Hai teman-teman, boleh lho share disini tips atau pengalaman atau pertanyaan seputar CV, Psikotes dan Interview.
Semoga dapat membantu rekan-rekan lainnya.
Ada yang mau buka cerita/pertanyaan?
Printable View
Hai teman-teman, boleh lho share disini tips atau pengalaman atau pertanyaan seputar CV, Psikotes dan Interview.
Semoga dapat membantu rekan-rekan lainnya.
Ada yang mau buka cerita/pertanyaan?
CV: isi singkat, padat, dan jelas. tampilan bersih dan profesional, bernilai jual, tanpa perlu foto, tanggal lahir, dst.
Interview: percaya diri, pelajari latar perusahaan dan posisi yang ditawarkan, bagaimana dapat fit di posisi tsb
Psikotes: rajin latihan.
Loh cv emang ga perlu foto yak? Kok kalo gw liat contoh cv rata2 pake foto ;D
cv model sih jelas perlu foto. umum ga usah lah, nanti bias
pernah dapet tuh yang cantumin juga ukuran baju & celana
di km ada warga yang kerja di bagian hrd ga sih?
Kl posisinya itu mlibatkan aspek penampilan, mending pasang foto supaya ngga buang waktu rekruter dan pelamar.
Kl ga cocok ya udah ga diproses, jd rekruter ga buang waktu, pelamar ga cape datang.
Kl posisinya tidak mbutuhkan aspek penampilan, tak usah pasang foto supaya ada ksempatan ketemuan langsung dg rekruter.
---------
Soal CV,
Kudu dibuat easy-looking, compact tapi juga menjabarkan poin penting yang dicari rekruter.
Apa sih yg rekruter cari dari CV sso?
Pertama adalah apakah pelamar mmenuhi psyaratan administratif,
Kedua adalah apakah pelamar mmenuhi tuntutan jabatan.
---------
Coba kita mengurut secara terbalik bdsk apa yg dlakukan para rekruter.
Contoh kasus :
Jika seorang rekruter mencari Accounting Staff,
Bgmnkah urutan sortirnya?
1. Pasti latar blakang pdidikan (krn mreka akan cari yg background accounting)
2. Pengalaman yg relevan
3. Usia
4. Suku/Agama (utk prusahaan tertentu hal ini masih jadi ptimbangan)
5. Alamat (jarak dari prusahaan)
6. Foto
-------
Tips dr saya,
Buatlah CV sesingkat mungkin, jangan sampai berlembar-lembar krn pasti mbosankan rekruter.
Jika info yg Anda perlu sampaikan memang banyak, usahakan jangan gunakan tulisan terlalu besar atau spacing terlalu jauh.
Jika Anda mbuat rekruter mrasa nyaman mbaca CV Anda, maka Anda sudah mciptakan kesan baik.
-------
Di halaman pertama, buatlah identitas diri dg singkat dan unconventional.
Gaya yg spt ini :
Nama : xxx
Alamat : xxx
Telp : xxx
Tmpt/tgl lahir : xxx
Alamat email : xxx
Gaya di atas ini sudah kuno, mbuang-buang space.
Gunakan yg lebih eyes-friendly spt :
[COLOR="#0000FF"]Bayuri,
29 Februari 1988
Bekasi Raya VIII,
7777777 / 08188888888
Anda bisa menempatkannya sbg header shg masih banyak tempat tersisa utk menuliskan info penting lainnya.
---------- Post Merged at 06:32 PM ----------
Di awal CV setelah data pribadi, langsung cantumkan pengalaman kerja.
Info pengalaman kerja itu sangat dicari oleh rekruter. Jangan habiskan waktunya dengan informasi sekunder.
Informasi spt pengalaman organisasi, riwayat training adalah informasi sekunder jd hindari tampilkan di awal.
Saat menulis pengalaman kerja,
Jangan cuman :
2000-2002 - PT. Kapal Karam - Surveyor
2002-2005 - PT. Bangun Sejahtera - Admin
Format di atas tidaklah menjual.
BANYAK ORANG pernah jadi admin, BANYAK ORANG menjadi surveyor, BANYAK ORANG yang pengalaman marketing.
Lalu apakah KUALITAS dan KEUNGGULAN anda dibandingkan mereka?
Anda harus tampilkan di CV yg singkat itu.
Buatlah rekruter mmahami apa kompetensi Anda dari mbaca pngalaman kerja Anda.
Misal :
2000-2002 - PT Karam Kapal
Position : Administration
Job Desc (buat dalam poin-poin):
- Data input
(penjelasannya) Responsible for daily input of sales data (approximately data from 37 sales force)
- Sales-call scheduling
Handle scheduling for 37 sales force to ensure sales-call effectiveness
Achievements (buat dalam poin-poin) :
- Input data lead time in 1,5 hours
- Sales-call schedule on-time output
Itu saya ngarang-ngarang aja ya.
Jd di jaman skrg ini, seni mbuat CV adalah seberapa mampu seseorang menemukan aspek kualitas positifnya di dalam menangani pekerjaannya.
Jika ngga bisa menggali kualitas positif di pekerjaan skrg, jangan-jangan emang pelamar kurang berprestasi.
-----------
Stelah experience, jangan lupa background pdidikan (boleh juga Anda cantumkan gelar di nama Anda).
Kl bisa antara experience dan pdidikan dlm 1 page saja.
Kemudian pendidikan tidak perlu mencantumkan SMP atau SD apalagi TK.
Itu informasi buang huruf...
---------
Tips penting juga,
Jika Anda confident dg foto Anda, kirimkanlah foto.
Upayakan fotonya sudah di 'setrika' dan dicetak di media yg menarik.
Jika Anda tidak confident dg foto Anda, jangan cantumkan.
Kl Anda mlamar ke prusahaan non-advertising, non-modeling atau non-sales-marketing, maka kirimkanlah foto yg tampilannya lebih formal.
Kenakanlah jas dan dasi. Jasnya jangan kebesaran, dasinya yg rapi.
Jangan aneh-aneh gayanya - tmasuk gaya rambutnya jgn aneh-aneh (jgn tlalu mohawk atau emo).
----------
Jika Anda hendak mdptkan ksempatan intv, jangan cantumkan agama dan suku.
Tp jika Anda tidak cantumkan namun prusahaan mensyaratkan, maka Anda buang waktu saja utk interview.
Tips saya, kenali prusahaan tsb.
Jika itu prusahaan keluarga, maka cantumkanlah agama dan etnis jika Anda mlihat adanya ksamaan agama dan etnis Anda dg agama dan etnis mayoritas pimpinan prusahaan tsb.
-------
Jangan cantumkan alamat email yg aneh-aneh, misalnya :
ilovegirls atau worldiscruelforme
Yg profesional aja.
--------
Itu sdikit tips praktis...mgkn ga spenuhnya tepat...tentu tetap butuh analisis dari pembaca utk mnyusunnya sendiri.
TS yang bertanya, TS yang jawab sendiri
this thread has been killed
saya selalu ngga sreg dengan lamaran kerjaan yang selalu meminta foto, dan yang mendeskriminasi umur ::arg!::
dulu pernah cari2 lowongan kerjaan yang ada di indo, tiap ada yang begitu, langsung skip! ga relaven.
[MENTION=32]deddy[/MENTION] [MENTION=14]pasingsingan[/MENTION]
dulu pekerjaan pertama ga pake ngasih cv, langsung interview dan tes ngajar. cv dikasih belakangan
pekerjaan 2, cuman pendidikan aja.
yang ke 3, syaratnya beuhhhh ribed.. segala skck, kartu kuning, legalisir ijazah harus minimal dekan. minta ijazah sd smp sma sampai sarjana xixixi...
sampai sekarang udah kerja di 5 tempat dan ikut 5 interview dan semua nya cuma modal CV dan interview ngga pake ijazah ;D
sampe sampe gw berpikir, ijazah itu penting ngga sih? ::grrr::
sama, di setiap tempat yang pernah saya apply dan interview, ngga ada satupun yang pake ijazah ::elaugh:: makanya ada kasus2 orang yang menipu tapi tetep aja lolos kan :cengir:
^ Nah itu dia... HRD nya ngapain aja yah ;D
kalo trend nya gini, gw mau pake gelar MBA ah di belakang nama gw :lololol:
saya juga ngga pernah pake embel2 gelar di resume / cv saya ::elaugh::
honestly though, seandainya saya adalah seorang employer, dia mo phd kek mau lulusan sma kek, buatku yang penting sih asal orangnya bisa ngerjain tugasnya dengan bener aja ya. seorang yang lulusan sma trus apply ke kerjaan yang memerlukan lulusan phd, tentu akan keliatan dari hasil kerjanya maupun knowledgenya apakah qualified ngga. ato, seorang lulusan sma, atopun lulusan sarjana yang tidak berhubungan misalnya sarjana sejarah, trus apply pekerjaan teknologi ato marketing, buatku ga papa asal orangnya ada knowledge dan skillnya, yang mungkin didapatinya dengan self study ato pengalaman2 magang laennya yang related ato resources laennya. yang terpenting bisa deliver aja, apapun latar pendidikannya. i guess itu ya fungsi interview, untuk menyaring orang yang bener mempunyai pengetahuan itu ato ngga. apa yang tertera di cv cuman biar gampang sortirnya aja.
pengecualian mungkin di kerjaan2 tertentu yang memang memerlukan sejenis sertifikasi resmi untuk memenuhi persyaratan hukum, seperti dokter misalnya ::elaugh:: yang seperti ini kan memerlukan ijin praktek ya, dan biasa ijin ini kan tergantung pada kualifikasi (i think? :cengir: ). yah liat2 posisi kerjaannya memang :cengir:
@chan: apa kamsudnya colek2 gw?
sy kan gak dibagian recruitment
klo evaluasi komersial tender pengadaan jasa iya
trus apa hubungannya ama thread ini yak? #-o
Tsnya lucu juga nanya tapi jawab sendiri. Ini kaya games kali ya :cengir:
BTT... di Indonesia hal-hal kaya agama/suku, foto, itu masih penting banget buat orang HRD ::hihi::
Tapi bukan gw, karna gw cuma mengikuti SOP perusahaan saat itu... jadi mau gak mau dikasih dah pertanyaan "penting" itu
gw tau di luar (US & UK) foto itu dilarang untuk dijadikan pajangan CV. Bisa-bisa orang HRDnya di tuntut karna gak profesional :ngopi:
Tapi ya gitu lah indonesia, disukain apa engga kita harus mau ngikutin arusnya. Disuruh ngirim foto ya kirim aja. Toh itu syarat ;D
Menurut gw pas jadi org HRD, gak perlu bikin CV panjang-panjang, ampe 3 lembar. Kadang yg bikin CV ngelampirin pengalaman yg gak sesuai dengan target kedudukan. Akhirnya orang HRD keburu males bacanya ;D
Cukup lampirin apa yg perlu dan diminta aja. Pendidikan, kemampuan (skill), strength.
Nah kalo diwawancara biasanya ada orang HRD yg kritis nanya weakness lo apaa...? baru deh lo kasih tau.
terrusss negosiasi gaji, kasih tau mau gaji berapa. disini lo harus berani menilai diri sendiri, jangan sampe terlalu murah ;D
Cari tau dimana lo berada, dan lingkungannya kaya apa (biaya hidup, sampe bisa nabung apa enggak) .
Jangan ampe gajinya gak cukup menopang hidup di negara lo berada saat ini :)
Yg pasti kl ngajuin gaji, jangan naik terlalu jauh dari current kecuali kalo kamu ada reason yg kuat, misalnya specific skill yg langka, atau emang udah kenal sama calon employer-nya.
Pd dasarnya sih,
Jika si employer tidak terlalu banyak pelamarnya, maka dia ga peduli apakah cv pake foto atau ijazah. Bahkan ga usah cantumin agama pun tak mengapa. Semua cv akan dibaca sampai tuntas.
Coba bayangin elo ngelamar ke Bank ternama, pelamarnya ada ribuan. Maka si HRD pas seleksi akan sangat strict pd psyaratan, bahkan amplop pun akan dibuang (tanpa repot-repot baca isi cv-nya) kl tidak ada kode lamarannya.
Jd ya pikir-pikir dahulu melamarnya kemana. Kl company-nya reputable, ikuti persyaratannya dg lengkap.
iya, yang namanya suku, gender, agama, umur, bahkan kecacatan seseorang biasa memang ngga dilampirkan. dan kupikir harusnya begitu ya. yang perlu diliat sebenarnya skillnya, bukan latar2 ga berhubungan itu, at least di jenis kerjaan skilled job. mungkin ada pengecualian misalnya jadi satpam ato orang konstruksi, ya memang perlu orang yang fit dan sehat. ato kerjaan modeling, lampirin foto ga papa, justru biasa yang diperlukan malah portfolionya ::elaugh:: yang relavan2 aja deh.
dan setau saya, cv justru harusnya pendek dan padat. jangan lebih dari 1 lembar kalo bisa. saya biasa malah persempit margin2nya sampe muat 1 halaman ::elaugh::
saya kenel employer2 yang biasa cuman scan bentar aja liat cv. mereka justru ga mo buang waktu liat yang berhalaman dan bertele2 ngelist hal ga berhubungan. di tempatku yang lama, bosku dulu malah sering pake jebakan misalnya "tolong tulis kode ini saat apply pekerjaan ini", padahal posisi juga cuman satu, ga perlu sampe kode2 gitu :cengir: tapi ini disengaja sekedar untuk menyaring/melihat orang applicant teliti ato ngga :cengir:
Setelah dibaca ulang, sepertinya TS meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
seputar CV, psikotes, dan interview bagi para warga KM. Bukan bertanya cara menghadapi
psikotes, interview dan membuat CV :)
Setuju dengan ndugu, bila bisa singkat dalam 1 lembar akan lebih baik, informasi pribadi tidak perlu
dicantumkan. Pengalaman sewaktu aplikasi pekerjaan rasanya jarang sekali yang meminta foto
dicantumkan, terlebih agama, suku, dan umur yang sama sekali tidak relevan dengan pekerjaan
Sistem banyak perusahaan di sini banyak yang 'unik' untuk penerimaan fresh graduate,
caranya dengan kurangi jumlah pelamar dilihat dari latar universitas pelamar. Diluar universitas
negeri top tier, pelamar tersebut ga akan lolos tahap awal. Untuk yang memiliki pengalaman
kerja, latar belakang pendidikan ga terlalu berpengaruh.
untuk kerjaan tertentu, agama itu relevan loh..at least di Indonesia
misal nya perhotelan. Kebayang kalo 1 department di front office agamanya sama semua..pas PH agamanya panda minta libur semua dong ::hihi::
makanya di perhotelan sebisa mungkin di 1 department agama staff nya tersebar rata. jadi ngatur roster staff nya gampang
Setuju, baiknya emang cuma 1 halaman aja
oh iya, jadi kita harus bertanya ama TS seputar CV n psikotes ya
jarang emang yg minta foto, tapi entah kenapa jadi "syarat",... soalnya banyak yg melampirkannya.
Padahal sih menurut gw foto gak penting, waktu itu gw gak nyari model atau satpam ;D
btw jadi maksudnya utk lulusan univ swasta jarang ada yg lolos tahap awal gitu za? ::ungg::
:lololol:
saya juga pernah diceritain hal yang sama nih sama ortuku :cengir: soalnya kantor mereka juga buka 365 hari / taon, ngga pernah libur (in their 20-something years in business, cuman pernah tutup 1 hari, yaitu pas hari meninggalnya nenekku :cengir:). jadi memang harus manage roster, bahkan pada weekend juga. untuk liburan yang lebih spesifik misalnya lebaran, semua yang chinese ato yang non-muslim dijadwalkan kerja. pas imlekan, sebaliknya. dll sesuai hari2 libur keagamaan laennya :cengir: tapi ini ngga perlu lah pas baru lamar kerja. soalnya kan bisa diatur2 jadwal karyawan pas udah diterima.
@seren
Rasanya sih iya, tapi sebagian perusahaan lho, terutama yang besar, mereka buat itu
buat menyaring fresh graduate applicants yang banyak, temen yang kerja di HRD juga
mengakui sistem itu berlaku. Di beberapa posting dengan gamblang dituliskan kandidat
yang akan diperhitungkan dalam kualifikasi adalah lulusan universitas negeri nasional,
swasta ternama, dan lulusan luar negeri. Disebutin pula nama universitas yang dimaksud.
itsreza: that's not very politically correct, is it? ::elaugh::
Kl fresh graduate itu memang sangat bergantung pd reputasi universitasnya, trutama kl mau masuk ke big company.
Misalnya nih, sebuah bank yg sangat ternama mematok minimal ipk 2,75 utk univ negeri akreditasi A/B dan mematok minimal ipk 3 utk swasta reputable akreditasi A/B.
Makanya fresh-grad dari univ yg tidak terlalu reputable, agak sukar utk pilih-pilih prusahaan...
Ini realistisnya saja sih. Tentu saja ada juga para fresh grad yg lebih beruntung, yg bisa ngimbangi dg ipk tinggi or pngalaman organisasi yg baik or bisa mciptakan kesan positif saat wawancara.
^
definisi big company itu sebenarnya apa sih? ::ungg::
kriterianya apa aja.
ndugu: benar atau tidak itu relatif ;D
etca: perusahaan besar yang saya maksud berdasarkan skala perusahaan dalam industri
entah definisi dan kriteria apa yang digunakan TS.
Kl bbrp kriteria yg saya maksudkan :
1. Company brand
Kl namanya disebut, maka orang familiar dan mengidentifikasikan company itu sbg reputable company
Prusahaan spt ini akan diminati banyak pelamar. Makin banyak pelamarnya, maka makin strict proses seleksi datanya.
2. Development system
Prusahaan yg sudah punya development system yg sistematis akan punya kriteria-kriteria spesifik dalam rekrutmen, dan kriteria itu harus dipenuhi jika ingin lolos proses audit. Biasanya company semacam ini proses seleksinya memang sangat ketat.
kalo baca2 di buku siiii..katanya kalo di interview kerja, pas ditanya weakness nya kita, usahakan weakness kita itu justru malah mengangkat derajat kita di mata interviewer.
misalnya:
"saya kalau bekerja suka lupa waktu"...
"saya orangnya perfeksionis, jadi kalo mengerjakan sesuatu harus detail"
"kadang2...tanpa saya sadari saya mengenyampingkan keluarga demi pekerjaan saya..."
bleeehhh ;D
yahhh intinya yg begitu2 deh....
^ iya bener ;D
usahain jangan ampe weakness itu ngebuat kita down banget di depan HRD
iya. jadi intinya, kelemahan lu itu justru bisa dilihat sebagai kekuatan dimata perusahaan
Yes, good sharing dari spears.
Basically memang weakness kita itu jangan sampai menjatuhkan peluang kita utk diterima kerja.
Kl mnrt saya, utk mjawab tentang weakness, kita perlu pikirkan dulu posisi yg dilamar itu apa.
Misalnya nih,
Kl ngelamar utk jadi admin, maka boleh saja kl weakness kita itu 'agak pendiam dan terlalu serius', krn emang kerjaan admin ga nuntut utk bawel.
Kl ngelamar jadi finance bagian A/R, maka boleh saja weakness nya itu 'bawel' krn org A/R harus ngejer orang.
Usahakan sejujur mungkin, tp juga smart.
Misalnya nih,
Asep ngelamar buat jadi admin dan asep ini kurang teliti.
Maka pas dtanya weakness, Asep dg 'polos' mjawab : 'saya kurang teliti'.
Kan malah jd kurang elok di mata rekruter utk mmasukkan org yg mrasa diri ngga teliti.
