catatan2 singkat aja, karena perjalananku sendiri di sana yang juga singkat :cengir: jadi isinya lebih ke observasi aja sebagai bukan orang dari jakarta :cengir:
Printable View
catatan2 singkat aja, karena perjalananku sendiri di sana yang juga singkat :cengir: jadi isinya lebih ke observasi aja sebagai bukan orang dari jakarta :cengir:
setting: jakarta
indra keenam
para pengemudi mobil dan motor sepertinya ada kemampuan telepatis. rasanya rambu2 lalu lintas ada, tapi kayanya tidak efektif atau ga da yang peduli. ato mungkin tidak dipahami. melihat pembawa kendaraan di sana seperti melihat mereka play chicken. biarpun kedua kendaraan kelihatan dalam keadaan akan bertabrakan, mereka tau kapan harus berhenti, kapan harus maju, kapan pengendara yang laen akan berhenti dan mengalah. semua dilakukan tanpa rambu. kupikir mungkin ada aturan tak tertulisnya, tapi hasil resultnya tidak konsisten di setiap similar sikon dan meruntuhkan hipotesaku. brarti feeling2an ini maennya. or i should simply conclude, setiap pengguna jalan di sana ada extrasensory perception (esp), di mana mereka bisa saling mengirimkan pikiran secara telepatik :cengir:
masa catatan perjalanan di jakarta segini doang? ::elaugh::
mereka yang dijalan udah biasa kayaknya, jadi mengembangkan skill tertentu untuk bertahan hidup, termasuk cuek aja melanggar rambu kalo memang yang lain juga begitu. aku sih terus terang enggan banget yang namanya ke jakarta. namun sebagai ibukota negara semua urusan penting ya harus ke sana, termasuk mau urus dan ambil visa serta ke bandara untuk penerbangan internasional.
Pernah tinggal agak lamaan, dua minggu pertama langsung stres ::elaugh::
tapi abis itu ternyata bisa juga beradaptasi.
:cengir:
iya nih, terlantar thread ini. udah lupa mo komentar apa :lololol: lagipula catatan saya di jkt sebenarnya memang ga banyak, soalnya jarang tinggal di sana untuk jangka waktu panjang. paling lama juga seminggu aja. sama, ga pernah betah dengan jkt juga :cengir:
mod, tolong diganti donk judul thread ini
jadi "catatan perjalanan - edisi random" aja deh :cengir: biar kalo inget mo nulis catatan perjalanan yang pendek2 - dan tidak terbatas pada jkt aja - bisa tinggal ditaro di sini aja.
catatan ndugu banyak yah ;D
Kayaknya kalo bukan yang lahir dan besar di jakarta butuh waktu yang agak lama buat beradaptasi. tapi semua orang berbeda tentunya.
yang gak tahan sama Jakarta, saya suka mabuk kendaraan kalo macet ;D
motor dan angkutan umum yang menjadi 'raja' jalanan menjadi olahraga jantung sehari2 buat pengemudi mobil :cengir:
iya nih
banyak catatan nyempil di sana sini :cengir:
jkt buatku terlalu sumpek dan semerawut. tapi sebenarnya yang bikin saya paling males dengan jakarta itu transportasinya ya. duh macet mulu. plus mungkin karena saya juga kurang ngerti sistem transportasi umum di situ (sangat ter-decentralized), jadinya kalo mo kemana2 susah. dan kalo pergerakan terbatas, ya jelas jadi semakin males tinggal di situ :cengir:
Kalo kamu "terpaksa" tinggal di Jakarta selama beberapa waktu, for any kind of reason, lama-lama biasa kok sama yang namanya macet dan enggak enak2 lainnya, lalu mulai mengembangkan survival skill - pengalaman pribadi. Karena kita punya pilihan untuk nggak tinggal di sana, atau punya pilihan yang menurut kita lebih baik, jadinya lebih gampang untuk merasa nggak betah imho.
