Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 73

Thread: Dwi kewarganegaraan

  1. #1
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910

    Dwi kewarganegaraan

    Sampai sekarang setau saya indonesia belum bisa dwi kewarganegaraan. Hanya sampai sebatas 18 taun yg setelah itu harus memilih, jadi indo ato negara lain. Bagaimana menurut kalian? Perlu kah segera diberlakukan dwi kewarganegaraan bagi orang indonesia ato harus salah satu saja?

    Kalo menurut gw sih dwi kewarganegaraan lebih banyak manpaatnya. Sudah kehilangan berapa aset indon gara2 aturan macam ini. Ketinggalan terus..

  2. #2
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,662
    wah, saya akan sangat senang banget kalo ada dwi kewarganegaraan

    soalnya ribet banget dengan segala ***** bengek birokrasi imigrasi.. apalagi kalo mo jujur, kewarganegaraan indo tidak begitu praktis

  3. #3
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Seingatku, dulu orang Indonesia bisa berkewanegaraan ganda, biasanya dengan Tionghoa. Peraturan hanya boleh berkewarganegaraan tunggal itu kalau gak salah terjadi di tahun 1959. (aku mungkin salah untuk ini)

    Jujur,
    kalau saya jadi presiden, saya gak akan mencabut aturan tidak boleh berkewarganegaraan ganda karena bila itu dilakukan, yang terjadi adalah masyarakat malah semakin curiga.

    Benar, toh dengan adanya aturan larangan berkewarganegaraan ganda, diskriminasi tetap ada tetapi setidaknya ada orang-orang yang bisa membela bahwa minoritas itu adalah WNI. Saya ngobrol dengan orang-orang Tionghoa, mereka juga merasa sebagai orang Indonesia.

    Kalau dicabut dan diperbolehkan yang ada malah akan jadi pembenaran buat melakukan kekerasan terhadap kelompok tertentu.

    Lagipula apa yang kau maksud dengan kehilangan aset Indonesia? Kehilangan orangnya? Kalau kewarganegaraan ganda diperbolehkan, walau mereka berkewarganegaraan ganda, mereka juga akan tetap di luar. Asetnya gak mengalir ke Indonesia kecuali mereka punya orang tua yang mereka dukung dari luar.

    *ngelirik sebuah nama di ponsel*

    update:
    Katanya, konsep kewarganegaraan dalam tingkat UU pertama kali dibuat oleh Yap Thiam Hien dan kawan-kawan Baperki-nya yang akhirnya jadi UU Kewarganegaraan no. 62 tahun 1958. Fungsinya untuk mengajak kawan-kawan Tionghoa mereka yang lari ke RRC untuk kembali ke Indonesia. Belum dapat sumber lain yang lebih sahih.
    Last edited by kandalf; 17-04-2011 at 07:55 AM.

  4. #4
    Ente salah, nDalf,
    UU Kewarganegaraan no. 62 tahun 1958 yang disusun oleh Baperki justru memperbolehkan dwi-kewarganegaraan karena ada perjanjian antara Indonesia dengan Tionghoa walaupun sifatnya gak tegas. UU Kewarganegaraan dalam tingkat UU pertama kali yang dibuat adalah UU No. 3 tahun 1946.

    Malah pada prakteknya terjadi ketidakkonsistenan di masa orde lama karena penduduk Papua dikenakan UU No. 3 tahun 1946 sementara untuk luar Papua termasuk Tionghoa, dikenakan UU No. 62 tahun 1958.

    Kayaknya sih ada hubungannya dengan kecurigaan pemerintah pada Belanda dan penduduk Papua saat itu kan berkewarganegaraan Belanda.

  5. #5
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    gw pegang paspor Jogja ama RI, sekarang.
    rasanya biasa aja, hoam...

  6. #6
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Apa kira2 untung-rugi ke-wn-an dobel bagi suatu negara?

  7. #7
    adventage : bebas mao tinggal atau dikubur dimana

    disadventage: kena dobel tax

    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  8. #8
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Apa kira2 untung-rugi ke-wn-an dobel bagi suatu negara?
    Keuntungannya memang lebih banyak kepada individu2, tapi dari keuntungan tsb tentu bisa mendatangkan keuntungan juga bagi negara indonesianya. Gw ambil contoh di belanda, dimana gw tau sedikit ttg pengalaman di sini.