Yaaa...mungkin buku-buku tips intv akan mnyarankan :
'Saya kurang teliti, tp saya mngatasinya dg double-check pekerjaaan saya'.
Maybe that sounds better, tp somehow not good enough.
Mendingan jawab itu di aspek 'kekuatan', misal :
'Saya suka double-check pekerjaan, karena saya brusaha agar teliti.'
Itu jujur yg smart.
Atau bisa juga menyebut weakness yg tidak ada hubungannya dg dunia kerja.
Misal,
Saya ngga bisa masak.
Tp rekruter biasanya akan nyecer utk mnanyakan weakness yg work-related.
----------
Saran saya sih jujur saja, tp dikemas dg smart.
Hindari jawaban yg tidak jujur, krn rekruter pngalaman akan tau kalo kita bohong/mlebih-lebihkan.
Apalagi jika orang mjawab apa yg disarankan oleh buku-buku interview, itu rekruter udah tau.
Weakness yg perfeksionis itu udah ketauan banget.
Si rekruter tinggal liat saja tatanan rambut, cara bpakaian, cara bicara, gaya nulis, maka udah ketauan apa orang itu perfeksionis atau dia bohong.
---------- Post Merged at 05:43 PM ----------
Trus kl orang mjawab 'jika sibuk kerja jadi lupa makan', nah kl orangnya gemuk bukankah malah mjatuhkan diri sendiri??
Hehehehe ::hihi::
Makasih [MENTION=471]Casanova Love[/MENTION] telah berbagi. Sebenarnya pengen jawab dari kemarin tapi gak sempat.
Yup.
Ketika mencantumkan pekerjaan,
berikan deskripsi apa saja yang kalian lakukan saat bekerja itu.
Hati-hati, jangan mencantumkan nama klien karena itu terkait dengan perjanjian kerahasiaan perusahaan (Non Disclosure Agreement).
Selain itu, cantumkan dari pengalaman kerja dengan terbalik, yakni cantumkan pekerjaan paling terakhir dahulu, kemudian pekerjaan sebelumnya, hingga yang paling awal. Dengan demikian, pembaca CV akan langsung melihat kabar paling terakhir kita saat melihat daftar pekerjaan yang sudah ada.
PT MERAH PUTIH Tbk. (2011-sekarang)
User Interface and Online Payment Transaction (2012-Sekarang)
Menambahkan fitur pembayaran transaksi melalui internet dengan pihak ketiga. Menambahkan halaman untuk membeli secara daring produk-produk dari klien dengan menggunakan data-data yang sudah ada dan mencatat pembelian tersebut. Bekerja sama dengan aplikasi yang sudah ada terkait dengan fasilitas unduh pasca transaksi dan otorisasi.
Teknologi yang digunakan: JSON (REST), Java, JSP, Oracle Server
Mendukung dan menambah fasilitas Autodebet (2011-2012)
Melakukan dukungan harian terhadap aplikasi autodebet yang telah terpasang di klien, salah satu bank ternama di Jakarta. Menambah pihak ketiga yang baru bergabung untuk fasilitas autodebet tersebut. Mencatat bug dan melakukan perbaikan terhadap aplikasi tersebut. Menyesuaikan kondisi server sesuai dengan perubahan kebijakan keamanan.
Teknologi yang digunakan: Java, JSP, TCP/IP socket, MS SQL Server
PT Mitra Sejahtera Banget. (2009-2011)
Membantu Mengembangkan aplikasi Scope of Work (2010-2011)
Membantu klien menyempurnakan dan mengembangkan produk Scope of Work yang sudah berjalan. Klien berada di luar negeri dan kolaborasi dilakukan menggunakan aplikasi chatting seperti Skype, Google Talk dan surel.
Teknologi yang digunakan: ASP.NET MVC, MS SQL Server, JQuery, SVN sebagai Versioning Control
Produk Aplikasi Finansial (2009-2010)
Membuat fasilitas pembuatan laporan.
Melakukan jembatan komunikasi antara produk finansial dengan produk medis yang sudah ada namun berbeda teknologi.
Teknologi yang digunakan: ASP.NET MVC, Web Service, MS SQL Server, Jasper Report
Oh iya,
kalau punya kerja Part Time yang berhubungan dengan bidang yang akan dilamar, jangan takut untuk memasukkannya ke dalam CV>
Thread yang bagus dan berguna banget nih :-bd
Dapet wawasan dan ilmu baru. Mesti banyak belajar :belajar:
Pantes udah sering ngelamar tapi sering gak dipanggil :terpojok:
oh tidak... om [MENTION=14]pasingsingan[/MENTION] marah
Pas wawancara kerja ditanya weakness segala ya? *udah lama sekali nggak wawancara kerja
Aku impor CV dari LinkedIn kalo lagi buru2. Itu udah cukup standar lah. Kalo sempat baru bikin yang stylized version.
Kandalf: itu apa ngga ke-'wordy'-an ya? bakal cepet lebih dari satu halaman nanti cvnya nih, dan ribet dibaca sama employer kalo verbose gitu ::elaugh:: *so it seems to me* ::elaugh::
Tusc: linkedin ada fitur auto bikin cv dari profile, ato memang sudah save cvnya di situ?
ndugu: via export pdf di profile/ via resume builder di linkedinlabs
biasanya nih HRD lagi gak banyak kerjaan... bakalan nanya weakness kamu apa?
jawab aja jujur. Gw diajarin ama dosen, kalo pelamar suka pelupa.. bilang aja terus terang Misalnya saya pelupa pak. Tapi dengan gitu saya jadi gak menyimpan masalah. Gampang lupa sama kesalahan orang :)
biasanya kalo HRDnya terlalu banyak kerjaan di kantor gak bakalan sesempet itu nanya weakness. Kecuali untuk jabatan yg lumayan penting buat perusahaan.
CV lebih dari satu halaman itu ndak masalah but the quantity should equal quality. Kalau pengalaman kerja masih di bawah 5 tahun, satu halaman tentu cukup. Kalau pengalaman kerja sudah puluhan tahun, boleh lebih dari 1 halaman tapi cantumkan achievement yang ndak membosankan pembaca.
Dulu mbok pernah di bagian recruitment; paling jengkel membaca cv yang ndak teratur dan berdesak-desakan. Your cv represents yourself, cv yang ndak teratur akan menunjukkan ketidakaturan si pelamar, pola pikir atau pekerjaannya.
Sbnrnya tujuan rekruter btanya soal weakness dan strenght antara lain :
1. Ingin tau bagaimana pelamar menjawab
Rekruter jg mnyadari bhw probabilitanya kecil utk mdapatkan jawaban yg akurat dari pelamar soal kekuatan/klemahannya.
Ada kmungkinan pelamar bohong atau lebay atau malah ga tau sama skali jawabannya.
Tp yg ingin dilihat rekruter adalah bagaimana pelamar mhadapi ptanyaan tsb.
Jika pelamar gelagapan, salah tingkah atau take a long time to think, maka kesan kurang persiapan, gugup dan panik akan terlihat.
Yg penting adalah pelamar mjawab dg tenang skaligus bernada yakin, ada persiapan dan jawabannya logis (hubungan sebab-akibatnya jelas).
2. Coba-coba siapa tau ada jawaban yg menarik dari pelamar
Biar bgmnpun ptanyaan soal kekuatan/klemahan itu sdikit banyak akan mcerminkan kpribadian pelamar. Makanya jangan asal jawab/asal ngikut jawaban orang/bbohong, krn pasti akan ketauan.
Biasanya proses seleksi itu diikuti oleh psikotes. Dari hasil tes, rekruter mcocokkan jawaban pelamar. Jika inkonsisten/kontradiktif, maka malah kurang baik utk pelamar.
3. Utk habiskan waktu
Ada bbrp rekruter yg tidak tega interview tlalu cepat pd kandidat yg dianggapnya kurang oke. Makanya ngisi waktu dg ptanyaan kekuatan/kelemahan supaya tkesan panjang.