang panas
tak mengerti selalu saja tak kuasa
hingga menyerah untuk seberkas paras
seberapa besar.. namun tau pasti ukurannya
seberapa besar.. hanya bisa meraba-raba
yg ditau.. mampu menggeser awan hitam
yg ditau.. mampu menetralisir dinginnya angin malam
Ketendangketendangketendangketendang
Gendanggendanggendanggendanggendang
Endangendangendangendangendangendang
*puisi tanpa makna
Karena aku hantu yang memuja gelap, dan kamu buta dari matahari. Kita jauh dan tak saling menyapa.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Dari lukaku, beterbangan kupu-kupu. Dengan sayap basah, darah yang ingin kupercikkan ke wajahmu
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Mengapa bayang-bayangmu menghantu? Kau bahkan tak pernah mewujud ke mataku.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Juni itu aku masih jadi hantu. Menghantui kamu yang ada di segenap kenanganku. Menghantui ketakutanku sendiri.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
You like a hunter in the fantasy of my hunger. but who are we, my dear...we are the ghost of each other. will we , wil we would ever cure? ....
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
I see so many people, but they did not see me...and then I get so lonely, so I took a bottle of wine and start to cry. suddenly they dance, laught and jump by the rythme of my teardrops. Oh...I must be in hell...
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Meski darah tak lagi berdesir, dan kenangan telah kehilangan sihir, namun pada bibirmu telah kuhembuskan ribuan syair, mengalir bagaikan warna, berubah kupu dalam merah senja!
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
sebab malam telah begitu pekat dan hujan turun tergesa. Bahkan angin bertiup mengacak petunjuk arah . Hanya kau, aku dan tetesan airmata yang tak sempat kita seka...
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
serupa angin, sehangat lautan ...serupa sapamu dalam desau gelombang! dan kau menjelma kecupan, yang sampai padaku lewat tetes tetes hujan.
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
even a very famous shaman, wouldn't be able to tell..where my spirit forever will dwell . So why did you come to me, with you holy book then preaching about heaven and hell??
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
nada suara itu pekat hawa dusta.....tak apa lah, akupun sudah akrabi dusta. tipu menipu itu seni...lakukan dengan hati hati.....
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
Jika matahari tak terbit untuk ku esok hari, aku tidak mati. Hanya melayang menjadi putih, dalam mimpi tak terlampaui
Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.
nanti malem mau coba bikin puisi ah
kalau ngga males![]()