    Pertama, pada saat seorang warga indonesia yg berprestasi di negeri belanda diberi tawaran utk menjadi warga negara tsb, maka seseorang indonesia tidak perlu lagi menimbang2 masalah meninggalkan kewarganegaraan indonesianya di mana tempat kelahirannya. Pada saat warga indonesia yg berprestasi dan berpotensi bagi indonesia akhirnya memutuskan memilih menjadi warga negara belanda, maka indonesia telah kehilangan aset negara.

    Ke dua, beberapa kawan saya ada yg sudah menjadi warga negara belanda, baik yg dari lahir maupun ketika datang sbg pekerja di belanda. Banyak dari mereka ingin berbuat sesuatu utk indonesia, spt investasi. Tapi ketika mereka ingin mencoba, mereka dianggap orang asing dgn birokrasi yg ribet pula. Jadi banyak yg ilfil dgn indonesia gara2 sakit ati dianggap orang asing.

    Ada bbrp contoh bangsa2 yg membebaskan dobel warga negara spt maroko, turki, pakistan, atopun orang eu sendiri. Dgn kondisi mereka yg diperbolehkan berwarga ganda, maka networking mereka di negara2 kaya di eropa sangat kuat dan mampu bersaing dalam persaingan globalisme. Perdagangan bebas di eropa bisa turut mereka rasakan. Di belanda banyak orang2 turki maroko dll yg membuka bisnisnya tanpa kesulitan serta memboyong euro besar2 ke negaranya, mendatangkan devisa bagi negaranya.. mendatangkan warga2nya.. Bahkan jadi walikota segala.. Indonesia... paling2 buka restoran indonesia. Itupun ud jadi orang belande. Mustinya kan kita, orang indonesia, yg merampok belanda.. bukan turki maroko...

    Jadi kebijakan melarang dwi kewarganegaraan adalah senjata makan tuan.
    Last edited by ndableg; 20-04-2011 at 02:41 AM.

  9. #9
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Jujur,
    kalau saya jadi presiden, saya gak akan mencabut aturan tidak boleh berkewarganegaraan ganda karena bila itu dilakukan, yang terjadi adalah masyarakat malah semakin curiga.

    Benar, toh dengan adanya aturan larangan berkewarganegaraan ganda, diskriminasi tetap ada tetapi setidaknya ada orang-orang yang bisa membela bahwa minoritas itu adalah WNI. Saya ngobrol dengan orang-orang Tionghoa, mereka juga merasa sebagai orang Indonesia.

    Kalau dicabut dan diperbolehkan yang ada malah akan jadi pembenaran buat melakukan kekerasan terhadap kelompok tertentu.
    Euh? Gw kok ga mikir ke sini yak? Di mana hubungannya antara diskriminasi dgn dobel kewarganegaraan msh ga paham gw.
    Kalo dobel warga negara artinya punya passport indonesia dan passport asing (belanda misalnya). Jadi kalo di indo ya pake paspor indo, di belanda pake paspor belanda. Jadi WNI ya tetep WNI dan menjadi WNB ketika di belanda. Bukannya justru menghindari diskriminasi?

    Lagipula apa yang kau maksud dengan kehilangan aset Indonesia? Kehilangan orangnya? Kalau kewarganegaraan ganda diperbolehkan, walau mereka berkewarganegaraan ganda, mereka juga akan tetap di luar. Asetnya gak mengalir ke Indonesia kecuali mereka punya orang tua yang mereka dukung dari luar.
    Ya ada lah.. kalo elu ga punya paspor indonesia ngapain beli rumah di indonesia? Kalo punya paspor dobel, tentu orang bisa beli properti di indonesia dari hasil kerja di luar negeri. Apa ga kena pajak di indo? Kalo orang indo paspor belanda, paling mentok2 belanja doang.. ga sampe beli properti (kecuali punya tanggungan di indo). Karena orang mau kemudahan2 di negeri tempat dia tinggal, maka orang mau lah punya paspor lokal. Tapi kalo musti mengorbankan paspor tempat kelahiran, gw berat......

  10. #10
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    wah, saya akan sangat senang banget kalo ada dwi kewarganegaraan

    soalnya ribet banget dengan segala ***** bengek birokrasi imigrasi.. apalagi kalo mo jujur, kewarganegaraan indo tidak begitu praktis
    Hehe.. ndugu dah warga negara mana neh?
    Betul nggu.. Kalo saja seseorang diberikan pilihan utk menjadi warga amerika/eropa atau indonesia, maka gw rasa bakalan lebih banyak yg jadi warga negara lain.. paling tidak utk saat ini. Bagi gw sendiri sampe sekarang ga mau deh tinggalin WNI. Kalo gw diperlakukan sewenang2 ya gw pulang aja.

    Hanya saja gw iri melihat bangsa2 lain yg bisa dobel.. begitu bebasnya mereka... Kawan gw bisa punya tiga paspor! Bisnisnya di mana2. Ini laporan sepandang mata.. orang indo selalu kalah bersaing gara2 networknya payah.. dan ini salah satunya akibat aturan warga negara tunggal.. Jadi daripada ngomongin porno yg ga ada abisnya, ato bikin gedung wakil rakyat yg megah, mending lakuin aja aturan ini. Lebih realistishh.

  11. #11
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    gw pegang paspor Jogja ama RI, sekarang.
    rasanya biasa aja, hoam...
    Wah... iri saya mas..

  12. #12
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,662
    kandalf: sepertinya di suatu saat di first half of last century, negara cina sendiri juga sepertinya pernah ada kebijakan apa gitu yang mengakui tionghoa2 luar daratan sebagai WN-nya (selama ini saya ga tau ada ginian, sampe saat saya baca buku biografi lee kuan yew-nya singapur, di mana isu ini merupakan isu dilematis memandang banyaknya komunitas cina di sana). di jaman2 saat itu di mana negara2 asia tenggara lagi memperjuangkan kemerdekaan dan semangat patriotrisme dan anti komunisme yang menggebu2, saya bisa mengerti peraturan kesingularan WN. tapi di jaman skarang, apakah masi relavan? :mikirgaruk: mungkin untuk kelas generasi tua yang sempat melewati jaman2 itu, sentimen itu mungkin masi lebih kerasa. tapi ntah juga dengan generasi yang skarang, apakah lebih pragmatis ato ngga..

    pasing: prasaan lahir dan mati tetep bebas2 aja deh ga peduli keWNan seseorang.. kalo saya besok mati di afrika, ya tetep aja kuburnya di sana (kecuali ada yang mo ngangkut ke mana gitu )

    purba: keuntungan - kefleksiblean... kerugian: nambah paperwork buat petugas imigrasi ato tukang sensus kali ya?

    ndableg: blom pernah coba berbisnis di indonesia sebagai warga asing, jadi kurang tau keribetannya tapi memangnya WNA ga bisa beli properti di indonesia ya? saya baru tau ada ginian.. seingatku di negara2 tertentu, ada yang WNA ga bisa masuk ke sekola2 negri, ato ga bisa beli properti ato rumah bikinan negara (kalo dari developer private, harusnya sih ga papa ya)... tapi ga tau juga kalo di indo seketat gimana peraturan seperti itu?

  13. #13
    Quote Originally Posted by ndugu
    pasing: prasaan lahir dan mati tetep bebas2 aja deh ga peduli keWNan seseorang.. kalo saya besok mati di afrika, ya tetep aja kuburnya di sana (kecuali ada yang mo ngangkut ke mana gitu
    LAH iya
    gw kan bilang bisa bebas mao netap ataw mati dimana aja (gak refot)
    refotnya palingan soal tax n ke-imigrasian aja tuh
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  14. #14
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    nDugu,
    sentimen itu masih ada.
    Bedanya kalau dulu dengan Belanda dan RRT, sekarang dengan Inggris dan Amrik.

    Di tahun 1700-an, setiap perantau Tionghoa sudah gak diakui oleh kaisar. Kaisar Qianlong misalnya, menolak bersimpati pada orang-orang Tionghoa yang terbantai di Batavia dengan alasan mereka adalah orang-orang yang durhaka.

    Di akhir abad 19 dan di awal abad 20, Sun Yat Sen, setelah menjelajah Asia Tenggara memang akhirnya menyatakan bahwa di manapun, orang Cina adalah orang Cina. Jadi orang-orang Cina dulu memang cukup sering bolak-balik dari Cina ke Indonesia.