Pengalamanku kalo ke Jakarta selalu aja topiknya dari mall ke mall. Bosen asli. Tapi sempat juga sih jalan ke Kota Tua. Lumayan wisata sejarah dikit. Ntar kalo ke sana lagi semoga temenku mau diajak ke museum layang-layang dan museum wayang.
yang dibold saya setuju banget :cengir:
i guess di jkt saya ngerasa kurang bebas aja, apalagi kalo di bawah pengawasan dan ancaman ortu, ditambah masalah transportasi, susah kalo mo explore sendiri :cengir: padahal kurasa jkt sebenarnya banyak daerah yang bisa dijelajah. saya sempat dibawa lewat daerah kota tua, sayang ngga turun dan jalan2 sih. banyak bangunan2 antik di situ (walo kurang terpelihara kalo diliat sekilas).
Kalo ke Kota Tua naik sepedanya bapak2 dong Gu, kayak aku waktu itu ::elaugh::
Bapaknya jadi guide, cerita macem2. Diajak singgah ke gedung2 tua yang katamu kurang terpelihara itu ::elaugh::
Sayang sekali Jakarta malah rajin mengembangkan wisata mall.
perasaan ada tritmu yg lain catatan perjalanan yak?
*amnesia*
barusan cek... .
tuh kan bener, ama yg edisi dubai mau dimerger?
http://www.kopimaya.com/forum/showth...an-edisi-dubai
oh, ga usah dimerge ::elaugh::
sebenarnya ada yang dubai dan jepang juga, tapi itu kan ceritanya continuous dan lebih panjang, jadi yang itu sih dibiarin berdiri sendiri aja sih ga papa
yang ini kupikir lebih ke cuplikan2 pendek mengenai catatan perjalanan random sana sini (lokasinya random)
jangan pake "petualangan ndugu" donk ::elaugh:: emangnya petualangan sherina ::elaugh::
terlalu common ah judulnya ::ngakak2::
ya emang mo dibikin common, karena bakal jadi campur2, bukan spesifik mengenai satu tempat aja
ato "edisi campur2" juga ga papa kok :cengir:
---------- Post Merged at 06:25 PM ----------
oh okay, tanpa edisi juga ga papa :cengir:
that works.
thanks ca :cengir:
setting: sala satu bandara di indonesia
sudah cukup sering saya mendengar mengenai pesawat yang delay di bandara2 indo. lalu saya menemukan papan iklan ini saat berjalan menuju gate
Spoiler for foto:
selama-lamanya delay
akhirnya pasti terbang juga
waktu ngebacanya, perasaan antara lucu dan miris agak bercampur aduk ::elaugh:: :cengir:
lucu, karena ini jelas adalah permainan kata2 dari pribahasa yang ada
miris, karena apakah ini pemakluman bahwa pesawat delay adalah hal yang sudah biasa?
setting: singapore
so, di suatu trip saya singgah di singapur. terakhir kali berkunjung ke spore sebelum trip ini mungkin sudah sepuluh ato lebih tahun yang lalu. jadi sudah sedikit lupa2 inget bagaimana rasanya berada di situ. di trip ini, saya tinggal di apartment sodara di kompleks perumahan hdb (alias housing development board - perumahan yang dibangun oleh pemerintah lokal untuk penduduk). saya tiba dengan pesawat malam, sampe ke aptnya sudah sekitar tengah malam. baru juga melangkah masuk pintu depan, masih blom lepas sepatu, pintu besar ke balkon sudah langsung dibukanya dengan lebar. begitu juga dengan jendela2 di setiap ruangan. untuk nyari angin dan sirkulasi udara kali ya.
dalam hati saya langsung berpikir: cilaka, yang bener aja. alamat minta digigit nyamuk nih ::doh:: dan ini ga ada pintu kawat yang biasa kita pake untuk menghalang nyamuk masuk ruangan loh. bener2 polos, terbuka langsung keluar. tapi saya sebagai tamu, diem aja. ga enak baru bertandang udah langsung komen ini itu :cengir:
kutunggu 5 menit. masih aman
15 menit. aman
30 menit. masih aman.
ok. mana nyamuknya. yang bener aja. dont tell me di singapur ga ada nyamuk. ini cuman lantai 6, jarak yang bisa dicapai nyamuk. laen cerita kalo seandainya saya di lantai 20-30. tapi ditunggu2, nyamuknya ga kunjung datang. malam itu saya tidur dengan kipas aja dan jendela terbuka, aman sentosa. besok paginya makan di foodcourt yang notabene juga open air, juga sama skali ga kegigit nyamuk.
now, you could say i was super impressed. bagaimana tidak? ini negara tropis, cuaca dan iklim yang sempurna untuk nyamuk - panas, lembab, dengan curahan hujan yang banyak, brarti tidak asing dengan yang namanya genagan air. dan ini kondisi cuacanya konstan begitu terus sepanjang tahun. ibaratnya alam semesta mendukung banget lah untuk yang namanya spesies nyamuk. dan sudah pengetahuan umum betapa gampangnya nyamuk berkembang biak.
yet, they managed to eradicate it. some singaporeans may argue otherwise, mungkin di lokasi2 deket hutan baru ada kali ya. tapi sepanjang tripku di situ, sama skali ga digigit nyamuk. i dont know how they did it. but i'm impressed.
iya, kurasa kebersihan lingkungan juga berperan. saya denger sih mereka dulu di situ memang sering ada spraying untuk nyamuk, yang berpotensi jadi genangan air ditutup, dan katanya tiap kali ditemukan container terbuka, bisa didenda. jadi kurasa effort mereka untuk membasmi nyamuk memang serius dan berskala gede ya. itu buatku yang sangat impressive. perlu koordinasi dan usaha dari semua orang.
saya juga bingung kenapa ya mereka di situ bisa adem. yah bisa panas juga sih, di hari2 lagi panas juga rasanya pengen di ruangan ber-ac aja. tapi selama di situ saya biasa pake kipas aja sih. saya juga merasa balance area hijau (taman dll) di sana juga sangat ada.
setting: new york city
kebetulan di thread sebelah lagi ngomongin tentang bawa koper/ransel dan traveling light, saya jadi inget kejadian ini.
jadi sekian taon yang lalu, saya backpackingan ke new york. hidup nomad selama 3 minggu, hopping from one hostel to another. kadang jalan2 tapi masih blom tau bakal menginap di mana malam itu. dan tidak mungkin saya bawa persediaan pakaian selama 3 minggu. di ransel cuman berisi bbrp baju dan celana. untung masih awal musim semi, udara relatif masih dingin, brarti jarang keringetan, alamat baju celana bisa tahan dipake bbrp hari sebelum dikategorikan sebagai 'baju kotor'. but still, setiap minggu seenggaknya perlu cuci baju sekali. untung di situ ada banyak laundromat - yaitu tempat2 cuci baju umum self-service yang pake koin. sebenarnya bisa drop-off juga biar dicuciin dan dilipat sama petugas di sana, jadi ga perlu nunggu. tapi tentu aja servis begini lebih mahal. itungnya kiloan, ato lebih tepatnya pound (lbs).
suatu malem, sambil menggotong ransel saya mampir ke sebuah laundromat stengah blok dari hostelku. tuker duit ke koin recehan quarters (25 sen) dari mesin penukar koin. baju2 kotorku dimasukin ke mesin cuci. jaket yang lagi kupake saat itu juga sekalian kulempar ke dalam mesin cuci. lalu duduk di kursi plastik yang disediakan dalam laundromat untuk menunggu cucian. kadang saya balik ke hostel, pasang timer, trus kembali ke laundromat saat kira2 cucian udah mo selesai sebelum pindahin ke mesin pengering.
tapi malem itu, saya nongkrong di laundromat aja. baca buku. ato nonton orang2 yang juga mampir ke laundromat untuk cuci baju ato drop off. sangat beragam orangnya. people watching can be an interesting pastime. petugasnya seorang wanita mungkin umur late 30s / early 40s. turunan asia. kurus mungil, kulit sedikit gelap. kalo lagi tidak meladenin orang yang lagi drop off baju, dia ngurus2 cucian ato lipat2 baju yang sudah kering. gerakannya cukup efisien, mungkin sudah lama kerja di sini. dari cara bicara dan aksennya, agak2 mirip orang asia tenggara, ntah filipin ato indo. berhubung phonology bahasa tagalog dan melayu (indo) mirip2, saya biasa suka ketuker2 antara dua ini.
iseng2 saya ngajak dia ngobrol. ternyata sudah bekerja di sana selama 2 tahun. dikorek2 lagi infonya, ternyata beneren orang indo. wah. ga nyangka. orang indonesia pertama yang kutemukan di kota ini. suami dan 2 anaknya juga dari indo, dan sudah tinggal di kota itu selama bbrp tahun. dari dia saya diberi tau daerah yang lumayan gede komunitas indonya. ternyata dia sendiri tinggal di daerah situ.
minggu2 kedepannya, setiap kali saya mo cuci baju, selalu mampir ke laundromat ini. lama2 jadi akrab juga dengan ibu ini, sampe diajak mampir ke apartment kontrakannya yang mungil, dan bertemu dengan sekeluarganya, sekalian check out neighborhood situ yang katanya banyak restoran indonya.
Weh...backpacker sejati ya ::elaugh::
Aku sih nggak berani kalo sendirian. Tapi akhir2 ini malah kepikiran mau jalan2 trus nginapnya pake fasilitas couchsurfing. Mungkin kapan2 tak coba. Ke tempatmu boleh ya gu :cengir:
bole2 aja :cengir:
saya ngga selalu ngebackpack kok ::elaugh:: tergantung juga travel dengan siapa. tapi in general saya memang termasuk light traveler sih.
kalo udah coba couchsurfing, cerita2 ya tusc. saya juga sebenarnya pengen banget coba ini, cuman kondisi di rumah tidak memungkinkan. saya ada temen yang couchsurfer banget, serunya keliatannya sering ketemu banyak jenis orang yang antik2. and that's the spirit! :mrgreen:
aku sebenarnya pengen nerima tamu juga karena flatku lumayan gede, cuman belom sekarang lah...ntar pas rada santai. lagian temenku ada yang aktif banget di couchsurfing ntar mau tak tanya2 lagi tips dari dia.
setting: stateline (nevada) / south lake tahoe (california)
nevada, state di mana las vegas berada, memang state yang rada aneh. di situ satu2nya negara bagian yang melegalkan perjudian. selama ini dunia perjudian biasanya adalah arenanya warga native indian (orang asli indian amrik). itu privilege yang dimiliki oleh mereka.
ada satu kota di ujung nevada yang bersebelahan dengan california, yang terpotong oleh perbatasan garis wilayah dua state ini. porsi kota di bagian nevada resminya disebut sebagai stateline, porsi kota yang satunya lagi yang berada di bagian state california disebut sebagai south lake tahoe (kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari danau tahoe ini). jadi, padahal keliatan seperti satu kota aja, just one good size town, tapi ternyata adalah 2 kota yang berbeda.
jadi lucunya, hotel2 yang berada di daerah cali, keliatan seperti hotel biasa2 aja. mau judi? tinggal jalan kaki ke hotel2 sebelah di bagian nevada, dan di situ kamu bisa menemukan kasino2. saya lupa apa ada perbedaan sales tax ngga, harusnya ada, tapi lupa bagian negara yang mana yang lebih murah. jadi, barangkali kalo mo beli barang dengan pajak lebih rendah (brarti lebih murah), silakan nyebrang ke state yang satunya lagi.
jadi kalo diliat2, memang lucu juga arrangementnya.
setting: chicago
liburan pendek musim semi maret tahun 2003. mampir ke chicago dengan 2 temen kuliah.
waktu itu udah sore menjelang malam. langit sudah mulai gelap. kami lagi berada di bangunan john hancock di bagian observatory di lantai 90an. Lantai situ memang bisa diakses umum untuk melihat 360 derajat pemandangan kota, namanya juga observatory ya.
di satu pojok tidak jauh dariku berdiri, ada kerumunan orang lagi melihat kebawah. penasaran, saya ikut ke situ dan liat2, tapi tidak begitu jelas apa yang lagi dilihat. maklum, memang sudah mulai gelap. jadi saya bertanya pada sala satu wanita satpam, ada apa? katanya lagi ada protest di bawah. ow, interesting. :mikir: tidak lama kemudian, saya dan kedua temanku cabut dari situ. sampai di bawah, tidak terlalu jauh dari situ memang ada rame2 orang demo. apakah gerangan yang didemo? well, perang invasi iraq 2003.
kedua temenku tau kalau saya memang tertarik dengan hal2 beginian. di kampus dan di kompleks perumahan mahasiswa/i saya memang sempat beberapa kali terlibat dalam diskusi-debat dengan temen kuliah mengenai ini. yah, namanya juga anak kuliahan, idealistik, bright eyed bushy tailed :cengir: sebagai pacifist, saya waktu itu memang sangat anti-perang :cengir:
melihat orang demo2 begini, apalagi ini demo skala cukup gede yang saya lihat, tentu saja saya merasa seperti terpanggil pengen ke situ liat2. sedangkan kedua temenku cuman liat bentar dari jarak jauh, dan mereka sadar kalo saya tidak bisa lagi ditarik keluar dari kerumunan orang2 yang demo di situ, akhirnya kami memutuskan untuk pisah. mereka berdua jalan sendiri, saya jalan sendiri. ntar ketemu kembali di hotel.
pertamanya saya memang hanya melihat dari perimeter saja. tapi lama kelamaan, saya memasuki ke dalamnya. ntah berapa orang totalnya, pokoknya rame. in general, demonya sih aman2 aja, cukup peaceful. ga lucu ya anti perang tapi kok masi pake kekerasan. pokoknya kita di situ dengan sesama strangers menyuarakan pendapat. bule2 di sebelahku cape ngangkat2 cardboard sign dan papan kayu dengan pesan2 anti perangnya, jadi saya tawarin untuk gantian dengan mereka bentar :cengir: selama bbrp jam di situ ada kali ya. malem2 baru pulang.
kejadian demo itu kalo ga salah pas sehari sebelum amrik invasi iraq. jadi berita itu memang lagi hangat2nya. melihat berita di tivi di hotel, rasanya sedih banget. besok2nya saya liat koran juga penuh berita mengenai perang ini, termasuk mengenai demo anti-perang ini. ternyata banyak kota besar di amrik juga rame2 melakukan demo protest. yang saya liat di chicago ini sendiri ternyata ada bbrp ribu orang juga, sepanjang ntah brapa blok jalanan. ada orang2 yang ketangkep polisi, sudah lupa apa yang mereka lakukan, walo saya sendiri tidak menyaksikan itu.
demo ga sengaja :cengir: and it was quite an experience.
@ndugu
Mengingat pengalaman loe banyak...
Di mana yang paling berkesan..?
And mana yang paling ga berkesan..?
epsilon: semua yang ditulis di sini berkesan kok ::elaugh:: kalo ga berkesan kan mana inget lagi ceritanya :cengir: tapi kalo harus memilih, mungkin pengalaman yang di jepang kali ya, karena itu trip pertama ke daerah yang bahasa dominannya bahasa yang saya tidak bisa sama skali, sendirian lagi, dan serba terbatas resourcesnya. ::elaugh::
tusc: more or less masih leaning towards pacifist sih, kan hippie at heart :cengir: make love not war gitu loh *halah* :lololol:
setting: las vegas
orang ke las vegas biasa cuman ada 2 tujuan. judi, ato ada business trip :cengir: kebetulan las vegas memang ada banyak trade shows (pameran/expo), dan saya kebetulan pernah bbrp kali ke situ untuk menghadiri pameran2 ini.
di salah satu trip, saya pergi ke pameran CES (consumer electronic show). expo ini cukup major dan dikenal nationwide, kadang ada seleb juga di situ, tapi terutamanya sih karena biasa gadget2 terbaru selalu diperkenalkan di expo ini sebelum masuk ke pasaran. dan karena ini expo yang berhubungan dengan teknologi, as usual, geeks bertebaran di mana2.
masih di convention center yang sama, bersebelahan dengan hall expo elektronik ini, ternyata ada expo laen juga yang lagi berlangsung. jadi di bagian common area, attendees dari expo kiri kanan pada bercampur aduk. yang mengherankan tuh kok kenapa ada banyak cewe2 berpakaian seksi di sekitar expo yang di sebelah kami. well, first of all, secara umum di setiap expo memang sudah biasa ya ngeliat cewe2 barbie begini menjaga stand. but there is something slightly different dengan cewe2 barbie yang ada di expo sebelah ini. setelah diselidiki, ternyata sebelah lagi ada adult entertainment expo. ah, very intriguing. orang2 yang keluar masuk ke expo hall itu pun banyak yang menarik2 :cengir:
back in the common area, it was quite a sight to see geeks and porn stars mingling together :cengir:
setting: gilroy, california
saya pertama kali mendengar mengenai kota kecil ini dari suatu acara tivi mengenai festival2 makanan yang unik. kota gilroy di california ini dikenal sebagai ibukotanya bawang putih, karena itulah produk utama mereka. katanya pas lagi musim panen, the moment kamu memasuki kota itu, baunya udah bisa dicium di udara. setiap tahun musim panas juga mereka mempunyai festival khusus bawang putih, dan acara ini cukup dikenal makanya sempat diliput di tivi karena banyak barang2 unik yang berhubungan dengan bawang putih yang bisa ditemukan di sana, misalnya es krim bawang putih :cengir:
suatu hari, posisiku lagi tidak terlalu jauh dari gilroy, kebetulan bakal lewat dalam suatu road trip. waktu itu lagi bukan musim panen, dan juga bukan lagi festival. jadi kota ini terlihat biasa2 aja, seperti kota2 kecil yang biasa dilewati. however, masih terlihat beberapa tanda2 mengenai festival tahun2 sebelumnya. cuman saya inget mengenai es krim bawang putihnya dari acara tv dulu yang kutonton, karena pengen coba, saya mampir untuk melihat apa ada yang masih menjual es krim itu biarpun bukan lagi festival. sekalian bertujuan istirahat. so, mampirnya ke supermarket lokal yang menjual produk2 buah/sayur lokal. kalo lagi road trip di california, sangat umum melewati tempat2 begini, and it could be pretty fun beli buah2an yang bener2 fresh. ada yang bisa langsung kita ambil sendiri dari kebon juga. nenek2 penjaga supermarketnya friendly. saya tanyain apakah ada jual es krim bawang putih. dia bilang, tunggu sebentar, coba cek ke belakang dulu.
sekembalinya dari belakang toko, saya melihat nenek ini membawa bbrp cup es krim, disodorinnya padaku sambil minta maaf, katanya adanya cuman ini. karena lagi ga musim, dan jarang pelanggan yang menanyakan es krim di musim segini, jadinya mereka ga punya banyak stock. es krimnya juga sedikit mushy (sedikit mencair). jadi dia bilang akan dia jual murah deh. waktu itu dikasi satu cup 50 sen ato 1 dolar aja. so, why not? :cengir: buatku ga papa sih ya, toh semua juga masuk perut :cengir: saya liat pilihannya, ada rasa bawang putih vanilla, dengan bawang putih coklat. saya memilih yang bawang putih vanilla.
rasanya enak juga. ada rasa vanillanya, juga ada rasa bawang putihnya :cengir: tapi sebagai penggemar bawang putih, i dont mind that :cengir:
[HIDE][/HIDE]Spoiler for foto:
wow, kota bawang putih.
menarik sekali.
should be heaven for me #pecintabawangputih :cengir:
pengen coba es krimnya ::cabul::
tapi aku rasa kalo coklat rada aneh kali yah :mikir:
sebenarnya yang coklat lumayan juga *nyomot dari punya orang laen* :cengir:
tapi yang versi vanilla menurutku lebih enak sih, dan after tastenya lebih garlic-ky ::elaugh::
http://finance.yahoo.com/news/disney...104043284.html
ngeliat sekilas artikel ini mengingatkanku dengan catatan perjalanan yang ini
setting: theme parks
disneyland, anaheim, California + universal studio, singapore + dufan, jakarta
pertama kalinya saya mengunjungi disneyland membuatku menyadari bahwa konsep theme park sebenarnya konsep bisnis yang oke juga, terutamanya kalo theme parknya ternama seperti disneyland atopun universal studio dan sebangsanya. menurutku "oke" di sini untuk penyelenggara ya, tapi "ngga oke" buat pengunjung :cengir:
ke disneyland ini serasa memasuki dunia kartun. karena saya mengunjunginya sebagai orang dewasa, mungkin hal itu membuatku terasa biasa2 aja dengan rides-nya. untuk anak2 mungkin akan lebih menikmatinya. satu2nya faktor yang sangat menghiburku adalah di bagian designnya. landscaping dan rumah2annya banyak yang lucu dan cartoonish. ya iya lah, namanya juga theme park disney, pasti temanya juga kartun donk :cengir: kalo dulu kecil saya sering nonton kartun disney tradisional di tv, di disneyland ini bisa terlihat versi nyata 3dnya. dan kuakui saya sangat enjoy mengamati design2 ini yang padahal dulu hanya ditonton versi fiksi 2dnya di tivi. begitu pula waktu mengunjungi universal studio di singapur, agak kecil, tapi ngeliat dekorasi setnya dibikin jadi mirip seperti yang biasa diliat di tv/bioskop, jadinya lucu juga.
but what struck me most is the business model out of it
terakhir saya ke dufan udah lama banget, jaman sd kali ya. dan seingatku, dufan tidak mengikuti tema khusus in particular. dan sepertinya juga cukup banyak bisnis2 independent di situ. and i'm all for local businesses. yah, ngga tau ya bagaimana sekarang. itu cuman berdasarkan ingatan yang sudah agak kabur.
sedangkan di disneyland ini, pengunjung dikelilingi oleh produk disney. sure, pengalaman dan pemandangan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli. effort untuk membangun fasilitas ini pun pasti sangat gede. dan saya pun menyadari kalo tiket masuknya tidak murah. tapi satu hal yang tidak saya expect adalah, sampe di dalemnya saya pun masih disodorin produk2 disney. right in the face. kalo kita memperhatikannya dari high level, sebenarnya disneyland isinya cuman toko dan tempat makan (and some rides). that's all. shops and food one after another. seperti umumnya di theme park, tempat makan sama skali ga murah. rides / shows ada yang gratis ada yang bayar. nah yang ngga saya sangka adalah 'toko2'nya pun bisa dikategorikan sebagai hiburan, for the better or worse. menghibur karena, yah itu, design tematiknya yang lucu. but at the same time, nothing is free. semua produk di dalam toko adalah merchandise yang perlu dibeli. universal studio pun konsepnya mirip. hanya saja produk2 yang ditawarkan adalah produk2 dari berbagai film yang diproduksi universal pictures.
intinya, pengunjung membayar untuk memasuki theme park, untuk disodorin iklan2 mereka dan kemudian membeli produk mereka.
is that a great / terrible business model or what? :cengir:
quite amazing
ndugu gue berharap dirimu bikin buku :jempol:
mungkin judulnya "Petualangan Seorang Ndugu"
i can't write well :cengir:
ngga deh, ga bakalan laku
masih banyak travelogues di luar sana yang lebih seru :mrgreen:
ah...ini kan cuma masalah percaya diri/tidak percaya diri :ngopi:
oww.. begitu yah? tapi sayang jga ya... ::oops::
pdhal lumayan buat kenang2an di masa yg akan datang...
tusc: or knowing one's capability :cengir:
ancur: ya makanya di tulis di sini aja, buat kenangan2 masa depan :cengir:
setting: big island, hawaii
siang2, pesawat saya dan X mendarat di pulau big island dari honolulu. trus ngambil mobil sewaan di airport, lalu keluar dari parkiran dan mencari2 jalan exit airport. baru juga muter bbrp blok dari tempat parkiran, kami ngeliat ada seorang anak muda dengan seorang ibu separuh baya berjalan kaki di tepi jalan panas2 di bawah matahari. padahal daerah situ sepi manusia. dan mau kemana mereka? it's far from everywhere.
kami terlalu lambat ngeliat mereka dan mobil kami terlalu cepet sehingga melewatinya. mereka berjalan membelakangi kami. sesekali kulihat anak muda ini mengangkat tangannya sambil mengacungkan jempol, bahasa universal untuk hitchhiking (minta tumpangan). X dan saya pun berdiskusi.
ndugu: eh, mereka kok jalan di tengah jalan ya?
X: iya nih, kenapa ya? odd combo too. anak muda dengan ibu2 separuh baya *sambil nyetir sambil merhatiin mereka dari kaca spion*
ndugu: perlu dibantu ngga ya?
X: should we turn around?
ndugu: i dont mind. seenggaknya anter sampe pintu keluar airport, kan masih jauh tuh kalo jalan kaki.
X: oke, let's turn around. kita juga masih blom tau mereka mau kemana. toh kita lagi ngga terburu2.
jadi kamu muter satu blok, trus memperlambat mobil sampe di tepi jalan di sebelah mereka. lalu kami tawarin mereka apa mau naik mobil kami. mereka dengan senang hati langsung menerima. katanya cukup dianter sampe pintu depan aja di mana ada transportasi umum. tapi stelah ngobrol2, ternyata tempat tujuan mereka kira2 stengah jalan searah tujuan kami. jadi sekalian deh.
anak muda ini umur sekitar anak sma-an, dan ibu2 separuh baya ini adalah neneknya. ternyata mereka juga baru tiba di big island dari honolulu, tapi mereka sendiri aslinya memang dari big island, kebetulan bbrp hari yang lalu mereka ke honolulu untuk menghadiri turnamen basket. saya mendapat pelajaran geografi singkat dari anak muda lokal ini. state hawaii sebenarnya adalah daerah kepulauan, terdiri dari 8 pulau utama, dengan big island sebagai pulau terbesar di antaranya. kota honolulu sendiri berada di pulau oahu. si anak muda ini bilang, setelah lulus sma nanti dia mo ke pulau laen kuliah. dalam hati kupikir, ini gampang amat ya ngomongnya, loncat2 pulau gitu ::elaugh:: kayanya itu konsep yang sudah biasa kali ya untuk orang2 hawaii akibat tinggal di daerah kepulauan.
selama perjalanan, kami ngobrol2 terus. mereka kedengaran sangat familiar dengan daerah ini. tapi kok perlu hitchhike ya kalo mereka lokal? setelah dikorek2, astaga, ternyata seru juga cerita mereka. ternyata kepulangan mereka ke big island sebenarnya tidak terencana seawal ini, tapi they had to cut the trip short dan buru2 pulang karena ibunya si anak muda ini akan melahirkan. bapaknya lagi di RS jadi ga bisa pickup mereka dari airport. si X dan saya kemudian mikir, ini kok mereka tight banget sampe naek taxi aja ga bisa? ::elaugh:: tapi hal itu tidak kami kemukakan ke mereka.
anyway, akhirnya X memutuskan untuk melakukan detour dikit dan mengantar mereka sampe ke RS tempat ibunya mau melahirkan. pertamanya mereka ga enak, katanya we don't have to go out of our way dan cukup sampe di tengah perjalanan aja, ntar mereka bakal jalan kaki ke RS. but c'mon. your mom is in labor. tentu saja akan kami antar sampe tujuan. toh kami cuman turis, jadi waktunya santai aja. dan setelah mengantar mereka sampe RS, said our congrats, off we went to our own ways. X dan saya kemudian diskusi, wah, sebenarnya RS ini jauh juga loh dari dropping point yang tadinya direncanakan. total2in dari airport ada 40an menitan kali ya perjalanan pake mobil. mana naek turun bukit lagi. untung diantar sampe tiba. kalo jalan kaki mah jalan sampe kapaann. bapak ibunya udah pulang rumah kali :cengir:
well, it was definitely one of the more memorable events in hawaii :cengir:
ndugu orang baik ya... :matabesar:
::up::
what are you talking about :kesal2:
baru tau ya, saya orangnya selalu baik kok :cengir:
sebenarnya ada cerita ngasi tumpangan ke hitchiker laennya lagi, a skier this time (di tempat maen ski). itu juga agak2 lucu kejadiannya. kapan2 baru ceritanya deh :cengir: