OMG. Sangkin ngebetnya jadi mentri sampai ndak punya malu.
OMG. Sangkin ngebetnya jadi mentri sampai ndak punya malu.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
""Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 jelas disebutkan seseorang kehilangan warga negara apabila dia punya paspor (negara lain)," kata Kepala Staf Garnisun 1/Jakarta Joshua Pandit Sembiring usai pengukuhan Paskibraka di Kompleks Istana Negara, Jakarta"
Salah satu bunyi di pasal 23:
"mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya"
Tapi harusnya lihat lagi pasal2 sebelumya.
Pasal 4:
"Warga Negara Indonesia adalah:
(a) ...
(b) ...
(c) ...
(d). anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia;"
Pasal 5:
"Anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia."
Pasal 6:
"Dalam hal status Kewarganegaraan Republik Indonesia terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, huruf l, dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut
harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya."
Jadi di bawah 18 tahun seharusnya boleh berkewarganegaraan ganda, tidak kehilangan status WNI walau ada surat sebagai bukti kewarganegaraan yang lain.
Mari intip sekilas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2012 tentang Tata Cara Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda dan Permohonan Fasilitas Keimigrasian
Pasal 4 ayat 2
"Pendaftaran sebagaiamana dimaksud pada ayat (1) dengan mengisi formulir serta melampirkan dokumen asli dan fotokopi:
a. ....
b. ....
c. paspor kebangsaan asing anak bagi yang memiliki; "
Artinya,
keberadaan paspor kebangsaan asing anak bukan berarti status WNI anak tersebut lepas secara otomatis!
*kasus Gloria calon paskib.
---------- Post Merged at 01:26 PM ----------
Menteri tersebut tidak pernah menerima kewarganegaraan asing walau memang ditawarkan sejak zaman dia mahasiswa doktoral.
Teman akrab sekolah si menteri, justru yang kelak menjadi warga negara asing dan melepas kewarganegaraan Indonesia.
Hubungan antara si menteri dengan teman akrabnya sudah difilmkan.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
kalo kesan di saya, bukan 'malu' yang muncul. tapi di pikiran pertama saya, wah, berani bener dia menerima tawaran jadi mentri.
soalnya kupikir banyak wni di ln yang kasusnya seperti mentri ini, mereka naturalisasi jadi wn asing tapi masi pegang paspor indo. dan they usually get away with this selama diem2 low profile aja. nah, ini terang2an menerima jabatan umum, jelas bakal discrutinize umum. apa dia senaif itu percaya ga bakal ketauan?makanya kupikir, berani bener dia ngambil jabatan umum.
Bukan soal ketahuan apa ndak. Sudah jadi warga negara Amrik, pasti bangga banget tuh pas nyanyi The Star-Spangled Banner di upacara-nya, lha koq merasa masih berhak jadi pejabat pemerintah? Is he for real? Katanya PhD, dari A&M pulak. Nanti jadi mentri, kepentingan siapa yang dia dahulukan? Indonesia atau Amrik?
Kalau mudik cuma ambil jahitan atau buka warung nasi kapau, boleh lah.![]()
Last edited by mbok jamu; 16-08-2016 at 01:17 PM.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
Versi resminya memang begitu, makanya disitu saya tambahkan kata "diisukan" (dlm kurung).Menteri tersebut tidak pernah menerima kewarganegaraan asing walau memang ditawarkan sejak zaman dia mahasiswa doktoral.
Teman akrab sekolah si menteri, justru yang kelak menjadi warga negara asing dan melepas kewarganegaraan Indonesia.
Hubungan antara si menteri dengan teman akrabnya sudah difilmkan
Seingatku sih, CMIIW, kasus si eks menteri/wapres/presiden tsb memang sama dgn kasus si mantan capres 2014, yaitu sama2 ditawari sbg "warga(negara) kehormatan" negara lain dan keduanya "bersedia/menerima" tawaran tsb. Si eks presiden "bersedia" menjadi warganegara kehormatan Jerman tetapi/meskipun "menolak" tawaran status yg sama dari negara Chile (atau Philippines juga?). Sedangkan si eks capres "bersedia" menjadi warganegara kehormaatan Jordan tetapi/meskipun "menolak" tawaran yg sama dari negara Brunei (atau ada lagi negara lainnya?).
Tapi memang, tentu ada perbedaan antara status "warganegara kehormatan" dengan warganegara umum/biasa.
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
Hehehe.. dulu keknya ga percaya ceritanya RR, bang..
Ini tentunya geng wapres dgn geng papa itu yak? Ato geng mana neh?
Tentunya itu ud diback up dgn cerita "gelar kehormatan". Padahal mau kehormatan kek, ga terhormat kek, judulnya warga negara..Jaman dulu juga pernah ada menteri yang (diisukan) punya dua kewarganegaraan. Bahkan karir menteri tsb terus melejit sampai jadi wapres bahkan sempat setahun menjadi presiden menggantikan presiden sebelumnya yg lengser.
![]()
salahnya jokowi itu ga bikin cerita back up macam itu. Memang masih terlalu polos dan menghormati hukum si bapak ini.. Rezim yg paling mendengarkan isu di masyarakat.
Kalo punya perusahaan artinya ga cuman gajian, tapi jg punya asset perusahaan. Belon tentu perusahaan kecil tapi income juga kecil, jangan ngeremehin perusahaan konsultan, karena memang konsultan ga butuh banyak2 pegawai. Mungkin beliau itu termasuk freelancer.. tapi konsultan freelancer untuk perusahaan2 minyak..?? Gaji menteri indo mah.. nothing.. Dan bagaimana dgn mengantongi 6 (enam) hak paten Internasional dibidang sumber daya mineral dan minyak bumi yang diperolehnya dari hasil risetnya sendiri? Ga kebayang gw berapa penghasilan perjamnye..
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Kalo soal adanya "pemain sinetron" (geng2) dari dulu percaya kok, cuma waktu itu memang ndak percaya dgn "cerita sinetron" yg diusung oleh RR aja.Hehehe.. dulu keknya ga percaya ceritanya RR, bang..
Salah duanya itu. Tapi kali ini ada indikasi geng2 lain juga ikutan. Ada isu penting dlm materi pertemuan di istana antara Arcandra-Jokowi pada 12/8 sore sebelum isu dwi kewarganegaraan Arcandra mledug sehari setelahnya (13/8). Ada juga indikasi "geng lain" (di luar lingkaran istana) lah kompornya, melalui kadernya yg sangat paham seluk-beluk diplomatik di Amrik.Ini tentunya geng wapres dgn geng papa itu yak? Ato geng mana neh?
BTW ada kabar-kabur salah satu kandidat kuat pengganti Arcandra berasal dari "geng papa". Meskipun setahuku orang tsb cukup kapabel, tapi kok rasanya gimana gitu kalo sampai nanti beneran dia yg naik, rasa2nya ndak rela aja.
Di jaman rezim itu memang ndak ada yg bisa utak-atik si anak emasnya simbah tsb, tahu sendirilah resikonya. Jangankan kelompok apalagi individu, bisa2 langsung "dihilangkan", lha wong media aja banyak yg langsung kena breidel kalo si anak emas tsb sampai merajuk ke embahnya gara2 dikritik.Tentunya itu ud diback up dgn cerita "gelar kehormatan". Padahal mau kehormatan kek, ga terhormat kek, judulnya warga negara..
salahnya jokowi itu ga bikin cerita back up macam itu. Memang masih terlalu polos dan menghormati hukum si bapak ini.. Rezim yg paling mendengarkan isu di masyarakat
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
http://regional.kompas.com/read/2016...ampaign=Kaitrd
DEPOK, KOMPAS.com - Para teman sekolah Gloria Natapradja Hamel (16), calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Jawa Barat, tetap memberi dukungan agar Gloria tidak patah semangat dengan masalah yang dihadapinya.
"Tetap semangat dan jangan jadi beban," kata Faris (16), siswa kelas XI SMA Islam Dian Didaktika Depok, Jawa Barat, di sekolah tersebut, Selasa (16/8/2016).
Faris berharap Gloria tetap fokus dengan kegiatan yang masih dijalani sekarang. Dia menilai, teman seangkatannya itu tentu sedih dengan keputusan pemerintah menggugurkannya sebagai anggota Paskibraka.
"Sudah mau masuk Paskibraka di Istana, sudah jalani latihan susah dan berat, tiba-tiba mau upacara ditolak, kan pasti sedih," ujar Faris.
Hal senada diungkapkan Nando (16), pelajar kelas XI di sekolah tersebut. Nando menyatakan, dukungan untuk Gloria juga sudah dibuat melalui petisi online di Change.org.
Nando menilai, status kewarganegaraan teman seangkatannya itu seharusnya tidak menjadi masalah. Mengingat Gloria masih berusia 16 tahun dan lahir besar di Depok.
"Walaupun dia punya paspor Perancis, tapi yang saya dengar dia lahir besar di sini. Dan seharusnya kalau di bawah umur 18 tahun enggak masalah," ujar Nando.
Teman-teman sekolah, kata dia, tetap akan menyambut dan memberi semangat Gloria bila sudah pulang kegiatan Paskibraka nanti.
"Pasti tetap semangatin, ini juga bukan akhir dari proses pejalanan dia, masih panjang perjuangan dia, jadi tetap semangat," ujar Nando.
Sebelumnya, Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan, pengguguran Gloria telah sesuai dengan aturan Undang-undang.
"Dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 jelas disebutkan seseorang kehilangan warga negara apabila dia punya paspor (negara lain)," ujar Yosua di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2016).
"Ini Gloria sudah punya paspor. Kami cek, dia punya paspor Perancis," ujar dia.
Presiden Joko Widodo sebelumnya juga telah mengukuhkan Paskibraka yang akan bertugas besok, melalui upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Hanya sebanyak 67 dari 68 anggota Paskibraka yang dikukuhkan. Gloria yang telah lolos seleksi tidak ikut dikukuhkan
Loh umurnya masih 16 gimana menpora sama mentri hukum nya, gw jadi bingung, gimana anak2 indo bisa nasionalis kalo begini, kayak orang munafik jadinya perbuatan n omongan bisa berbeda gitu![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Banyak gosip seputaran Archandra nih. Jadi menarik rasanya mengikuti lebih lanjut. Secara saya orang awam, jadi melihat dan menilai yang beredar di media aj, baru menelusuri ke belakang.
Isu: Archandra memiliki paspor AS.
Fakta: tersebar di medsos foto paspor tersebut. Archandra tidak pernah sekalipun menampik, cuma bilang: muka padang. Diberhentikan secara hormat oleh presiden dari jabatan menteri.
Implikasi berpaspor AS adalah dual nationality. Ini diizinkan di AS, tapi tidak di Indonesia. Artinya, begitu Archandra mendapatkan paspor AS, maka otomatis kewarganegaraan Indonesia gugur. Lalu ada wacana2 penggiring bahwa Archandra diberikan paspor, bukan pihak yang pro aktif mengajukan. Atau paspor itu tak pernah dipake, cuma disimpan di kotak besi. Ada juga isu bahwa paspor tersebut telah dikembalikan. Isu lain menyebutkan paspor itu dipakai untuk keperluan administrasi sebentar saja.
Yang terakhir sepertinya lebih masuk akal. Kemungkinan besar untuk keperluan pekerjaan, seperti yang telah dibahas beberapa orang yang mengerti dunia bisnis perminyakan di AS. Sedangkan isu bahwa paspor AS tak pernah dipake ke Indonesia, ya memang itu kan mayoritas tujuan diaspora tetap mempertahankan paspor Indonesia, biar pulangnya gak ribet urus visa.
Isu yang lebih menarik adalah ketika ditarik ke dunia migas. Archandra disebutkan ditarik oleh Darmo. Mereka berdua alumni kampus yang sama di texas. Darmo sendiri yang narik ke istana Luhut. Jadi Archandra bisa dibilang geng Luhut? Archandra juga diisukan sebagai konsultan tak resmi Jokowi saat memutuskan offshore atau onshore nya blok Masela. Tau sendiri kan, yang menang adalah onshore. Fishy juga ini, karena Archandra itu expertisenya di bidang offshore, mestinya mendukung offshore toh. Geng Sudirman Said a.k.a. (katanya) geng JK kalah, dan SS malah digantikan Archandra.
Karena Archandra lama di AS, bisa saja ada kemungkinan bahwa dia menjadi menteri untuk mengamankan kepentingan AS di sini. Expert offshore mendukung onshore bungkusnya adalah kemakmuran rakyat, tapi siapa tau untuk menghadang ekspansi Inpex yang asal Jepang. Who knows. Jika kepentingan politik luar negeri yang bermain, maka penempatan Archandra kemungkinan permainan politik tingkat tinggi. Karena expert secara teknis belum tentu mumpuni dalam pengambilan kebijakan. Apalagi dia lama di luar, apa paham dengan seluk beluk birokrasi sini. Ujung2nya Made Supriatna kasihan dengan orang ini, karena dia aslinya cuma bidak.
Saya sendiri cenderung sepakat dengan [MENTION=39]ndugu[/MENTION], merasa aneh kenapa berani mengambil jabatan menteri kalau sudah berpaspor AS. Jawaban yang masuk akal adalah karena pasti ada backing politik. Lalu banyak orang merasa heran kenapa sih nggak jujur saja dari awal. Well...mungkin dalam hitungan pihak Archandra pelanggaran administrasi bukan hal yang serius. Toh dia sudah pernah setidaknya melanggar sekali dengan berpaspor AS tapi tetap perpanjang paspor Indonesia dan gapapa. Isitlahnya, underestimate the problem. Mungkin juga untuk exercise the boundaries. Akhirnya kena dehhhh.
Apa Jokowi nggak tau soal ini sebelumnya? Entah juga sih, bisa tau bisa nggak. Kalo tau kenapa tetap dilantik? Mungkin tekanan politik penempatan Archandra terlalu besar? Kalo nggak tau, berarti BIN tidak maksimal. Yang jelas, keliatan sekali banyak yang cari panggung dengan ngoceh di media. Padahal urusan begini harusnya informasi satu pintu saja, yaitu dari jubir.
Ada yang menarik, yaitu yang menghubungkan pemberhentian Archandra dengan kedatangan kembali RC. Entah siapa orang ini.
---------- Post Merged at 12:33 PM ----------
Oh ya, pihak yang keliatannya masih bisa diandalkan untuk informasi yang kredibel dalam hubungannya dengan dunia migas kayanya Faisal Basri, I mean ketimbang yang lain.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Kalau simbok jadi warga negara Inggris karena suami warga negara Inggris dengan alasan kepraktisan, itu masuk akal. Kalau kita berdua sedang di Indonesia lalu ada huru-hara, pakmbok ndak rela kalau pemerintah Inggris ndak bisa nyelamatin simbok karena status kewarganegaraan.
Tapi kalau pasutri itu dua-duanya orang Indonesia, pesek-pesek, jadi WNA karena alasan kepraktisan, ceuk urang Sunda mah.. waduk!
Mau dibungkus dengan bahasa apapun, his dishonesty, is just low.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
Pengamat Nilai Arcandra Tahar 'Stateless'
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar dinilai tak memiliki kewarganegaraan terkait dengan persoalan hilangnya status kewarganegaraannya di Amerika Serikat (AS) dan Indonesia usai pemberhentiannya menjadi menteri.
Peneliti Hukum Internasional Hikmahanto Juwana mengatakan warga negara AS akan kehilangan kewarganegaraannya ketika dilantik menjadi pejabat di negara lain. Ketika dilantik menjadi menteri ESDM, paparnya, maka kewarganegaraan Arcandra di AS akan hilang.
Sebaliknya, kata Hikmahanto, Indonesia juga tak mengenal yang namanya dwikewarganegaraan. Ketika dia mengucap sumpah setia kepada negara lain, otomatis kewarganegaraanya pun hilang.
"Jadi secara teknis dia sekarang stateless (tak memiliki kewarganegaraan)," kata Hikmahanto saat dihubungi CNNindonesia.com, Selasa (16/8).
Berdasarkan penelusuran CNNindonesia.com, aturan terkait itu adalah yang tertera pada the Immigration and Nationality Act. Pada Pasal 349 dijelaskan bahwa warga negara AS akan kehilangan kewarganegaraannya jika menerima, melayani, dan atau melakukan tugas di bawah pemerintahan negara lain.
Hikmahanto mengungkapkan aturan untuk melepas status kewarganegaraan Amerika Serikat di antaranya adalah dilantik sebagai pejabat di negara lain adalah salah satunya. Dengan dilantiknya Arcandra pada Juli lalu, dia menyatakan, otomatis kewarganegaraan Arcandra hilang.
-------------
Reckless? I doubt it. He knew what he was doing. He thought he could get away with it because he was so special. He has a PhD, he is the genius who has been awarded 3 offshore related patents. Indonesia should be so lucky to have him back and bend some rules for him.
Mental begini jadi mentri?God help us all!
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
TEMPO.CO, Jakarta - Gloria Natapradja Hamel akhirnya berhasil menggapai cita-citanya menjadi anggota inti Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada puncak perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Istana Merdeka, 17 Agustus 2016.
Kepastian ini diperoleh Gloria langsung dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjumpainya seusai upacara pengibaran bendera pagi ini.
"Saya siap sekali," kata Gloria kepada jurnalis seusai pertemuannya dengan Jokowi dan Kalla. Menurut Gloria, Presiden sempat berpesan agar dia tetap bersemangat. Sedangkan Kalla memastikan dia bisa bergabung dengan rekan-rekannya menjadi pasukan penurunan bendera Merah Putih sore nanti.
Masak mesti presiden turun tangan, MENTRI MANA??? MENTRI?
---------- Post Merged at 09:18 PM ----------
Setuju mbok, itu bukan reckless, mungkin terlalu anggap "remeh" dia pikir kalo mentri bisa break ehh bend d laws, tipikal orang indo mikirnya, tapi di pihak pemerintah juga salah, masak hal kayak gini bebas dari pantauan sekmen
Terlepas dari betatapun jagonya dia, "manners" nya kemana ::
---------- Post Merged at 09:21 PM ----------
JAKARTA, KOMPAS.com - Gloria Natapraja Hamel menguasai tiga bahasa asing. Bahasa Jepang, Perancis dan Inggris.
Namun, ketika wartawan meminta Gloria menyampaikan rasa bangganya dapat ikut serta dalam upacara penurunan bendera menggunakan salah satu dari tiga bahasa itu, ia menolak.
"Jangan pakai bahasa Perancis dong. Bahasa Sunda gitu kek," ujar dia di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 17 Agustus 2016.
(Baca: Abdee "Slank": Bijak, Izinkan Gloria Bertugas sebagai Anggota Paskibraka)
Gloria kemudian 'nyerocos' dengan bahasa Sunda. Ia mengungkapkan kebahagiannya pada hari itu.
"Abdi teh Sunda atuh. Abdi teh bahagia nya'. Ngarumpul jeung sarerea," ujar dia.
Gloria sempat digugurkan dari Paskibraka karena memiliki paspor Perancis. Ia pun dianggap bukan warga negara Indonesia.
Nada dukungan mengalir deras kepada Gloria usai peristiwa itu. Namun, beberapa jam sebelum upacara penurunan bendera dilakukan, Gloria dipanggil Presiden Jokowi.
(Baca: Jadi 'Pagar Ayu' di Upacara Penurunan Bendera, Ini Kata Gloria)
Di Istana Merdeka, Jokowi mengungkapkan kepada Gloria bahwa ia boleh ambil bagian dalam upacara penurunan bendera Rabu sore.
Ia pun mendapatkan posisi 'gordon' dalam tim Bima itu. "Tadinya saya mikir, oh ini bukan rezeki saya, tapi diberikan kesempatan. Jadi senang banget," ujar dia
---------- Post Merged at 09:23 PM ----------
Hal yg keliatan sepele tapi sangat penting menurut gw, HIDUP JOKOWI JK, MERDEKAA
jadi ingat seseorang di rumah ini![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
blom baca post2 di sini
cuman, mumpung lagi hanget ngebahas tentang dwi-kewarganegaraan, mo gelar lapak jualan
tolong minta sumbangannya ya
tim advokasi diaspora indo lagi fund raising
https://www.gofundme.com/9200ek
sekalian, bisa ditonton juga untuk background info
Spoiler for video:
sekian
terimakasih
---------- Post Merged at 03:03 PM ----------
good news nih
heboh2nya berita mentri dan anak paskibra ini ngebangun awareness mengenai uu kewarganegaraansampe masuk program prioritas
beberapa bulan lalu waktu saya menghadiri diskusi tentang dwi-wn di KJRI di sini, orang kementrian mengatakan kalo draftnya masih ngantri di meja dpr, dengan nomer antriannya masih jauh di belakang pula. skarang malah masuk antrian ekspres ya![]()
---
Kasus Gloria dan Arcandra Jadi Pertimbangan DPR Revisi UU Kewarganegaraan
http://news.detik.com/berita/3277421...ewarganegaraan
Spoiler for artikel:
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan alasan Istana mengizinkan Gloria Natapradja Hamel untuk bergabung dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Gloria yang dianggap bukan warga negara Indonesia karena memiliki paspor Perancis itu sempat tak diizinkan ikut bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT Ke-71 RI di Istana Merdeka pada Rabu (17/8/2016) pagi.
Namun, berkat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gloria bisa ikut bertugas dalam upacara penurunan bendera pada sore harinya.
"Ada alasan mendasar, Gloria masih 16 tahun dan UU (No 12/2006) kita mengatur bahwa yang masih di bawah 18 tahun itu dia masih boleh memilih kewarganegaraan," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
(Baca: Bertemu Gloria, Jokowi Berkata "Ini Dia Nih yang Terkenal Banget di TV...")
Pramono mengakui ada kesalahan karena ayah dan ibu Gloria selama ini tidak mendaftarkannya sebagai WNI sehingga Gloria kini masih dianggap warga negara Perancis.
Padahal, UU sudah memberikan kesempatan bagi Gloria untuk mendaftar sebagai WNI. "Ini kan bukan kesalahan Gloria, melihat nasionalisme Gloria, kecintaannya, keinginannya bagaimana dia tetap berharap," ucap Pramono.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga, lanjut Pramono, menaruh perhatian terhadap Gloria.
Oleh karena itu, keduanya meminta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk mencari jalan keluar.
"Gloria ini masih anak yang tumbuh, negara harus memberikan ruang untuk itu," ucap Pramono.
Sebelumnya, pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, mempertanyakan dasar hukum yang diacu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengizinkan Gloria menjadi anggota Paskibraka.
"Presiden Jokowi dan Wapres JK harus menjelaskan apa dasar hukumnya keduanya membolehkan Gloria ikut menurunkan bendera, setelah Gloria bertemu keduanya di Istana pagi ini," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/8/2016) malam.
Yusril menilai, Gloria adalah korban kelalaian dan ketidakcermatan Menpora dalam melakulan rekrutmen anggota Paskibraka. Menpora tidak cermat karena meloloskan Gloria yang memiliki paspor Perancis.
"Apakah dibolehkannya Gloria menurunkan bendera menunjukkan pengakuan bersalah Presiden dan Wakil Presiden untuk menghindari gugatan Gloria dan orangtuanya karena merasa telah dipermalukan di depan publik?" ucap Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini.
Oo mamanya lalai mendaftarkan dia pantesan, dilarang menpora ikut, tapi mamanya lalai juga karna sosialisasi kurang ::
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Eh.. kenapa mikirnya dia yg pengen jadi menteri sih? Apa dia cerita ato ada cerita tentang dia yg ngebet jadi menteri?
RR pernah bilang kenapa dia mau jadi menterinya jokowi, karena dia diminta jokowi bantu rakyat indonesia.. Kalo RR dirayu, kenapa ga mikir kalo si menteri yg duluan diminta? Demi rakyat indonesia? Kalo Sri Mulyani diminta bantu jokowi, kenapa mikirnya archandra ngebet jadi menteri? Di mana kepikirannya orang ud pindah warga negara, sukses di negara itu, lalu berambisi jadi menteri di indo? Ga masuk diakal gw seh..
Kalo gw ud duduk di suatu tempat yg tinggi, kayaknya sulit untuk untuk mikir pindah lagi.
Kalau dia memang ndak mau jadi mentri, dia bisa menolak tawaran itu! Katakanlah Jokowi ndak tahu dia sudah jadi WNA, tapi kan DIA sendiri TAHU bahwa dia sudah jadi WNA. Where is his integrity?
Jabatan mentri itu bukan main-main lho. Kalau mentri saja ndak punya integritas, mau ke mana bangsa ini?
Sukses di LN ndak berarti cukup, apalagi toh kita ndak tahu masa depan dia di sana. Do you know? So regardless, he had a chance to say no thank you to Jokowi dan berterus-terang mengenai kewarganegaraan asing-nya tsb. Bukan akhirnya justru mempermalukan presiden negara tanah air tumpah darah yang katanya dia cintai itu.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
Iya gw juga mikirnya gitu, tapi kan faktanya harusnya dia tahu kalo indo ga nganut 2 kewarganegaraan, nah mungkin dia mikir karna diminta sama presiden, dia mikir bisa "bend" d law thats why i call "reckless"
---------- Post Merged at 07:25 AM ----------
Lagian kalo dia benar2 ikhlas mau bantu indo, kan ada cara lainnya, balekin wn amrik, ajukan warga negara indo, walo mesti nunggu beberapa waktu![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?