Originally Posted by
ishaputra
Umat muslim biasanya termasuk yang mana? Yang langsung angkat senjata dan ngundang sodara seiman senusantara untuk berjihad mengganyang orang yang menzolimi itu?
yang namanya umat itu beraneka ragam, tolong cermati baik-baik deh...kan katanya muslimwatch, masa nemunya cumanya yang jelek2 aja, atau jangan2 emang niatnya cuma buat nyari yang JELEK-JELEKnya aja?
Coba pikir: Di Ambon, ada tukang ojek (muslim) tewas, kebetulan di kampung yang mayoritas kristen. Ada "gosip" bahwa si tukang ojek dibunuh, tapi pihak kepolisian mengatakan bahwa tukang ojek kecelakaan.
Lepas dari kontroversi tersebut, langsung deh media massa dibanjiri berita "laskar jihad" dari Jawa menuju Ambon. Polisi sempat menangkap rombongan jihaders yang baru mendarat ke Ambon dan menyuruhnya pulang kembali (saya lupa link beritanya, kalau tidak salah dari Kompas.com)
Anda bisa lihat, bagaimana mental umat muslim itu? Jiwa rusuhnya mudah tersulut.
sekarang anda bawa2 masalah kasus Ambon, sebelum ngomongin soal itu, coba anda cari dulu deh akar muasal dan penyebab kenapa Ambon bisa kaya begitu...karena Ambon sebelum tahun 1998 dan Ambon pasca 1998 itu bener2 beda, lho...d^_^b
gw juga banyak kok ngumpulin data2 tentang kerusuhan Ambon pasca tahun 1998...so if you're decide to bring Ambon as an example, i think you're messing with the wrong man, here...::ngakak2::
dan masalah mental umat muslim, siapapun yang berpikiran pendek jelas akan berpikiran begitu...tapi apakah semuanya begitu?
apakah lantas kemudian itu bisa dijadikan justifikasi bahwa semua umat muslim di Indonesia berpikiran pendek?
terus gimana dengan orang yang sering melakukan generalisasi? apakah itu bisa dianggap lebih baik dari sebagian kecil umat muslim yang berpikiran pendek tersebut? ^^
Bandingkan dengan: Gereja di Solo, sesaat setelah kebaktian dibom seorang jihader muslim. Adakah "laskar kristen" yang begitu bersemangat datang ke Solo untuk mengganyang kelompok-kelompok yang menzolimi saudara seiman mereka? TIDAK ADA.
Setiap umat beragama ada saja kelompok radikalnya. Tapi kalo dirata-rata, di kalangan umat muslim lebih banyak. Mungkin anda akan ngeles: "Itu karena umat muslim mayoritas di Indonesia, jadi kelihatannya lebih banyak". Argumen itu sekilas logis, padahal tidak juga. Di Lebanon, jumlah muslim dan kristen hampir imbang. Tapi yang radikal tetap saja dari kalangan muslim/syiah. Lihat saja Hizbullah.
hehe, dari awal kayanya anda ini semangat banget bawa2 agama Kristen dalam setiap argumen anda ya? kalau saya berpikiran sempit pastinya saya akan menganggap semua umat Kristen berpendapat seperti anda, tapi saya sih gak akan mau berpikiran seperti itu...malah saya sendiri gak yakin apakah anda ini adalah benar2 orang Kristen...^_^
terus terang aja gw juga punya banyak temen2 yang beragama Kristen (dari Pantekosta, Bethel, kesaksian Yehova, dll) dan Katolik...mereka memang mengutuk pelaku segala jenis pengeboman dan pembakaran tempat ibadah, tapi mereka sama sekali gak pernah menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mencap jelek agama Islam dan mayoritas umat muslim di Indonesia, yang mereka benci adalah para pelaku kekerasan yang nota bene emang dari paham radikal
Betul, tiap agama ada saja umatnya yang begitu. Tapi, coba silakan dicek: Banyak mana buku-buku Islam yang mengkritik Kristen ketimbang sebaliknya? Kita bicara kasus-kasus yang prominent saja, jangan kasus orang-per-orang.
gak usah gw cek juga gw tau yang namanya buku-buku sejenis gitu emang banyak tapi sebelum anda berbicara lebih jauh anda perhatikan saja penerbitnya...pelajari latar belakang penulisnya...baru kemudian anda nilai, termasuk jenis apa tuh buku itu? layak dibaca atau nggak? dan kira2 berapa banyak umat Islam berpikiran sehat yang baca buku itu?
Apa reaksi umat Kristen ketika ada buku Islam yang mengkritik Kristen? Apa reaksi Muslim ketika ada buku Kristen yang mengkritik Islam? Coba dipikirkan, mana yang berpotensi akan bringas?
Irena Handono, Ahmed Deedat, buku dan DVD-nya bebas beredar. Tapi ketika majalah Newsweek menampilkan artikel yang membahas tesisnya Christoph Luxenberg yang mengatakan Alquran pada mulanya berbahasa Aramaik, bukan Arab, MUI langsung membanned majalah tersebut dengan alasan "religious blemish".
dari tadi anda terus2an nyebut umat Islam ya? hehe, gini aja deh...menurut anda dari semua penganut Islam di Indonesia ini mana yang mayoritas? apakah yang moderat? atau yang radikal?
nah, klo kemudian di Indonesia ini menurut anda lebih banyak penganut yang jenis radikalnya, apakah kira2 agama selain Islam masih bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia? saat ini penduduk Islam di Indonesia kurang lebih ada 84,72% dari total keseluruhan penduduk Indonesia lho...
mengenai Christop Luxenberg, sebaiknya anda pelajari sejarah dulu deh baru kemudian ngomong disini lagi soal dia...baca baik2 sejarah bangsa Arab, Sejarah Islam dan kemudian pelajari demografi dan perkembangan linguistik dari negara2 Timur Tengah...nah klo itu uda dilakukan baru deh kita ngomong lagi disini soal topik itu, klo gak mah percuma aja...udah buang2 waktu, terus gak ada manfaatnya lagi...capee deh
Mungkin anda akan menuduh saya "menggeneralisir" ketika menyebut "muslim" dalam konteks thread ini. Oke [/B]deh, katakanlah tidak semua muslim adalah muslim radikal dan intoleran. Tapi, MANA SUARA MEREKA MENGUTUK RADIKALISME DAN INTOLERANSI SAUDARA SEIMAN MEREKA?
saya nggak akan menuduh seseorang/sesuatu yang memang sudah jelas-jelas melakukan sesuatu dimana dia jadi tertuduh...::hihi::
Yang rajin bersuara lantang paling kelompok-kelompok Muslim liberal, yang nama-namanya sudah kita ketahui. Dan itu pun mereka dicap "sesat". Rata-rata muslim umumnya diam saja dan kurang bereaksi keras terhadap kebringasan saudara seimannya itu.
anda bertanya kenapa mereka diam? karena dalam hati, mereka sendiri sebenarnya tahu bahwa orang yang melakukan kekerasan dan kebringasan tersebut bukanlah mewakili Islam, mereka itu cuma pinjem attribut "Islam" aja...klo Islam Liberal sih...ya, gw gak akan berbicara soal mereka disini, tempatnya gak pas...
"Diam" itu bisa berarti setuju diam-diam, atau bisa berarti tidak peduli.
bisa juga "diam" itu juga bisa diartikan mereka tidak berdaya untuk berbuat sesuatu
Saya pikir, citra muslim yang keras, bebal, bodoh dan intoleran akan tetap terjaga sejauh mayoritas muslim yang "katanya" tidak setuju dengan radikalisme dan intoleransi saudara seiman mereka tidak begitu kencang.
Muslim seperti anda sepertinya cuma bisa cari "permakluman" dari lawan bicara dengan menyebut "yang kayak gitu bukan cuma muslim saja kok".
Memang betul bahwa radikalisme dan intoleransi ada di setiap umat beragama. Tapi untuk muslim, saya pikir ini sudah terlalu parah. Ekstrimisme Islam sudah menjadi issue dunia. Anda tidak bisa lagi mencari permakluman dengan mengucapkan "yang kayak begitu bukan cuma muslim saja kok".
muslim seperti saya bagaimana maksudnya? hehe, apa anda yakin saya ini orang Muslim? kok bisa yakin sih? ^^
mengenai masalah cari pembenaran atau pemakluman,
hohoho, dugaan anda salah, saya gak perlu cari "pemakluman" dari orang seperti anda kok...buat apa? gak ada manfaatnya juga...::ngakak2::
saya ngomong panjang lebar disinipun juga saya gak akan ada gunanya buat anda...
toh dari paparan anda, saya juga bisa menilai sendiri bagaimana kualitas lawan diskusi saya...
saya ngomong disini gak lain hanya untuk share dengan teman2 lain di warung Kopimaya ini yang mayoritas lebih suka berdiskusi secara cerdas dan menggunakan akal dan logikanya dalam berpikir...dan itung2 buat nambah postingan lah, hehe...
ngopi dulu ah...:ngopi: