istri banyak maunya? kategori banyak maunya kayak gimana ya kalau boleh tau?
Printable View
istri banyak maunya? kategori banyak maunya kayak gimana ya kalau boleh tau?
hajar bun hajarrrrrr ::hihi::
aku punya saudara jauuuhhhhhhhhhhhhhhhhh
ya gitu, dia bilang dia bisa didik istrinya hingga istrinya ga usah kerja, istrinya cukup hidup sederhana
artinya, tiap hari makan raskin, sesekali makan ikan dapet dari rawa/sungai deket rumah, tinggal di gubuk reot, atap pakai plastik karena dah banyak yang bolong, lantai rumah masih tanah, padahal rumah ga jauh dari bekasi, istri ga boleh protes, dia sendiri pekerjaan ga jelas, demi gengsi dia yang bilang istri ga boleh kerja, akhirnya anaknya yang 7 itu banyak yang ga sekolah.
itu mah bukan bisa didik istri, tapi memperbodoh istri
istri banyak mau itu harusnya dihargai dan bisa dilihat dari sisi penyemangat, bukan menjadi faktor kesalahan.
aku terus terang banyak maunya, demi kebaikan saya, suami dan anak, harus punya kemauan, punya cita-cita, punya harapan, ga sekedar nerima doang... tentunya disertai kerja keras
Eh, ibu-ibu jadi punya musuh lagi tuh. ;))
@chan: wah blum dijawab sama yg saya tanya...kalau blio yang kasih pernyataan "istri banyak maunya" itu jawab-_-, baru saya jawab deh...sekalian minta tolong displit gitu...mari kita galakkan lagi persamaan kedudukan!::hihi::
@dana: saya gak cari musuh, mau menyamakan persepsi tentang hubungan suami istri::oops::
banyak maunya maskudnya istri yang mintanya melebihi kemampuan suaminya dalam hal ekonomis.. misalnya tau suaminya cuman buruh pabrik malah mintanya ntar motor baru ntar udah dikreditin akhirnya gak bisa ditanggulangi kreditnya dan motornya ditarik khan rugi... ini banyak terjadi lho...
makanya di dalam RT tu pinter2 si suami kapan dia harus tegas kapan dia harus lemah lembut terhadap istrinya...
coba deh sering2 nonton curhat bareng mamah dedeh yang di indosi**r atau yang di Ante** disitu banyak dikasih masukan sama mamah tentang bagaimana menjadi suami dan istri yang baik....
saya secara pribadi tidak menolak keberadaan wanita di lapangan kerja.....
ya kalau istri pengen motor usaha dong...masak istri udah dilarang kerja, dilarang bawel, dilarang protes, disuruh ngurus rumah sama anak giliran rumah sama anak ga beres kena marah juga, eh masih gak boleh minta yang dia pengen? :ngopi:
---------- Post added at 10:54 AM ---------- Previous post was at 10:52 AM ----------
ya kalau istri pengen motor usaha dong...masak istri udah dilarang kerja, dilarang bawel, dilarang protes, disuruh ngurus rumah sama anak giliran rumah sama anak ga beres kena marah juga, eh masih gak boleh minta yang dia pengen? :ngopi:
toh motor juga akhirnya kepake sama suami, itu kan transportasi rumahan...duh terlalu aja nge-cut gegara takut dicap "banyak maunya"
well..kalau kamu sudah berani merintah istri di rumah, kamu juga berani memenuhi semua kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan2 lainnya dunk...itu artinya kasih nafkah lahir bathin::hihi::
itu quote dari kakak sepupuku::oops::
istri banyak maunya... (gw suka istri kyk begini) :-bd
gw malah gak suka punya istri diem aja.. kyk kucing pliharaan :piso:
istri harus di kasih kebebasan, karna dia juga punya keinginan.. kadang ide2nya jga bagus koq !!
tapi gw paling pusing klo nganter istri arisan dgn para ibu2 ::arg!::
kalau gitu saya termasuk kategori yang banyak maunya.
waktu awal nikah dulu bilang ke suami "mas kita ke depannya harus punya rumah sendiri, anak-anak nanti harus siap kita didik dan kita harus punya uang banyak untuk kehidupan mereka, kita harus naik haji, minimal sebelum 40 tahun, seperti angan2mu dulu, kamu juga mau punya yayasan yang bisa jadi tempat saudara2 kita yang membutuhkan, bisa berzakat puluhan bahkan ratusan juta dst dst"
saat itu pekerjaan suamiku ga jelas (kata ortuku), mau bilang dia pengangguran ga tega kali :)
baru merintis usaha, lebih banyak didukung oleh saya dari sisi finansial.
di sisi lain, saya banyak maunya!
tapi kalau ga gitu, mana mungkin suami bisa semangat, ga akan keluar ide2nya, ga akan keluar energinya...
berulang kali suamiku berkata "saya bahagia punya istri yang banyak maunya, bisa memotivasi saya dalam mencari nafkah"
see???? tergantung suaminya macam apa dalam memandang dan cara dia menghadapi istri
tapi sebagai istri saya juga ga sekedar banyak maunya, kasih alternatif solusi juga buat suami.
contoh yang dikasih um hajime, suami CUMAN buruh pabrik...
kalau emang CUMAN buruh pabrik penghasilan ga mencukupi, cari dong usaha yang laen, jangan trus pasrah aja ama keadaan, padahal sebagai suami nafkah ke keluarganya kurang... diskusi ama istrinya "ma, kalau emang mama mau motor, kondisi keuangan kita begini, kalau kita nyicil pun ga akan sanggup, mama ada masukan ga?"
istrinya diajak terbuka, minta saran, masukan, pendapat, kritikan
suami ideal bakal ngomong gini: "kalau mama banyak mau, dukung saya ya, kita usaha A, B, C, kita cari modal sama2, kita buat kerangka bisnisnya sama2, kita survei pasar sama2, bla bla bla... insyaAllah dimana ada kemauan di situ ada jalan, bersama kekusahan ada kemudahan, kita optimis, insyaAllah dalam semangat kita, proses yang kita lalui ini akan makin mengikat cinta kita, cinta karena Allah"
dijamin istrinya juga bakal semangat terus makin cinta ama suami kayak gitu dibanding suami yang malah ngomong
"udah ah mama banyak maunya" ::bwekk::
banyak maunya itu bagus cha_n, buat memacu semangat !!
semoga maunya terpenuhi sesuai kemauannya amien.. :ngopi:
bu chan, kayaknya musti displit deh...tapi ke forum mana ya...? *ini sudah masalah rumah tangga atau kesetaraan?::hihi::
asal muasalnya dari sono...Quote:
Originally Posted by hajime_saitoh
kemudian diberikan definisinya:
saya sering heran, kenapa ya penghasilan sedikit sering dijadikan alasan suami buat "menindas istri"? kenapa bukan alasan kebutuhan yang makin meningkat memicu suami istri bersinergi supaya bisa mencukupinya?Quote:
banyak maunya maskudnya istri yang mintanya melebihi kemampuan suaminya dalam hal ekonomis.. misalnya tau suaminya cuman buruh pabrik malah mintanya ntar motor baru ntar udah dikreditin akhirnya gak bisa ditanggulangi kreditnya dan motornya ditarik khan rugi... ini banyak terjadi lho...
makanya di dalam RT tu pinter2 si suami kapan dia harus tegas kapan dia harus lemah lembut terhadap istrinya...
coba deh sering2 nonton curhat bareng mamah dedeh yang di indosi**r atau yang di Ante** disitu banyak dikasih masukan sama mamah tentang bagaimana menjadi suami dan istri yang baik....
saya secara pribadi tidak menolak keberadaan wanita di lapangan kerja.....
kategori banyak maunya bukan seperti yang saudari Chan gambarkan, persepsi saya beda kalo istri banyak cita2nya itu mah kahn Chan walopun cita2nya banyak tapi keliatannya Chan pengertian dan tidak menuntut misalnya mau beli rumah harus dalam satu tahun harus gini gitu harus beliini itu sekrang juga, tanpa mikirin kondisi ekonominya... nah istri yang menuntut dan memberikan batas waktu seperti seperti inilah yangbanyak membuat suami2 puyeng yang akhirnya ngangkat hutang sana sini...
---------- Post added at 05:49 AM ---------- Previous post was at 05:41 AM ----------
nah ini menindas istri maksudnya apa ya?? apakah suami yang mengajak istrinya untuk hidup sederhana itu adalah suatu bentuk penindasan terhadap istri??.. mungkin saya kasih contoh aja ya yang nyata Bonyok ana dua2nya kerja bokap dosen nyokap guru, tapi jujur kami itu hidup secara sederhana bonyok itu tidak pernah mau menuruti kemauan anaknya kalo dianggap itu tidak perlu oleh mereka.. bayangin aja wa sampai lulus kuliah masih jalan atau pake sepeda baru setelah kerja wa baru bisa beli motor.. dan prinsip ortu gw mereka selalu membeli barang cash, hutang di Bank kalo setau gw mereka cuman sekali, wa lima bersaudara sampai anak keempat yang baru saja lulus kuliah di tahun 2011 kemaren semuanya lulus kuliah dengan jalan kaki.. so nggak ada yang salah dengan suami yang berpenghasilan sedikit dan menerapkan hidup yang sederhana.. kebahagiaan khan bukan hanya dari materi, dan materi yang sedikit pun akan cukup apabila kita pintar bersyukur.. gitu aja kok reprot sih...
http://www.ustsarwat.com/web/berita-...-pembantu.html
Quote:
Sedangkan posisi syariat Islam langsung kepada realitas bahwa seorang istri tidak wajib memberi nafkah buat suaminya. Sebaliknya, justru suaminya lah yang wajib memberinya makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhannya.
Gampangnya, istri hanya tinggal buka mulut, suaminya lah yang wajib memasukkan makanan siap saji ke dalam mulut istrinya. Meski ada khilaf juga di tengah ulama dalam hal ini, namun mazhab As-Syafi`i dan banyak mazhab lainnya yang secara tegas menyebutkan bahwa pada dasarnya pernikahan itu hanya mewajibkan seorang istri untuk melayani suaminya secara seksual saja, tidak lebih.
Yang wajib memasak, belanja, menyapu, mengepel, mencuci pakaian, beres-beres rumah, sampai urusan kebutuhan rumah tangga, bukan istri tetapi suami. Aneh? Nggak juga.
Kalau pun istri melakukan semua itu, sifatnya hanya membantu saja, tidak ada kewajiban dari langit atas seorang wanita untuk dipaksa melakukan semua itu. Sebab seorang istri bukanlah pembantu. Istri adalah wanita yang mulia, dia adalah ratu dalam rumahnya.
itu mah suaminya aja yang lemah, ga kreatif...
ga berarti istri banyak maunya itu menjadi salah, harusnya bisa dipandang dari sisi positifnya, bukan malah nyalahin istri yang punya banyak mau.
diarahkan dong istrinya, dididik, banyak mau boleh, tapi realistis, dilibatkan dalam perencanaan, diajak mikir buat memenuhi kemauan, bukan malah dibiarkan liar gitu. malah suaminya jadi ikut2an ngawur ngutang sana sini ::doh::
sama, ortuku pns, jaman dulu pns gajinya tuh kecil bangetQuote:
nah ini menindas istri maksudnya apa ya?? apakah suami yang mengajak istrinya untuk hidup sederhana itu adalah suatu bentuk penindasan terhadap istri??.. mungkin saya kasih contoh aja ya yang nyata Bonyok ana dua2nya kerja bokap dosen nyokap guru, tapi jujur kami itu hidup secara sederhana bonyok itu tidak pernah mau menuruti kemauan anaknya kalo dianggap itu tidak perlu oleh mereka.. bayangin aja wa sampai lulus kuliah masih jalan atau pake sepeda baru setelah kerja wa baru bisa beli motor.. dan prinsip ortu gw mereka selalu membeli barang cash, hutang di Bank kalo setau gw mereka cuman sekali, wa lima bersaudara sampai anak keempat yang baru saja lulus kuliah di tahun 2011 kemaren semuanya lulus kuliah dengan jalan kaki.. so nggak ada yang salah dengan suami yang berpenghasilan sedikit dan menerapkan hidup yang sederhana.. kebahagiaan khan bukan hanya dari materi, dan materi yang sedikit pun akan cukup apabila kita pintar bersyukur.. gitu aja kok reprot sih...
buat cicilan rumah udah make gaji papaku semua. satu sekolah, kalau ngelihat mobil dijejer di parkiran, bisa ketahuan, kayaknya aku dan adik2ku termasuk yang paling miskin. kita ga dikasih sekolah/univ swasta, kalau mau nerusin sekolah musti masuk negri, karena kalau swasta ga sanggup bayar.
tapi kan ga berarti diem gitu aja, mamaku kerja, papaku kerja juga tambahan pas malem ngajar.
karena istri banyak maunya (mau anaknya berhasil, mau punya rumah dlsb) akhirnya energi malah datang, mereka kerja sama memenuhi kebutuhan hidup
jadi semakin sederhana, harusnya semakin banyak mau, mau berhasil, mau sukses, bukan malah disuruh nerima nasib gitu aja. itu poin yang aku tekankan
suami yang penghasilannya kecil emang bukan masalah, selama dia masih terus berusaha buat maju, punya cita-cita, punya harapan, punya semangat, karena roda hidup itu (seharusnya) berputar.
ga bakal juga jadi sukses tanpa ada kemauan, apalagi cuman bisa pasrah.
makanya khan saya katakan dithread sebelumnya.. yang salah adalah suaminya yang yang gak bisa mengontrol istrinya yang banyak maunya.. pernahkah saya menyalahkan istri2. baca donk baek kembali pernyataan saya di thread sebelumnya.. agar tidak salah paham...Quote:
itu mah suaminya aja yang lemah, ga kreatif...
ga berarti istri banyak maunya itu menjadi salah, harusnya bisa dipandang dari sisi positifnya, bukan malah nyalahin istri yang punya banyak mau.
diarahkan dong istrinya, dididik, banyak mau boleh, tapi realistis, dilibatkan dalam perencanaan, diajak mikir buat memenuhi kemauan, bukan malah dibiarkan liar gitu. malah suaminya jadi ikut2an ngawur ngutang sana sini
---------- Post added at 01:38 PM ---------- Previous post was at 01:36 PM ----------
yup makanya wanita2 Arab saudi pada gak bisa melakukan pekerjaan rumah.. karena mereka diperlakukan bak seorang ratu.....
Kalo Arab Saudi contohnya mah parah, nyetir aja nggak boleh.
dulu saya juga mikir tuh typical wanita jaman sekarang yg kerja, yang gini yang gitu, pokoknya gitu deh...
setelah ngedekem diem, eh dapat wangsit dijelaskan panjang lebar tuh
saat dikasih penjelasan itu saya cuma manggut2... ternyata demikian tho jalan ceritanya
selepas ngedekem hati saya jadi luas, gak pernah komplain, gak pernah ngeluh, apalagi sumpah serapah
jalanin aja, enjoy ... lha wong emang demikian adanya
pokoknya ngedekem is the best
::ngakak2::
^lah, ujug-ujug ngedekem nih. Dasar kebatinan. ::ngakak2::
Itu penjelasannya gimana bro? Bagi-bagilah.
mengajari istri buat hidp sederhana atau mengajari istri supaya terima suami apa adanya meski kekurangan?::ungg::
well menurut saya, suami juga mesti berani adil pada dirinya sendiri
Apalagi ngedekem di toilet... is the best lah...
heekk... aaaahh...
::ngakak2:: ::ngakak2::
ya intinya tuh kira2 sebagai berikut
gejala tsb itu sebagai salah satu hukum alam, sebagai rantai kejadian yang tidak terputus
tanda-tanda dunia sudah mulai tua, jadi kalo mau disalahin salahin diri sendiri sebagai manusia
yang terbaik adalah mereka yang tetap eling dan waspada
wanita boleh aja kerja, tapi harus tetap eling agar tidak menuhankan uang
sebagai suami harus siap memback-up tugas dirumahtangga
intinya jalani aja, lakukan pengabdian dalam keluarga, jangan mencari siapa salah siapa benar karena emang sudah jamannya seperti demikian jalan ceritanya
---------- Post added at 03:48 PM ---------- Previous post was at 03:46 PM ----------
maksudnya, dulu saya ini juga salah satu cowok yang suka komplain dan mengeluhkan kondisi jaman sekarang yang mengharuskan wanita kerja, dan banyak maunya. Tapi setelah ngedekem diatas pohon toge selama tujuh hari 3 malam, saya mendapat bisikan ghaib dari penunggu pohon toge tersebut
::ngakak2:: ::ngakak2::
kebatinan never die !!
::arg!::
::arg!::
::arg!::
pohon toge?::oops::
oh gitu rahasianya, supaya dapet wangsit, musti ngedekem di atas pohon toge
*catetttttt, kasih ke si jupe, sapa tau dia mau dapet wangsit, daripada ritual makan kembang wkwkwkwk
::ngakak2::
pohon togenya cuma dramatisir aja
tapi ngedekem dan dapat wangsitnya beneran
saya khan ngasih contohnya tentang bagaimana mereka diperlakukan bak ratu dirumahnya sendiri.. dan masalah menyetir, itu kembali ke azas dasar negara mereka, mereka di Arab saudi menggunakan dasar negara islam jadi semua hukum disana berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits, so ya maka wanita-wanita disono ya sangat dibatasi untuk keluar rumah.. begitu lho bu Chan...
pan mereka kemana2 di supirin ama supir pribadi dan mereka kalo keluar2 harus bersama mahromnya.. begitulah cara Islam mengatur dan menjaga kesucian kaum wanita..... :ngopi:
---------- Post added at 10:08 PM ---------- Previous post was at 10:07 PM ----------
jadi ntar ritualnya jadi makan toge donk.. kayak jadi mau cepet punya anak aja disaranin banyak2 makan toge biar subur ::ngakak2::
sorry OOT..
intinya "Istri banyak maunya?"
itu adalah istri yang HOT .. alias perlu di salurkan kemauannya ::cabul:: :-bd ::doh:: :iamdead:
oh yeahhh? emang cuman itu doang?
ga boleh ke museum (pake mahrom juga ga boleh!) ke tempat umum ga boleh, bla bla bla
gimana mau jadi pinter, ke museum aja ga boleh
hukum islam yang mana?
saya tahu soalnya saya punya saudara yang warga negara sana, ada juga yang nikah ama orang saudi yang kerja di museum kiswah, dia aja ga pernah ke museum itu, terlarang buat perempuan ::doh::
bagus ituh, dari pada makan kembang
Sebenarnya mau istri itu apa saja sih sehingga dibilang banyak? Kalo cuma mau hidup layak sih harusnya tidak disebut banyak maunya.
memang begitu wanita itu dilarang bercampur dengan laki2 itu dalam Islam dan Arab Saudi memang menerapkan hukum Islam.. jadi kenapa bu Chan yang sewot ama peraturan dan hukum di Arab Saudi.??? ::doh::Quote:
oh yeahhh? emang cuman itu doang?
ga boleh ke museum (pake mahrom juga ga boleh!) ke tempat umum ga boleh, bla bla bla
gimana mau jadi pinter, ke museum aja ga boleh
hukum islam yang mana?
saya tahu soalnya saya punya saudara yang warga negara sana, ada juga yang nikah ama orang saudi yang kerja di museum kiswah, dia aja ga pernah ke museum itu, terlarang buat perempuan
Arab Saudi ngga usah didengerin soal penerapan
Hukum Islam, buktinya sampai saat ini masi saja
koncoan dengan AS yang jelas-jelas menista U
mat Islam :)
wah kalo kerja sama yang itu mah saya angkat tangan dah.. secara pribadi saya juga tidak suka dengan kerjasama anatara US ama Arab Saudi..namun perlu dilihat lg latar belakang kerjasama tersebut.. kerjasama US ama Arab Saudi khan imbas dari invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990..
Saudi Aramco (Arab American Co.) berdiri sejak
tahun 1933.
Lawrence of Arabia di abad 19 bersama-sama
keluarga Saud, dan Abdul Wahab memberontak
alias membangkang pada Khalifah yang Sah.
Jadi, bukan karena Invasi Iraq ke Kuwait tahun
1991, Arab Saudi koncoan dalam rangka mele
mahkan/membunuhi Islam.
Dan setahu gw, kalau asalnya sudah jahil, maka
produknya akan selalu jahil
---------- Post added at 01:18 PM ---------- Previous post was at 01:17 PM ----------
Dan, Jangan lupa ada ayat yang berbunyi, "Orang
Arab itu amat keras kekafirannya"
::bwekk::
Karena lo bawa bawa arab saudi sebagai contoh memperlakukan wanita sebagai ratu sesuai hukum Islam. Padahal menurut yang lain tidak. Malah lebih memperlakukan sebagai budak. Lah, itu TKI Indonesia yang diperkosa dan disiksa emang dianggap Ratu? Terus kalo Ratu harusnya kan dituruti kemauannya eh ini malah
dilarang-larang. Ya berarti, bukan dianggap Ratu donk.