Printable View
Wah tuh cewe2 songong banget. Pasti belom pernah hamil semuanya. Kalo di luar negeri public transport malah disedikan tempat khusus buat orang hamil, disabled dan senior citizen. Tempatnya sering dibiarin kosong soalnya nggak enak aja duduk di special zone kayak gitu. Mestinya si ibu hamil nggak perlu sampe minta tapi siapa pun yang ngeliat dia langsung dikasi duduk.
Kalo di sini aku nawarin orang sepuh duduk malah ditolak2, mereka ngerasa masih kuat. Lah waktu itu aja mereka lagi manggul tas trekking dan tongkat siap2 mau hiking rame2 kayanya ::elaugh::
Idiots are everywhere, in any gender or colour.
Ndak di Indonesia saja koq, di luar negri juga. Dan ndak dilakukan cewek saja koq, cowok juga. Kebeneran minggu lalu mbok post foto ini di FB.
https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.n...06994095_n.jpg
These four people sat on the reserved seats for the elderly, disabled and pregnant women
and none of them offered their seat to the pregnant lady who squeezed herself in the corner.
Undeveloped people in a developed country.
di KRL commuter line (tiap gerbong) ada tempat khusus untuk ibu hamil, menyusui/membawa bayi, orang tua dan orang dengan kebutuhan khusus
^
Sy ga ngerti mbok jamu fotonya ;D
Btw, memang dr dulu sy udah merada rasa empati orang sini ini jauh merosot.
Tapi kadang2 masih ada sih yg gentlemen gitu, kebanyakan malah cowo yg ngertiin cewe hamil, drpd cewe2 lainnya ::doh::
Keempat orang itu (2 di kiri dan 2 di kanan) duduk di reserved seats untuk orang hamil, disabled dan orang tua. Tap ndak ada yang mau ngasih tempat duduk untuk ibu hamil yang harus nyempil duduk di pojok (si ibu yang di tengah foto).
Sayangnya orang-orang yang begini ada di mana-mana, negara mana saja, makin banyak membelah diri, berkembang biak.
Smakin sso narcist, dia akan smakin less-empathetic
Skrg ini masyarakat pkotaan digiring ke arah narcissism.
Beware
doain aja mudah-mudahan kalau dia hamil gede ngga di gituin sama orang lain
mungkin dia gak akan pernah bisa hamil
::bwekk::
^
Oh jangan, mending dia rasain hamil yg "susah" yg saban hari mual2 terus tp harus berangkat kerja pagi. Kalo perlu rasain mualnya pas berdiri di komuter dan orang lain pada pura2 tidur krn nganggep tu tipu daya ibu hamil sok2an pusing.
Social media is like bird's eye chili,
What you post today will bite your ass sooner than you think.
kok dia akhirnya sadar? apa sih yang dibilang sama Mad Alkatiri? *kepo
Sadar karena dibully seantero rakyat indo, plus sampe masuk tipi dan koran lagi, awalnya dia masih "ngelawan" kan di status kedua, mgkn akhirnya otaknya bs berpikir klo lebih baik nge-bail drpd jadi public enemy seindonesia. Facebooknya udah kesebar, gw akui netter indo kalo udah niat nge cyber bully itu kejam bgt ;D.
Rasain aja nanti di tempat kerjanya itu digosipin habis2an, dipandang jelek sama temen2nya atau keluarganya yg sudah ngerasa punya anak.
---------- Post Merged at 08:33 PM ----------
Sadar karena dibully seantero rakyat indo, plus sampe masuk tipi dan koran lagi, awalnya dia masih "ngelawan" kan di status kedua, mgkn akhirnya otaknya bs berpikir klo lebih baik nge-bail drpd jadi public enemy seindonesia. Facebooknya udah kesebar, gw akui netter indo kalo udah niat nge cyber bully itu kejam bgt ;D.
Rasain aja nanti di tempat kerjanya itu digosipin habis2an, dipandang jelek sama temen2nya atau keluarganya yg sudah ngerasa punya anak.
dia dibully trus sadar
tapi temen2nya yg seide sama dia kalo ngasih bangku ke bumil itu rugi...ikutan sadar ga?
umurnya juga kayanya ga muda2 amat..udah pada kerja ini
yg gitu kok ga ngerti
mungkin dia sadar karena abis di hamili masa
eeh... di hakimi... hakimi...
mari kita ikut menghamili.... eh menghakimi... menghakimi... ::elaugh::
Bukannya di indonesia ada yg namanya pendidikan moral?
Bikin sensasi aahhh... :mrgreen:
itu sapa sih yang capture postingan temen sendiri di Path dan kemudian disebar ke mana-mana? Sungguh pengecut yang menikam dari belakang...
Moral of the story: jangan berteman dengan kulit durian... :luck:
^
pepatah mengatakan: "teman adalah musuh yang belum menyerang" ::elaugh::
"dinda dimanakah kau berada..."
lagu KLA project atau katon bagaskara?
---------- Post Merged at 10:53 PM ----------
"dinda dimanakah kau berada..."
lagu KLA project atau katon bagaskara?
ada meme kasus dinda
::ungg::
bener2 di bully, masyarakat mesti bijak meyikapi ini,
kenapa dinda sampe curhat di path? ada yg salah dengan pelayanan transportasi negara qta
marah2 di socmed, di bully, terkenal, minta maap, menyesal
Masuk inpotemen, maen sinetron.
Hore
Kok gw merasa minta maafnya ga tulus y? Palingan daripada makin dibully.
Biar jadi pelajaran idup ga asal nyablak.
Tapi setidaknya orang2 yg berpikiran sama mulai mikir kalo pemikirannya salah... mikir... *cak lontong style*
saya berpikir sama kayak Dinda... para ibu hamil itu memang melanggar hak orang-orang yang sudah berjuang bangun pagi dan naik ojek dua kali ke stasiun yang paling ujung supaya bisa dapet duduk di kereta yang suasananya biadab tak berperikemanusiaan... boleh dong mempertahankan hak yang sudah diperjuangkan habis-habisan...
:luck:
*clingukan...
*abis masih kurang sensasional ::elaugh::
^Ketauan ngetroll.... ::ngakak2::
jadi dinda berharap si ibu2 hamli di seluruh dunia menyesuaikan diri dengan jadwal dan rutenya dia yang bangun jam 5 watsoever itu? kalau memang ga mau kasih bangku karena dia sendiri sedang sakit tulang atau keseleo atau wasir atau ambeyen atau kena penyakit bolo-bolo, ngapain pas dia marah di path, temennya nyebarin omelan2 dia ke seantero jagad? ada apa dengan temen si dinda ini? siapa orangnya? sini, gw kasih ketek
Gw jadi inget kejadian di bus... Beberapa tahun lalu saat gw pulang kantor naik bus. Yang pertama, ada nenek2 ngasih gw bangkunya... Katanya sih udah mau turun,.. Tapi begitu gw duduk, masih lumayan jauh lo turunnya belio... Yang kedua, gw nawari kursi gw ama nenek2, niat hati biar belio yang duduk. Tapi belio gak mau... Apa jangan2 gw keliatan kek lg hamil ya makanya nenek2 itu pada kasihan?
Karena judulnya soal berkurangnya empati pada orang lain, makanya mari kita tingkatkan empati kita pada Dinda yang sudah berusaha sebatas kemampuannya untuk membuat hidupnya menjadi nyaman di tengah tekanan hidup sebage karyawati yang harus subuh-subuh melaju ke tempat kerja ... yang kemudian curhatnya disebar-sebarkan oleh Sangkuni yang menggunting dalam lipatan...
*clingukan lagi ::elaugh::
Terus tahun depannya gw pas berangkat ke kantor naik bus, kebetulan gw berdiri, terus ada bumil gede naik, gak ada yang nawarin kursi tuh... Padahal ya, keliatannya sih yang duduk cowok2 berbadan kekar yang masih mampu lah buat berdiri 1-2jam di bus... Kejadian sekitar 2009 sih... Habis itu saya beli kursi sendiri kemana mana biar bisa duduk (aka sepeda motor).
setelah tau path nya tersebar, dinda masih belum mundur juga, tetap "menantang"
::ungg::
mirip mobil/motor yg nerobos perlintasan KA (tidak terdengar/pura2 tidak mendengar sirene) pintu perlintasan pertama mobil masih selamat, pintu kedua selamat juga, dan ketiga.....
::ungg::
Tentu saja, dia kecewa dikhianati temen, dan kemudian karena pengkhianatan itu dia di bully oleh seantero jagad maya raya Indonesia yang merasa paling suci sendiri tanpa mau memahami kondisi dari sudut pandang dia ... wajar kalau dia memilih menantang sekeras-kerasnya... emang dunia itu siapa kok merasa punya hak menjadikan dia pesakitan?
Pepatah orang lama, "daripada hidup ditindas massa, lebih baik mati berkalang tanah"
nah tapi itu ada temennya yang ngasih tau bahwa massa sebaiknya jangan dilawan, rugi sendiri. Mundur aja pura-pura minta maap, soalnya hidup ke depan masih lebih penting daripada melawan sekelompok mob yang memuaskan ego-mereka dengan cara menjelekkan orang lain. Jadilah dia minta maap... yang kalo kata Etca, gak tulus...
Begitulah dinamika kejadiannya... ::hihi::
Empati memang telah berkurang.
Terutama empati pada Dinda.
Gw jg paham sih si dinda ini, we are not saints, tp tetep aja dgn marah2 di inet itu sebuah kegoblokan tersendiri, ibarat orang bule putih nyerocos i hate niger di socmed, udah tau manusia itu judgmental sekali, sama seperti dinda yg ngejudge ibu2 hamil pemalas, dia jg bakal dijudge sama manusia lain sebagai org minim empati.
menurut gw karakter dinda seperti itu, mungkin pembentukan karakter di keluarganya/rumah. Biasanya orang tua akan mengajarkan anaknya tenggang rasa/tolong menolong dan itu sudah ditanamkan sejakusia dini
Saat dia merasa "tercuri" hak2 nya dia langsung curhat, curhat masih wajar, tapi tempatnya yg salah, jangan di sosmed.
Ada beberapa orang saat berada di posisi dinda (saat dinda berada di gerbong KA) dibawah happy aja/"toh gak tiap hari kasih tempat duduk ke ibu hamil"
intinya "TENGGANG RASA"
---------- Post Merged at 11:57 AM ----------
kalo gara2 kasus ini, jangan sampai karir nya/pekerjaan dinda di usik2 (sampai dipecat), kasihan dinda
seperi kasus "pembunuh kucing " yg pasang videonya di socmed
tenggang rasa emang udah luntur sebagaimana lunturnya tata krama di kalangan generasi muda.
... dan sekarang kita menjadi psikolog yang menganalisa kepribadian Dinda... bahwa dia salah begini begitu karena begini begitu... ::hihi::
Salah gak kalau bilang ke si ibu hamil, "maaf, bu. Tapi saya juga butuh tempat duduk ini. Mungkin ibu bisa minta ke orang lain. Saya yakin banyak yang bersedia memberi tempat duduk mereka." Sopan dan sesuai tata krama ...
::ungg::
[MENTION=249]Alip[/MENTION]
::hihi:: psikolog cap Google,
karena ini di forum "Ibu, Anak dan Keluarga", yg bisa dibahas ini itu ::hihi::, tadinya mau dibahas juga soal pelayanan KA, tapi salah kamar.
bagus tuh kata alip dengan inisiatif "maaf, bu..... " tegas dan sopan :-bd
lebih bagus lagi kalo minta tempat duduk yg di pake masinis ::ngakak2::
saya belum pernah naik KRL di Jabodetabek, rata2 berapa lama perjalan KRL atau yg paling lama n ditambah berhenti dia tiap stasiun ?