Terinspirasi dari thread laen
Kalo seandainya kamu berada di posisi di mana kamu harus memilih antara agamamu atau negaramu, mana yang akan kamu pilih? :mrgreen: andaikan hanya boleh pilih salah satunya, dan yang laennya harus dilepas.
Printable View
Terinspirasi dari thread laen
Kalo seandainya kamu berada di posisi di mana kamu harus memilih antara agamamu atau negaramu, mana yang akan kamu pilih? :mrgreen: andaikan hanya boleh pilih salah satunya, dan yang laennya harus dilepas.
Contoh kasusnya bijimana nih? Seperti apa?
Ga ada contoh.
Andaikan aja cuman boleh milih salah satu :mrgreen:
jelas agama.
tapi dengan catatan yg namanya "agama" adalah ajaran yg benar, perintah Tuhan, bukan sekedar perintah pendeta atau kiai.
agama.
ngga perlu cantumin alasan khan? ;D
Agama.
Been there, done that. Agama.
AGAMA... because the truth is up there:ngopi:
wow, im surprised ::mikir::
not even one for country? :cengir:
ya jelas lah....
Korban akibat kekerasan negara ribuan kali lebih
banyak daripada korban akibat kekerasan agama :)
Gue milih negara
Karena faktanya gue tinggal di indonesia yg bukan negara agama.
Kalo gue milih agama berarti gue kudu jadi TKI ke arab bawa keluarga
ngga lah bro...
apapun agama loe, itu diakui oleh NKRI... ngga
musti ke Arab sono
Bagi elu mungkin gitu bro
Bagi sebagian yg lain akan milih indonesia dijadikan negara dengan syariah islam. Indonesia di islamkan, agar islamnya (katanya) kaffah.
Nah mereka2 ini kalo ikutan masuk utas ini pasti jawabnya milih agama
kekeke....
lah kok loe jadi mempertentangkan NKRI dengan
Syariah?
Syariah itu berlaku dan berjalan kok di NKRI... e
mang loe ngga pernah lihat banyak Bank Syariah
berdiri dan beroperasi di NKRI?
NKRI dalam kondisi Ideal tidak akan membuat war
ga negaranya memilih antara Negara dan Agama,
karena apapun keputusan Negara, sudah memper
timbangkan ajaran Agama.
pengennya sih pilih duid, money never lies
ya udah pilih negara aja deh, demi azas keseimbangan
tujuh belasan agustus beberapa tahun lalu gw pernah nanya seluruh staff ( sekitar hampir 20an ekor)
gw nanya apakah ada yg bersedia "mati demi membela negaranya" jawabanya NONE, Zip, Zero ketika gw nanya apakah ada yg bersedia "mati demi membela agamanya?" jawabannya lebih dari setengah,
moga2 ini bisa memberi ilustrasi jawaban bagi TS::bye::
I believe there is a world after the death
I will life in two worlds, this world then the other one, final ultimate world
so, I choose religion, absolutely
Buat gw pilihan yg berat. Tapi dalam hal aksi.. Gw lebih milih negara.
Agama kan bisa dalam hati aja.
Alasannya apa manusia musti pilih agama atau negara? Dalam hal pembelaan?
Contoh kasus:
nabi muhammad dibikin kartun, gw yakin yg mbelain agama islam ini ga cuman dari indonesia, tapi yg jelas dari arab ud duluan, lalu diikuti yg lain. Lagipula tuhan yg punya agama jg cuek bebek aje.
Kalo indonesia dilecehkan, siapa lagi yg bela? Orang hongkong?
Wah pilihannya kurang nih.
Kalo gue milih mana yang menguntungkan
buat diri gue saat itu.
Jadi jawaban gue milih diri sendiri. ;))
danalingga ini maunya duduk di tengah terus
kalau dihadapkan pada situasi perang terhadap negara muslim lainnya.. mungkin ini baru delematis... satu sisi membela negara, satu sisi berarti harus bunuh2an dengan saudara sendiri...
Negaralah. Negara tmpt tumpah darah, tmpt bernaung, rumah, disini jg gw mau dikuburkan, saudara dan nenek moyang tgl disini.
Kapan agama membela gw? Tapi kalau Tuhan, nah itu beda urusannya
ndugu yang TS thread ini kok ga pilih :cengir:
saya kan cuman pengen liat respon para user di sini :cengir:
kalo saya sih sebenarnya kalo bisa akan memilih untuk tidak memilih :cengir:
karena saya merasa kedua2nya tidak applicable buatku, dan justru kalo bisa saya pengen hapus rasa nasionalis dan agamis :cengir:
tapi kalo harus memilih, yah, saya merasa rasa nasionalis lebih bisa ditoleransi :cengir:
orang beragama itu idealnya makin beragama makin bijak dan biasanya jelas nasionalis, kapan harus mendukung negaranya kapan tdk mendukung negaranya, kalau negaranya menjajah negara lain, justru orang beragama menentang penjajahan ini, kalau ada orang bergaama kelakuannya tdk benar.. yg salah sih usernya.. bukan keyakinannya.. meski banyak juga keyakinan yg tdk benar...
tetapi orang nasionalis... belum tentu bisa bersikap bijaksana... kecintaan yg berlebihan pada negara, sering membutakan mata hatinya...
Entah kenapa poll ini langsung bikin gw teringat sama satu ormas...
golput dulu ah
kekeke... itu kejadian nyata Bro
http://en.wikipedia.org/wiki/James_Yee
Masa cinta negara ga mematuhi atasannya.. Dia kaya danalingga kali.. cinta diri sendiri..::hihi::Quote:
He was charged with five offenses: sedition, aiding the enemy, spying, espionage, and failure to obey a general order
gw bingung kok loe mikirnya sedangkal itu?
Emangnya kalau gw belain Islam, lantas gw ngga
belain Indonesia?
menurut gw mestinya contoh kasus yang mem
buat loe dalam kondisi buah simalakama, harus
memilih taat negara dengan konsekuensi loe me
langgara agama, atau sebaliknya, taat agama de
ngan konsekuensi loe melanggar aturan negara.
Si Kapten Yee mendapatkan dilema saat ia harus
mengikuti perintah atasan untuk "menyiksa" tawa
nan guantanamo yang mayoritas adalah Muslim
sesama saudaranya yang secara aturan perang
pun tidak boleh disiksa.
---------- Post Merged at 12:22 AM ----------
contoh kasus yang lain adalah ketika seorang ten
tara berpangkat kopral yang entah karena belagu
atau karena aturan dalam militer, ngga mau mele
pas sepatu saat memasuki mushala/masjid di Tj
Priok.... ini yang kemudian memicu pembantaian
Tj Priok tahun 1984.
Pada kasus Tj Priok juga, mayoritas tentara Muslim
mesti mendapatkan dilema saat harus menembaki
Masyarakat Sipil yang berteriak Allahu Akbar.
kejadian yang sama berulang saat pembantaian
Talangsari di Lampung.
Loh.. pertanyaannya kan pilih salah satu.
Kalo dalam kasus pembelaan, sikap itu yg gw ambil.
Lalu apakah dia berarti memilih negara daripada agama? Atau pilih kerjaan? Tentara kan kerjaannya begitu, nurutin komendan. Kenapa pilih negara itu harus dihubung2kan dgn tentara?Quote:
menurut gw mestinya contoh kasus yang mem
buat loe dalam kondisi buah simalakama, harus
memilih taat negara dengan konsekuensi loe me
langgara agama, atau sebaliknya, taat agama de
ngan konsekuensi loe melanggar aturan negara.
Si Kapten Yee mendapatkan dilema saat ia harus
mengikuti perintah atasan untuk "menyiksa" tawa
nan guantanamo yang mayoritas adalah Muslim
sesama saudaranya yang secara aturan perang
pun tidak boleh disiksa.
Memilih negara itu dalam konteks membela negaranya, bukan ngikutin komendan/atasan. Apa warga amerika bergembira dgn adanya penyiksaan tawanan? Kalo warga negara amerika tidak suka, ya bukan memilih negara namanya.
Apakah tentara menembaki warga negaranya sendiri itu termasuk memilih negara? Mereka tidak pilih agama tidak pilih negara. Tapi pilih pimpinan.Quote:
contoh kasus yang lain adalah ketika seorang ten
tara berpangkat kopral yang entah karena belagu
atau karena aturan dalam militer, ngga mau mele
pas sepatu saat memasuki mushala/masjid di Tj
Priok.... ini yang kemudian memicu pembantaian
Tj Priok tahun 1984.
Pada kasus Tj Priok juga, mayoritas tentara Muslim
mesti mendapatkan dilema saat harus menembaki
Masyarakat Sipil yang berteriak Allahu Akbar.
kejadian yang sama berulang saat pembantaian
Talangsari di Lampung.
Ok. gw kasih contoh extrim. Ketika tentara kerajaan arab saudi (yg muslim2 jg) membombardir indonesia, katakan bagian mayoritas kristen, dalam rangka melenyapkan kristen sedunia, bales dendam sama illuminati. Nah lo.. itu baru dilema, bukan buat TNI doang, buat elu jg sbg warga indonesia. Elu bela sapa?
yg milih agama, ngasih contoh kasusnya yg berat ke agama
yg milih negara, milih contoh kasusnya yg berat ke negara
yg menang ya danalingga
::ngakak2::
kalo dirunut dari sejarah (fakta), duluan mana yg muncul ?
negara duluan atau agama duluan ?
itu sih contoh mudah....
Gw bela NKRI (sekaligus gw menjalankan perintah
agama Amar Ma'ruf Nahyi Munkar), karena apa yang
dilakukan Saudi Arabia tersebut bukan ajaran aga
ma Islam, malah bertentangan dengan ajaran agama
Islam yang lurus dan adil!
seperti gw bilang, gw heran kok loe mikirnya malah
jadi dangkal banget...
kekeke...Quote:
Apakah tentara menembaki warga negaranya sendiri itu termasuk memilih negara? Mereka tidak pilih agama tidak pilih negara. Tapi pilih pimpinan.
dalam kasus itu, komendan memanipulasi (loe baca
menafsirkan) konstitusi negara (loe baca Asas Tung
gal) sesuai kepentingan sesaat dari rezim penguasa,
berlindung dibalik segala "***** bengek" legal dan
formal....
Bang... bang... bang... jatuhlah ratusan korban yang
berteriak Allahu Akbar ditangan prajurit yang sempat
mendapatkan dilema antara mengikuti perintah Nega
ra atau membela saudara seiman :)
Pool ini sendiri sebenarnya tidak cocok buat Warga
Negara Indonesia, karena NKRI bukan Negara Seku
ler, tapi Negara yang berdasarkan kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa.
---------- Post Merged at 05:52 AM ----------
ada banyak Warga Negara Amerika Serikat yang tiQuote:
Memilih negara itu dalam konteks membela negaranya, bukan ngikutin komendan/atasan. Apa warga amerika bergembira dgn adanya penyiksaan tawanan? Kalo warga negara amerika tidak suka, ya bukan memilih negara namanya.
dak sukapenyiksaan tawanan di Guantanamo bah
kan melakukan kegiatan-kegiatan penentangan...
dan itu tidak melanggar konstitusi AS :)
come on...
Mestinya loe ngasih contoh yang benar-benar di
lematis dong, atau TS ngga bermaksud bertanya
sejauh itu? :)