http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphot...63868300_n.jpg
bagus juga buat perenungan,
kalau buat gw pribadi, happy adalah pilihan kamu, apapun yang sedang kamu alami. :)
Printable View
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphot...63868300_n.jpg
bagus juga buat perenungan,
kalau buat gw pribadi, happy adalah pilihan kamu, apapun yang sedang kamu alami. :)
kesenangan itu datang dan berasal dari dalam diri sendiri ....
yo a... bener bnget ndon,
semua hal duniawi itu hanya semu,
kesenangan terdalam justru berasal dari dalam diri sendiri.
tsaahhhhhhhhhhhh
habis kesambit apaan gw ini ;D
kesenangan dan kebahagiaan tepatnya ;D
Perasaan HAPPY itu terasa setelah menikmati unHAPPY ::doh::
I want to be happiness.. but not only me who want to be happiness.. all people wanna be happiness with their way and their perception
tapi kadang faktor luar gak bisa diabaikan, misalnya ada kejadian yg membuat kita jadi un happy dan gak bisa kita ubah, itu yg sulit.
^
^
^
Second it
namanya hidup, ada happy ada ga happynya...yang justru musti ditanamkan ke hati kita, cara menerima semua keadaan sehingga tifak memberatkan hidup kita. itu aja sih
happy, kalau kita bisa menerima semua yang kita dapet dengan hati lapang
iya bener, itu mengajarkan kita bersyukur kan? :)
halhal tidak akan berubah, kecuali jika kita yang harus mengubah sudut pandang kita.
Hmmm namanya manusia hidup, ya pasti ada faktor X,
tapi kupikir setiap kali ada faktor X yang Tuhan boleh ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, bukan karena kesalahan yang kita lakukan.
pasti DIA punya rencana buat kita kan? entah itu apa. yang pasti ujungnya baik buat kita :)
dan bila kejadian itu memang unhappy, apa kita harus terus menerus berduka karenanya?
enggak kan?
sebisa mungkin sebelum matahari terbit, harus diseka unhappynya itu. biar esoknya bisa menjalani hari lebih semangat.
yang agak susah itu kalau bertubi2 setiap hari 'melihat' sesuatu yang unhappy.
duhhh.. itu bener2 belajar kesabaran, keiklasan dll deh.
ya itu ada di fase do something. kl lg ga hepi, buatlah diri hepi :)
happy apa ngga itu masalah sudut pandang aja.
ada orang yang berpenghasilan belasan juta tidak bahagia dan merasa itu kurang (asumsi tinggal di indonesia), sedangkan ada yang apabila bisa cukup makan hari itu aja udah bisa sangat berbahagia.
ada yang sakit perut sedikit seakan dunia ini runtuh, sedangkan di tempat lain orang tidak punya kaki dan tangan tapi masih tetap punya cita-cita yang besar dan begitu optimis menjalani hidup
kalau sedang tidak berbahagia, coba lihat kebawah, apakah kita mendramatisir sesuatu? sadari bahwa kita sudah sangat beruntung selama ini, akhirnya kita bersyukur dan merasa bahagia karenanya
Dikembalikan ke perseorangan tsb, dia dengan change something itu happy atau unhappy hasilnya ;D
ketika unhappy, tatap ato kerjakan apa yg bikin kamu happy. dunia ini ga sempurna, knp kita hrs keras dgn diri sendiri?
ya siapa sih yang suka/bahagia ketika sakit peyut, atau mungkin sakit gigi, tapi kan ga berarti dengan lebay merasa diri jadi orang paling tak beruntung di dunia
trus berdrama (jadi drama queen/king) merasa paling menderita sejagad raya, lalu merasa begitu depresi dlsb
dan seperti yang dibilang bundana, ya coba lalukan sesuatu yang tetap bikin kita hepi
dan juga seperti yang etca bilang, jangan lalu terus menerus berduka...