    Makasih buat koreksi Narkau, jadi, Indonesia dulu malah punya kerja sama , mengakui dwikewarganegaraan RRT dan Indonesia. Undang-undang yang mengakomodir pun diterapkan kecuali untuk orang-orang Papua. Mungkin karena waktu itu sentimennya ama Belanda. Nah, zaman Pak Harto kembali ke wajib kewarganegaraan tunggal.


    Masalahnya masih relevan.
    Contoh Ahmadiyah.
    Mereka dituding sebagai antek-antek Inggris *ngelirik Eve*. Yang ngebela, dituding sebagai antek-antek Amrik, hanya karena salah satu penyumbangnya adalah yayasan-yayasan seperti Ford Foundation.

    Bayangkan kalau Indonesia mengenal dwikenagaraan dan LSM2 itu punya dua kewarganegaraan dan begitu juga Ahmadiyah. Pasti akan dimanfaatkan oleh FPI dan media-media. Tekanannya jauh lebih kuat dibandingkan apa yang dialami Ahmadiyah sekarang.

    Itu baru dari tekanan politik.
    Sekarang dari sisi ekonomi.

    WNA boleh punya properti di Indonesia, boleh punya usaha di Indonesia. Kantorku, pemiliknya WNA dan kantor pusatnya ya, di Bali ini.
    WNI, juga boleh punya properti dan usaha di luar. Contohnya? Silakan lirik James Riady.

    Yang beda apa? masalah mudah dan ribetnya izin serta pajak. Pajak buat WNA lebih tinggi. Itu sebabnya, ada WNA yang pakai nama istrinya untuk rumah-rumah mereka tetapi ada juga yang tidak.

    Seandainya kewarganegaraan ganda diperbolehkan, bisa jadi para ekspat tersebut gajinya jauh lebih tinggi sementara pajaknya sama dengan WNI. Silakan tunggu bom waktu meledak aja.

  15. #15
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    ndableg: blom pernah coba berbisnis di indonesia sebagai warga asing, jadi kurang tau keribetannya tapi memangnya WNA ga bisa beli properti di indonesia ya? saya baru tau ada ginian.. seingatku di negara2 tertentu, ada yang WNA ga bisa masuk ke sekola2 negri, ato ga bisa beli properti ato rumah bikinan negara (kalo dari developer private, harusnya sih ga papa ya)... tapi ga tau juga kalo di indo seketat gimana peraturan seperti itu?
    WNA bisa tentu beli properti di indonesia, tapi jelas beda aturannya dgn sekadar WNI yg sama spt kita2, spt dari segi.... jatah preman misalnya. Yg jelas, kalo orang merasa sbg orang indonesia karena lahir dan besar di indonesia kemudian dianggap orang asing hanya karena tidak memiliki ke-wni-an, ya sakit ati juga. Akhirnya duit jatoh nya ke negara asing lagi deh..

  16. #16
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Bayangkan kalau Indonesia mengenal dwikenagaraan dan LSM2 itu punya dua kewarganegaraan dan begitu juga Ahmadiyah. Pasti akan dimanfaatkan oleh FPI dan media-media. Tekanannya jauh lebih kuat dibandingkan apa yang dialami Ahmadiyah sekarang.
    Mendapatkan kewarganegaraan asing itu ga gampang. Ga serta merta ente datang ke inggris lalu jadi warga inggris. Ga serta merta dateng ke amerika lalu jadi orang amerika. Ada persyaratan2nya. Lalu saya juga tidak mengkritik sistem ato metode pemberian kewarganegaraan indonesia kpd orang asing. Saya pikir tetep harus ada persyaratan2 ketat utk jadi wni, begitupula di luar negeri.

    WNA boleh punya properti di Indonesia, boleh punya usaha di Indonesia. Kantorku, pemiliknya WNA dan kantor pusatnya ya, di Bali ini.
    WNI, juga boleh punya properti dan usaha di luar. Contohnya? Silakan lirik James Riady.
    Emang james riady WNI? bukan warga negara amerika? Dobel? Ok mungkin dia memang istimewa. Tapi setau gw dgn paspor amerika tentu gerakan lebih leluasa di amerika. Lagipula amerika sptnya beda dgn eropa di mana amerika memang negara imigran. Tapi kalo kita punya paspor eropa, gerak gerik di eropa bakal lebih fleksibel.

    Yang beda apa? masalah mudah dan ribetnya izin serta pajak. Pajak buat WNA lebih tinggi. Itu sebabnya, ada WNA yang pakai nama istrinya untuk rumah-rumah mereka tetapi ada juga yang tidak.

    Seandainya kewarganegaraan ganda diperbolehkan, bisa jadi para ekspat tersebut gajinya jauh lebih tinggi sementara pajaknya sama dengan WNI. Silakan tunggu bom waktu meledak aja.
    Sekali lagi.. jadi WNI tidak perlu dipermudah. Yg saya kemukakan di sini adalah diperbolehkannya seorang WNI memiliki dua kewarganegaraan, dua paspor. Kalo ada WNA yg mau jadi WNI, tentunya ada persyaratan2nya. CUkup dgn persyaratan, lahir dan besar di indonesia (kalo mau egois), WNA pun bakal kesulitan. Lagi pula.. siapa peduli WNA? yg penting WNI nya..

    WNA dikasih kesempatan dobel warga negara indonesia jg belum tentu mau.. wong bininya bisa dipergunakan.
    Last edited by ndableg; 21-04-2011 at 03:01 AM.

  17. #17
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Keuntungan dan kerugian wn-ganda bisa ditinjau dari pihak wn sebagai individu dan negara itu sendiri. Bagi wn, seperti didambakan ndableg, keuntungannya adalah kemudahan dalam birokrasi. Kerugiannya mungkin tidak ada. Sedangkan pajak, baik wn maupun bukan, tetap saja dikenakan pajak. Jadi bagi wn, status wn-ganda sangat menguntungkan.

    Bagi negara, kebijakan wn-ganda dapat dimanfaatkan utk menarik keuntungan dari individu2 yg punya kelebihan2 tertentu. Tetapi bersamaan dengan itu, wn-ganda dapat meningkatkan potensi konflik seperti yg ditengarai oleh kandalf.


  18. #18
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Hmm.. mgk ada benernya.. berarti negara2 eropa rawan konflik, dan tinggal tunggu meledak...?

  19. #19
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    haiyho, satu kewarganegaraan aja kek negara apa tuh, NKRI?, itu aja rawan eskalasi konflik, apalagi nambah dual-citizenship. jelas belum siap to sistem aparatur pemerintahaannya. Mana tuh ktp elektronik dan nomer identifikasi tunggal? gw blom dapet sejak diimplementasikan. administrasi sipil ngurusin populasi 240 juta sekian orang, tuh ribet lho, gak segampang fotokopi passport doank. bikin UU nya aja lewat proses panjang di konstituensi. Mendingan, disatukan dg wacana Passport ASEAN, masih rada masuk akal dengan grand design konektifitas antar daerah ASEAN daripada coba membuat mekanisme status kewarganegaraan dengan negara2 maju yang terpetakan pasti menguntungkan warga marginal-nya, dan di kita cuman sekelumit konglomerat. Kl regional gini kan, skalanya lebih realistis, tujuan2 akses bisnis dan investasi dapat diraih dan dicapai oleh mid-level populasi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah untuk bersaing dengan China-India-US-EU. ya toh?
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  20. #20
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by ndableg
    Sampai sekarang setau saya indonesia belum bisa dwi kewarganegaraan. Hanya sampai sebatas 18 taun yg setelah itu harus memilih, jadi indo ato negara lain. Bagaimana menurut kalian? Perlu kah segera diberlakukan dwi kewarganegaraan bagi orang indonesia ato harus salah satu saja?

    Kalo menurut gw sih dwi kewarganegaraan lebih banyak manpaatnya. Sudah kehilangan berapa aset indon gara2 aturan macam ini. Ketinggalan terus..
    Indonesia kyknya gak perlu dwi kewarganegaraan.. nanti akan banyak rekayasa yg menimbulkan banyak kerugian bagi yg berurusan dgn immigrasi.. tau sendiri, di negara kita ini kan hukumnya masih banyak yg ngambang.. (orang bener bisa salah, orang yg salah bisa bener) .. makanya gw lebih setuju TIDAK!! karena akan membuat peluang bagi oknum yg gak tanggung jwb.

    ps: setubuh sama jojox

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •