Pacar/Suami Indonesia, gimana rasanya?
#lagibengongnungguinbis
Printable View
Pacar/Suami Indonesia, gimana rasanya?
#lagibengongnungguinbis
Dalam kategori pacar
Gak perlu mikir bahasa. Gak repot jelaskan ini itu (customs,values etc). Nah tapi saya nda punya pembanding dengan yg non Indonesia :)
Saya juga pengen ngerasain punya pacar/bini/simpanan bule?
Gimana "rasa"nya ::cabul::
kenapa tidak ada pacar/istri indonesia?
Karena TSnya simbok.. Mosok simbok menanyakan diri sendiri?
---------- Post Merged at 10:40 PM ----------
Kong Sur! What is wrong with you!? *sok dramatis. Simpenan sudah ndak jaman, sekarang istilahnya investasi.
Ciyus. Simbok lagi kepo, ingin tahu suka duka cewek-cewek/ibu-ibu KM punya pacar/suami sebangsa dan setanah air.
bingung mau ngejawabnya gimana
ga ada pembandingnya soalnya....kalo suami...eh pacar juga enggak sih
tapi pernah deket sama orang Indonesia yg tinggal di Belgia...dan budayanya udah beda banget kaya langit sama bumi
pacarannya di sana gimana...yg di sini gimana....mungkin g aja yg waktu itu masih kelewat polos ;D
yg pasti, kalo di kita kayanya lebih berlaku garis patrilineal ya...suami harus diutamakan
tapi nilai2nya juga mulai banyak yg bergeser sekarang dan pasangan sudah bisa dijadikan partner sejajar
cuma memang harus dididik dan diberi pengertian ::ungg::
Err karna bini saya udah indo? ::ungg::
Seenak2nya "ikan gurame", sesekali pengen juga nyobain "ikan lele" ::ungg::::cabul::
---------- Post Merged at 10:41 PM ----------
Dikit ciyus yg paling enaknya selera makannya sama, dimana2 kalo kami keluar negri lebih dari 7 hari, pulang pasti cari nasi padank dulu ::hihi::
indonesia rasanya lebih legit.. kayak dodol garut.
ga perlu menjadi penterjemah ke semua orang
wah pertanyaan bagus...
menginspirasi gw untuk punya pacar bule, atau menam
bah koleksi nyonya baru yang bule
jadim, nanti gw bisa memberikan jawaban yang pas
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngak ak2::
Bapak-bapak jangan suka kege-eran deh. Pertanyaannya kan pacar/suami, jadi pertanyaan itu buat para cewek di KM. Bukan buat cowok-cowok KM, apalagi bapak-bapak. Gatel.
Kecuali cowok-cowok KM ternyata bersuami. ::hihi::
Pacar orang Indonesia, rasanya... ada enaknya dan nggaknya.
IMO yah kayanya tergantung dimana dia dibesarkan dan seperti apa gaya hidupnya sih sebelomnya.
Kalau ada yang bilang masa lalu itu hanya masa lalu dan gak berdampak apapun, menurut gw salah.
Karna karakter seseorang entah cewe or cowo ya dibentuk dari masa lalu.
Cowo Indonesia yang kuliah di LN, begitu balik ke Indonesia entah kenapa gw nilai sebagai cowo belagu.
There I said it. Entah kebetulan apa enggak cowok yang kuliah di LN, begitu balik ke Indo langsung tingkat soknya naik 100%.
Ngerasa bisa memperlakukan cewek seenaknya.
Yha kalau ceweknya gak berdaya sih bakalan nurut, tapi kalo ceweknya punya banyak pilihan.
U know what will happen %heh
Cowo Indonesia yang besar di Indonesia, ini juga gak bisa pukul rata...
Yha cowok Indonesia sebenernya kebanyakan baik, cuma gampang terpengaruh sama cowok-cowok yang lain dalam cara bergaul.
Entah karna kesepian, butuh pengakuan atau butuh sebuah label.
Tapi kebanyakan mereka mengutamakan keluarga dan bisa bertanggung jawab.
Kalau ditanya apa, ya bisa jawab gitu.... hahahaha
Sekarang cowok Indonesia masih tergolong cowok yang relatif sopan, walau kembali lagi gak semua.
Sebagai pacar, ya lumayan bisa diandalkan.
Gak ditanyain cowok China kan ya? ::hihi::
Untuk cewek gak tahu, karena gak pernah suka sama cewek atau pacaran sama cewek.
Haha haha
::hihi::
Gw gak mau dibilang sok tahu, jadi ya gak mau komentar soal cewek yg kuliah di luar kaya gimana..
Sama. Masih suka yang batangan. Emas, cheesestick, dst.::hihi::
Cowok/Suami Indonesia itu bukannya banyak menuntut pasangannya? Dan cenderung nge-boss? Dan kalau mbok lihat di KM ini, suka gatel?
kalo gatel ya tinggal digaruk, bukan begitu kong?
Kalo gw komen, kira-kira bakal dirajam sama cowok-cowok se-Km gak hahaha
Gini aja deh, yang namanya cowok (cewek) gak semua sama berdasarkan dimana dia tinggal.
Mungkin yang saya temuin cowok kuliah di LN dan kerja di Indonesia kebetulan belagu, karna langsung ngerasa 'beda' dari yang lainnya.
Dan orang di Indonesia juga pandangannya beda, jadilah mereka ngerasa se-istimewa itu.
Padahal sih, kalo sehari-hari orang yang ngerasa se-istimewa itu, lama-lama menjemukan.
Cowok yang menuntut gw malah cowok Indonesia yang kuliah di LN dan kerja di Indonesia, dan ini bukan hanya lagi ngomongin satu cowok aja.
Jadi jangan ada kalimat "ah seren nih jahad sama cowok". Gak gw gak jahad, gw berusaha mengerti beberapa orang dengan "lukanya".
Tapi gw juga gak mau apa yang mereka rasain dibelakang, jadi membebani gw.
Okay, sekian curhat terselubung.
Lanjut makan coklat butter lagi sama minum kopiko :ngopi:
Err ga ngerti, maksdnya cowo yg kuliah diluar, terus jadi bossy gitu? ::ungg::
ini tergantung didikan keluarganya, mbok
ada yg menuntut istrinya bisa melayani suami, bisa masak, dll, dll...
tapi ada juga yg ga terlalu menuntut dan bisa bagi2 tugas
kalo ngebos sih enggak, tapi yg penting harus bisa diandalkan dan lebih dominan
masa iya nanti g yg mimpin keluarga ::hihi::
kalo gatel sih....ga bakalan jadi suami
udah ditendang dari kapan tau ::hihi::
inti pertanyaannya adalah TS pingin tau rasanya pisang yang udah dikupas disunat karena udh bosen makan pisang pake kulitnya belum disunat :ngopi:
ya tinggal dibuka aja toh kulitnya, biar pisangnya keluar
Atau dibuat cake pisang? ::ungg::
Iya gw setuju, ini kebiasaan yang agak menyebalkan sih.
Contoh kecil mau ngambil minuman mesti nyuruh.
Misal bapak nyuruh anaknya ngambil minuman, maksudnya kalo masih bisa bergerak masih sehat buger ya udah sih ambil aja sendiri.
Kalau hal-hal kecil ini dibiasain terus menerus bikin gimanaaaaa gituuuu
contoh...udah ada minum di depan mata, masih nyuruh orang buat ngambilin juga
kebangetan...udah belagu kaya sultan...::hihi::
Nah.. Nyuruh-nyuruh anak atau istri seperti itu sering mbok lihat. Kalau mbok kenal orangnya suka mbok tegur, ambil sendiri napa? Apalagi kalau si suami perutnya buncit.
Jujur, cowok Indonesia ndak cucok buat simbok coz one day one of us will end up in the hospital.
Kalo gw sih udah berani negor, entah bapak atau pacar.
Seharusnya bisa lah pakai perasaan liat orang ada kerjaan.
Masa minum aja mesti diambilin.
Kecuali sih jelas lagi kondisi sakit.
Ya pasti ditolongin.
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION] mau lihat dari perspektif mana?
Kebanyakan cewek Indonesia kan cuma pengalaman nyicipin sesama Indonesia.