Mungkin yg bikin diagram ini tuh orang eksistensialisme.
Eksistensialisme itu paham yg fokusnya kepada tanggung jawab masing2 individu, tak peduli faktor luar seperti apapun kebahagiaan adalah keputusan kita sendiri.
ada copas menarik :
Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma dan melihat realitas secara sederhana. Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi. Kita lebih senang berlindung membenarkan pikiran diri sendiri. Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari.
Mari, sejenak kita pejamkan mata. Menemukan kesejukan pikiran. Menggali ketentraman perasaan. Menyentuh jiwa yang tenang. Menekuri setiap tarikan nafas. Menyadari keberadaan kita di bumi ini. Meneguhkan kembali ikrar kita pada semesta yang agung; ikrar untuk mencurahkan yang terbaik bagi hidup ini, dan membiarkan tangan-tanganNya menuntun setiap gerak kita sehari-hari.
Happy-unhappy itu seperti dua sisi koin.
Kalo mau hidup didunia, ya harus dipake koinnya. Kalo cuma mau sisi happy terus, koinnya gak laku. Apalagi cuma sisi unhappynya doang, lebih gak laku. Gimana mau laku, gak ada yg minat soalnya.
Satu lagi aturannya, selama memakai koin tsb konsekuensinya adalah akan terus terhanyut mengalami dua hal tsb sampe mati. Siapa yg terhanyut karena rasa senang, suatu saat akan tenggelam dalam rasa sedih. Begitu juga sebaliknya, siapa yg tenggelam dalam rasa sedih suatu saat akan melambung tinggi karena rasa senang.
Itulah dunia orang awam, dunia dualisme. Hidupnya sepenuhnya dikendalikan oleh dua keadaan. Disaat senang bersyukur, disaat susah berdoa. Jadi dimeja tuhan itu paling tinggi tumpukan doa orang usah dan bersyukur. Tidak ada kendali atas dirinya sendiri, tidak ada kuasa atas hidupnya sendiri. Hidupnya dikendalikan senang dan susah. Kondisi hatinya dikontrol hanya dua hal itu saja.
Tapi ternyata ada jalan hidup non-awam. Melebih dunia dualisme, dimana hidupnya tidak pake koin lagi. Saat saya tanya, bagaimana anda bisa hidup bertransaksi didunia ini tanpa koin?
Jawab mereka, koinnya sudah kami kembalikan kepada Tuhan, sebagai sejatinya pemilik segala sesuatu.
Saya bertanya, lantas? Transaksinya gimana?
Mereka menjawab, tuhan memberikan kami voucher freepass yang bisa kami pakai nanti diakhirat juga.
Singkatnya gimana? Koin tidak dipakai? Diserahkan kepada tuhan? Saya terus bertanya
Jadi setiap kami mengalami rasa senang dan mulai terhanyut dalam ekstasi kami berdoa, terima kasih tuhan atas rasa senang ini. Terima kasih sudah mampir dihati kami, kami kembalikan rasa senang ini kepadamu tuhan sebagai sejatinya pemilik segala sesuatu.
Pun demikian adanya, ketika kesusahan melanda kami berdoa terima kasih sudah singgah di hati, kami kembalikan rasa susah dihati ini kepadamu sebagai sejatinya pemilik segala sesuatu.
Latian pelepasan ini harus dilakukan setiap hari. Agar saat ajal menjemput tidak lagi susah melepas, mengikhlaskan dunia seisinya, anak, suami, istri, orang tua, harta, utang. Agar saat ajal menjemput senyum tersungging seraya berujar
Dear Lord, this life you have given unto me I surrender it back to you with all my thanks
^
^
after midnite baca ginian ;D
pas banget di dunia yang lagi hening ini. saat malam semuanya senyap.
tsaahhhhhhhhh...
::up:: ::up:: ::up::Quote:
Dear Lord, this life you have given unto me I surrender it back to you with all my thanks