http://s17.postimage.org/pjx1ndja7/4...75770900_n.jpg
Printable View
perfect menurut siapa dulu?
bagi yang satu perfect, others can say it stupid, who knows ::bye::
baris pertama ampe baris terakhir guwe banget deh ::oops::
ps. maksudnya, kepinginnya begitu lhooooooooooooooooooo. ;D
pasti yang buat tulisannya itu cowo
terlihat menyenangkan sih ;D
hal muncul di pikiran tentang hubungan
seperti ini adalah non-married couple
Bukan non-married kali.. no-children couple
iyah..kalo udah ada children udah repot urusannya ::hohoho::
Yup, karena pikiran cewek sudah terkonsep dengan cerita di fairy tales, " and so they married and lived happily ever after, the end."::hihi::
padahal dengan menikah akan masuk kehidupan babak baru
*menyimak........
lanjut om ope...
....
they split bills...
...
mereka bikin perjanjian harta gono-gini gak? ::hihi::
nice live, ope ::oops::
ga seperfect kaya drama2 picisan...tapi nyaris nyata ;D
butuh usaha tapinya :iamdead:
om Alip dan om Pasing nih kudu komen thread ini ::hihi::
perfect relationship menurut saya krn bi:
punya pacar co dan ce
punya istri/suami co dan ce
punya harta super banyak
punya ***** jg banyak dari berbagai ras, usia dan gender.
semuanya manut sama saya. itulah perfect.
dan ga punya masalah.
wahahaha. ngimpiii
realitanya. yg ada adalah TAMPAK SEMPURNA
bisexual, kaya, tidak menikah dan tidak punya anak
makin seru threadnya
so...
just perfect relationship
not perfect live
its.... actually me and my wife's life
kecuali poin 2 sama 3
nice share opera
Begitu nikah, kebayang cicilan rumah, cicilan motor, asuransi, cicilan motor, setor muka ke ortu sama mertua, berjuang bisa ngeblend sama keluarga pasangan, berjuang menyatu sama pasangan, menyesuaikan jadwal lowong keduanya, menuntut masing2 harus mengalah, tiap pasangan senyum2 baca sms seseorang, langsung angot ::hihi::
Begitu ada satu anak:
Mulai mikir tabungan pendidikan dan asuransi kesehatan. Belajar mengalah kalo anak lebih mendominasi. Kerja lebih keras karena ngurus anak juga butuh biaya. Meski tahan hati supaya ga brantem sama ortu/mertua masalah pengasuhan anak. Menyamakan visi dalam mengurus anak.
Anak kedua? Anak ketiga?
Dan slogan diatas like fairy tale ::ngakak2::
then.. mungkin harus nambah satu point lagi ke daftar "perfect relationship" di atas
- no kids :cengir:
that solves a lot of problem :cengir:
Perfect Relationship yang di atas kayanya lebih cocok ama pasangan bule ya... Soalnya kalo bule kan cenderung cuek , dan ga jealous an...
Kalo buat saya sih perfect relationship , pake anak sih...
saya ngebaca uraian tsb kayanya lebih pas menggambarkan usia pernikahan baru 1 minggu
^ like dis ::ngakak2::
Pdhal gw ngebayanginnya, ntar kalo married, sama aja kayak pas pacaran. Bedanya cuman tinggalnya serumah aja ;D
kalau mereka yang setelah menikah langsung pulang ke rumah sendiri
dan belum punya anak mungkin masih terasa seperti pacaran
Bagi gue perfect relationship itu waktu sudah tua,
Pagi bangun ngurus cucu, (waktu bayi bawa keliling kompleks, waktu sdh 2 tahun bawa ke PAUD), habis itu sama2 sarapan, pergi ke pasar belanja, jemput cucu, saya jaga cucu, dia masak, sama2 temenin cucu makan, habis itu main2 sama cucu, dia cucui baju dengan mesin cuci sambil setrika, gue temenin cucu tidur, setelah cucu tidur, saya sapu sambil ngepel , setelah cucu bangun, mandiin cucu, dia masak. Makan sama cucu, nonton TV sama2 sambil tunggu anak pulang kerja, setelah anak pulang. Tunggu mereka pulang, cerita sama anak soal kelucuan cucu, habis itu cuci muka, ganti baju, saling mengoleskan minyak gosok anti rematik, tidur deh.
Waktu ada libur atau minggu, sama pasangan jogging pagi2, sarapan bersama, pulang mandi, makan siang di luar, pergi berdua sama pasangan menonton film, ke toko buku, toko cd, belanja keperluan rumah, habis itu makan malam bersama pasangan, terus pulang untuk simpan energi buat jadi pengasuh cucu besoknya.
Pas lebaran kan ada cuti bersama, cuma berdua berlibur seminggu sampai 10hari, jalan2 entah itu di luar negeri atau di dalam negeri, bebas dari cucu dan anak2, hahahaha ::ngakak2::
What a wonderful life...
Jangan lupa, pasangan tua bukan rematik aja ::hihi::
:run:
J/k
Heh perfect relationship bagi gw itu pagi hari gw ngasi surprise blowjob sorenya suami pulang bawa gelang berlian, kalo sandwich aja sih common banged %heh
Perfect relationship itu kayak opa oma di pilem Up itu looohhhhh...
....thanksQuote:
Heh perfect relationship bagi gw itu pagi hari gw ngasi surprise blowjob
sekarang saya jadi membayangkan yg bukan-bukan ::cabul::
Tsu udah ada momongan belum? ;D
menurutku, perfect atau tidak perfect itu hanya masalah presepsi saja.
kalau banyak bersyukur, ikhlas dengan hidup. bersama pasangan punya rasa saling percaya, tujuan yang sama, masalah apapun akan menjadi bumbu penyedap, dan hubungan itu sendiri menjadi begitu sempurna dalam ketidak sempurnaan.
karena tak ada yang sempurna kecuali yang maha kuasa.
punya anak hubungan jadi ga sempurna?
bisa jadi itu pandangan beberapa orang, tapi bagi orang yang lain lagi, bagi saya, anak adalah penyempurna dari hubungan yang kami miliki.
anak adalah ikatan yang memperindah hubungan, hubungan tidak hanya sempurna, tapi sempurna yang indah.
beberapa orang lainnya, ketiadaan anak adalah sebuah penderitaan, rasanya hubungan mereka menjadi tidak sempurna, tapi tentunya lagi2, ini kembali ke presepsi.
apa karena sudah tua, tidak lagi bisa beraktifitas seksual lalu hubungan menjadi tidak sempurna?
lagi2 itu masalah presepsi,
kepuasan batin, ketenangan jiwa, ikatan emosional yang sudah terbentuk secara berpuluh tahun bisa jadi tidak bisa dibandingkan dengan kepuasan seksual masa muda.
ada lagi masalah finansial, mungkin di satu sisi anak dipandang jadi kekhawatiran soal akan berkurangnya kesenangan pasangan karena pengurangan jatah penghasilan.
tapi bagiku, anak adalah pemicu semangat dalam bekerja. sebelum menikah dan punya anak, bahkan tidak jelas semua aliran gaji kemana. ketika ada anak, hidup jadi lebih terarah, terstruktur, terukur, jadi bisa punya simpanan, bisa beli ini itu.
ajaib? ya, bagi saya. anak lagi2 jadi sebuah anugerah dalam hidup, dia lagi2 memperindah hubungan
lalu kenapa harus tidak berbahagia dan tidak berpikiran positif, bahwa ini hubungan sempurna yang sudah disiapkan Tuhan buat kita?
@choodee: yup setuju banget kalimat terakhir. Yang awalnya ga setuju gara2 ada "gelang berliannya" ;D
Perfect Relationship versi gue: When your fire forged best friend is your lover.
Dan, alhamdulillah , gue nemu pasangan kayak gini yang udah kakek-nenek. Dan udah beranak pinak juga.
Kondisi hubungan mereka kayak definisi gue, dan definisi yang di tulis TS.
So, it's existence is not a myth.
Jarang, tapi, Ada.
....justru ini yg ingin saya hindariQuote:
bacanya yang lengkap dong, sorenya dikasih hadiah gelang berlian.
kalau ngga, ga jadi perfect lagi
kalaupun mampu, saya mah mendingan beliin mobil, vila, atau pelesir sekalian
@Tsu: saya doakan semoga secepatnya, saya udah gak sabar (hah?! ;D)