Laik makan pecel tiap hari, gak bisa lah ngebedain sama hummus.
Selama ini sih, yang saya rasakan, cowok domestik itu lebih protektif dan reliable.
Karena pada dasarnya budaya di sini patriarki, jadi cowok berani berada di depan cewek untuk melindungi dan menjaga.
Contoh, nganterin atau njemput, ngasih uang nafkah, bayarin tiap ngedate dan siap bertanggungjawab kalo ada masalah sama istri/keluarganya.
Karena mereka merasa sebagai "leader" keluarga, jadi bebannya lebih berat.
Ini, kalo si cowok dapat didikan yang bener ya. (Most of my friends and exes do).
Meanwhile, cowok bule lebih sejajar, kita bisa jadi partner.
Bisa ngurus anak bareng, bersih2 rumah bareng, bayar masing2.
Cuma, dari hasil ngobrol2 dan kongkow2 sama beberapa bule (bukan semua ya),
Masing2 pihak (baik istri maupun suami) diharapkan untuk lebih independen secara keuangan dan lainnya.
Jadi ada a fine line between family matter and a personal matter.
Menurut saya sih, bule apa domestik gak ada bedanya,
asalkan masing2 tahu ekspektasinya,
asalkan bisa saling menghargai pandangan satu sama lain,
dan bisa beradaptasi.
setuju ama nowitzki
@Nowitzki
Dianterin, dijemput, dikasih nafkah, dibayarin tiap ngedate? You make Indonesian women sound so helpless. ;D
Mbok pikir ndak ada hubungannya dengan patriarki, in fact, that just sounds like an excuse to me. Mbok dibesarkan dalam keluarga yang sangat patriarki (Aceh/Batak) tapi menadahkan tangan alias menerima is a big NO NO in my family, anak perempuan atau laki-laki. Dibayarin pacar? Wah, justru malu. Dan itu bisa menjadi bumerang untuk perempuan. Mosok teriak-teriak kesetaraan gender tapi ndak bisa mandiri? Mosok mengaku intelligent and modern women tapi masih mengkotak-kotakkan pemikiran bahwa laki-laki yang harus bayarin tiap ngedate?
BTW, kenapa harus dibandingkan dengan non-Indonesia?
hei, I really agree with this oneQuote:
Dibayarin pacar? Wah, justru malu. Dan itu bisa menjadi bumerang untuk perempuan. Mosok teriak-teriak kesetaraan gender tapi ndak bisa mandiri? Mosok mengaku intelligent and modern women tapi masih mengkotak-kotakkan pemikiran bahwa laki-laki yang harus bayarin tiap ngedate?
ini baru namanya kesetaraan gender yg saya setujui, kesetaraan gender yg waras, coba kalo semuanya bisa menerima hal ini
nyonya bilang ia bersyukur punya suami yang baik
hati dan tidak sombong, tidak pernah marah alias sa
ngat penyabar, selalu menjadi andalan dalam menye
lesaikan semua persoalan-persoalan keluarga, sehing
ga hidup dan kehidupan nyonya dalam berumah tang
ga sejauh ini sungguh sangat menyenangkan.
Alhamdulillah, punya suami yang baik, itu kata nyonya
::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::
Yep setuju memang tergantung keluarganya biasanya gimana. Walopun seiring waktu bisa aja kan ada penyesuaian.
---------- Post Merged at 11:57 PM ----------
Hehe as an excuse, supaya cowoknya merasa diappreciate. Soalnya dari segi lain ude mandiri banget sehhh ::elaugh::
ntah kenapa kalau apa yang gw lihat di sekeliling,
bapak2nya ga sampe nyuruh sih, tapi istri atau anakanaknya yang ngertiin.
udah ngambilin duluan sebelum disuruh. kayak pas tiba2 si bapak batuk2.
kalau kondisi biasa mah, ya mereka akan ambil sendiri.
atau malah yang nyuruh ngambilin malah si emak ;D
kalau masalah perilaku pacar/suami Indonesia,
kurasa itu tergantung dari didikan ortu dan lingkungan dia kayak apa.
mau di Indonesia kalau lingkungan dia ga harmonis seringnya sih jadi kayak serigala berbulu domba.